Circarama, Goodnight Electric dan The Flowers dalam satu acara? ini akan menarik. 3 band dari generasi berbeda dan genre berbeda akan bermain di venue yang tidak jauh dari tempat saya bekerja tentu susah ditolak. Apalagi hari ini hujan tidak turun, cuaca agak panas membuat saya memikirkan nikmatnya menengak segelas atau dua gelas bir dingin sambil menyaksikan musisi-musisi ibukota beraksi.

Jam sembilan malam lewat dikit saya berjalan kaki melintasi jalan raya Cikini menuju gang kecil dimana Camden Bar Cikini berada. Suasana di lingkungan ini maupun dibagian dalam bar tidak banyak mengingatkan saya pada daerah Camden di London, mungkin mereka terinspirasi dari Camden di kota lain.

Saat itu suasana bar ini sudah mulai padat dan dipenuhi asap rokok. Circarama baru saja memulai lagu pertama mereka. Saya mulai mencari lokasi yang nyaman untuk berdiri mengambil gambar, sambil menyaksikan band yang baru saja merilis album ini membawakan single-single seperti Porcelain Sky, Yellow Sun dan yang baru saja dirilis kemarin; Apple Quuen.

Tidak jauh dari panggung tampak Ade Palloh sedang mengamati penampilan band hasil rilisan label miliknya; Helat Tubruk. Kenangan saya akan Kula Shaker, Oasis atau Primal Scream kembali muncul. Band ini sangat menarik, saya rasa albumnya akan menjadi salah satu yang terbaik tahun ini.

Selepas Circarama, muncul Adit Insomnia yang berpasangan dengan Gilang Gombloh. Seperti yang sudah diduga dua orang ini mulai nyela-nyela apa saja yang kelihatan.

Goodnight Electric pun tampil etelah lomba minum bir berhadiah sebotol vodka. Saya teringat beberapa belas tahun yang lalu saat Goodnight Electric masih cuma berdua dan manggungnya minus vokal. Saya terharu pernah menjadi saksi dari awal karir mereka saat melihat betapa kerennya mereka saat ini. Formasi paling solid yang pernah ada, didukung alat-alat bebunyian yang asoi dan tim kru yang cekatan.

Mereka memainkan lagu-lagu yang sudah dikenal penggemar dan sebuah lagu yang belum pernah dimainkan; Stranded in the arms of love (kalau tidak salah).

Selepas Goodnight Electric, fans-fans The Flowers mulai resah dan berusaha mengamankan posisi di depan panggung demi dapat berinteraksi dengan band rock n’ roll lawas ini. Namun demikian lomba minum bir babak kedua harus dilansungkan terlebih dahulu.

Diantara orang-orang yang menyeruak kedepan, ada figur yang saya kenal; Felix Dass. Ia adalah seorang penulis dan aktifis skena independent. Mulai dari mengorganisir event sampai memanajeri band pernah ia lakukan. Seorang figur dengan banyak ide yang seringkali brilian dan kadangkala kurang masuk diakal, namun ia selalu berusaha mewujudkan ide-idenya tersebut. Seringkali berakhir dengan penuh makna dan manfaat.

Ia berkata “gileee, ini hamba-hamba The Flowers dah pada ga sabar maju”. Saya berfikir apakah maksud “hamba” itu adalah sebutan untuk para penggemar The Flowers?. Mungkin saja, dan cukup keren karena memberikan kesan kebangsawanan untuk The Flowers.

Sudah lama saya tidak menyaksikan The Flowers, sudah tentu kesempatan ini tidak baik untuk disia-siakan. Suara vokal N’jet yang khas itu tidak tergantikan.

DJ Echo kemudian memutar lagu-lagu untuk menghibur setelah penampilan The Flowers

Circarama

Tampak bahagia

Circarama

Circarama

Adit Insomnia & Gilang Gombloh

Adit & Gilang

Goodnight Electric download album

Goodnight Electric

Goodnight Electric

Goodnight Electric

Ade Palloh

Ade

lomba minum bir

Lomba minum air

The Flowers Rajawali Download

The Flowers tampak belakang