Tag: double deer records

  • Kimokal to SXSW 2018

    Kimokal to SXSW 2018

    Kimokal akan berangkat ke South By South West 2018 di Austin, Texas. Didukung oleh sebuah perusahaan rokok, mereka diminta berkolaborasi saat tampil nanti dengan pemenang kontes yang diselenggarakan perusahaan rokok tersebut.

    Beruntung kontes ini dikelola oleh orang-orang berselera bagus sehingga hasilnya adalah sebuah kolaborasi musik dan visual yang menurut saya cukup solid.

    Kimokal yang memainkan musik elektronika akan berkolaborasi di 3 lagu dengan Wake Up Iris (band folk asal Malang) dan Semiotika (band postrock asal Jambi). Selain berkolaborasi dengan musisi, mereka juga mempersiapkan kokaborasi dengan Gilang ‘Orcy World’ Anom dan Yahya Dwi Kurniawan untuk visual.

    Kimokal dijadwalkan tampil di Russian House pada 17 Maret 2018. SXSW sendiri digelar pada 9-18 Maret 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat.

    Semoga mereka bisa meninggalkan dampak di belahan dunia sebelah sana. Minimal follower instagram atau pendengar dari belahan dunia lain bertambah.

    Gilang Anom Orcy World
    Orcy World
    Kimokal
    Kimo dan Kallula
    Wake Up Iris
    Wake Up Iris
    Kimokal
    Kimokal
  • Masa Depan Musik Indonesia Masih Cerah Bersama Rayssa Dynta, Tanayu dan Klav + RL

    Masa Depan Musik Indonesia Masih Cerah Bersama Rayssa Dynta, Tanayu dan Klav + RL

    Jum’at tanggal 24 Februari 2018 kemarin di The Fifth Kemang tampil tiga musisi elektronik pop perempuan yang semuanya berbakat dengan musik yang solid. Tanayu, Rayssa Dynta dan Klav + RL semuanya belum lama mengumumkan rilisan mereka.

    Kecuali Tanayu yang sebelumnya dikenal sebagai Intan Ayu dan sudah cukup dikenal sebagai vokalis bersuara khas kedua musisi lainnya terhitung sebagai wajah baru.

    Acara dibuka oleh Klav + RL yang merupakan kolaborasi antara komposer yang juga multi instrumentalis bernama panggung Klav dengan vokalis bernama panggung RL. Penampilan mereka tambah menarik dengan tambahan pemain saxophone dan keterampilan Klav memainkan berbagai instrumen; dari gitar, synthetizer sampai drum.

    Penampil kedua adalah Rayssa Dynta yang sedang menjadi perbincangan di kancah musik indie. Musik elektronik pop ditambah suara vokal yang lembut dan khas lansung berbekas di hati banyak orang yang suka elektronik pop. Pulang dari showcase ini, ep ‘Prolog’ si Rayssa Dynta ini lansung jadi heavy rotation di music player saya.

    Sebagai pemungkas di showcase malam itu adalah Tanayu, yang merupakan bentuk ‘Lahir Kembali’ nya Intan Ayu. Re-branding sebagai vokalis dan musisi pop elektronik. Saya mengenalnya sebagai vokalis bersuara khas yang cengkoknya sangat terpengaruh vokalis-vokalis seperti Nina Simone atau Amy Winehouse. Namun demikian seiring berjalannya waktu, karakternya semakin solid dan bisa dibilang karakter vokalnya sebagai Tanayu sekarang cukup kuat. Ia berhasil membangun kepribadian dan karakter vokalnya sendiri.

    Di showcase ini, ia didukung oleh kolaborator seorang music director bernama Bagus. Hasilnya asoi, dan saya rasa akan sangat sayang sekali jika musik mereka tidak disebarkan lebih jauh lagi.

    Akhir kata, showcase ini membangkitkan optimisme saya kalau 2018 tidak akan kekurangan musik asoi. Terutama dari kancah musik berdikari.

    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Klav
    KLAV
    Tanayu Intan Ayu
    Tanayu
    Tanayu
    Tanayu
  • Rayssa Dynta Memperkenalkan Diri Lewat ‘Prolog’ Ep

    Rayssa Dynta Memperkenalkan Diri Lewat ‘Prolog’ Ep

    download Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta adalah seorang soloist wanita dengan suara yang memikat dan berbakat dalam bermain musik. Semua lagu yang ada di ‘Prolog’ EP adalah representasi dari berbagai fase kehidupan Rayssa Dynta.

    Single pertamanya yang berjudul ‘Something About Us’, akan dirilis pada hari Jumat, 15 Desember 2017, adalah perkenalan terhadap Rayssa Dynta pribadi dan musiknya sebagai seorang soloist.

    ‘Something About Us’ memiliki karakter yang unik dengan sentuhan spesial dari berbagai macam instrumen dan efek yang memberikan nyawa pada lagu ini. Apalagi suara Rayssa memiliki warna yang tidak dimiliki oleh soloist wanita lain di Indonesia.

    Pesan yang ingin disampaikan oleh ‘Something About Us’ tidak hanya diceritakan melalui lirik, namun juga harmoni dari musiknya. Dengan lagu ini, Rayssa Dynta memberikan penampilan yang menjanjikan, seolah-olah mencerminkan pribadi yang dewasa dan rumit di baliknya. Berbalik dengan Rayssa Dynta di kehidupan nyata, yang memikat hati sekelilingnya dengan pribadi yang lugu dan menyenangkan.

    Rayssa Dynta menceritakan ‘Prolog’ sebagai penulisan sepenuh hati yang dibalut dengan alunan musik yang bagaikan mimpi, dan single ‘Something About Us’ adalah gambaran sempurna dari EP tersebut. Entah anda sedang terjebak macet di jalan atau sedang ingin beristirahat setelah hari yang panjang, melodi menenangkan dari ‘Something About Us’ adalah lagu yang sempurna untuk menemani anda dan mengantarkan anda ke dunia mimpi.

  • An Artificial Solitary State

    An Artificial Solitary State

    Double Deer mengukuhkan diri sebagai label independent dengan rooster yang memiliki materi berkualitas di jalur elektronika. Artificial adalah nama projek musik dari Putra Fadhil seorang pemuda berumur 21 tahun.

    Single pertama dari Artificial yang berjudul S.A.L telah dirilis dalam kompilasi Café Del Mar dari Ibiza, Spanyol. Sebuah prestasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

    Jum’at 15 April kemarin diadakan peluncuran debut EP Solitary State di IFI Jakarta. Yang menyenangkan dari show yang digagas Double Deer adalah visual dan tata lampu. Beberapa bulan lalu mereka menyusun visual bergerak yang solid untuk show Kimokal, dan untuk show kali ini mereka berkolaborasi dengan Mebi seorang seniman yang sering bermain dengan cahaya.

    Setelah sepuluh lagu dimainkan, ada dua track yang menarik bagi saya pribadi. Yaitu Rationale (feat Rayssa) dan Solitary State (feat Ben Sihombing). Keduanya mengundang vokalis dengan karakter vokal yang unik.

    Sebelum show, mereka mengadakan press conference dan menyebutkan niat untuk membawa musik Artificial ke pangsa yang lebih luas. Mereka tidak main-main, karena tim dari Double Deer memang akan berangkat ke daratan Eropa untuk membuka jalur dan koneksi dan menyebarkan musik-musik yang mereka rilis.

    Memang secara kualitas rekaman dan musik, saya rasa Artificial bisa berkembang dan disambut di pasar yang lebih luas. Namun menambah jam terbang untuk mengasah showmanship tentu tidak akan salah.

    Double Deer Records
    Press Conference
    Artificial - Solitary State
    Artificial on stage
    Artificial - Solitary State
    Artificial – Solitary State
    Artificial - Solitary State
    Artificial – Solitary State
    Artificial - Solitary State
    Suara vokalis tamu pertamanya keren bener.
    OLYMPUS DIGITAL CAMERA
    OLYMPUS DIGITAL CAMERA