Tag: piston

  • Paguyuban Crowd Surf vol.03

    Poster acara Paguyuban Crowd Surf vol.03
    Poster acara Paguyuban Crowd Surf vol.03

    Pada awalnya di tahun 2015 adalah sebuah studio gigs kecil di Tebet, acara ini sangat berkesan bagi yang terlibat sehingga dibuatlah lanjutan acara ini. Kemudian pada tanggal 12 Januari 2020 dibuatlah vol.3 dengan pengisi acara serupa.

    Yang menjadi spesial adalah karena band-band yang di tahun 2015 bisa dibilang “belum dikenal”, saat ini masih aktif dan berhasil penggemar yang lebih banyak lagi. Jadi awalnya studio gigs sekarang berhasil membuat ruangan Rossi Musik Fatmawati penuh.

    Volume 3 ini dimeriahkan oleh Piston, .Feast. Tarrkam, Rekah, Dental Surf Combat, Gascoigne dan Cumloud. Yang sayangnya Gascoigne ga jadi manggung karena ada personelnya tiba-tiba terkena musibah, lalu Tarrkam sebagai band pemuncak terpaksa memotong set karena sang vokalis asmanya kambuh.

    Namun demikian, acara tetap meriah dan seru tentunya bisa menyaksikan band-band ini tumbuh membesar menjadi legenda musik Indonesia. Semoga ada volume-volume berikutnya.

     

  • Noise Whore Live Vol 002 : Membangkitkan Tidur Panjang The Porno & AGGI

    Noise Whore Live Vol 002 : Membangkitkan Tidur Panjang The Porno & AGGI

    Walau akhir pekan banyak menggoda dengan pilihan acaranya di tanggal 30 April – 1 Mei 2016, tapi di kedua hari tersebut saya memantapkan langkah ke Mondo Cafe, Fatmawati. Acara yang digelar kolektifan Noise Whore mempunyai daya tarik lebih kuat. Baik dari pemilihan tanggal hingga mengkurasi band yang mengisi line-up. Mereka membangunkan tidur panjang AGGI dan The Porno di hari sabtu. Mengajak Ramayana Soul untuk membakarkan dupanya kembali di hari minggu.

    Sebelum masuk, di depan parkiran melihat sekumpulan anak-anak dengan logat Jawa Timur salah satunya menegur saya. Dia Windrata Faizal vokalis dari unit post-punk/darwave Surabaya bernama Cotswolds. Mereka bermain di hari pertama bersama nama-nama baru Soft Blood, Peonies, dan Mutombo. Dan memberi tahu bahwa acara ‘ngaret’ karena sempat kena kendala teknis tempat. Tapi, sayangnya saya pun melewatkan aksi Soft Blood dan melihat Peonies sudah siap dengan kostum Doraemon. Diisi oleh salah satu pemuka indie pop lokal bernama Jodi Setiawan (yang dulunya memiliki band bernama Jodi In The Morning Glory Parade) memainkan dream-pop yang kental dalam struktur musiknya. Mengendapkan unsur Wild Nothing era Gemini. Dilanjuti gerombolan gelombang gelap asal kota Sambal Bu Rudy, Cotswolds, tampil kurang maksimal karena masalah teknis sound. Mereka juga membawakan materi baru seperti “Only In Shadow” dan “Marra”. The Porno melanjutkan tongkat estafet penampil. Berbalut seragam hitam-hitam memang sudah menjadi ciri khas mereka. Bisa dibilang inilah salah satu target yang berhasil ditembus Argia Adhidhanendra selaku founder Noisewhore untuk membawa mereka ke acara Noise Whore Vol-002.

    1462686663509

    Kolektif ini telah lama dibentuk dia bersama teman-teman sejawatnya. Bermula dari zine sekolah lalu berpindah ke media internet berupa tumblr. “Gue terpengaruh sama perkembangan zine era 2010’an, zaman Heyfolks masih di Mayestik dan kami lebih banyak membahas soal musik. Sempat mau bahas film tapi terlalu lepas dari pakemnya” ujar Arghi pria gondrong berkacamata sekelibat mengingatkan saya dengan Xandega, bassis Polka Wars. Noise Whore Live ini kali kedua yang mereka gelar. Sebelumnya pernah mengundang deretan nama seperti Bedchamber, Low Pink, hingga TaRRkam.

    Seusai The Porno, melihat gitaris handal seperti Pandu Fuzztoni tidak berpindah tempat malahan meduduki kursi drum menjadi pertanyaan besar buat saya. Ditambah Peter Andrian Walandouw (Damascus) dan Alvi Ifthikhar turut gabung bersama beliau. “Ini Mutombo nih??? Yah, dia lagi… dia lagi….” sontak teriakan penonton sehabis lagu pertama dibawakan. Memang, Mutombo memperkenalkan ke publik dunia maya lewat bandcamp hanya menggunakan moniker seperti Budi, Anto, Joko, dan bikin penasaran siapa otak dibalik band ini? Dijawab sudah di malam itu. Anti-klimaks pun terjadi sewaktu membawakan lagu terakhir dan gitar milik Peter tidak nyala total, mengambil keputusan untuk menyudahi penampilannya. Setelah ulasan ini dikabarkan Mutombo menyatakan bubar dari jagat musik sampai waktu tidak ditentukan. Sehabis itu ada AGGI yang langsung mengkooptasi panggung. Terakhir melihat mereka di Mondo Cafe yang waktu itu masih berlokasi di Kemang. Masih tetap terdengar manis walau menjadi penampil terakhir.

    1462686607865

    Argia mengaku bahwa dalam proses mengkurasi band dia serahkan kepada teman-temannya juga. Sewaktu ditanya apa kalian merugi atau tidak? Dia tidak terlalu perduli akan situasi itu, nyatanya ini acara tanpa sponsor dan seratus persen dikerjakan berdasarkan passion dari mereka masing-masing.

    Kalau hari pertama lebih sering disuguhkan nuansa dream-pop sampai indie rock 90’an, di hari kedua raungan distorsi hampir mendominasi penuh ke dinding telinga kalian. Dibuka oleh grup anyar bernama Bising Kota yang memiliki nuansa seperti Heinrich Manuver, dengan Erlangga Ishanders (atau akrab dipanggil Angga) dari Ramayana Soul sebagai penggebuk drum pengganti. Lalu ada Feast selalu tampil tidak mengecewakan tiap saya lihat penampilannya. Piston pun melanjutkan alur acara ini. Sangat senang melihat Yulio Abdul Syafik telah kembali mebetot bass semenjak masa penyembuhan patah lengannya. “Hakim Tak Berpalu” pun menyulut keriuhan kecil seketika. Seusai mereka, para personil r e k a h sudah terlihat mengambil posisi masing-masing. Ini merupakan Ritus ketiga milik mereka. Penampilan yang didramatisasi oleh sang vokalisnya menjadi nilai plus. Bagaimana tidak terlalu drama? Ketika melihat lirik-lirik dingin dimuntahkan bercampur aksi Faiz Alfaressi (vokal) beraksi menaiki tangga hingga keluar ke balkon. Seperti saya bilang diatas, Ramayana Soul kembali membakar dupanya petanda dibukanya pintu Dimensi Dejavu. Karena factor sound kurang memuaskan, tapi totalitas yang mereka kerahkan perlu diapresiasi. Noise Whore Vol 002 ditutup oleh seklompok muda menamakan diri mereka Circarama. Walau terbilang muda mereka menunjukan kesolidan antar personil.

    “Gue sih pengen mengajak Pestolaer reunian” pungkas Argi ketika ditanya siapa yang ingin (atau cita-cita) diundang untuk Noise Whore Live. Konon kolektifan ini juga mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk volume selanjutnya. Penasaran? Ditunggu saja Noise Whore Vol 003.

    Photos: Damar Anjar

  • Toxic Warriors : Three Way Split Cassette (Piston, Terapi Urine, Jangar)

    Toxic Warriors : Three Way Split Cassette (Piston, Terapi Urine, Jangar)

    Record Store Day mendekati dalam hitungan hari. Tahun ini serempak dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 April 2016. Tentunya momen itu tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh tiga band, Piston (Speed Rock, Jakarta), Terapi Urine (Grind Parody, Bandung) dan Jangar (Doom Metal, Bali). Ketiga band ini akhirnya memantapkan untuk melepas sebuah three-way split lintas genre bertajuk Toxic Warriors. Buah pemikiran pembetot bass dari Piston, Yulio Abdul Syafik.

    “Karena ide ini munculnya super mendadak, maka format kaset adalah bentuk fisik yang paling memungkinkan untuk kita rilis. Selain Piston, Terapi Urine dan Jangar juga setuju karena kita semua besar dan lahir di era hype-nya kaset, “ ungkap Yulio yang sedang absen bermain bass karena sedang tahap pemulihan tangannya. Toxic Warriors three-way split yang menjadi rilisan spesial di Record Store Day 2016 ini, nantinya akan tersedia di booth-booth official RSD di tiga kota, yaitu Jakarta, Bali dan Solo. Dibanderol seharga Rp 25.000,- untuk setiap kepingnya. Mempercayakan Testa Siregar untuk mengerjakan artworknya.

    Piston

    Terapi Urine

    Jangar

    Toxic Warriors Kaset

     

  • Pride and Joy feat Kelelawar Malam, Vague, Zzuf, Piston

    Pride and Joy feat Kelelawar Malam, Vague, Zzuf, Piston

    Rabu, 23 Desember 2015 JK7 Cafe, Arion Swiss-Belhotel Kemang Jl. Kemang Raya No. 7, Jakarta Selatan Start from 7pm till drop FREE Entry!! Pride and Joy menghadirkan: - Kelelawar Malam - Vague - Zzuf - KIEF - Piston - Cum Loud - taRRkam
    Rabu, 23 Desember 2015
    JK7 Cafe, Arion Swiss-Belhotel Kemang
    Jl. Kemang Raya No. 7, Jakarta Selatan
    Start from 7pm till drop
    FREE Entry!!
    Pride and Joy menghadirkan:
    – Kelelawar Malam
    – Vague
    – Zzuf
    – KIEF
    – Piston
    – Cum Loud
    – taRRkam
  • Superbad #68

    Superbad #68

    Tiga band asoi; Dental Surf Combat, Piston dan Petaka. Malam itu semua penampil tidak ada yang berada di panggung lebih dari tiga puluh menit. Dua gelas bir dan satu gelas orange juice tepat habis setelah ketiganya selesai.

    Malam belum terlalu larut untuk pulang sambil terkantuk-kantuk. Apalagi ketiga band tadi semuanya menyegarkan. Sebuah anthem baru muncul, setidaknya bagi saya; hardcore akhir pekan. Sebuah karya dari band bernama Petaka yang cocok banget untuk kegiatan saya beberapa tahun terakhir, walau tidak banyak yang benar-benar dihabiskan untuk menonton band hardcore. Tetapi cocoklah.


    Dental Surf Combat

    dental_surf_combat-00

    dental_surf_combat-01

    dental_surf_combat-03

    jaya_pub

    piston-02

    piston-03

    petaka-03

    petaka-04

    petaka-05