Protomartyr live in Jakarta • 21 Juni • Rossi Musik

2018CalendarFeatured

Written by:

Protomartyr Dijadwalkan Tampil di Jakarta pada 21 Juni 2018 di Rossi Musik.

Pengumuman serta informasi mendetail soal konser, harga, serta tata cara pembelian tiket Protomartyr di Jakarta rencananya akan menyusul. Silakan simak dan pantau terus akun sosial media milik Six Thirty Recordings dan Winona Tapes.

Protomartyr Jakarta

Protomartyr Jakarta

Protomartyr adalah salah satu pentolan post-punk era modern di kancah musik internasional yang mencuri perhatian dan menuai banyak pujian.
Menjelang akhir semester pertama tahun 2018, kolektif sekaligus label rekaman Six Thirty Recordings akan bekerjasama dengan label rekaman asal Jakarta lainnya, Winona Tapes, untuk memboyong Protomartyr ke Indonesia. Band tersebut dijadwalkan untuk tampil di lantai satu Rossi Musik Fatmawati, Jakarta Selatan, pada hari Kamis malam, 21 Juni mendatang.

Protomartyr sendiri merupakan kuartet post-punk/rock/art rock asal kota Detroit, Michigan, Amerika Serikat. Unit ini terbentuk secara resmi pada tahun 2010 dari pecahan band punk di kancah lokal kota Detroit. Dari awal terbentuknya, Protomartyr dihuni oleh empat orang personelnya yang bertahan hingga detik ini; Joe Casey (vokal), Greg Ahee (gitaris), Scott Davidson (bass), dan Alex Leonard (drum).
Protomartyr merilis album penuh perdana mereka No Passion All Technique pada tahun 2012, namun nama mereka baru benar-benar mencuri perhatian ketika merilis album kedua Under Color of Official Right tahun 2014 di bawah naungan Hardly Art—sub-divisi label kugiran Sub Pop. Album ketiga mereka, The Agent Intellect (2015) yang menuai banyak pujian semakin menguatkan mereka sebagai salah satu pentolan post-punk era modern.
Jurnalis Consequence of Sound pernah mengatakan bahwa Protomartyr dengan sangat baik mampu memadukan sound gelap dan moody post-punk Inggris 70-an dengan sensibilitas Detroit garage-rock dari para pendahulu mereka.
Pada tahun 2017 lalu, mereka menandatangani kontrak dengan Domino Recordings untuk merilis Relatives in Descent; sebuah album yang berhasil masuk ke daftar album terbaik tahun itu di berbagai media musik internasional. Penulisan serta penggarapan musik di album tersebut juga digadang-gadang oleh banyak pengamat sebagai bentuk selanjutnya dari perjalanan musikal Protomartyr, yaitu sanggup membuat racikan post-punk khas ala mereka sendiri.
Kedatangan Protomartyr ke Indonesia sendiri menjadi salah satu bagian dalam rangkaian tur mereka di Asia pada bulan Juni tahun ini. Jakarta menjadi kota terakhir yang mereka singgahi. Sebelumnya, mereka akan berkunjung ke Hongkong, Beijing, Shanghai, Seoul, dan Kuala Lumpur.
Bagi Six Thirty Recordings mendatangkan Protomartyr merupakan perkara antusiasme personal akan musik band ini sejak lama. “Protomartyr adalah salah satu wishlist kami sejak lama, sih, dan kami sangat menyukai mereka,” ungkap perwakilan Six Thirty Recordings.
Pun, begitu pula dengan Winona Tapes. “Selain menggemari musiknya, kami penasaran dengan live-nya Protomartyr. Jadi tanpa pikir panjang kami langsung mengiyakan ajakan kerjasama dari Six Thirty yang sudah sering mengadakan berbagai show dengan sukses. Lagipula, ini adalah pengalaman yang exciting bagi kami, perdana memboyong band internasional,” jelas pihak Winona Tapes.

Comments are closed.

%d bloggers like this: