Tag: Band

  • [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    Jika mau ditarik kembali memori kami, pertama kali melihat penampilan band ini sewaktu kami menghadiri Superbad (volume ke-53 kalau tidak salah ingat) diantara deretan nama band lain. Kala itu Baldi Calvianca, otak dibalik Strange Fruit, memberi suguhan berbeda seperti musisi indie-rock pada umumnya. Ya bisa kalian bayangkan, hampir semua pedal efek didepannya tak luput digunakan sebagai ‘bumbu’ ke dalam materi-materi mereka. Tak heran label sekelas Leeds Records tertarik untuk merilis EP pertama mereka berjudul The Dolphin Leap tahun lalu.

    2016 pun dipilih menjadi tahun pembuktian Strange Fruit yang sudah sering bongkar pasang personil untuk merilis album penuh. Kini Baldi memiliki formasi yang cukup kuat dalam fondasi band ini. Masih mengajak Irza Aryadiaz (Drum), Nabil F. Hiliard (Bass, Vocal), dan menambah Aryandra Kareem pada departemen gitar.

    Sebagai jembatannya, kita menyiarkan single terbaru mereka berjudul “Anything That Glows” secara eksklusif. “Bukan tanpa alasan mengapa “Anything That Glows” dipilih sebagai single pertama kami, lagu ini cukup mewakili lagu-lagu dialbum pertama nanti.” ujar Baldi memberikan alasan. Konon single ini bercerita tentang hidup yang harus memiliki sebuah mimpi, sebuah keyakinan untuk mencapai/mendapatkan sesuatu. Intinya sebuah kepercayaan mencapai keberhasilan. Pula menghargai serta mendukung orang-orang yang bisa bikin kalian merasa lebih hidup. Semakin penasaran dibuatnya? Langsung dengarkan single terbaru Strange Fruit dibawah ini;

  • Pukulan Keras Dari RESPECT Hardcore

    Pukulan Keras Dari RESPECT Hardcore

    RESPECT Hardcore, band asal Bandung yang terbentuk dari tahun 2010 ini masih setia berada di ranah musik Hardcore yang memang sedang menjadi sorotan di scene underground belakangan ini. Tetapi band yang berpersonilkan Choky ( Vocals ), Rizky ( Guitar ), Ray ( Drum), Sebastian ( Bass ), Apriliyandi ( Guitar ) tidak hanya menyuguhkan musik Hardcore yang membosankan, banyak sekali nuansa-nuansa “kekinian” (salah satunya bisa kalian dengarkan sendiri di kanal soundcloud mereka) hadir  dalam album ini yang dirilis oleh lini bisnis records label dari Depok, Threefold Records.

    Berisikan sembilan materi lagu di album yang bertemakan jati diri, perlawanan, dan sikap untuk bertahan di scene underground. Sebelumnya RESPECT Hardcore juga sudah merilis EP album pada tahun 2012. Permasalahan yang sama seperti band-band lain yang sering gonta-ganti personil, “Tapi menurut saya ini adalah formasi yang sangat ideal, kami menjadi sangat produktif dalam menciptakan lagu dan 5 personil ini juga saling mengisi” tutur Choky (vocalist). Harapan mereka pun sederhana agar diterima baik di ranah hardcore yang belum ataupun sudah mengetahui sepak terjang mereka. Semoga!

  • Advertisies Showcase : Pesta Peluncuran EP Perdana Ellipsis

    Advertisies Showcase : Pesta Peluncuran EP Perdana Ellipsis

    Sebagai sebuah proyek band instrumental rock berbasis di Bandung yang sudah berkarir sejak tiga tahun silam yang baru saja merilis mini album berjudul Adversities EP akan menggelar showcase di Salian Art, Minggu, 20 September 2015 bersama Neat, Heals, dan KAITZR.

    “Melodi-melodi emosional dikombinasikan dengan tempo yang kompleks merupakan fondasi utama aransemen musik Ellipsis” sedikit penggalan dari rilisan pers yang kami terima menggambarkan musikalitas mereka. Terbentuk ketika masih menjadi anggota sebuah organisasi seni kampus, Elmar Shidqi Sulaiman (guitars), Feisarino Abitama (drums), Aulia Lazuardi (bass), Aulia Ramadhan (guitars) bertukar pikiran tentang musik yang ternyata memiliki visi-misi yang sama.

    Adapun Adversities EP berisikan lima lagu manis dirilis oleh label BERDIKARI, Orange Cliff Records. Jika kalian bosan dengan lirik dan hanya ingin mendengar instrumen yang emosional, mini album ini solusinya. Dan tentunya showcase minggu nanti adalah buktinya.

    11953439_725549717588537_2118438392426970542_o

     

  • Soloensis merilis debut albumnya

    Soloensis merilis debut albumnya

    Manusia purba Homo Soloensis yang terlahir di pinggiran sungai Bengawan Solo adalah salah satu
    dari sekian makhluk purba yang sudah bisa berfikir nalar pada lingkungan sekelilingnya,dan juga
    pintar karena lingkungannya. Tercermin dalam mereka memenuhi kebutuhan hidup dengan
    memanfaatkan benda-benda disekelilingnya, karena itu mereka termotivasi oleh filosofi Homo
    Soloensis yaitu pintar dan cerdas karena sekelilingnya. Entah ini adalah mandat Nenek Moyang atau
    hanya semangat berkarya mereka saja, SOLOENSIS terbentuk tahun 2008, dan beberapa kali
    mengalami perubahan personil di kala itu, dan personil tetap saat ini tercatat, Pungkas Pinundi (gitar),
    Gema Isyak A (vocal/gitar), Janu Joni (bass), Galang Dick B (drums).
    Sebenarnya susah bagi kami untuk menyebut genre musik yang kami bawakan secara tepat, dibilang
    Punk, Garage, atau bukan itu, padahal kami membawa protes politik, protes kemanusiaan. Di bilang
    psychedelic rock? Musik Soloensis tidak menggunakan gear – gear effect yang aneh dan penuh
    ambience, tetapi kami membawakan manifestasi psikis kami pada lirik lagu – lagu kami. Dibilang
    Rock? Mereka mengaku tidak begitu handal dalam skill bermain, tetapi kami selalu berusaha tetap rock menurut Soloensis sendiri. Genre Soloensis adalah ketika teman – teman menyaksikan secara utuh apa yang kami bawakan di panggung live, ketika itulah anda bisa menyebut genre mereka disesuaikan keterwakilan kalian terhadap musik Soloensis. Karena apa yang kami lakukan dengan SOLOENSIS ini hanya tentang musik dan apa yang ingin mereka sampaikan hingga waktu yang tak tentu.
    Enam nomor lagu di album ini adalah ketumpah ruahan ekspresi mereka dalam bermusik
    sejak 2008 Soloensis “ada” hingga sekarang. Setapak demi setapak prosesnya tersimpulkan di album
    Self Titled ini, dari yang berjingkrak, kegirangan, berputar – putar, hingga diam menyimak keadaan
    sekitar. Berisi enam track lagu dengan lima track lagu ber-lirik bahasa inggris dan satu
    track lagu berbahasa Indonesia “Tak Lagi Sejati” yang sudah kami rilis di tanggal 12 Oktober 2014
    dan menjadi single perdana/andalan dari album Soloensis Self Titled dan sudah beredar. Dengan ini
    ALBUM SELF TITLED SOLOENSIS 2014 telah siap beredar, sebagaimana mestinya karya
    mempunyai sisi kehidupan sendiri. Dan kami percayakan kepada teman – teman semua untuk
    bersama – sama menyimak.

  • “Adoration” Judul Single Sekaligus Debut Album Milik LCDTRIP

    “Adoration” Judul Single Sekaligus Debut Album Milik LCDTRIP

    LCDTRIP adalah band experimental electronic rock yang berasal dari Indonesia dan terbentuk pada tahun 2012. Terdiri dari Kallula Harsynta (vocal), Yosaviano Santoso (guitar & sequencer), TJ Kusuma (guitar), Harsya Adhyatmiko (drums) dan dibantu oleh beberapa musisi additional dalam posisi bassist, keyboardist dan synthesizer.

    Pertama terbentuk dari sebuah ide percussionist Akbar Nugroho sebagai band akustik yang bermusik di berbagai kafe. Setelah melalui beberapa diskusi, mereka setuju untuk mengubah LCDTRIP menjadi band yang mempersembahkan sub-pop, experimental rock dan electronic namun dengan sentuhan yang seakan terdengar “mentah” dan dibalut oleh komposisi, aransemen dan penampilan yang ideal.

    LCDTRIP terpengaruh oleh musik pada era 90an sampai awal 2000an. Cara bermusik mereka terinspirasi oleh beberapa band alternative dan experimental seperti Portishead, Garbage, Radiohead, The Smashing Pumpkins, The Cardigans dan The White Stripes.

    Saat ini LCDTRIP sedang dalam proses pengerjaan album perdana mereka. Single perdana dari Album tersebut berjudul “Adoration” yang akan dirilis pada 29 October 2014 di iTunes dan digital store lainnya. Single ini diharapkan dapat mewakili berbagai elemen bebunyian dari musik yang ingin disampaikan oleh LCDTRIP.