Tag: folk

  • Mr. Sonjaya – Laras Sahaja

    Mr. Sonjaya – Laras Sahaja

    Saya mengenal Mr.Sonjaya saat berkunjung ke Bandung beberapa tahun lalu, dan menjadi penikmat lagu-lagu mereka sejak saat itu. Karakter band ini sangat kuat pada vokal yang kuat, berkarakter khas, elegan seperti seniman priyayi, dan lirik-lirik puitis dalam kadar yang pas.

    Saya teringat sang vokalis selalu mengawali lagunya dengan cerita atau sekedar pengantar untuk menambah kesyahduan lagu. Telah beberapa tahun berlalu setelah saya mendapat CD bersampul kertas HVS tersebut dan bulan lalu saya diberikan CD berkemasan layak oleh Boit sewaktu kita berjumpa di sebuah gedung pertunjukkan.

    Tentu saja saya memiliki ekspektasi yang lumayan besar saat menerima CD tersebut. Tetapi saya teringat “High Expectation biasanya tidak memuaskan”, maka saya menurunkan sedikit harapan saya sebelum memutar CD ‘Laras Sahaja’.

    Hasilnya adalah, saya terhibur dari awal sampai akhir dengan suara bindeng khas yang menyanyikan syair-syair puitis. Satu demi satu lagu saya cerna baik-baik, dan setelah beberapa putaran akhirnya saya memilih “Gadis Bersepeda”, “Bani Adam”, dan “Penjaringan” sebagai lagu favorit.

    Alasannya sangat personal, yaitu mengingatkan saya pada sore hari yang melankolis di desa juga sekaligus pada sore hari menjadi bagian dari kemacetan ibukota. Dua hal yang sama-sama melankolis hanya saja berbeda pada kadar polusi yang masuk via hidung saya, tetapi keduanya sama-sama memiliki sisi romantis tersendiri mengenai siapa yang akan dijumpai di ujung perjalanan.

    Maka itu album ini direkomendasikan untuk mereka yang menyukai musik-musik sederhana, dengan suara gitar yang silih berganti ‘bernyanyi’ dengan vokal utama. Besar harapan saya untuk bisa menyaksikan penampilan mereka lagi di masa mendatang.

    mr-sonjaya-laras-sahaja-download

  • Download Single “Cerita Senja” dari Pygmy Marmoset

    Download Single “Cerita Senja” dari Pygmy Marmoset

    Kemarin kami menonton videoklip “Cerita Tentang Pohon” dan lagu baru berjudul “Cerita Senja”, kedua lagu itu sudah beberapa kali terputar bolak-balik.

    Lagu “Cerita Senja” mengajak kita kembali mengingat apa saja yang kita sudah lewati hari itu. Apakah kamu sudah menjadi yang terbaik untuk dirimu hari ini? Saya yakin setiap orang punya cara masing-masing menikmati senja tersebut. Mungkin akan diabadikan dalam layar berwarna telepon genggamnya atau sembari menikmati kopi panas yang dihidangkan diatas meja. Terkadang pula senja membuat seseorag menjadi sangat melankolis.

    Di lagu terbaru ini, Pygmos masih mengangkat tema sederhana dengan musik yang sederhana untuk menemani kita merebahkan tubuh yang lelah setelah melewati hari yang panjang.

    Lagu ini bisa kamu download dengan mengklik tautan ini.

    Temui mereka di Soundcloud.
    Instagram @pygmos

    ceritasenja

  • Sungai – Kelabu

    Sungai – Kelabu


    Sungai adalah band Jogja-Indonesia yang terbentuk pada tahun 2014 oleh Anggito Rahman (voc/guitar), Mawar Rengga (voc), Selvie Angelita (voc), dan Dimas Budi Satya (percussion). Tampaknya mereka penggemar Fleet Foxes dan band-band folk yang bermunculan di akhir 2000-an sampai awal dekade ini.

    Masih kasar namun punya potensi cukup besar.

    Enjoy

    sungai-kelabu

  • Silampukau merilis LP Dosa, Kota, & Kenangan pada 19 April nanti

    Silampukau merilis LP Dosa, Kota, & Kenangan pada 19 April nanti

    Album penuh pertama bagi setiap musisi adalah sebuah pertaruhan. Bagai sekeping koin, ia bisa bermakna ganda: menjadi batu tapak untuk melangkah ke panggung berikutnya atau justru menjadi batu nisan yang hanya berfungsi sebagai penambat ingatan. Seperti itu pula arti LP Dosa, Kota, & Kenangan bagi Silampukau.

    Begitulah tulis mereka di rilis pers nya mengenai rilisan mereka yang akan datang pada 19 April 2015 tanpa label rekaman. Dengan lirik-lirik yang seperti menggelitik para seniman dan pelaku dunia musik independent.

    Hampir sebagian besar lagu dalam album ini merupakan refleksi kehidupan orang-orang biasa di Surabaya. Mulai dari penjual miras (“Sang Juragan”), bocah kampung (‘Bola Raya”), musisi indie (“Doa 1”), pekerja urban (“Lagu Rantau”), hingga penduduk komuter dan para pelintas jalan raya yang menjalani hidup ulang-alik (“Malam Jatuh di Surabaya”). Seperti sebuah kolase, potongan kisah-kisah kecil tersebut membentuk sebuah gambaran besar tentang kehidupan sehari-hari di Kota Surabaya.

    Coba didengarkan single pertama mereka, dan telaah liriknya kalimat demi kalimat.

    Artwork Cover Album Silampukau

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Berikut ini adalah versi rehearsal dari single Doa 1.

    Silampukau merekam album ini melalui proses home recording yang menyenangkan. Selama sebulan penuh, Silampukau merekam kesepuluh materi di Surabaya dan Malang. Sedangkan proses mastering dilakukan di Jakarta. Selama pembuatan, Silampukau melibatkan beberapa rekan musisi berbakat yang membuat album “Dosa, Kota, dan Kenangan” memiliki spektrum yang lebih kaya.

    RELEASE DATE
    19 April 2015 (self-released)

    TRACK LIST
    01. Balada Harian
    02. Si Pelanggan
    03. Puan Kelana
    04. Bola Raya
    05. Bianglala
    06. Lagu Rantau (Sambat Omah)
    07. Doa 1
    08. Malam Jatuh di Surabaya
    09. Sang Juragan
    10. Aku Duduk Menanti

    ALBUM CREDIT

    Track 1, 2, 3, 5, 7, 8, 10 written by Kharis Junandharu.
    Track 4, 6, 9, written by Kharis Junandharu / Eki Tresnowening

    Produced by Silampukau and Moso’iki Records

    All track is recorded by Samuel “Papi” Respati of Sforzando Music School; violin and drums are recorded by Bambang & Onny of The Morning After.

    INSTRUMENTS

    Kharis Junandharu: Vocal, Guitar, Gitalele (track 9), Alto Melodica (track 4), Ukulele (track 5).
    Eki Tresnowening: Vocal, Guitar, Mandolin (track 7), Harmonica (track 9).
    Rhesa Filbert: Bass.
    Erwin B. Saputra: Drum (track 3, 7), Electric Guitar Slide (track 7).
    Samuel Respati: Piano (track 2, 3, 7), Percussion (track 4).
    Doni Setiohandono: Accordion (track 5, 7).
    Aji Prasetyo: Violin (track 7).
    Kidung Kelana: Musical Saw (track 8).
    A. Fauzi: Cello (track 4, 7).
    Bayu Dipodjoewono: Electric Guitar Slide (track 7).
    Arta D. Laksono: Trumpet (track 3, 7).
    Bintang E. Simatupang: Trombone (track 7).
    YUDOSAXO: Saxophone Alto (track 3).

    Mixed and Mastered by Richard Frank Taihutu

  • Foto dari Rabu “Renjana Tour” di Coffee War Jakarta

    Foto dari Rabu “Renjana Tour” di Coffee War Jakarta

    rabu-02
    Malam Jum’at kemarin terasa lebih mistis dengan bau-bau dupa dan kemenyan yang disematkan oleh pentolan Kongsi Jahat mas Gufi diberbagai sudut Coffee War. Lokasi Coffee War yang memang rada-rada menyendiri menambah kekusyukan malam yang mistis itu.

    Dibuka sekitar jam sembilan oleh mas Kiki Aulia Ucup sang MC kondang dan pengorganisir even kecil kenamaan, ia mempersilahkan Parisude untuk memulai setlistnya.

    Lumayan lama juga sejak terakhir menyaksikan Parisude dan kali ini disesi yang lebih leluasa, mereka memainkan setlist lumayan panjang termasuk didalamnya beberapa lagu baru yang akan dimasukkan kerilisan mereka berikutnya. Tampak dibelakang drum dan perkusi adalah vokalis dari Young De’Brock yang rupanya juga fasih bermain drum dan perkusi.

    Dilanjutkan oleh Rabu dan lampu dibuat lebih temaram, membuat hasil-hasil fotonya lebih mistis. Mengingatkan pada Nick Cave dan The Birthday Party versi lebih kasar, ia membawakan lirik-lirik bertema kegelapan dan kemuraman interaksi dengan alam lain. Tampak masih canggung membawakan lagu-lagunya ia beberapa kali keselip nada, namun karena sesinya memang avant garde jadi kejadian itu tampak seperti disengaja.

    Mereka juga menjual CD albumnya yang dimuat didalam besek makanan, disertakan pula didalamnya kemenyan dan rokoknya. Cocok dinyalakan di malam Jum’at sambil mendengarkan musik-musik indah didalam CD tersebut.

    Kamu bisa mendengarkan album tersebut dibagian akhir postingan ini.

    tika-01

    iman-fattah-bembi-

    parisude

    parisude-01

    parisude-02

    parisude-03

    parisude-04

    parisude-05

    parisude-06

    sawi-deva

    coffee-war-03

    indra-ameng-yoshi-fe-satria-ramadhan

    coffee-war-sawi-lieu-rezanov

    gilang-gombloh-coffee-war

    coffee-war-kemang-02

    rabu-03

    rabu-04

    rabu-01

    coffee-war-kemang-01

    rabu-06

    rabu-05

    coffee-war-kemang-03

    coffee-war-kemang-04

    Rabu – Renjana