Tag: Strange Fruit

  • [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    [Exclusive Streaming] Strange Fruit – Anything That Glows

    Jika mau ditarik kembali memori kami, pertama kali melihat penampilan band ini sewaktu kami menghadiri Superbad (volume ke-53 kalau tidak salah ingat) diantara deretan nama band lain. Kala itu Baldi Calvianca, otak dibalik Strange Fruit, memberi suguhan berbeda seperti musisi indie-rock pada umumnya. Ya bisa kalian bayangkan, hampir semua pedal efek didepannya tak luput digunakan sebagai ‘bumbu’ ke dalam materi-materi mereka. Tak heran label sekelas Leeds Records tertarik untuk merilis EP pertama mereka berjudul The Dolphin Leap tahun lalu.

    2016 pun dipilih menjadi tahun pembuktian Strange Fruit yang sudah sering bongkar pasang personil untuk merilis album penuh. Kini Baldi memiliki formasi yang cukup kuat dalam fondasi band ini. Masih mengajak Irza Aryadiaz (Drum), Nabil F. Hiliard (Bass, Vocal), dan menambah Aryandra Kareem pada departemen gitar.

    Sebagai jembatannya, kita menyiarkan single terbaru mereka berjudul “Anything That Glows” secara eksklusif. “Bukan tanpa alasan mengapa “Anything That Glows” dipilih sebagai single pertama kami, lagu ini cukup mewakili lagu-lagu dialbum pertama nanti.” ujar Baldi memberikan alasan. Konon single ini bercerita tentang hidup yang harus memiliki sebuah mimpi, sebuah keyakinan untuk mencapai/mendapatkan sesuatu. Intinya sebuah kepercayaan mencapai keberhasilan. Pula menghargai serta mendukung orang-orang yang bisa bikin kalian merasa lebih hidup. Semakin penasaran dibuatnya? Langsung dengarkan single terbaru Strange Fruit dibawah ini;

  • #SAJAMACLUB : Sajama Cut Gelar Showcase Peluncuran Album Hobgoblin

    #SAJAMACLUB : Sajama Cut Gelar Showcase Peluncuran Album Hobgoblin

    Sebuah penantian panjang untuk hasil yang maksimal karena setelah dirilis pada bulan Juni silam, Hobgoblin yang merupakan album ke-empat dari band kawakan asal Jakarta Sajama Cut akan mempersembahkan #SAJAMACLUB dalam bentuk konser pada 17 September 2015 di Eco Bar 365, Kemang, Jakarta Selatan.

    Konon katanya di konser ini, 100 fans pertama yang pada Juli lalu mem-preorder album ke-4 Sajama Cut, Hobgoblin, menjadi undangan khusus yang akan mendapatkan pin keanggotaan Sajama Kids (sebutan fans Sajama Cut) yang dapat memberikan akses khusus ke acara-acara spesial Sajama Cut. Seratus Sajama Kids tersebut juga akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang-orang pertama yang dapat membeli merchandise ekslusif, yang termasuk kaset mixtape Ghost Eyes, yang berisikan demo, outtakes, versi cover dan remix dari album Hobgoblin. Tiket untuk umum dijual seharga Rp.25.000 (First Drink Charge).

    Konser ini juga merupakan panggung pertama Sajama Cut sejak tahun 2014 dan merupakan hasil kerjasama dari label Elevation Records, Prasvana, dan Pop Up Demajors. Hype akan formasi terbaru Sajama Cut memang sudah lama membuat fans-fans Sajama Cut yang disebut Sajama Kids, gatal melihat bagaimana bedanya tampilan mereka nanti.

    Perwakilan Prasvana mengatakan bahwa “Kami selalu ingin mendukung scene musik independent khususnya Indonesia, and we have always been fans of Sajama Cut.”

    Taufiqrahman dari The Jakarta Post, yang juga kepala dari label Elevation Records, memuji Sajama Cut dengan mengatakan, “Sebagai label yang merilis album mereka, kami sangat excited untuk melihat bagaimana album kompleks seperti Hobgoblin akan terdengar di panggung.”

    Dibantu oleh band noise-pop Strange Fruit sebagai opening act, konser ini juga akan menampilkan seniman kolase Ika Vantiani yang akan memperagakan pengerjaan sebuah kolase secara live sambil diiringi oleh musik dari Sajama Cut. Bentuk kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kolaborasi-kolaborasi yang lain—dalam bentuk ilustrasi maupun puisi—yang dikemas dalam bentuk buku dan dirilis berbarengan dengan album Hobgoblin. Majalah online Disorder pun telah menyiapkan sebuah artikel mendalam tentang Sajama Cut dalam rangka menyambut acara ini.

    Founder kita Eric Wirjanata mengatakan, “Gue sempat lihat sesi latihan Sajama Cut untuk formasi Hobgoblin ini, tampak terlihat kalau personel-personelnya sekarang lebih dapat kimia bermusiknya dibanding biasanya. Gue rasa manggungnya perlu ditunggu banget.”

    Menjawab pertanyaan mengapa konser ini digelar tiga bulan setelah album rilis, vokalis serta penulis lagu Marcel Thee berujar, “Materi baru ini cukup menantang untuk dibawa live, dan kita ingin memastikan bahwa eksekusi-nya sesuai dengan materi yang didengar orang di album, atau bahkan lebih menampol lagiFormasi live Sajama Cut terbaru ini – dengan asistensi maut dari Asra di keyboard, Yudhis Tira di gitar kedua, dan Andri Ruay di drum – adalah yang terbaik yang pernah ada dalam sejarah band ini. Gue yakin Sajama Kids akan setuju, karena show ini sepenuhnya untuk mereka.”

    Hobgoblin sendiri tentunya telah menjadi album yang mendapatkan banyak pujian dari tokoh-tokok influential di skena musik Indonesia.

    Reno Nismara dari Rolling Stone mengatakan, “Empat album dalam rentang waktu tiga belas tahun memang bukanlah statistik yang memukau. Namun dalam kasus Sajama Cut, setiap albumnya memamerkan lonjakan-lonjakan musikal yang berarti. Atas sebab itulah pentas musik ini menjadi penting: dalam satu malam menampilkan segala ragam musik yang pernah diciptakan Marcel Thee dkk. sekaligus mengilustrasikan pendewasaan mereka dalam format konser; dari ‘Apologia’ sampai ‘Hobgoblin’.”

    Sedangkan Rudolf Dethu (pemerhati musik dan sosial, manajer Leonardo, ex-manajer Superman Is Dead) mengatakan, “Album Sajama Cut yang paling baru ini bak sebuah perayaan kesenduan dan kepucatan secara elegan. Pop intelek dan brilian. I heart Sajama Cut!”

     

    SC_A3Hires

  • Compilation no 1: Scouting Unit X Bronze Medal

    Compilation no 1: Scouting Unit X Bronze Medal

    Di saat industri musik global dinyatakan ‘terpuruk’ oleh label-label besar, label-label kecil justru bermunculan. Dengan misi menyebarkan musik-musik indah dalam format fisik yang terdesain, Scouting Unit bekerja sama dengan Bronze Label, merilis Compilation Number:01.

    Mengumpulkan band-band indie rock yang dikurasi oleh Marcel Thee (Sajama Cut, Strange Mountain, etc, etc, etc) yang juga pembawa nama Bronze Medal Records. Kemasan didesain khusus oleh kolektif Scouting Unit sendiri.

    Melihat dan mendengarkan kompilasi ini, mengingatkan diri kalau sudah lama tidak muncul sebuah kompilasi yang menandakan signifikansi dari eksistensi sebuah kancah musik. Terakhir saya tertarik mendengarkan kompilasi musik adalah Holy Noise rilisan Anoa Records, dan seingat saya terakhir kali sebuah kompilasi benar-benar memberikan penanda jaman yang signifikan adalah JKT:Skrg.

    Mungkin terlalu muluk jika kita menyebut kompilasi ini akan sesignifikan JKT:Skrg, tetapi pilihan musik yang ada, bisa dibilang mewakili kancah indie rock saat ini. Terutama kancah di Jakarta. Hanya satu band yang berasal dari luar Jakarta; Semakbelukar. Jika Serpong bukan termasuk Jakarta, kita bisa juga memisahkan Sajama Cut dan Bin Idris.

    Secara jadwal panggung, band-band yang ada di dalam sini hanya Pandai Besi dan Morfem yang memiliki jadwal panggung yang sering. Tetapi secara signifikansi dan sumbangsih pada kemajuan kancah musik berdikari di Indonesia, semua band memiliki peran yang besar. Wajah-wajah akrab mereka akan dengan mudah ditemui di setiap event yang ‘edgy’.

    Maka saran saya, jika kamu saat ini dengan sadar membaca artikel ini di Deathrockstar, ada baiknya kamu memiliki kompilasi ini. Sebagai penanda masa, seperti 12 tahun lalu saat band-band indie rajin merilis sesuatu.

    Beli di www.scoutingunit.com

    Kompilasi yang saik nih. Tq Scouting Unit

    A photo posted by deathrockstar (@deathrockstar.club) on

  • Strange Fruit akan merilis The Dolphin Leap pada Record Store Day 2015

    Strange Fruit akan merilis The Dolphin Leap pada Record Store Day 2015

    Band indie-rock/psikedelika/shoegaze/asoi ini akan merilis format kaset mini album The Dolphin Leap pada perhelatan Record Store Day 2015 nanti.

    Selain dalam format kaset mereka juga akan merilis versi lain lagu ini dalam tiga versi video sekaligus, visual audio, live video, dan official video.

    Enjoy

  • HARBINGER VOL. 1: The Porno, Strange Fruit, Piston, Hatefield, Feast, Torpedoest.

    HARBINGER VOL. 1: The Porno, Strange Fruit, Piston, Hatefield, Feast, Torpedoest.

    harbinger-cafe-mondo

    HARBINGER VOL. 1 Menampilkan The Porno, Strange Fruit, Piston, Hatefield, Feast, Torpedoest.

    Sekilas Tentang HARBINGER VOL. 1

    “Harbinger memiliki makna ganda: ia dapat diartikan sebagai sosok yang membawa perubahan, merobek pola lama. Ia adalah seorang penyampai pesan, yang menyatakan hal-hal yang belum dikatakan dan diketahui oleh orang lain. Ia adalah sebuah visi, yang memetakan masa depan, meramal menembus ketidakpastian. Terlebih-lebih, Harbinger merupakan suatu keadaan, suatu sikap, akan semangat untuk melakukan pembaharuan, dengan hingar-bingarnya tersendiri.”

    Berangkat dari definisi tersebut, sekelompok anak muda yang memainkan musik rock, sepakat untuk menggelar acara kolektif yang diberi tajuk dengan HARBINGER VOL. 1, pada tanggal 21 Maret 2015 mendatang di Café Mondo, Kemang, Jakarta Selatan.

    Untuk gelaran debut ini, Harbinger akan menampilkan empat band pendatang baru dan dua headliner untuk memastikan bahwa HARBINGER VOL. 1 akan berlangsung meriah. Mereka yang merupakan para penggagas utama acara HARBINGER VOL. 1 ini dan akan tampil adalah Hatefield, Piston, Feast serta Torpedoest. Juga tidak lupa menghadirkan Strange Fruit dan The Porno yang tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat musik rock tanah air.

    Tidak hanya menampilkan musik rock ragam genre, di HARBINGER VOL. 1 ini nanti juga akan ada beberapa lapak merchandise dari para penampil dan visual art dari seorang visual artist muda berbakat Baskara Putra. Acara HARBINGER VOL.1 ini juga akan didokumentasi secara eksklusif oleh duet video maker Dyantini Adeline dan Yovista Ahtajida dari rumah produksi independen The Youngrrr.