Tag: orange cliff records

  • The Sugar Spun merilis double single

    The Sugar Spun merilis double single

    The Sugar Spun, trio Indie Rock asal Bandung, kembali hadir dengan double single “Sugar Snap” dan “Can’t You See Mama” yang hari ini dirilis di berbagai musik platform digital.

    Double single ini adalah rangkaian dari album pertama mereka yang bertajuk “A Thousand Tiny Thoughts” yang akan rilis 15 Oktober mendatang dibawah naungan Orange Cliff Records. Sebuah album yang akan berisikan lagu-lagu dalam berbagai mood dan warna.

    Single “Sugarsnap” menceritakan tentang ketakutan kehilangan orang-orang terdekat tanpa kita sadari, yang bisa saja berdampak atau disebabkan oleh isolasi mandiri.

    Sedangkan “Can’t You See Mama” menceritakan cara The Sugar Spun melihat hal-hal buruk yang terjadi di 2020 dan harapan mereka untuk melihat dunia lebih baik kedepannya. Video untuk kedua single ini akan rilis pada tanggal 25 Agustus nanti via youtube.

    The Sugar Spun download
    The Sugar Spun
    cover double single

  • Rubina menyanyikan ulang karya Antonio Carlos Jobim di Modinha

    Rubina menyanyikan ulang karya Antonio Carlos Jobim di Modinha

    Tesla Manaf adalah seorang komposer asal Bandung yang karyanya telah membawanya tampil di berbagai penjuru dunia. Awal ketertarikan saya pada karyanya adalah pada rilisan Soundtrack untuk film Rembah Pribumi yang rilis tahun 2017. Lagu-lagu seperti  Kanaya Tidore, Maya Ilmika atau Simka Akarlangit cukup sering saya biarkan terdengar dari pengeras suara.

    Awalnya dikenal sebagai musisi jazz dan telah merilis beberapa rilisan di dalam maupun luar negeri, kemudian bereksplorasi dengan mencampur aduk berbagai genre di soundtrack Rembah Pribumi lalu saat ini dikenal sebagai seniman bunyi-bunyian eksperimental.

    Hasil perjalanan musikalnya dari kecil sampai sekarang tentu memberikan wawasan dan sensibilitas yang kuat dan unik pada musik-musik yang ditulis. Baik yang ditulis dari nol maupun hasil merekonstruksi karya-karya musisi yang menginspirasi dirinya.

    Beberapa waktu lalu Orang Cliff Records merilis EP seorang penyanyi bernama Rubina yang seluruh lagu di EP bertajuk Modinha ini diaransemen dan diproduseri oleh Tesla Manaf.

    Rubina sendiri sudah cukup dikenal sebagai penyanyi di beberapa kalangan dengan pengalaman sebagai penyanyi seriosa klasik sampai indie/alternatif. Suaranya khas dan punya jangkauan vokal yang luas.

    Di rilisan ini Tesla Manaf mengaransemen ulang karya Giacomo Puccini seorang komposer musik klasik jenius asal Italia, tampaknya untuk memberi ruang pada bakat vokal seriosa Rubina.

    Rubina Modinha music download
    Rubina – Modinha

    Selain itu, rilisan ini juga menyajikan tiga lagu hasil aransemen ulang dari karya kolaborasi Carlos Jobim dan Vinicius de Moraes. Hasilnya cukup unik, saat musik samba/bossanova kemudian dilanjutkan dengan musik klasik seriosa.

    Rekomendasi! Sebuah rilisan baru berisi musik-musik daur ulang yang memberi pengalaman baru dalam mendengarkan. 

    Tesla Manaf sebagai musisi eksperimental


  • Bin Idris, Crayola Eyes, & Tomy Herseta Bereksplorasi Audio Visual di Auditorium IFI Jakarta

    Bin Idris, Crayola Eyes, & Tomy Herseta Bereksplorasi Audio Visual di Auditorium IFI Jakarta

    Bin Idris dan Crayola Eyes merilis vinyl 7″ beberapa bulan sebelumnya dan belum pernah ‘dirayakan’ dengan sebuah pertunjukkan bersama, maka mengapa kita tidak membuat sebuah pertunjukkan?

    Karena DRS juga sudah lama tidak berperan aktif dalam mengorganisir sebuah pertunjukkan musik, dengan demikian ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit pemanasan.

    Tanggal 28 Juli 2018 dengan dukungan dari Orange Cliff Records sebagai label yang menaungi para penampil, kita bisa menyaksikan Tomy Herseta, Bin Idris dan Crayola Eyes di salah satu auditorium kecil terbaik di kota ini; Auditorium IFI Jakarta.

    Acara sore itu dibuka oleh Tomy Herseta yang memainkan komposisi sepanjang 30 menit. Set ini didukung visual oleh Raven, seorang seniman visual motion yang nanti juga akan membantu Crayola Eyes. Komposisi sepanjang ini banyak mengingatkan saya pada musik latar film Blade Runner 2049 yang diaransemen oleh Trent Reznor. Mungkin memang terinspirasi atau kebetulan bikin saya ingat saja. Walaupun berisik dan sangat eksperimental namun hampir semua penonton tampak menyimak, termasuk saya.

    Setelah puas dengan eksplorasi suara bersama Tomy Herseta, panggung diambil alih oleh Crayola Eyes. Crayola Eyes lansung membuka set dengan lagu “Teaching the Truth” dan enam lagu lainnya. Selalu menarik memang menyaksikan Crayola Eyes dengan tata lampu dan visual yang disusun supaya kita semakin dalam larut dalam suasana psikedelik. Asoi.

    Tidak lama setelah Crayola Eyes membereskan panggung, Bin Idris kali ini dibantu oleh Rajin Sihombing sebagai pemain gitar dua. Mereka memainkan lagu-lagu dari rilisan mereka sebelumnya dengan sangat khusyuk, seperti ‘Temaram’, ‘ Rebahan’, dan ‘Anjing Tua’. Sebelum kemudian menutup set dengan lagu “Dalam Wangi”, sebuah lagu tentang lingkungan sekitar rumahnya.

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes

    Bin Idris
    Bin Idris

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta

    Bin Idris check sound

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes minus minus

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta check sound

    Bin Idris
    Bin Idris check sound

    Robonggo & Laras
    Robonggo & Laras

    Bin Idris
    Bin Idris check sound

  • Penjelajahan Musik Untuk Memaafkan Diri Sendiri Oleh Logic Lost

    Penjelajahan Musik Untuk Memaafkan Diri Sendiri Oleh Logic Lost

    Logic Lost merilis album musik yang kedua, Forgive Yourself: Sebuah album musik yang menjelajahi kapasitas keraguan diri manusia.

    Album musik elektronika ini dirilis pada tanggal 1 Juli, di bawah naungan record label Bandung, Orange Cliff Records.

    Menurut Dylan Amirio, seniman di balik Logic Lost, Forgive Yourself dibuat atas dasar penyesalan dan obsesi dari kesalahan masa lalu, serta kesadaran bahwa semua kesalahan di
    masa lalu memang harus terjadi agar bisa berkembang sebagai manusia kedepan.

    Ini adalah album yang mencoba mendorong rasa penerimaan atas segala kesalahan di masa lalu, entah besar ataupun kecil. Segala sesuatu sudah terjadi sebagaimana mestinya, supaya manusia bisa memetik hikmahnya. “Untuk waktu yang lama, saya tidak pernah merasa cukup untuk orang lain. Akan selalu ada
    serangan refleksi diri di mana saya terobsesi dengan hal-hal seperti; saya bisa menjadi ini, saya bisa melakukannya, saya seharusnya melakukan lebih banyak, saya berharap dapat mengulangi ini, dan lain-lain. Yang saya sadari adalah jika saya terus kembali ke hal tersebut, saya tidak akan pernah menjadi manusia di masa kini.

    Semua kesalahan yang Anda buat di masa lalu seharusnya hanya berfungsi sebagai refleksi untuk memperbaiki diri Anda saat ini,” katanya.

    “Hal terbaik yang dapat saya lakukan adalah keluar dari pengalaman ini menjadi orang yang lebih baik. Semua perasaan itu sekarang disimpan dalam sebuah catatan,” pungkasnya.

    Dalam album barunya tersebut, Dylan menggaet seorang musisi eksperimental asal Bandung yaitu Tesla Manaf untuk berkolaborasi di satu track berjudul “Urn”.

    Forgive Yourself dikerjakan dari tahun Desember 2015, dan rampung pada awal 2018.

    Produser di album ini termasuk Dylan Amirio serta Wing Narada Putra untuk mixing dan John Van Der Mijl untuk mastering.

    Sampul albumnya sendiri dirancang oleh Dylan Amirio dan direktur visual album Forgive Yourself, Emirpasha Bhaskara Kisyanto. Foto itu diperoleh dari sebuah toko buku di San Francisco dan dipilih karena melambangkan kesepian dan isolasi.

    Untuk sesi premier ini, album Forgive Yourself bisa didengar secara eksklusif di halaman
    situs Deathrockstar.club.

    Album ini dapat pula didengar di beberapa situs lainnya nanti.

    Forgive Yourself juga akan
    segera dirilis dalam format CD serta kaset di waktu kedepan oleh Orange Cliff Records, yang
    berkolaborasi bersama Kollektiv Store Bandung.
    Logic Lost:
    Mobile: +6281510747103 (Dylan) +6281311179118 (Ditto) +081214545777 (Dede)
    Instagram: https://www.instagram.com/logiclost/
    Soundcloud: https://soundcloud.com/logiclost
    BandCamp: https://logiclost.bandcamp.com/
    Twitter: https://twitter.com/logiclostlogic
    Facebook: https://www.facebook.com/logiclostjkt/
    Email: dylanamirio@gmail.com
    Spotify: https://open.spotify.com/artist/5lp3vcEKa04pzONHOZJ7Td
    ITunes: https://itunes.apple.com/id/artist/logic-lost/1066121308

  • Logic Lost merilis single terbaru bertajuk "Nobody Wants You To Be Alone"

    Setelah menelurkan album ‘Runaway’ (2015) dan EP ‘If I Trust You’ (2017), musisi asal Jakarta, Logic Lost, kembali produktif dengan merilis single bertajuk “Nobody Wants You To Be Alone” pada hari Minggu, 1 April 2018.
    (more…)