Tag: bilal indrajaya

  • Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Pop diKota adalah sebuah kompilasi berisikan 10 lagu dari 10 band/musisi terpilih. Diprakarsai oleh lima orang muda mudi asal kota Tangerang, mereka memilih Ranu Pani, Purpla, Voxxes, Bilal Indrajaya, Tanayu, Sunwich, Jazeed, Guernica Club, Groovebox Story, dan Irama Pantai Selatan.

    Kebetulan situasi pandemi sudah jauh lebih kondusif, maka dengan percaya diri mereka membuat acara peluncuran di venue Antasore, Antasari yang dibagi menjadi dua hari.

    Antasore : denisa oslo ibrahim
    Antasore, Antasari

    Antasore sendiri mulai dikenal sebagai venue musik yang asik terutama di sore hari (kalau cerah). Sebelum acara Gigs diKota, di venue juga sudah diadakan konser Sore, dan saya rasa akan masih banyak gigs lainnya diadakan di venue ini.

    Hari pertama Gigs diKota ini dibuka oleh Jazeed, kemudian dilanjutkan oleh Bilal Indrajaya sebagai penampil berikutnya.

    Jazeed
    Jazeed

    Kemudian berturut-turut tampil Voxxes, Purpla, Guernica Club dan ditutup oleh Ranu Pani. Band yang menarik perhatian dengan musik yang mengawang-ngawang psikedelik. Menyenangkan juga nonton gigs sore-sore santai dengan suasanan seperti di taman. Juga tentunya menyenangkan bertemu dengan wajah-wajah familiar konser musik setelah hampir dua tahun cuma bisa ketemu lewat social media.

    Semoga di kemudian hari semakin sering diadakan gigs yang asik dengan sound system dan tata cahaya yang lebih memadai.

    Ranu Pani
    Ranu Pani
    Sore sore di Antasore
    Sore sore di Antasore
  • Review: Bilal Indrajaya – Purnama

    Review: Bilal Indrajaya – Purnama

    Mendengarkan rilisan “Purnama” dari Bilal Indrajaya itu menyenangkan dan memberi rasa nostalgia.  Melodi-melodi indah yang saya rasa dibangun dari proses panjang berbagai asupan musik sedari kecil sampai sekarang.

    Mungkin ia tumbuh besar bersama Paul McCartney dan kawan-kawan lalu menemukan Dewa, Romeo, Ahmad Band dan lalu Vox. Mungkin demikian mungkin terbalik tetapi ada rasa-rasa yang mirip dari musik-musik yang berasal dari masa kecil dan remaja saya itu.

    Hal itulah yang membuat rilisan berasa nostalgik. Apalagi video klip untuk single “Irma” memunculkan ‘Bilal kecil’ semakin membuat saya melankolis karena teringat masa kecil dan terpaksa menjadi dewasa.

    Single tersebut juga merupakan favorit saya di rilisan ini selain “Lagu Cinta Untuk Dunia”. Karena saya punya mudah suka permainan harmonisasi vokal dan melodi seperti ini dan menurut saya harmonisasi vokal Bilal dan Vira Talisa di lagu ini adalah salah satu yang terbaik dalam satu dekade terakhir. Ada harapan supaya formula ini bisa ada lagi di suatu waktu nanti.

    Bilal Indrajaya & Vira Talisa berduet di "Lagu Cinta Untuk Dunia"
    Bilal Indrajaya & Vira Talisa berduet di “Lagu Cinta Untuk Dunia”

    Coba saja dengarkan lagu ini kamu dengarkan di jam kerja sambil menatap langit sore hari lewat jendela kantor tempat kamu bekerja. Menurut saya akan sulit untuk tidak berfikir mengenai kemungkinan kabur dari kantor dan menikmati sore di sebuah taman.

    Kalau ada yang benar-benar kabur, tolong saya diceritakan ya.

    Bilal Indrajaya - Purnama
    Bilal Indrajaya – Purnama