“… Akan menjadi musik terbising yang pernah tampil di tempat bersejarah seperti itu…”
kata Aria Baja salah satu penggagas acara A Night At Schouwburg.
A Night At Schouwburg menampilkan Naif pada event pertamanya di tanggal 20 September 2008. Sebuah pertunjukkan musik sepanjang 3 jam penuh yang kemudian dirilis rekamannya dengan tajuk sama dengan nama acara.
Lalu sembilan tahun kemudian, A Night At Schowburg kedua akan diadakan pada tanggal 17 Desember 2017 atas kerjasama Jajaba Records, Locker Event, & Berita Angkasa Management akan menampilkan band cadas Kelompok Penerbang Roket.
Konser ini akan direkam, didokumentasikan lalu dirilis dalam bentuk piringan hitam dan CD.
Jika acara ini berjalan sukses, maka akan ada A Night At Schowburg berikutnya lagi. Bahkan mungkin menjadi rutin. Beberapa tokoh acara tampak belum menentukan apakah akan menjadi 3 bulanan, 6 bulanan atau tahunan.
Dengan konsep yang asoi seperti ini, 3 atau 6 bulan sekali akan menarik dan diharapkan bisa menjadi salah satu tonggak sejarah musik Indonesia.
Untuk informasi tiket dan acara, bisa mengikuti akun @schouwburg.live
Tiket sudah bisa dibeli via BliBli.com
Coki dan Coki David Tarigan, Emil Hussein, Coki Singgih, Coki, Rey & Viki
Bulan Januari ini adalah bulan yang menarik, karena tidak sering terjadi dalam satu bulan ada berbagai konser musik dari kancah independent menggunakan auditorium. Tiga dari empat jadwal pertunjukkan telah terlaksana, dan dua yang pertama menghadirkan musik-musik brilian dan kolaborasi visual yang mencerahkan.
Efek Rumah Kaca sukses membuka tahun ini dengan berbagai pujian akan permainan visual dan penggunaan ruang yang baik di Teater Besar. Kemudian di venue yang lebih kecil, Kimokal memanfaatkan tata suara dan permainan visual memanfaatkan ruang auditorium IFI Jakarta untuk memberi horison baru penikmat pertunjukan musik. Indera pendengaran, penglihatan dan rasa diransang dan dicerahkan.
Kemudian baru saja kemarin Frau berhasil memberi pertunjukan yang meransang kelima indera dan mungkin saja membuka indera ke enam di Gedung Kesenian Jakarta.
Indera pendengaran penonton dihibur dengan pencapaian musikal Leilani yang semakin solid.
Indera penglihatan kita dihibur oleh tata lampu yang diusahakan sinkron sesuai mood lagu, dan latar panggung yang terdesain sedemikian rupa.
Indera pengecap kita dihadiahi minuman penyegar.
Indera penciuman kita diransang oleh wewangian yang didesain khusus untuk setiap lagu. Sempat rada heran, apakah bau indomie yang tiba-tiba menyeruak masuk adalah bagian dari setlist atau tidak.
Untuk indera peraba saya rasa diransang oleh perjumpaan dengan teman-teman dan sebuah tos atau salaman bisa menjadi persetujuan kalau konser yang baru saja disaksikan adalah konser yang asoi.
Konser yang mencerahkan dan salah satu pencapaian tinggi seorang seniman musik, yang semoga memberi inspirasi pelaku musik lain. Seperti halnya Leilani Hermiasih berhasil menerjemahkan inspirasi yang didapatkannya menjadi karya pertunjukan yang holistik.
Selamat juga perlu diucapkan kepada G Production yang berani menyelenggarakan event ini. Selamat datang kembali di kancah musik.
foto oleh @guswib
– Wajah-wajah familiar yang tersenyum lebar setelah menyaksikan konser.
ini salah satu lagu ‘baru’ yang dibawakan kemarin. (bootleg direkam beberapa bulan lalu)
FRAU menambah jadwal pertunjukan menjadi 2 kali di hari yang sama.
Maka jadwal pertunjukan menjadi
15.30 dan 19.30
Informasi Tiket
Tiket bisa didapatkan di Ruru Shop (Jakarta) & Omuniuum (Bandung) mulai Jumat 8 Januari 2016.
Kategori I : Rp 175.000
Kategori II : Rp 150.000
Kategori III : Rp 125.000
*harga tiket sudah termasuk pajak & admin fee
Penjualan tiket mulai hari Jumat 8 Januari 2016
Jakarta:
Ruru Shop
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.6
081290362655
rurushop6@gmail.com
Instagram: @rurushop
Kuota tiket yang tersedia di Ruru Shop untuk kursi dengan warna Merah:
Tiket Kategori I untuk baris/row B – I bagian kanan
Tiket Kategori II untuk baris/row L – S bagian kanan
Kuota tiket yang tersedia di Omuniuum untuk kursi dengan warna Biru:
Tiket Kategori I untuk baris/row B – I bagian kiri
Tiket Kategori II untuk baris/row L – S bagian kiri
Tiket Kategori III untuk baris/row AA & BB
Tata cara pembelian tiket:
Datang langsung ke Ruru Shop atau Omuniuum
Pembelian maksimal 4 tiket.
Pesan online melalui email:
Subject email: “Konser Tentang Rasa – GKJ” dan sertakan informasi di badan email dengan keterangan sbb:
Nama, No telp, No KTP / tanda pengenal, Alamat Lengkap, Kategori tiket, dan Jumlah tiket.
Tunggu balasan konfirmasi pesanan, Admin akan menjelaskan instruksi pembayaran dan wajib melakukan pembayaran maksimal 1×24 jam dengan menyertakan bukti pembayaran. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak melakukan pembayaran, pemesanan dianggap batal.
Setelah pembayaran dikonfirmasi, Admin akan mengirimkan tanda terima dan kode reservasi yang berlaku sebagai kuitansi pembayaran. Biaya pengiriman kuitansi ditanggung pembeli.
Simpan kuitansi pembayaran untuk ditukarkan dengan tiket asli pada hari konser dengan menunjukan KTP / tanda pengenal.
Penukaran tiket bisa dilakukan mulai pukul 18.00 di lobby Gedung Kesenian Jakarta.
Nomor kursi dapat dipilih saat menukarkan tiket.
Rilis Pers
Musik memiliki beragam dimensi yang dapat dicecap oleh berbagai indera, tidak hanya dimonopoli oleh telinga dan mata. Eksplorasi dalam menikmati musik inilah yang ditawarkan oleh Frau dalam konser terbarunya di Gedung Kesenian Jakarta pada 20 Januari 2016 mendatang.
Bertajuk “Konser Tentang Rasa”, sajian musik dari Frau ini mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih menyeluruh dalam menikmati musik. Kesan lintas indera itu membuat penonton dapat terlibat secara aktif untuk merangkai impresi rasanya sendiri, bisa berupa senang, sedih, bosan, hingga kantuk.
Dalam konser ini penonton juga diajak untuk berbagi narasi, ilustrasi, ataupun keluh kesah atas rasa yang muncul ketika mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan Leilani Hermiasih (Lani) dan pianonya, Oskar.
Soal pengalaman “mengalami musik”, Lani mempunyai cerita sendiri. Pada suatu kesempatan, Ia menceritakan bagaimana dirinya bisa menangis tersedu-sedu tanpa alasan ketika mendengarkan lagu “La Même Histoire” dari singer-songwriter Kanada, Feist, berulang-ulang kali. Meski sama sekali tidak mengerti apa dinyanyikan, tapi air matanya tetap mengalir deras. Tubuh yang berbaring pada pegas-pegas springbed lawas di kamarnya itu pun sesenggukan. Pasrah begitu saja ketika satu dua tetes air mata asin mengalir ke mulutnya.
“Saya tidak sedih, tapi mungkin terharu karena bisa menikmati mewahnya pengalaman musikal seperti itu,” Ucap Lani mengenang. Dalam konser ini, Frau akan membawakan 16 lagu dari album Starlit Carousel dan Happy Coda serta beberapa materi lagu baru. Materi baru tersebut akan menjadi rujukan untuk album berikutnya.
Sebelum di Jakarta, konser dengan tema yang sama telah berlangsung di Bandung 22 Mei dan Yogyakarta 29 & 30 Oktober 2015 silam. Untuk di Jakarta, FRAU bekerja sama dengan G Production dalam mewujudkan Konser Tentang Rasa ini.
G Production memilih Gedung Kesenian Jakarta untuk menyelenggarakan Konser Tentang Rasa ini. “Scene Yogya selalu punya tempat istimewa dalam peta musik Nasional, gagasan Lani di Frau sangat menarik sejak kemunculannya, karakter yang kuat, dan konsep bermusik yang hebat merupakan daya pikat terbesar dari Frau. Di Konser Tentang Rasa di Jakarta, Lani akan merespon Gedung Kesenian Jakarta, tempat yang sangat istimewa bagi sebagian warga Jakarta.” ujar Ferry Dermawan, Program Director G Production.
Mengenai gagasan pertunjukan, Lani menjelaskan Konser Tentang Rasa disajikan bukan sebagai sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan yang akan dijawab bersama di akhir pertunjukan nanti.
FRAU – Konser Tentang Rasa
Gedung Kesenian Jakarta
Rabu, 20 Januari 2016, 15.30 & 19.30 WIB
Penampilan pembuka oleh AriReda