Jelang tengah malam, sudah menjadi kebiasaan untuk melihat-lihat apa saja yang baru di Instagram. Setelah beberapa menit melihat foto jalan-jalan, foto konser, foto anak kucing, dan foto anak manusia, perhatian saya tertuju pada akun milik Rudolf Dethu yang menyiarkan video seseorang bernyanyi sambil bermain gitar.

Di bagian bawah foto itu tercantum nama acara “Folk Revolutionaries vol.02”. Dalam hati saya tertegun, kapankah vol.01 nya berlansung?.

Singkat kata, saya terlewat satu acara musik revolusioner dan sudah seharusnya bersyukur bisa menangkap info pagelarannya yang kedua. Nama penyanyi tadi adalah Lizelisabeth dan ia akan bermain di panggung yang sama dengan Krisna Floop di Paviliun 28.

Beberapa hari setelahnya, di tanggal yang tercantum di pengumuman, saya memanggil taksi kurang lebih sejam sebelum waktu acara dimulai menurut flyer. Sayapun menembus malam menuju Paviliun 28. Lokasi venue berada di area yang sudah lama tidak saya sentuh, karena jauh dan kemacetan luar biasa di masa pembangunan infrastruktur saat ini.

Mungkin saat MRT/LRT sudah beroperasi nanti, saya akan lebih banyak berkeliaran di daerah sini. Saya tidak suka mengemudi, walau merupakan pengagum mobil sport klasik.

Setibanya di Paviliun 28, saya membuka pintu dan disambut tatapan aneh dari orang-orang yang sudah hadir sebelumnya. Mungkin mereka berharap pintu dibuka oleh seorang Pevita Pearce atau Danilla, bukan lelaki biasa-biasa saja seperti saya. Saya kemudian mencari-cari Rudolf Dethu, tetapi tidak berhasil.

Namun saya yakin, kalau datang ke acara musik maka akan berjumpa wajah yang dikenal.

Hampir keyakinan saya runtuh, kalau saja Rio Tantomo tidak melambaikan tangan dan mengajak saya duduk di bangku dekatnya. Sayapun duduk dan memesan jamu Kunyit Asam pada pelayan.

Rio menjelaskan kalau Dethu sedang ada event lain di Bali, dan menyerahkan penanganan acara revolusi folk di Jakarta padanya.

Lizelisabeth sudah memulai penampilannya saat itu. Saya tidak mengenal sebagian besar lagunya, ya wajar, karena baru pertama kali nonton. Hanya beberapa lagu cover version yang pernah saya dengar sebelumnya. Suaranya bagus dan besar harapan untuk bisa menyaksikan penampilannya lagi di kemudian hari.

Setelah Lizelisabeth, Rio Tantomo mengambil alih panggung untuk mengumumkan Krisna Floop akan tampil.

Tidak lama kemudian, majulah seorang pemuda membawa gitar dan suling. Ia mengatur-ngatur dua mesin di lantai, yang satu efek-efek gita, yang satu lagi Loop Station. Ia berkata ” Saya bermain flute dan loop, maka itu nama panggung saya Floop”. Boleh juga.

Ia pun memainkan beberapa lagu sendiri, yang akan dirilis dalam bentuk album di awal tahun 2018 nanti. Serta beberapa cover version yang saya lupa apa saja judulnya. Lagu-lagunya menarik dan tampak memiliki peluang besar untuk sukses, jika ditangani dengan baik.

Setelah itu, Rio Tantomo kembali maju dan mengumumkan kalau Minggu depan akan ada acara serupa lagi. Sayapun mengucapkan sampai jumpa kepadanya dan beberapa teman baru tidak lama setelah penutupan acara.

Lizelisabeth

Lizelisabeth

Lizelisabeth

Lizelisabeth

Lizelisabeth

Lizelisabeth

Krisna Floop

Krisna Floop

Krisna Floop

Krisna Floop

Krisna Floop

Krisna Floop bermain Flute dan Loop

Piano Guy

Folk Revolutionaries at Paviliun 28

Folk Revolutionaries at Paviliun 28