Underground Bizniz Club (UBC) dan Juni Records mengumumkan rilisan terbaru dari salah satu talent mereka yaitu Gbrand. Setelah sebelumnya berturut-turut merilis single milik Ramengvrl yaitu “CA$HMERE” dan “WHACHU MEAN”, serta single debut dari Keilanboi bertajuk “Stay Sans”.
Di bulan April lalu, Gbrand sempat merilis single berjudul
“Always Be Mine”, dan sekarang ia merilis single terbarunya yang diberi judul,“INZANE”.
di single ini Gbrand melakukaneksplorasi musik yang langsung terasa di paruh awal lagunya. Bebunyian memekakkan telinga dimasukkan bersamaan dengan beat dengan sound yang terdengar lebih raw. Dentuman itu berlangsung dalam ketukan yang cenderung cepat, sambil ditingkahi oleh rap Gbrand yang tidak kalah cepat rimanya.
Memang diakui oleh Gbrand, di lagu ini dia meninggalkan musikalitas Gbrand yang sebelumnya hadir di lagu “Always Be Mine”. Perjalanan yang dilalui oleh lagu ini tidak pendek. Gbrand yang membuat lagu ini semua sendiri dari nol, sempat merombak seisi lagu dengan mencoba menghadirkan atmosfir baru melalui beat dan flow yang dirasa lebih cocok dengan liriknya yang lebih “galak”.
Menggunakan paduan antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di barisan liriknya, single “INZANE” sudah tersedia di berbagai digital streaming platform seperti Spotify, Apple Music, iTunes dan Deezer mulai hari Jumat, 2 November 2018. Ini merupakan langkah baru dari seorang Gbrand yang bereksplorasi dan berevolusi menjadi musisi yang lebih komplit.
Ramengvrl menjadi perhatian sejak video “I’m Da Man” menjadi viral, dan namanya lansung menjadi perbincangan. Sejak saat itu, Ramengvrl adalah rapper yang diperhitungkan di scene hip-hop Indonesia maupun dunia.
Sekarang dia kembali dengan single “Go! (I Can Be Your)” berkolaborasi dengan Jarreau Vandal seorang DJ/Produser yang berasal dari Amsterdam. Dengan adanya kolaborasi ini, maka Ramengvrl siap melangkah lebih jauh di kancah hip-hop dunia.
“a song about someone who has a huge crush on their significant others and would do anything for her/him.” seperti penjelasan Ramengvrl mengenai lagu yang liriknya yang mengulang-ulang “i can be your gojek” tentu menjadi catchy dan suatu bentuk puisi kontemporer yang tampak nyentrik namun romantis.
Bermulai dari sebuah proyek kolektif yang mengangkat para musisi hip-hop berbakat berasal dari Dubai (United Arab Emirats) dengan cara berkolaborasi dan merekam sebuah album kompilasi. Hal ini di lakukan atas dasar mempromosikan budaya Hip-hop di daerah Timur Tengah. Namun seiring berjalannya masa dan kompilasi tersebut menarik perhatian secara regional, The Recipe unit Hip-Hop yang sekarang mulai berpengaruh di Dubai, dipilih sebagai nama yang merepresentasikan proyek tersebut setelah album kompilasi itu selesai. “Dalam sebuah acara musik Hip-Hop, dimana untuk pertama kalinya penampil utama-nya adalah artis hip-hop regional, The Recipe pun secara resmi di luncurkan.” kutipan rilisan pers yang diterima di surat elektronik redaksi. Timur Tengah tidak selamanya menjadi daerah yang konservatif bagi daerah lainnya. Terbukti dari pergerakan seperti The Recipe serta teman sejawatnya-setidaknya-membuka cakrawala untuk kita mengeksplorasi dan mengerti situasi scene musik wilayah sana. The Recipe sendiri beranggotakan Kaz Money, Perfect Storm dan Swerte (personil yang masih mempunyai darah Indonesia dari sisi Ibu dan dilahirkan di Aceh). Sepanjang perjalanan karir bermusik mereka, The Recipe sudah tampil di acara bergengsi lainnya serta pembuka musisi internasional seperti Snoop Dogg, Fat Boy Slim, Akon, Fat Joe, 50 Cent, Lloyd Banks, De La Soul, Marcus Houston, Omarion, Prime Cuts, Foreign Beggars, Pendulum dan Karl Wolf.
“Death to Get Here”adalah single terbaru mereka yang di produseri oleh salah satu produser musik hip – hop ternama di Dubai, Bangzy beserta Dj Kamera kini sudah tersedia di iTunes dan beberapa digital distribution outlet lainnya. Disini mereka (Kaz Money, Perfect Storm dan Swerte) bercerita tentang segala pengorbanan yang mereka lakukan sepanjang karir bermusiknya dengan jujur dan apa adanya, semuanya mereka lakukan untuk mencapai target yang ingin mereka raih serta untuk menunjukkan kemampuan mereka di dunia rap dengan segala kreativitas yang mereka punya untuk menunjukkan bahwa The Recipe adalah sebuah grup hip hop terbaik. Berusaha mencampurkan elemen musikal khas genre Hip-Hop yang raw dengan esensi yang kekinian, menjadi formula jitu dari The Recipe.
Mereka juga merilis video interaktif dengan technology 360 untuk single ‘Death to Get Here’. Sebuah gebrakan baru di media audio visual untuk sebuah video klip, dimana penonton dapat memilih sudut kamera yang terdapat dalam video tersebut seluas 360 derajat. Video klip ini di produksi oleh CollectiveBKP. Dalam video klip tersebut The Recipe berusaha menceritakan tentang makna dari lagu ‘Death go Get Here’ dimana semua pengorbanan yang mereka lakukan untuk mencapai target mereka dalam bermusik. Dalam video ini pun banyak penggambaran akan keadaan skena musik Hip-Hop sekarang ini dan beberapa hal yang dilewati oleh para personil The Recipe dalam kondisi industri musik yang penuh dengan hal-hal klise dan menjemukan. Untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal dalam menikmati video ini, disarankan agar menggunakan applikasi YouTube.