Tag: depok

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    The Sounds Project Series Depok telah berhasil terlaksana selama dua hari berturut-turut di

    Rooftop ITC Depok, lebih dari 20 penampil juga sukses memeriahkan perhelatan festival di hari kedua ini.

    Festival ini dibuka oleh Kunto Aji yang lagu-lagunya selalu menenangkan

    setiap jiwa yang hadir. Kesyahduan proses terapi Kunto Aji ini didukung dengan visual panggung yang sangat menyentuh dan hujan kecil.

    Kemudian dilanjutkan oleh sederet penampil favorit dalam negeri lainnya seperti, Danilla, Amigdala, Skastra, Reality Club dan The Changcuters dengan aksi panggungnya yang masih energic.

    Meskipun hujan mengguyur, namun antusias penikmat musik yang hadir tidak surut. Mereka tetap bersuka ria dan bernyanyi bersama. Kemudian penampilan musik dilanjutkan oleh Jason Ranti melalui konsep barunya yang dibalut dengan sentuhan orkes dengan berkolaborasi bersama Orkes Nunung CS yang mampu membuat penikmat musik yang hadir bernyanyi dan bergoyang bersama.

    Fourtwnty juga ikut memeriahkan The Sounds Project Series Depok bersama The Adams dan Nidji di panggung lainnya.

    The Sounds Project Series Depok semakin dibuat bergoyang oleh penampilan Feel Koplo yang turut mengajak Sintya Marisca berjoget di atas panggung, pemain FTV yang video jogednya di salah satu festival musik telah viral.

    Perhelatan The Sounds Project Series Depok akhirnya selesai dan lengkap setelah ditutup oleh penampilan dari Ucup Pop (Kiki Aulia Ucup) yang berkolaborasi dengan Babang Andika yang membawakan lagu-lagu populer tahun 2000-an dan mampu menghipnotis kaum hawa maupun adam.

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Hari pertama The Sounds Project Series Depok dibuka dengan single “Say Hello” dari Ardhito Pramono yang membuat para penikmat musik berkumpul mendekati panggung dan mulai menikmati acara The Sounds Project Series Depok.

    Kemudian dilanjutkan oleh ThePanturas, TheSIGIT, Tipe-X, The Upstairs hingga Efek Rumah Kaca yang membuat area festival Rooftop ITC Depok hari Sabtu itu menjadi sangat meriah.

    Sementara itu di MG Stage juga memiliki euphoria yang tak kalah meriah. Panggung ini dibuka oleh Payung Teduh yang menemani para pengunjung untuk menikmati senja mereka di rooftop bersama single-single milik Payung Teduh yang sudah akrab di telinga dan hati pengunjung. Acara kemudian semakin meriah bersama The Cat Police, Pamungkas, Sisitipsi dan Elephant Kind dengan energinya yang sangat menggelora.

    Festival musik yang terlaksana pada hari Sabtu, 2 November 2019 kemarin semakin lengkap dengan penampilan Club Dangdut Racun yang menutup malam minggu dengan balutan musik dangdutnya.

  • Pesta Pora | Ballroom Hotel Bumi Wiyata Depok | 19 Desember

    Pesta Pora | Ballroom Hotel Bumi Wiyata Depok | 19 Desember

    Pesta Pora adalah platform yang menyajikan pertunjukan musik
    dengan line-up berkualitas sebagai fondasi utama.
    Pesta Pora juga
    diciptakan untuk menjadi titik temu antar musisi dengan para fans/audiences, serta antar
    komunitas dengan seluruh ekosistem musik untuk dapat bersenang-senang dan bersukacita
    bersama.

    Melalui akun media sosialnya, Pesta Pora merilis empat line-up yang akan
    memeriahkan panggung perdana Pesta Pora pada hari Rabu, 19 Desember 2018, di Ballroom
    Hotel Bumi Wiyata, Depok.

    Line-up pertama yang akan mengguncang panggung Pesta Pora
    yaitu Barasuara, band alternative rock yang baru-baru ini merilis single yang bertajuk, “Guna
    Manusia”.

    Selain Barasuara, ada band yang juga memiliki lagu-lagu sarat makna dengan
    balutan musik rock yang akan memeriahkan Pesta Pora, yakni Feast.

    Kemudian ada Sisitipsi, mereka akan membuat kita berdansa oleh musik Dirty Jazz-nya serta kental dengan sound 50’s
    hingga 80’s yang menjadi ciri khas mereka.

    Line-up terakhir yang akan melengkapi Pesta Pora Rabu malam nanti adalah Efek Rumah Kaca, dengan membawa lagu-lagunya yang penuh kritik serta banyak menyentuh dan memotret keadaan sosial tanpa mengenal stratifikasi yang ada.

    Pesta Pora dapat diikuti oleh semua kalangan. Tiket normal Pesta Pora masih tersedia dengan harga Rp 50.000 (Lima puluh ribu rupiah).

    Ingin tahu info terbaru dari Pesta Pora? Pantau terus akun media sosial Instagram
    @_pestapora untuk mengikuti kelanjutannya!