Tag: ari reda

  • Ari+Reda di Tjikini

    Ari+Reda di Tjikini

    ari-reda-tjikini-00

    Semalam saya berkesempatan menyaksikan kembali duo ini di kedai Tjikini 17. Dengan pengaturan tata suara yang diatur detil oleh Ari Malibu sendiri, ia memanfaatkan akustik ruangan menjadi lebih maksimal. Sebuah hal yang inspiratif dan memberi saya tambahan pengetahuan untuk setting suara di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar.

    Semeja dengan Felencia Hutabarat, Felix Dass, Indra Ameng, dan Keke Tumbuan sebagai sesama fans musik indah. Semua tampak menikmati dan bercerita kalau tidurnya nyenyak semalam setelah show ini.

    Ari+Reda dua lusin lagu, namun karena suasana menyenangkan maka repertoar nya meningkat mencapai 30 lagu dan setiap menit sejak jam 7 sampai 10 saya melihat wajah-wajah menunjukkan air muka bahagia.

    Saya sendiri disaat mereka mengcover lagu-lagu Simon & Garfunkel kadang-kadang seperti terbawa ke pedesaan di Amerika. Tetapi tetap favorit saya adalah hasil-hasil musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono yang dibawakan oleh mereka. Dan saya bersyukur bisa mengalami duo yang selama bertahun-tahun berada di luar radar saya ini.

    Mendengar kemarin mbak Ari bilang kalau mereka bersemangat lagi bermusik, maka saya rasa akan ada lagi karya-karya baru yang akan datang. Saya akan menunggunya.

     

    ari-reda-tjikini-01

    ari-reda-tjikini-02

    ari-reda-tjikini-04

    ari-reda-tjikini-03

  • Ari+Reda Dengan Kepala Dingin

    Ari+Reda Dengan Kepala Dingin

    Kedai Tjikini mempersembahkan Ari+Reda Dengan Kepala Dingin Rabu 15 April 2015 Kedai Tjikini Jalan Cikini Raya 17 Jakarta 19.00-22.00 WIB Tanda Masuk Rp 75.000 Sudah termasuk kudapan dan kopi hangat Untuk pemesanan tempat: +6221.319.35521
    Kedai Tjikini mempersembahkan
    Ari+Reda
    Dengan Kepala Dingin
    Rabu
    15 April 2015
    Kedai Tjikini
    Jalan Cikini Raya 17
    Jakarta
    19.00-22.00 WIB
    Tanda Masuk Rp 75.000
    Sudah termasuk kudapan dan kopi hangat
    Untuk pemesanan tempat: +6221.319.35521
  • Dari Panggung Seni Lawan Korupsi

    Dari Panggung Seni Lawan Korupsi

    Festival yang sangat menarik, ada pameran seni rupa, ada panggung musik dan rupa-rupa pertunjukkan. Semua demi mengingatkan kita supaya ikut melawan korupsi.

    Tetapi karena satu dan lain hal, foto-foto nya cuma dari panggung musik aja.

    we_love_abc
    We Love ABC

     

    morfem
    Morfem

     

    morfem_2_seni_lawan_korupsi
    Morfem

     

    marjinal-seni-lawan-korupsi
    Marjinal

     

    marjinal-seni-lawan-korupsi-2
    Marjinal

     

    ari_reda_seni_lawan_korupsi
    Ari Reda

     

  • RRRECFEST In The Valley day 02

    RRRECFEST In The Valley day 02

    Ide yang sangat brilian membawa band-band asoi dari berbagai daerah di Indonesia dan mengundang musisi-musisi dan seniman asoi dari Malaysia, Singapura dan Singapura lalu membuatkan panggung di lembah yang sejuk.

    Perjalanan memakan waktu enam jam karena infrastruktur kota Sukabumi yang ngaco, jalan sekecil itu dilintasi entah berapa banyak bis dan truk. Jalur yang jika lancar-lancar saja hanya memakan waktu tiga jam. Namun tidak mengapa, semua itu terbayar lunas dengan sajian kesenian dan diskusi yang memuaskan dahaga akan bentuk kesenian kontemporer yang otentik dan bagus.

    Bis kami akhirnya tiba di venue, dan tidak lama kemudian sudah disambut dengan sajian musik ringan dari Tetangga Pak Gesang yang menemani makan siang kami semua. Duo pendongeng dengan musik folk ber-ukulele dan kazoo ini dengan solid membuat saya kembali bersemangat setelah tertekan didalam bis selama enam jam perjalanan.

    Dilanjutkan kemudian kita turun ke lembah untuk Backwood Sun yang semakin solid, lalu Bangku Taman yang konsisten keren namun sayangnya terpotong jeda karena hujan. Saya sendiri ngos-ngosan menanjak lembah untuk mengambil jas hujan hanya untuk kemudian merelakan sisa show Bangku Taman karena tidak mampu bangkit dari matras ditenda.

    Setelah beristirahat sekejap setelah hujan reda, saya turun kembali ke lembah untuk menyaksikan duo Ari Reda, dua orang yang sebenarnya sudah lama berkarya namun baru kali ini saya menyaksikan bagaimana indahnya puisi dimusikalisasi dengan sederhana. Auranya seoertinya menyaksikan Simon and Garfunkel, suasana lembah membuat pertunjukan sore itu semakin khusyuk.

    Dilanjutkan Ramayana Soul dengan sitar dan kegundahan seksualnya. Kemudian Pandai Besi yang hampir ga pernah mengecewakan untuk kemudian melanjutkan malam dengan menyaksikan kembali mistisnya Rabu.

    Cukup mengagumkan dengan konsistensi mereka tetap menyalakan kemenyan walau ditengah lembah. Malam semakin dingin, untung saja teman-teman dari Kuala Lumpur membagi beberapa teguk Jägermeister.

    Malam dilanjutkan oleh Jirapah, Matajiwa dan pertunjukkan super intim dari Pure Saturday. Sayangnya saya terjebak hujan dipuncak bukit dan tidak bisa turun untuk menyaksikan mereka. Untungnya ada David, Acum dan Ari Dagink yang menghibur dilokasi tersebut dengan diskusi dan nyanyian-nyanyian merdu.

    Kemudian saya menutup hari pertama dengan sesi karaoke intim bersama.

    …bersambung

    indra_ameng_01

    seroja

    diskusi_aneh

    jah_ipul

    kontras

    Tetangga Pak Gesang
    Tetangga Pak Gesang

    arie_dagienkz

    tetangga_pak_gesang-02

    pameran_poster

    ario_sapi

    Bandros
    Bandros
    Backwood Sun
    Backwood Sun
    The Popo & Azer
    The Popo & Azer
    Ruru Shop in the Valley
    Ruru Shop in the Valley

    yungxslaw-margalo

    rrrecfest-in-the-valley

    rrrecfest_in_the_valley-ili-john_navid

    liyana-abigail-felix-dimas

    ari_reda-01

    ari_reda-02

    reda-liyana_fizi-ari

    ari_reda-03

    ramayana_soul-01

    tenda_pengakuan_dosa

    marian

    kilam-david-marikeke

    pandai_besi-rrrecfest-01

    Rabu
    Rabu

    wahyu_acum-david_tarigan

    henry_foundation-arie_dagienkz