Interview with Arian13 of Seringai/Puppen

FeaturedInterviews

Written by:

Interview eksklusif editor DEATHROCKSTAR Marcel Thee dengan Arian13, ex-frontman Puppen, yang sekarang menjadi frontman Seringai. Dan juga kini bekerja sebagai senior editor sebuah majalah musik.

Seberapa jauh tekanan yang lo rasakan untuk reach up to the expectations of para fans Puppen yang sekarang mungkin mengharapkan musik dan tentu saja kualitas yang sama dari band baru lo Seringai ?
Terus terang gue dan Seringai justru nggak merasa ada tekanan apapun, we only play the music that we really like, and basically that is rock, high energy driven music. Puppen adalah part lalu dan menyenangkan, much fun! Dengan Seringai, sepertinya fun part akan berulang, hehe. Orang-orang yang mengikuti Puppen dan kemudian sudah mendengarkan Seringai biasanya berkomentar kalau secara musik memang cukup berbeda walau dasarnya tetap musik keras, dan yang menyenangkan adalah ketika mereka bilang, ?Gila lo ya Yan, ternyata lo nggak berubah, masih keras ya!? Dan gue pikir sebuah komplimen. It is fun being 28 and still have that fuck you and rockin? attitude when I was still 15 years old.

When push comes to shove, apa perbedaan yang paling utama dari Seringai dan Puppen secara musical? Apa ada hal-hal yang sengaja di approach denga beda?
Apa ya? Seringai mungkin punya riff-riff yang ?kuno? ala Black Sabbath, Motorhead, dikemas dengan sound modern. Kalau lirik, mungkin nggak jauh berbeda sih, tapi sejauh ini juga memang penulisan lirik belum selesai. Hehe. Dibilang approachnya beda, ya memang sengaja, soalnya gue sendiri nggak pengen main musik yang sama dengan Puppen. I?ve been doing that for 10 years, nggak masuk akal kalau mainin sesuatu yang sama banget.

Apa ada rencana untuk merilis EP/LP dekat-dekat ini? Major/indie?
Fuck yeah! Pertama kita pengen bikin rekaman lagu-lagu yang ada, udah ada sekitar 7 buah. Dan pastinya masih nambah, soalnya kita berempat, Ricky [gitar], Kemod [drum] dan Toan [bass] lagi punya banyak ide. Masalahnya memang karena sekarang kita semua udah kerja, agak ribet juga ngatur waktunya. Major atau indie, we don?t really give a shit. Siapa saja yang bisa ngerti musik kami, pengen bantu, dan punya tawaran fair, it?s allright with us. We got to pay the bills, you know. Kalaupun tidak ada major atau indie yang mau merilis, kami selalu bisa merilis sendiri.

Bagaimana dengan tag stoner rock untuk Seringai, apa bisa dijustifikasi atau ini cuman sebuah over-simplifikasi yang kurang adil? Apa lo ada rencana untuk membuat band yang memainkan musik sepelan the Melvins?
Kadang memang pelabelan digunakan untuk lebih memudahkan orang membayangkan musik, tapi kadang malah menjadi membingungkan. Untuk Seringai, kami banyak terpengaruh banyak band ?vintage? seperti Black Sabbath dan Motorhead seperti yang tadi sudah disebutin, tapi untuk sesederhana melabelkan stoner rock, nggak juga. Ada teman yang mendeskripsikan Seringai memainkan musik rock alkohol! Nah. Kayaknya pas juga tuh. Sebagian besar lagu-lagu Seringai tuh high-octane energy, beer soaked rock. What do you think? Gue sendiri sih banyak dipengaruhi band-band doom kayak Saint Vitus, Grief, Noothgrush, atau sludge kayak Sleep, 13, Cavity, Toadliquor. Nah semua itu mix dengan semua yang pernah kita dengerin, jadinya mungkin emang acak juga, tapi masih punya benang merah yang jelas. Eh, nangkep gak maksud gue? Hehehe.

Apa yang paling sering lo dengerin sekarang-sekarang ini? Band local apa yang menurut lo cukup menjanjikan?
Wah banyak! Rata-rata masih rock sih, malahan banyak yang cenderung kontemporer menurut gue. Gue lagi seneng The Blood Brothers, JR Ewing, Pretty Girls Make Graves, Electric Wizard, ARE Weapons, The Faint, Dance Disaster Movement, Panthers, Interpol, Her Space Holiday, Elliott.. Kalau lokal, gue suka Boys Are Toys! Kayak apa ya? The Runaways-nya Indonesia? The Milo, The Upstairs, Sajama Cut, Homicide [I guess hiphopindo.com can eat their hearts out after hearing ?em!], Teenage Deathstar, Domestik Doktrin, Homogenic, Henry Foundation, The Sastro. Banyak band lokal baru yang bagus!

Dengan lebih terbukanya market terhadap musik indie sekarang-sekarang ini, apa lo rasa ini akan lebih baik untuk scene independent secara umum atau malah melonggarkan filter untuk band-band yang mediocre/pas2an untuk lolos?
Gue pikir baik secara umum, jadi pencinta musik bisa punya alternatif lain selain musik yang sekarang ada. Dan nggak hanya independen tapi juga mainstream. Dan gue nggak liat hal itu sesuatu yang buruk. Orang yang sudah terbiasa dengan musik mainstream kan jadi bisa lihat perbandingan lain dengan adanya musik yang boleh dibilang berbeda dengan yang biasa didengarkan. Ter-edukasi? Ahahahaha! Kalau anggapan yang kedua sih, ya biarin saja, toh pada akhirnya akan ada seleksi alam.

Lo bekerja pada media yang bisa dibilang mainstream, apa kadang lo merasa ada bentrokan dengan tuntuan kerja lo dengan ?idealisme? lo? Atau lo merasa bahwa ini malah memberikan lo kesempatan untuk mengenalkan musik indie ke masyarakat yang mungkin belum terekspos musik-musik tsb?
Kerja di MTV Trax terus terang memang ada beberapa ?tekanan yang bentrok dengan ideal gue, tapi so far gue bisa memaksimalkan apa yang gue mau disana. No big deal sih. Toh apa yang gue mau sangat masuk akal buat orang banyak. Dan gue bisa jalan-jalan keluar negeri meliput Big Day Out, Lollapalooza, Ozzfest, Glastonbury? for free! Aha! Nah, dengan media tempat gue bekerja, gue bisa memperkenalkan nggak hanya musik indie lokal, tapi juga banyak musik mainstream bagus yang ternyata nggak terlalu mainstream disini! Diluar negerinya beken abis, disini ternyata adem ayem, karena media lokalnya nggak tertarik membahas dan mengeksposnya. Kayak Radiohead, misalnya, udah jelas jelas influencenya buat banyak musisi lokal tapi eksposnya disini masih kurang banget. Terus The Strokes, Sonic Youth, Flaming Lips, banyak deh. Lagian ternyata printed music media disini masih kurang banget.

How intoxicated do you have to be before a gig, or before writing a song?
Ahahahaha! Intoxicated? Usually beer, cuman manggung dengan lagu-lagu gue sendiri kayaknya udah cukup bikin gue bersemangat! Alkohol and stuff sih cuman cemilan, ahahahaha! Jangan pernah manggung, apalagi kalau lo vokalis, sambil make LSD atau amfetamin! Bukan perpaduan yang bagus! Hehe.

How valid is ?sex, drugs, and rock?n?roll? to you? What?s the most rock?n?roll thing you?ve done?

Quite valid!

What?s the ultimate Puppen song?
The unreleased songs! ?Memar Terpatri? dan ?Tercitra?! Gue suka banget itu dua lagu, sebelum Puppen bubar kayaknya kedua lagu itu ?Puppen banget?, hehehe. Kalau lagu-lagu sebelumnya apalagi seperti dalam Not A Pup EP masih mencari-cari, nah dalam 2 lagu yang unreleased ini sepertinya sudah kena. Suatu saat kami rilis.

What would it take for you guys to re-unite? Would 3 pounds of heroin and a room full of underage naked girls suffice?
You have to freeze hell over! Hehe. Selama gue dan Robin belum pengen reuni, ya enggak akan reuni. Jadi jangan berharap [emang siapa yang berharap? Hehe]. Mungkin ada reuni, mungkin juga enggak. Paling enggak, tidak dalam waktu dekat. Nanti kalau kalian semua sudah punya anak! Huehehehe!

Apa hal mendasar yang membedakan band yang berhasil dan yang gagal menurut lo?
Menurut gue band yang berhasil itu adalah band yang punya impact buat banyak orang dengan karyanya sendiri. Itu band yang berhasil. Slank berhasil. Dewa berhasil. Pure Saturday berhasil. Koil berhasil. Nike Ardilla-pun berhasil. Band yang bukan sekedar cover version. Band yang diinget orang, mau banyak mau sedikit. Band yang nggak pengen jadi band lain seperti kebanyak disini.

What?s the one album you can?t live without? What would you want to be played at your funeral?
Waduh. Susah amat, secara gue kolektor musik. Slayer yang Reign In Blood deh. Untuk lagu pemakamn gue, gue pengen ?Machine Gun?-nya Slowdive.

Terakhir; pelajaran apa yang paling penting yang lo pelajari selama menjadi musisi independent?
Wah. Bingung juga gue. Menjadi diri sendiri, akan selalu lebih menyenangkan. Itu kali ya? Hehe. Dunno.

Arian Seringai

foto oleh Komang Adhyatma

0 Replies to “Interview with Arian13 of Seringai/Puppen”

  1. n a s t i . says:

    SERINGAI….!!!!!!
    KAPAN MEMBAKAR JAKARTA LAGI????

  2. chombro_bdg_hc says:

    Woiiiii…..kPn Ne PuPpeN manggunG Lghi
    BnyK naK Jkt Yg NunGgu Ne
    Terakhir aCaRany naK pL

    Woi…..KsH TaU gw kLo da Yg JuaL mArcHandisE asLi PupPen/Seringai
    AriaN…maKIn giLA aj LO???
    gw Mo NaNya da Yg Tau KbRNya sTepforward&homiCide(pE da Pd Caw…)

    0217224766

  3. kenofx says:

    WOY………. KPN NI PADA Ke DEPOK!!
    ga adil?????!!!

  4. Al Amin says:

    Ha…ha…ha… mampus lu semua yang merindukan puppen on stage. Thank to god gue sudah dipertemukan dengan empat orang penyebar kebencian jauh sebelum mereka bubar. Ha…ha…ha!!!
    Arian jangan dengarkan permintaan banci-banci metal ini. hidup Arian 13.

  5. J'J says:

    Arian,.,whats up bro?This is your brother fucker.I am hardcore kholick in the word..

    Arian lagu2 puppen lo upload di intrnet ga,w pngn ngoleksi album lo bersma puppen?

  6. puppen ! kumpul bareng dong ! bikin acara khusus !

  7. daoest says:

    wah bang aku kangen banget dengan jeritan lama ente waktu di puppen maaf yang bang sebelunya di seringai musik anda kurang menggigit he2 sorry lho yaa…………

  8. hilal firdaus says:

    Pendapat elo tentang marcel gimana !!!

  9. konser reunii lagyyyy
    itu yang gua tunggu

  10. saeful says:

    kang inget acara baheula farewel party teu kabagean birr,, dago teahouse terakhir ningali pupen….

  11. saeful says:

    kang inget acara baheula farewel party teu kabagean birr,, dago teahouse terakhir ningali pupen…. Jeung baheula demo bahasa german di gedung sate teu ngarti…… Diantos deui ahhhh

Leave a Reply to Al Amin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: