Tag: pandai besi

  • Compilation no 1: Scouting Unit X Bronze Medal

    Compilation no 1: Scouting Unit X Bronze Medal

    Di saat industri musik global dinyatakan ‘terpuruk’ oleh label-label besar, label-label kecil justru bermunculan. Dengan misi menyebarkan musik-musik indah dalam format fisik yang terdesain, Scouting Unit bekerja sama dengan Bronze Label, merilis Compilation Number:01.

    Mengumpulkan band-band indie rock yang dikurasi oleh Marcel Thee (Sajama Cut, Strange Mountain, etc, etc, etc) yang juga pembawa nama Bronze Medal Records. Kemasan didesain khusus oleh kolektif Scouting Unit sendiri.

    Melihat dan mendengarkan kompilasi ini, mengingatkan diri kalau sudah lama tidak muncul sebuah kompilasi yang menandakan signifikansi dari eksistensi sebuah kancah musik. Terakhir saya tertarik mendengarkan kompilasi musik adalah Holy Noise rilisan Anoa Records, dan seingat saya terakhir kali sebuah kompilasi benar-benar memberikan penanda jaman yang signifikan adalah JKT:Skrg.

    Mungkin terlalu muluk jika kita menyebut kompilasi ini akan sesignifikan JKT:Skrg, tetapi pilihan musik yang ada, bisa dibilang mewakili kancah indie rock saat ini. Terutama kancah di Jakarta. Hanya satu band yang berasal dari luar Jakarta; Semakbelukar. Jika Serpong bukan termasuk Jakarta, kita bisa juga memisahkan Sajama Cut dan Bin Idris.

    Secara jadwal panggung, band-band yang ada di dalam sini hanya Pandai Besi dan Morfem yang memiliki jadwal panggung yang sering. Tetapi secara signifikansi dan sumbangsih pada kemajuan kancah musik berdikari di Indonesia, semua band memiliki peran yang besar. Wajah-wajah akrab mereka akan dengan mudah ditemui di setiap event yang ‘edgy’.

    Maka saran saya, jika kamu saat ini dengan sadar membaca artikel ini di Deathrockstar, ada baiknya kamu memiliki kompilasi ini. Sebagai penanda masa, seperti 12 tahun lalu saat band-band indie rajin merilis sesuatu.

    Beli di www.scoutingunit.com

    Kompilasi yang saik nih. Tq Scouting Unit

    A photo posted by deathrockstar (@deathrockstar.club) on

  • Superbad vol.58

    Superbad vol.58 ini adalah Superbad terakhir di Jaya Pub yang gedungnya akan diruntuhkan. Sementara menunggu siapnya ruangan baru, maka Superbad akan hiatus dulu. Di edisi spesial ini ada Pandai Besi, The Sastro dan Young De Brock.

    Sayangnya saya ketinggalan kamera jadi fotonya ya burem-burem hasil iPhone4 dan karena harus bekerja pagi maka tidak dapat menyaksikan Pandai Besi sampai selesai. Tapi lumayan bahagia lah karena bisa nonton Young De Brock yang sudah semakin asoi maenin rock n’roll nya, mereka sempat membawakan juga lagi dari Black Brothers. Kebetulan si Young De Brock juga baru rilis album, nah kalian bisa tuh cari albumnya, asoi kok. The Sastro juga asoi malem itu, dah lama juga ga nonton mereka. Lalu Pandai Besi juga masih tetap asoi dengan vokalis utamanya dipegang Monica Hapsari.

    Sampai bertemu di Superbad berikutnya di Jaya Pub yang baru.

    ola-

    kiki-aulia-ucup

    dinda-ibrahim-superbad

    nindya-lubis-superbad

    pandai-besi-superbad-01

    the-sastro-superbad-01

    young-de-brock-superbad-02

    young-de-brock-superbad-01

    jaya-pub-superbad-15

    pandai-besi-superbad-02

    jaya-pub-superbad-02

    jaya-pub-superbad-01

  • Sound of Saturday feat: Pandai Besi & Tigapagi

    Menyenangkan juga menyaksikan dua band yang bisa dibilang asoi dimalam Minggu tadi. Tigapagi datang dari Bandung membawa sederet bagian alat musik gesek dan gitar, lalu ada Pandai Besi yang memberanikan diri tampil tanpa Cholil yang sedang menimba ilmu di New York.

    Tigapagi menunjukan perkembangan yang cukup berarti, terasa dari cara bernyanyi Sigit yang lebih solid. Hanya saja mungkin karena tidak sempat mengaransemen setlist malam itu, instrument-instrument yang ada kurang tertata dengan baik. Bukan karena mainnya jelek, tetapi karena semua instrument seperti berebut untuk selalu berbunyi. Hanya itu saya rasa yang membuat penampilan mereka jadi kurang gigit.

    Namun sedikit banyak terbayar dengan duet mereka dengan Ade Paloh, Lalu duet dengan Paramita Sarasvati (Nadafiksi) memberi tendangan untuk beberapa bapak-bapak yang tampak tertidur. Suaranya bagus soalnya.

    Oiya cover version NYC nya Interpol keren juga. Sayang saya tidak merekamnya, karena mereka bisa memberi karakter baru ke lagu tersebut.

    Pandai Besi yang kali ini vokal utamanya dipegang oleh Monica Hapsari, berhasil menjawab keraguan banyak orang mengenai absennya Cholil. Lagu pembuka “Hujan Jangan Marah” semua keraguan mengenai absennya Cholil lansung terjawab dan hampir semua orang kagum dengan karakter suara dan kemampuan bernyanyi Monica Hapsari.

    Lalu dilanjutkan dengan Melankolia, Insomnia, sebuah cover dari The Mamas and The Papas, kemudian favorit saya Desember untuk kemudian ditutup dengan Menjadi Indonesia. Setlist yang pas tidak kependekan dan tidak kepanjangan, saya pulang dengan hati bahagia karena musik Indonesia masih aman secara kualitas. 🙂


    Ade Paloh lagi ngetes trompet
    Ade Paloh lagi ngetes trompet

    ade-paloh-hasief-deny-sakrie

    at-america-01

    tigapagi-01-band

    tigapagi-02-band

    tigapagi-03-sigit

    tigapagi-04-sigit

    tigapagi-05-feat-ade-paloh

    pandai-besi-01-cholil-skype

    pandai-besi-03-monik-

    pandai-besi-05-atamerica

    pandai-besi-06-monik-abigail

    Penampilan asoi dari Pandai Besi
    Penampilan asoi dari Pandai Besi
    Monica Hapsari dan Abigail
    Monica Hapsari dan Abigail
    Paman Asra
    Paman Asra
    Danila. Lafa dan kawan
    Danila. Lafa dan kawan
    Cakhend dan kawan
    Cakhend dan kawan
    Tigapagi dan tim manajemen
    Tigapagi dan tim manajemen
    "Sini peluk dulu dong" - asra
    “Sini peluk dulu dong” – asra