Aliansi Musik September 2014

Aliansi Musik Sept

01. Megatruh – Annelies (Malang)

02. Cause – The Poacher (Bogor)

03. Methiums – Methiums (Surabaya)

04. Littlelute – Childhood Story (Bandung)

05. Episode – Waktu Kita (Solo)

06. Aljabar – Spellbound (Feat. Adi SW) (Semarang)

07. bedchamber – Youth (Jakarta)

08. Sisir Tanah – Lagu Wajib (Yogyakarta)

Belakangan ini, semakin banyak penggiat musik baru bermunculan setiap minggunya. Seakan Indonesia selalu siap untuk tancap gas dalam jalur pasar musik universal bersama mesin yang meradang tanpa rasa khawatir kehabisan bahan bakar di tengah jalan. Seperti halnya Aliansi Musik September, deretan nama-nama baru menghiasi daftar kompilasi bergengsi ini. Semua lagu sudah diseleksi terlebih dahulu oleh tim penyeleksi kita di tiap-tiap kota. Jadi, semua lagu dalam kompilasi Aliansi Musik setiap bulan tentunya berkualitas untuk dikonsumsi telinga kalian. Silahkan dengarkan saja dan sebarkan berita sukacita ini.

01. Megatruh – Annelies (Malang)

“Tahun 2013 tahun yang serakah. Kidung terlalu sibuk dengan olah rasanya. Pertama dia harus mengundurkan diri dari lini bermusik FRANK!. Kedua gagalnya band PORAX PORANDA menyelesaikan EP karena war of mind -nya dia sendiri. Ketiga kebahagiannya berprofresi sebagai jurnalis direnggut oleh urusan akademis. Keempat si mbah meninggal. Kelima pacarnya memutuskan untuk meninggalkannya demi merajut cinta dengan wanita lain. Keenam dia tetap ingin band-band an. Mulai jengah dengan distorsi alam pikir dan mesin rasanya sendirian, beruntung lalu dia dikawinkan oleh multi-frasa MEGATRUH. Lebih dari sekedar kata kerja, lebih dari sekedar kata sifat. Sadar diri terlalu bodoh untuk berbagi sendirian, Kidung mendapatkan mahrob untuk mengajak gitaris DOWNTOWN TORPEDOES, Nanda Gupar. Disusul dengan Hilmo dan Bayu Gembur untuk mengisi titik-titik satir yang sesuai. Jadilah MEGATRUH sebagai grup musik yang mumpuni untuk menjadi super. Musik berisik ala Seattle dirasa pas untuk menjadi suaka penyampaian rasa yang ditumpahkan dalam karya seni dengar yang kontinyu. Bumbu-bumbu post-punk, pshycedelic, dan noise rock menjadi lokomotif yang dikendarai MEGATRUH. Saat Anda sedang memegang dan membaca lembaran ini, MEGATRUH telah berpisah dengan Hilmo dan Bayu Gembur. Demi memantapkan nuansa, MEGATRUH bertemu dengan Bagas Yudishwa, DRACULA OMNIVORA, dan segera saja untuk mengawininya. MEGATRUH tidak sulit dijumpai di dunia maya. Akun twitter @MGTRH dan akun @megatruhmegatruh bisa menjadi rujukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.”— Akhmad Alfan Rahadi (Malang, malangsubpop.wordpress.com/).

02. Cause – The Poacher (Bogor)

Cause merupakan band pop asal Bogor berisikan para personil yang sudah cukup lama malang melintang di skena musik lokal Bogor. Band yang dimotori oleh Randy Asra Dahnial (Vokal/Gitar), Dito Buditrianto (Gitar), Ryan Rifkianda (Bass), Edu Christanto (Keyboard/Synthesizer), serta Dely Tambunan (Drum) ini telah merilis dua album penuh dan satu B-Sides sejak mereka terbentuk 6 tahun silam. “The Poacher” merupakan single ke-2 dari album penuh ke-2 mereka “The Man In Suit”, dan menjadi satu-satunya lagu yang menurut saya masih menyisakan jejak notasi pop a la album mereka sebelumnya. Hal yang membedakan adalah pengeksekusian pada lagu ini yang jelas terpengaruh oleh musik post-rock dengan formula ‘quite-loud, sentuhan harmoni vokal, instrumen minimalis, serta lirik lagu yang bercerita tentang tragedi seorang bocah berumur 10 tahun yang menjadi korban penembakan. Selamat mendengarkan tragedi dan risalah muram yang dinyanyikan.”— Gilang Nugraha (Bogor, hujanradio.com/)

03. Methiums – Methiums (Surabaya)

“Methiums, one man project dari Arya Akbara yang merupakan gitaris dari Headcrusher (SBY) dan Athenian (SBY). Masih memainkan musik metal yang dimainkan juga di dua band lainnya, serta ditambah dengan sedikit progresif. Debut EP dengan judul Methiums rilis Februari 2014 lalu dan ‘Bouyanci’ termasuk didalamnya.”—Emirul Fahmi Fanshuri (Surabaya, praotozine.wordpress.com)

04. Littlelute – Childhood Story (Bandung)

“Di era digital dan menjamurnya jenis sound effect beraneka warna, kelompok bermusik little lute yang saya temukan ini memilih untuk menggunakan ukulele sebagai akar dari musik mereka. Magisnya, ukulele yang indentik dengan nuansa pantai, mereka berhasil meramunya seolah-olah ini dari tanah sunda, dari Bandung Kota Kembang.”— Gagi Aria Alembana Fatkhurahman (Bandung)

05. Episode – Waktu Kita (Solo)

“Episode adalah proyek musik individual dari Yoza Prajatama. Dia seorang composer, song writer dan juga penggebug drum di band No Stereo Yellow. Lagu “waktu kita” lahir sebagai lagu pertama Episode yang berhasil direkam. Lagu ini menuturkan tentang kisah sebuah kisah pertemuan yang mengajak untuk dapat menghargai setiap momentum di dalamnya. ada nuansa bitter-sweet yang terasa. syair yang ringan dan kord sederhana ditata dalam aransemen pop-balada, dengan sedikit sentuhan orkestrasi. Episode sering juga ditemani adittional gitar, bass, terompet dan beberapa biduan wanita sebagai penyanyi latar. Jangan dengarkan bagi yang tidak siap dengan mood sendu.”—Dimas Purnomo Fridbramantyo

06. Aljabar – Spellbound (Feat. Adi SW) (Semarang)

“Trio hip-hop/jazz bentukan tahun 2010 ini memang diisi dengan personel-personel yang sangat dikenal di kancah musik kota Semarang; Gatot Hendraputra (pentolan komunitas Jazz Ngisoringin) di vokal dan gitar, Mirza Firdaus di bass, dan Koko Soetadi (Jabalrootz, Wiwiek N Friends) di keyboard. ketika ketiga otak itu ditemukan, lantas jadilah brainchild fusi antara jazz dan pop dengan kemasan hip-hop. jadi salah satu band dengan jam terbang tertinggi di kotanya, Aljabar malah baru akhir-akhir ini merilis EP perdana dengan tajuk Holiday di bulan Agustus 2014. dan track yang terpilih jadi single adalah “Spellbound,” yang meminjam intro klasik “hey ho” lagu “Hip Hop Hooray” dari kelompok hip-hop 90an, Naughty By Nature. dengan vokal rap yang diisi oleh Adi Siswowidjono, seorang penyiar di salah satu radio swasta kota Semarang. mendengarkan rekamannya saja tak cukup, karena menonton mereka secara live lebih menyenangkan dengan aksi panggung yang mengingatkan akan The Roots. segera undang mereka tampil di kota anda! “—Andi Fitriono (Semarang, www.houtskools.com)

07. bedchamber – Youth (Jakarta)

“bedchamber merupakan sekelompok remaja yang memiliki rasa gelisah yang sama, yaitu masih ragu untuk melangkah ke fase ‘kedewasaan’. Hal ini menjadi cikal bakal debut single “Youth” tercipta. Dan mereka hadir seakan menjadi tambahan ‘angin segar’ dalam kancah musik arus pinggir di Jakarta.”—Robby Wahyudi Onggo (Jakarta, www.deathrockstar.club)

08. Sisir Tanah – Lagu Wajib (Yogyakarta)

“Menurut saya, Bagus Dwi Danto adalah seorang sosok yang sangat jenius dalam menulis lirik lagu. Bermodalkan gitar bolong dan harmonika, Danto selalu bisa menyihir para pendengar lagu dan penonton saat menyaksikan performa live nya, tidak ayal lagi karena kekuatan dari lirik puitisnya. Dengan memainkan musik balada, saya rasa sampai saat ini belum menemukan lirikus dengan kemampuan menyairkan lagu berbahasa Indonesia seperti Sisir Tanah ini di Yogyakarta.”—Komang Adhyatma (www.kanaltigapuluh.info/)