Tag: Jakarta

  • Blackbird Blackbird live in Jakarta (Photos)

    Blackbird Blackbird live in Jakarta (Photos)

    Ashram mulai dikenal sejak mereka membawa Peaches dan Radio Dept. ke Jakarta beberapa tahun lalu, dan setelah absen membawa band dari luar negeri dan fokus pada DJ maka keputusan mereka mengajak Blackbird Blackbird untuk tampil di 365 Ecobar semalam cukup menggembirakan.

    Tidak banyak memang orang yang memiliki kepekaan musik seperti Ashram, dimana mereka bisa mengajak band-band berbakat untuk bisa dimainkan di gigs-gigs yang intim seperti ini.

    Tidak banyak orang memang yang tahu Blackbird Blackbird, sehingga 365 Ecobar tidak terlalu padat namun justru membuat lebih nyaman menikmati layer-layer suara yang mengawang-ngawang, karena yang datang kebanyakan memang penikmat musik dengan aura segar. Wajah-wajah ngantuk namun senang karena mendapatkan musik bagus.

    blackbird_blackbird-03

    deathrockstar-ashram-lowendliving

    blackbird_blackbird-02

    hana-365

    365_ecobar_kemang_jakarta

    ashram_blackbird_blackbird

    ashram_deadrec

    blackbird_blackbird-01

    blackbird_blackbird-jakarta-02

    niang-mela-guy-oca

    resti-woro-tosi

    blackbird_blackbird-jakarta-01

  • SLANK Dedikasikan Konser 30 Tahun Eksistensinya  untuk Perempuan Indonesia

    SLANK Dedikasikan Konser 30 Tahun Eksistensinya untuk Perempuan Indonesia

    slank-30tahun

    Jakarta, 24 September 2014 – SLANK, musisi legendaris Indonesia yang menjadi idola bagi jutaan penggemarnya, hari ini mengumumkan rencana konser istimewanya yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2014 mendatang di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta dibuka mulai pukul 18.00 WIB. Konser yang mengusung tema “Revolusi Bunga: Generasi Wangi” ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan konser premium SLANK sebelumnya.

    “Inilah saatnya untuk memberi, bukan menerima,” demikian terendap di pikiran personil SLANK: Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho dan Abdee. Selama 30 tahun, melewati 3 dekade dan tumbuh bersama 3 generasi, SLANK menyadari bahwa dirinya telah menjadi ikon dan memiliki pengaruh besar bagi para penggemarnya. Lewat karya-karyanya, SLANKselalu membubuhkan pesan dan dorongan bagi SLANKers serta publik luas untuk beraksi dan ambil bagian dalam gerakan sosial yang dapat mewujudkan perubahan positif, baik dalam kapasitas sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

    “Sebagai musisi, tanggung jawab SLANK tidak berhenti sampai penciptaan karya-karya musik yang digemari masyarakat. Namun lebih jauh, karya-karya ini harus bisa menyuarakan pesan-pesan yang dapat mendorong perubahan mental untuk menciptakan perubahan yang positif,” ujar Abdee. Jatuh-bangunnya band ini mulai dari titik terendah hingga kemampuannya untuk bangkit kembali menggugah SLANK untuk terus melakukan gebrakan dan membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia. “Kami mungkin dikenal slenge’an, tapi kami punya misi yang diterapkan melalui ‘13 Ajaran Nggak Sempurna SLANK’ untuk beraksi,” ujar Bimbim.

    Metamorfosa SLANK berawal dari konsep Generasi Biru yang diasosiasikan sebagai pencapaian diri secara pribadi, kemudian berevolusi untuk meraih hidup yang lebih berkualitas didasari cinta bagi diri sendiri, lalu menjelma menjadi Revolusi Mental yang digaungkan untuk memperkuat solidaritas demi kebaikan bersama. Inisiasi selanjutnya diprakarsai oleh Bimbim dalam mempersembahkan konsep Revolusi Bunga bagi para Generasi Wangi untuk bersama-sama memberikan penghargaan Indonesia yang direfleksikan sebagai ‘Bunga Indonesia’.

    Konsep kreatif SLANK ini merefleksikan puncak aktualisasi diri mereka dengan menyadari bahwa, “Peran perempuan memberi andil dan pengaruh besar bagi kita dan bangsa. Semangat dan inspirasi yang mereka tebar dalam dukungan kepada kaum pria untuk melakukan hal-hal positif, sudah menuai hasil kebaikan. Jika kemarin kita sudah memberikan apreasi kepada publik, sekarang kita berikan penghargaan bagi perempuan Indonesia atas kerja kerasnya,” sambung Kaka.

    SLANK menyadari bahwa perempuan Indonesia memiliki posisi yang strategis,khususnya dalam membangun pribadi berkualitas mulai dari lingkup keluarga, komunitas, kehidupan profesional dan masyarakat. Melalui perempuan, lahirlah generasi bangsa yang unggul. Oleh sebab itu arti ‘Bunga Indonesia’ tidak terbatas pada perempuan saja, tetapi juga dimanifestasikan sebagai bumi tempat kita berpijak, aset bersama yang patut dilestarikan.

    “Seiring dengan semangat SLANK Movement, sebagian dari hasil penjualan tiket konser akan didonasikan untuk mendukung kegiatan sosial sebagai aksi nyata dari hati turun ke tangan untuk pelestarian aset Indonesia,” jelas Priambodo Soesetyo, Program Director Konser SLANK Revolusi Bunga: Generasi Wangi.

    SLANK juga mengajak publik untuk tidak hanya menghadiri konser tetapi juga melakukan kegiatan dan mendapatkan informasi seputar konser melalui www.revolusiSLANK.com, aktivasi akun G+, Twitter, Facebook, Youtube dan Instagram @revolusiSLANK. “Sampaikan komen dan pesan-pesan membangun untuk perempuan Indonesia dan Ibu Pertiwi kita, jangan lupa memasang hashtag #bungaindonesia, #ibupertiwi dan #revolusibunga”, ajak Kaka.

    Konser ini menyuguhkan tata lampu, visual dan efek panggung yang atraktif untuk menciptakan nuansa dramatis dan intimate. “Penonton bisa menikmati pertunjukan lebih dekat dan personal bersama SLANK,” Tambah Priam.

    “SLANK Revolusi Bunga sungguh sebuah pertunjukan penuh makna yang digerakkan oleh hati untuk individu paling berpengaruh; perempuan,” tutup Bimbim.

  • Rangkaian Baru Produk Philips Audio Mendefinisikan Ulang Pengalaman Mendengar Anda

    Rangkaian Baru Produk Philips Audio Mendefinisikan Ulang Pengalaman Mendengar Anda

    Jadi beberapa minggu lalu saya menghadiri peluncuran beberapa produk Philips, dan saya kagum dengan cara mereka mempresentasikan produk-produk unggulannya. Satu seri headphone dan satu seri sound system untuk home theater.

    Semuanya tampak canggih dan modern, beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah sebuah headphone kolaborasi dengan Armin Van Buuren dan tentu saja suara-suara ledakan dari speaker home theater.

    Kekecewaan saya hanyalah karena set secanggih itu, harusnya diberi penanganan display yang lebih baik. Karena menyaksikan dvd dengan bunyi-bunyi ledakan dari film Superman ditempat yang ramai tidaklah memberikan sensasi detail suara yang prima.

    Sementara kualitas audio yang diberikan untuk headphone kolaborasi dengan Armin Van Buuren pun alakadarnya, saya bahkan tidak bisa membedakannya dengan earphone 600 ribu yang saya gunakan.

    Diluar pengalaman yang diberikan diacara itu, saya percaya dengan kredibilitas dan integritas Philips pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Salah satu yang membangkitkan kepercayaan saya adalah website tantangan telinga emas. http://goldenears.philips.com
    Website ini memberikan tantangan ke telinga kamu untuk membedakan berbagai frekuensi suara, sebuah pengalaman unik yang membangkitkan kepercayaan saya pada merk Philips.

    Oh iya ini ada sedikit paragraph promosi yang bisa dijadikan pertimbangan.
    A5-PRO dibuat untuk memenuhi standar dan tuntutan kualitas tertinggi dari para DJ internasional serta para pelaku industri profesional yang menawarkan reproduksi suara sesuai aslinya yang tetap bebas dari distorsi bahkan pada volume tinggi. Menggabungkan material terbaik seperti anodized aluminium yang tahan banting, penyempurnaan terakhir menggunakan campuran alloy steel, serta kulit jahitan tangan untuk kenyamanan maksimal dan konstruksi, A5-PRO merupakan fitur kunci dari Armin Only Intense World Tour yang tiketnya terjual

    Rangkaian headphone Philips Fidelio yang mencakup Philips Fidelio X2 Headphones, L2BO dan M1MKII, memungkinkan Anda untuk menghanyutkan diri dalam suara yang murni dalam kenyamanan Anda sendiri.
    Menyusul kesuksesan headphone Philips Fidelio X1, X2 membawa pengalaman audio otentik kepada level yang benar-benar baru dengan detil suara murni dan desain custom-fit yang dibuat untuk kenyamanan total Anda. Teman musik ideal di rumah, X2 dilengkapi dengan ear shell yang memiliki lapisan ganda untuk mengurangi resonansi dan vibrasi demi suara yang tepat tanpa ada detil yang terganggu.

    Philips Fidelio Headphones L2BO menjanjikan suara high definition yang dibangun oleh neodymium speaker driver berukuran 40mm yang diventilasikan secara optimal, yang menghasilkan jangkauan dinamika yang luas sehingga membuat Anda dapat mendengar detil-detil halus musik favorit Anda. L2BO didesain dengan sangat cantik, menggunakan kulit terbaik yang memastikan kenyamanan jangka panjang bagi Anda yang ingin menikmati musik favorit Anda selama berjam-jam!
    Didesain dengan ahli dan dibuat untuk kenikmatan musik high definition, Philips Fidelio Headphones M1MKII menggabungkan kualitas suara yang luar biasa dengan kenyamanan nyata dalam desain ikonik yang sesungguhnya. Ringan dan kuat, bantalan busanya memastikan kesesuaian ergonomis dan memblokir kebisingan secara efektif, sambil menghasilkan suara bass yang jernih, dinamis dan seimbang melalui Bass Reflex System. M1MKII membawakan suara high definition yang sesungguhnya dalam jangkauan dinamika yang luas, mereproduksi hingga detil suara terkecil sekalipun.

    Philips Fidelio Soundbar HTL9100, E5 speakers, Soundbar HTL6140, HTL5140, HTL3140 dan HTL2163 seluruhnya memiliki satu kesamaan. Mereka mengeluarkan suara terbaik tanpa kebisingan, mempertahankan kemurnian konten audio asli, yang menghasilkan akurasi suara yang lebih baik. Untuk konektivitas sesungguhnya, nikmati streaming musik nirkabel Bluetooth dari pemutar musik Anda untuk kualitas musik luar biasa dalam kenyamanan rumah Anda!
    Soundbar pertama di dunia dengan speaker yang dapat dilepas – Philips Fidelio Soundbar HTL9100 dan Philips E5 speakers adalah solusi audio sinema rumah yang ideal bagi para konsumen yang menginginkan 5.1 channel surround on demand tanpa kabel. Dengan keterbatasan ruang di dalam rumah, kedua produk ini menawarkan kebebasan sesungguhnya dengan speaker dan subwoofer nirkabel yang dapat dilepas. Philips Fidelio Soundbar HTL9100 dan Philips E5 speakers secara otomatis beralih menjadi 5.1 channel surround sound ketika speaker surround-nya dilepaskan. Baik HTL9100 maupun E5 telah menerima beberapa penghargaan, diantaranya adalah penghargaan European Imaging and Sound Association (EISA).

  • Aliansi Musik Agustus 2014

    Aliansi Musik Agustus 2014

    Tracklist :

    01. Pribumi – Rokokku (Yogyakarta)
    02. OK Karaoke – Departed (Semarang)
    03. Soloensis – Tak Lagi Sejati (Solo)
    04. Young Savage – Night Fall  (Malang)
    05. Heavy Monster – Maaf (Surabaya)
    06. Pancasuara – Kamu (Bandung)
    07. Elephant Kind – We All Lose (Holy Sh*t) (Jakarta)

    Secara material, musik adalah asupan wajib setiap harinya untuk terapi telinga kita. Daftar lagu pun kadang diatur ‘ngacak’ dalam ipod, Mp3 player, atau komputer sesuai mood kalian. Tapi, biasanya playlist akan terdengar membosankan kalau referensi musik terbatas. Apalagi kalau yang dibicarakan disini musik Indonesia yang variatif hingga ke pelosok kota. Itulah salah satu alasan Aliansi Musik dibentuk, kita pun memberi solusi rutin setiap bulannya. Daftar musisi yang disediakan mempunyai nafas-nafas kesegaran. Cukup ‘klik’ download dengan tanpa rasa takut berurusan masalah dosa atau nggak. Tenang! Semua lagu yang tersedia disini legal karena sudah dapat kesepakatan dari pihak terkait. Sebarkan! Dan selamat mendengarkan kompilasi Aliansi Musik bulan Agustus 2014.

    01. Pribumi – Rokokku (Yogyakarta)

    “Mungkin masih banyak yang asing dengan nama Handoyo Puwowijoyo. Sosok yang lebih banyak “dibalik layar” saat Seek Six Sick pentas karena (mungkin) lebih dikenalnya sosok seorang Bofag sebagai sang vokalis utama. Handoyo sebenarnya adalah seorang sosok vokalis yang cukup berpengaruh dalam perkembangan band-band eksperimental di Jogja pada awal era 2000-an.

    Pribumi adalah proyek bermusik dari Handoyo Puwowijoyo, Soni Irawan pada gitar dan Aan pada drum. Cukup menarik karena dapat dibilang ini adalah proyek bermusik dari personel Seek Six Sick, meskipun Handoyo terlihat lebih dominan daripada Soni Irawan yang biasanya mengokupasi performa panggung dengan karakter sound noisenya. Lirik-lirik puitis dari Handoyo sukses membentuk karakter tersendiri dari band ini terlepas dari band asal mereka.”—Komang Adhyatma (www.kanaltigapuluh.info/)

    02. OK Karaoke – Departed (Semarang)

    “Lagu yang sebelumnya pernah masuk di album kompilasi Atlas City Movement di tahun 2012 ini ternyata disertakan ke dalam album penuh perdana veteran indie pop kota Semarang, OK Karaoke, bertajuk Sinusoid, bersama dengan 8 track lainnya. Sinusoid sendiri telah dirilis akhir bulan Juli 2014 kemarin, dan banyak yang cemas apakah Sinusoid akan menjadi album penuh pertama sekaligus “perpisahan” dari OK Karaoke, dikarenakan kesibukan masing-masing personel sehingga nama mereka hampir tak pernah terlibat di poster-poster gig lokal. Kami harap tidak, karena lagu ini adalah salah satu alasannya.”—Andi Fitriono (www.houtskools.com/)

    03. Soloensis – Tak Lagi Sejati (Solo)

    “Gairah muda yang dinamis dan meledak-ledak membuat musik rock tidak hanya sekedar musik keras yang memanaskan amplifier. Bertalenta, panas, ganas, dan liar membuat Soloensis patut untuk diperdengarkan. Semoga album mereka segera rilis.”—Ekawan Raharja

    04. Young Savage – Night Fall  (Malang)

    “Young Savages, sebuah generasi baru band indierock yang terbentuk di bulan November tahun 2013. Asal nama Young Savages berasal dari kebiasaan mereka yang sering menghadiri pesta di sebuah beerhouse Houtenhand di Kota Malang, tanpa memikirkan apakah hari esok akan datang lagi. Banyak di antara lirik lagu mereka bertemakan bagaimana melangsungkan hidup dengan semangat anak muda dan pertemanan yang sangat berpengaruh juga dalam kehidupan mereka sehari – harinya. Young Savages di awal terbentuknya beranggotakan Bintang (gitar), Adin (vokal), Raditya(drum), Rendy(bass) dan Eric(gitar), selang beberapa waktu Eric di gantikan oleh Rian asu. Untuk para pecinta sound british indie rock, seperti Tribes, The Twangs dan All the Young, this is Young Savages from malang.” Akhmad Alfan (malangsubpop.wordpress.com/)

    05. Heavy Monster – Maaf (Surabaya)

    “Setelah album repackaged “One Message One Love” pada 2009 silam, Heavy Monster belum sekalipun merilis album lagi. Pasca lebaran kemarin menjadi momen Heavy Monster untuk merilis single terbaru bertajuk ‘Maaf’, yang bercerita tentang seorang laki-laki tidak lagi nyaman dengan kekasihnya, dia ingin bebas dan lepas dari aturan-aturan percintaan yang terlalu memberatkan dirinya– bukankah cinta itu tanpa syarat– akhirnya hubungan cintah harus diakhiri dengan merdeka. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, karena akhir dari sebuah cinta tidak harus berujung pada tangisan. Single ‘Maaf’ ini merupakan bagian dari album terbaru Heavy Monster yang bakalan dirilis dalam waktu dekat.”—Emirul “Otis” Fahmi Fanshuri (www.praotozine.wordpress.com)

    06. Pancasuara – Kamu (Bandung)

    “Kali ini saya temukan Band Bandung yang menawarkan warna-warna musik etnis dipadu dengan musik modern. Mereka masih muda dan ingin membawa musik etnis untuk bisa didengar oleh segala kalangan. Mari kita simak!”—Gagi Aria Alembana

    07. Elephant Kind – We All Lose (Holy Sh*t) (Jakarta)

    “Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ucup (Demajors) telah menyelenggarakan acara musik rutin seminggu sekali yang bernama Pop Up. Dengan adanya gig tersebut saya berhasil dipertemukan dengan Elephant Kind. Kwartet indie-rock yang memberi nuansa baru dalam scene musik lokal. Atau kata paling tepatnya “refreshing”. Terdiri dari Bam Mastro (Songwriter / Vocal / Guitar), John Paul Patton ( Bass / Synth Bass / Vocal ), Dewa Pratama ( Synths / Multi-Instrumentalist ) dan Bayu Adisapoetra ( Drums & Percussion ).

    Adapun single kedua dari mereka yang diberi judul “We All Lose (Holy Sh*t)” paling berbeda. Disini sedikit diracik irama RnB kekinian. Tak heran kalau musik yang mereka suguhkan itu berkualitas export. Dengarkan sendiri kalau tidak percaya.”—Robby “Robonggo” Wahyudi Onggo (Jakarta,www.deathrocktar.club)

  • Video : Danilla – Ada Di Sana

    Video : Danilla – Ada Di Sana

    Setelah merilis single ‘Buaian’ kini dara jelita yang namanya sering terdengar dalam perhelatan-perhelatan kecil ibukota, yaitu Danilla telah melepas video musik tebarunya berjudul ‘Ada di Sana’ yang terdapat di dalam debut albumnya Telisik. Dalam pembuatan videonya, Danilla berkerja sama dengan Japs Shadiq (Vokalis Indische Party) sebagai sutradara dengan asisten multi-talenta Agung Hartamurti (Irockumentary).

    Menurut rilis pers yang kami terima “bahwa lagu ‘Ada Di Sana’ menceritakan tentang sebuah pengakuan daripada perasaan manusia ditujukan kepada manusia lainnya”. Intinya memotivasi kalian jika punya perasaan nyatakan dengan tindakan/pengakuan, seperti yang dilakukan Danilla terhadap lelaki misterius dalam video klip berikut.