Suatu hari saya bertanya-tanya “Kapankah Superbad berikutnya akan berlansung?”, eh ada status Facebook muncul di linimasa. Status tersebut ditulis oleh Indra Ameng dan berisikan informasi mengenai Superbad edisi ke-81 akan berjudul Instrumentalia Fantastico.

Tiga band tanpa vokalis akan tampil; The Mentawais, Bottlesmoker, dan Sentimental Moods.

Rasa penasaran membuncah, karena band surf rock asal Bogor bernama The Mentawais ini sedang ramai dibicarakan. Musik surf rock yang mereka bawakan telah menarik hati banyak orang. Apalagi saat ini tidak banyak band surf rock yang masih aktif di Indonesia.

Maka itu saya rela menembus Jakarta yang sedang hujan deras demi memuaskan rasa penasaran.

Setelah melewati senyum ramah bapak penjual rokok dan menaiki tangga menuju mas-mas penjual tiket, sayapun memasuki ruangan yang menjadi saksi keriaan skena musik independen. Disini saya sudah menyaksikan band dari penjuru Indonesia dan dari berbagai belahan dunia.

Namun kali ini kita akan disajikan band asal Bogor, Bandung, & Jakarta. Tiga kota yang relatif berdekatan dan bisa dijangkau dalam waktu kurang dari 3 jam jika tidak sedang macet.

Setelah menukar tiket dengan segelas bir, saya mulai berbincang dengan beberapa teman, dan akhirnya memilih untuk duduk di meja yang diisi oleh personel dan krew Bottlesmoker. Karena sudah lama ngga ngobrol, dan posisi meja mereka relatif strategis untuk mendokumentasikan acara tanpa banyak gangguan. Walau sudut pandangnya dari samping saja.

Seperti biasa, Indra Ameng dan Keke Tumbuan akan membuka acara dengan sambutan ringan sambil memperkenalkan band-band yang akan tampil malam itu.

Bottlesmoker memulai set malam itu, membawakan berbagai lagu dari album Parakosmos. Sebuah album hasil perjalanan kebudayaan dan spiritual ke tanah Sumba. Musik mereka semakin intens dan tidak terlihat lagi deretan mainan-mainan di panggung, ditukar dengan sederet mesin-mesin elektronik yang bisa mengeluarkan bunyi dan beat jika disentuh.

Setelah Bottlesmoker, kita semua bersiap menyaksikan The Mentawais yang kompak berseragam garis-garis merah putih. Berhubung lagu-lagunya masih sedikit, maka terdengar juga kover version dari The Astronauts dan beberapa band surf rock lainnya didalam set mereka. Kadang-kadang Umar menendang ampli kecilnya untuk mengeluarkan efek suara seperti deburan ombak berdistorsi.


Sebagai pamungkas, didaulatlah legenda hidup ska Jakarta; Sentimental Moods.

Membuka set dengan hasil aransemen ulang Imperial March. Membuat saya membayangkan Darth Vader masuk ruangan sambil pogo.

Malam itu mereka sukses membuat seisi Jaya Pub joget-joget diiringi brass section yang memang menjadi kekuatan utama band ini. Lagu-lagu dari album terbaru mereka dibawakan dengan asoi, dan tentu saja beberapa lagu lama juga dibawakan.

Setelah itu, semua penonton pulang dengan bahagia dan memiliki cukup energi positif untuk menyambut hari Senin.

Indra Ameng & Keke Tumbuan

Indra Ameng & Keke Tumbuan

Angkuy

Angkuy

Bottlesmoker album download

Bottlesmoker at Superbad

The Mentawais

The Mentawais sebelum manggung

The Mentawais

The Mentawais lagi nyetel ampli

The Mentawais

The Mentawais

Sentimental Moods

Sentimental Moods

Sentimental Moods

Sentimental Moods

Felix Dass

Felix Dass