Tag: indie rock

  • [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    Jika mau ditarik kembali memori kami, pertama kali melihat penampilan band ini sewaktu kami menghadiri Superbad (volume ke-53 kalau tidak salah ingat) diantara deretan nama band lain. Kala itu Baldi Calvianca, otak dibalik Strange Fruit, memberi suguhan berbeda seperti musisi indie-rock pada umumnya. Ya bisa kalian bayangkan, hampir semua pedal efek didepannya tak luput digunakan sebagai ‘bumbu’ ke dalam materi-materi mereka. Tak heran label sekelas Leeds Records tertarik untuk merilis EP pertama mereka berjudul The Dolphin Leap tahun lalu.

    2016 pun dipilih menjadi tahun pembuktian Strange Fruit yang sudah sering bongkar pasang personil untuk merilis album penuh. Kini Baldi memiliki formasi yang cukup kuat dalam fondasi band ini. Masih mengajak Irza Aryadiaz (Drum), Nabil F. Hiliard (Bass, Vocal), dan menambah Aryandra Kareem pada departemen gitar.

    Sebagai jembatannya, kita menyiarkan single terbaru mereka berjudul “Anything That Glows” secara eksklusif. “Bukan tanpa alasan mengapa “Anything That Glows” dipilih sebagai single pertama kami, lagu ini cukup mewakili lagu-lagu dialbum pertama nanti.” ujar Baldi memberikan alasan. Konon single ini bercerita tentang hidup yang harus memiliki sebuah mimpi, sebuah keyakinan untuk mencapai/mendapatkan sesuatu. Intinya sebuah kepercayaan mencapai keberhasilan. Pula menghargai serta mendukung orang-orang yang bisa bikin kalian merasa lebih hidup. Semakin penasaran dibuatnya? Langsung dengarkan single terbaru Strange Fruit dibawah ini;

  • Single “Lagu Angsa” dari Nerv.ous

    Single “Lagu Angsa” dari Nerv.ous

    Menurut legenda Yunani, hewan angsa hanya mengeluarkan bunyi yang merdu saat menjelang ajal.

    Maka muncul ungkapan “swan song” untuk menggambarkan penampilan atau karya terakhir seseorang.
    Namun, single berjudul “Lagu Angsa” justru menandai kembalinya Nerv.ous setelah tak terdengar kabarnya selama beberapa tahun. Single band asal Yogyakarta ini dirilis melalui kanal Soundcloud mereka dan sejumlah radio, Jumat (28/4).


    Lagu ini masih khas Nervous, menebar kebisingan khas band-band indierock 90-an. Sebuah awal yang menjanjikan untuk menanti rilisan mereka dalam waktu dekat ini. Argha Mahendra (drum), Desiree Aditya (vokal & gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (bass & vokal), dan Marcello Whisnu Marhendra (gitar) akan merilis album dibawah label Yellow Records bulan Mei 2016 ini.

    Selamat menikmati.

    Nervous Yogyakarta
    Nerv.ous

    Kontak :
    +62 81215141335 (Yellow Management)
    contact@yellowmgmt.com
    soundcloud.com/wearenervous
    facebook.com/wearenervous
    twitter.com/wearenervous
    bit.ly/youtubenervous

  • Sajama Cut Menyambangi Kota Makassar

    Sajama Cut Menyambangi Kota Makassar

    Melanjutkan aktivitas sibuk dalam tahun 2015 dari Sajama Cut, band indie rock asal Jakarta ini akan mengunjungi timur Indonesia, di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Acara yang akan berlokasi di Mall Ratu Indah, Jl. Dr. Ratulangi No. 35 masuk kedalam rangkaian acara HUT mall tersebut akan berlangsung pada tanggal 21 November 2015.

    Ini merupakan bentuk suguhan setelah sebelumnya Sajama Cut merilis album keempatnya yang bertajuk Hobglobin. Menurut rilisan pers yang kami terima, selain karena konser ini adalah kali pertama Sajama Cut bertandang ke Makassar, ada alasan mengapa Sajama Cut memilih untuk berangkat: “semangat Makassar yang belakangan ini sering mengundang musisi-musisi yang berdomisili di luar Sulawesi.”
    Sajama Cut kembali aktif bermain di panggung-panggung sejak September silam, memutuskan istirahat selama kurang lebih 5 tahun. Di bawah label The Bronze Medal dan Elevation Records, rencananya mereka juga dalam pengerjaan album ke lima yang kira-kira akan dirilis pada tahun 2016.
    12226985_10154436794167575_2761771570700874236_n
  • #SAJAMACLUB : Sajama Cut Gelar Showcase Peluncuran Album Hobgoblin

    #SAJAMACLUB : Sajama Cut Gelar Showcase Peluncuran Album Hobgoblin

    Sebuah penantian panjang untuk hasil yang maksimal karena setelah dirilis pada bulan Juni silam, Hobgoblin yang merupakan album ke-empat dari band kawakan asal Jakarta Sajama Cut akan mempersembahkan #SAJAMACLUB dalam bentuk konser pada 17 September 2015 di Eco Bar 365, Kemang, Jakarta Selatan.

    Konon katanya di konser ini, 100 fans pertama yang pada Juli lalu mem-preorder album ke-4 Sajama Cut, Hobgoblin, menjadi undangan khusus yang akan mendapatkan pin keanggotaan Sajama Kids (sebutan fans Sajama Cut) yang dapat memberikan akses khusus ke acara-acara spesial Sajama Cut. Seratus Sajama Kids tersebut juga akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang-orang pertama yang dapat membeli merchandise ekslusif, yang termasuk kaset mixtape Ghost Eyes, yang berisikan demo, outtakes, versi cover dan remix dari album Hobgoblin. Tiket untuk umum dijual seharga Rp.25.000 (First Drink Charge).

    Konser ini juga merupakan panggung pertama Sajama Cut sejak tahun 2014 dan merupakan hasil kerjasama dari label Elevation Records, Prasvana, dan Pop Up Demajors. Hype akan formasi terbaru Sajama Cut memang sudah lama membuat fans-fans Sajama Cut yang disebut Sajama Kids, gatal melihat bagaimana bedanya tampilan mereka nanti.

    Perwakilan Prasvana mengatakan bahwa “Kami selalu ingin mendukung scene musik independent khususnya Indonesia, and we have always been fans of Sajama Cut.”

    Taufiqrahman dari The Jakarta Post, yang juga kepala dari label Elevation Records, memuji Sajama Cut dengan mengatakan, “Sebagai label yang merilis album mereka, kami sangat excited untuk melihat bagaimana album kompleks seperti Hobgoblin akan terdengar di panggung.”

    Dibantu oleh band noise-pop Strange Fruit sebagai opening act, konser ini juga akan menampilkan seniman kolase Ika Vantiani yang akan memperagakan pengerjaan sebuah kolase secara live sambil diiringi oleh musik dari Sajama Cut. Bentuk kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kolaborasi-kolaborasi yang lain—dalam bentuk ilustrasi maupun puisi—yang dikemas dalam bentuk buku dan dirilis berbarengan dengan album Hobgoblin. Majalah online Disorder pun telah menyiapkan sebuah artikel mendalam tentang Sajama Cut dalam rangka menyambut acara ini.

    Founder kita Eric Wirjanata mengatakan, “Gue sempat lihat sesi latihan Sajama Cut untuk formasi Hobgoblin ini, tampak terlihat kalau personel-personelnya sekarang lebih dapat kimia bermusiknya dibanding biasanya. Gue rasa manggungnya perlu ditunggu banget.”

    Menjawab pertanyaan mengapa konser ini digelar tiga bulan setelah album rilis, vokalis serta penulis lagu Marcel Thee berujar, “Materi baru ini cukup menantang untuk dibawa live, dan kita ingin memastikan bahwa eksekusi-nya sesuai dengan materi yang didengar orang di album, atau bahkan lebih menampol lagiFormasi live Sajama Cut terbaru ini – dengan asistensi maut dari Asra di keyboard, Yudhis Tira di gitar kedua, dan Andri Ruay di drum – adalah yang terbaik yang pernah ada dalam sejarah band ini. Gue yakin Sajama Kids akan setuju, karena show ini sepenuhnya untuk mereka.”

    Hobgoblin sendiri tentunya telah menjadi album yang mendapatkan banyak pujian dari tokoh-tokok influential di skena musik Indonesia.

    Reno Nismara dari Rolling Stone mengatakan, “Empat album dalam rentang waktu tiga belas tahun memang bukanlah statistik yang memukau. Namun dalam kasus Sajama Cut, setiap albumnya memamerkan lonjakan-lonjakan musikal yang berarti. Atas sebab itulah pentas musik ini menjadi penting: dalam satu malam menampilkan segala ragam musik yang pernah diciptakan Marcel Thee dkk. sekaligus mengilustrasikan pendewasaan mereka dalam format konser; dari ‘Apologia’ sampai ‘Hobgoblin’.”

    Sedangkan Rudolf Dethu (pemerhati musik dan sosial, manajer Leonardo, ex-manajer Superman Is Dead) mengatakan, “Album Sajama Cut yang paling baru ini bak sebuah perayaan kesenduan dan kepucatan secara elegan. Pop intelek dan brilian. I heart Sajama Cut!”

     

    SC_A3Hires

  • Polka Wars – Axis Mundi

    Polka Wars – Axis Mundi

    Album ini dibuka dengan track Mokele yang saya kurang paham liriknya tentang apa, dan apa hubungannya dengan monster bawah air dari Kongo; Mokele Mbembe. Tetapi walau begitu track pembuka ini benar-benar memberi kejutan yang menyenangkan karena terproduksi dnegan sangat baik.

    Delapan lagu di album ini memiliki aransemen implosif, kadang membuat teringat pada Antony and The Johnsons, kadang Yeasayer kadang band-band grunge jaman dulu. Semua membangun karakter Polka Wars yang sangat solid.

    Setelah beberapa kali mendengarkan album ini, saya berpendapat kalau mereka sebaiknya segera tur Amerika, Eropa, Australia dan Jepang.

    polka-wars-axis-mundi