Tag: Rabu

  • RRRECFEST In The Valley day 02

    RRRECFEST In The Valley day 02

    Ide yang sangat brilian membawa band-band asoi dari berbagai daerah di Indonesia dan mengundang musisi-musisi dan seniman asoi dari Malaysia, Singapura dan Singapura lalu membuatkan panggung di lembah yang sejuk.

    Perjalanan memakan waktu enam jam karena infrastruktur kota Sukabumi yang ngaco, jalan sekecil itu dilintasi entah berapa banyak bis dan truk. Jalur yang jika lancar-lancar saja hanya memakan waktu tiga jam. Namun tidak mengapa, semua itu terbayar lunas dengan sajian kesenian dan diskusi yang memuaskan dahaga akan bentuk kesenian kontemporer yang otentik dan bagus.

    Bis kami akhirnya tiba di venue, dan tidak lama kemudian sudah disambut dengan sajian musik ringan dari Tetangga Pak Gesang yang menemani makan siang kami semua. Duo pendongeng dengan musik folk ber-ukulele dan kazoo ini dengan solid membuat saya kembali bersemangat setelah tertekan didalam bis selama enam jam perjalanan.

    Dilanjutkan kemudian kita turun ke lembah untuk Backwood Sun yang semakin solid, lalu Bangku Taman yang konsisten keren namun sayangnya terpotong jeda karena hujan. Saya sendiri ngos-ngosan menanjak lembah untuk mengambil jas hujan hanya untuk kemudian merelakan sisa show Bangku Taman karena tidak mampu bangkit dari matras ditenda.

    Setelah beristirahat sekejap setelah hujan reda, saya turun kembali ke lembah untuk menyaksikan duo Ari Reda, dua orang yang sebenarnya sudah lama berkarya namun baru kali ini saya menyaksikan bagaimana indahnya puisi dimusikalisasi dengan sederhana. Auranya seoertinya menyaksikan Simon and Garfunkel, suasana lembah membuat pertunjukan sore itu semakin khusyuk.

    Dilanjutkan Ramayana Soul dengan sitar dan kegundahan seksualnya. Kemudian Pandai Besi yang hampir ga pernah mengecewakan untuk kemudian melanjutkan malam dengan menyaksikan kembali mistisnya Rabu.

    Cukup mengagumkan dengan konsistensi mereka tetap menyalakan kemenyan walau ditengah lembah. Malam semakin dingin, untung saja teman-teman dari Kuala Lumpur membagi beberapa teguk Jägermeister.

    Malam dilanjutkan oleh Jirapah, Matajiwa dan pertunjukkan super intim dari Pure Saturday. Sayangnya saya terjebak hujan dipuncak bukit dan tidak bisa turun untuk menyaksikan mereka. Untungnya ada David, Acum dan Ari Dagink yang menghibur dilokasi tersebut dengan diskusi dan nyanyian-nyanyian merdu.

    Kemudian saya menutup hari pertama dengan sesi karaoke intim bersama.

    …bersambung

    indra_ameng_01

    seroja

    diskusi_aneh

    jah_ipul

    kontras

    Tetangga Pak Gesang
    Tetangga Pak Gesang

    arie_dagienkz

    tetangga_pak_gesang-02

    pameran_poster

    ario_sapi

    Bandros
    Bandros
    Backwood Sun
    Backwood Sun
    The Popo & Azer
    The Popo & Azer
    Ruru Shop in the Valley
    Ruru Shop in the Valley

    yungxslaw-margalo

    rrrecfest-in-the-valley

    rrrecfest_in_the_valley-ili-john_navid

    liyana-abigail-felix-dimas

    ari_reda-01

    ari_reda-02

    reda-liyana_fizi-ari

    ari_reda-03

    ramayana_soul-01

    tenda_pengakuan_dosa

    marian

    kilam-david-marikeke

    pandai_besi-rrrecfest-01

    Rabu
    Rabu

    wahyu_acum-david_tarigan

    henry_foundation-arie_dagienkz

  • Foto dari Rabu “Renjana Tour” di Coffee War Jakarta

    Foto dari Rabu “Renjana Tour” di Coffee War Jakarta

    rabu-02
    Malam Jum’at kemarin terasa lebih mistis dengan bau-bau dupa dan kemenyan yang disematkan oleh pentolan Kongsi Jahat mas Gufi diberbagai sudut Coffee War. Lokasi Coffee War yang memang rada-rada menyendiri menambah kekusyukan malam yang mistis itu.

    Dibuka sekitar jam sembilan oleh mas Kiki Aulia Ucup sang MC kondang dan pengorganisir even kecil kenamaan, ia mempersilahkan Parisude untuk memulai setlistnya.

    Lumayan lama juga sejak terakhir menyaksikan Parisude dan kali ini disesi yang lebih leluasa, mereka memainkan setlist lumayan panjang termasuk didalamnya beberapa lagu baru yang akan dimasukkan kerilisan mereka berikutnya. Tampak dibelakang drum dan perkusi adalah vokalis dari Young De’Brock yang rupanya juga fasih bermain drum dan perkusi.

    Dilanjutkan oleh Rabu dan lampu dibuat lebih temaram, membuat hasil-hasil fotonya lebih mistis. Mengingatkan pada Nick Cave dan The Birthday Party versi lebih kasar, ia membawakan lirik-lirik bertema kegelapan dan kemuraman interaksi dengan alam lain. Tampak masih canggung membawakan lagu-lagunya ia beberapa kali keselip nada, namun karena sesinya memang avant garde jadi kejadian itu tampak seperti disengaja.

    Mereka juga menjual CD albumnya yang dimuat didalam besek makanan, disertakan pula didalamnya kemenyan dan rokoknya. Cocok dinyalakan di malam Jum’at sambil mendengarkan musik-musik indah didalam CD tersebut.

    Kamu bisa mendengarkan album tersebut dibagian akhir postingan ini.

    tika-01

    iman-fattah-bembi-

    parisude

    parisude-01

    parisude-02

    parisude-03

    parisude-04

    parisude-05

    parisude-06

    sawi-deva

    coffee-war-03

    indra-ameng-yoshi-fe-satria-ramadhan

    coffee-war-sawi-lieu-rezanov

    gilang-gombloh-coffee-war

    coffee-war-kemang-02

    rabu-03

    rabu-04

    rabu-01

    coffee-war-kemang-01

    rabu-06

    rabu-05

    coffee-war-kemang-03

    coffee-war-kemang-04

    Rabu – Renjana

  • Rabu “Renjana” Tur 2014

    Rabu “Renjana” Tur 2014

    rabu-renjana
    Setelah sekian waktu saya penasaran dengan band folk kelam asal Jogjakarta ini, akhirnya mereka akan mengunjungi beberapa kota juga dan saya berharap bisa menyaksikan salah satu dari rangkaian tur yang dikoordinasi oleh Kongsi Jahat ini.

    Rabu adalah Wednes Mandra (gitar/vokal) dan Judha Herdantha (gitar), dua pemuda asal Yogyakarta yang memainkan musik dark folk yang gelap, misterius, dan sarat gaung.

    Rangkaian EP awal mereka – Semerbak Wangi Demo (2012), Kemarau, Bunda, dan Iblis (2013), dan Marani (2013) – dirilis melalui berbagai netlabel independen di Yogyakarta, dan perlahan-lahan mengangkat Rabu sebagai salah satu band cult yang sedang naik daun di scene musik Yogyakarta. Album terbaru mereka, Renjana, pertama disebarluaskan oleh netlabel kawakan YESNOWAVE pada 2013, sebelum rilis terbatas dalam format kaset oleh label A Room With a View dan Sonic Funeral.

    Jumpai Rabu di:

    19 Juni 2014 : Coffeewar (Jakarta)
    20 Juni 2014 : Omuniuum (Bandung)
    21 Juni 2014 : HoutenHand (Malang)
    22 Juni 2014 : C2O Library (Surabaya)
    23 Juni 2014 : Arje’s Kitchen (Solo)
    24 Juni 2014 : Tung De Blang Resto (Semarang)
    26 Juni 2014 : IFI – LIP (Yogyakarta)

    download lagu mereka yang juga tayang di Aliansi Musik edisi May 2014.

    notes:
    Jam dijadwal mungkin saja berbeda, harap dicek ulang via
    Wednes Mandra

    Studio Swadesi FM 1079, Demangan, Jambidan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55195
    hp: +6285726979511
    email: suarabu@gmail.com
    twitter: @suarabu
    facebook: www.facebook.com/rabumusik
    soundcloud: www.souncloud.com/rabumusik

  • Aliansi Musik Mei 2014

    Aliansi Musik Mei 2014

    COVER-MAY-2014
    Tracklist

    01. Dopest Dope – The Luck Song (Surabaya)
    02. Christabel Annora – If These Walls Could Talk (Malang)
    03. Rabu – Semayam (Yogyakarta)
    04. Black Coffee Monologue – Two Years (Semarang)
    05. Future Collective – A Distant Beach (Jakarta)
    06. Parau – Darah Menoreh Sejarah (Bali)
    07. The Working Class Symphony – Broken Heart (Solo)

    Pertama-tama, kami ucapkan terimakasih atas besarnya apresiasi terhadap rilisan kompilasi perdana Aliansi Musik yang bisa diterima khalayak luas diluar sana. Semaksimal mungkin kami tetap menyajikan band/musisi yang sering kalian dengar ataupun sebaliknya per tiap bulan. Segala unsur yang mendukung melalui sarana internet—dari mencari talent berbakat di berbagai platform musik—sudah menjadi senjata utama. (more…)