Tag: the sounds project

  • The Sounds Project 2025 – Jakarta

    The Sounds Project 2025 – Jakarta

    The Sounds Project 2025

    The Sounds Project 8.
    8-10 Agustus 2025
    Ecopark & Ecovention Ancol, Jakarta.
    Ticket at https://ticket.thesoundsproject.com

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    The Sounds Project Series Depok telah berhasil terlaksana selama dua hari berturut-turut di

    Rooftop ITC Depok, lebih dari 20 penampil juga sukses memeriahkan perhelatan festival di hari kedua ini.

    Festival ini dibuka oleh Kunto Aji yang lagu-lagunya selalu menenangkan

    setiap jiwa yang hadir. Kesyahduan proses terapi Kunto Aji ini didukung dengan visual panggung yang sangat menyentuh dan hujan kecil.

    Kemudian dilanjutkan oleh sederet penampil favorit dalam negeri lainnya seperti, Danilla, Amigdala, Skastra, Reality Club dan The Changcuters dengan aksi panggungnya yang masih energic.

    Meskipun hujan mengguyur, namun antusias penikmat musik yang hadir tidak surut. Mereka tetap bersuka ria dan bernyanyi bersama. Kemudian penampilan musik dilanjutkan oleh Jason Ranti melalui konsep barunya yang dibalut dengan sentuhan orkes dengan berkolaborasi bersama Orkes Nunung CS yang mampu membuat penikmat musik yang hadir bernyanyi dan bergoyang bersama.

    Fourtwnty juga ikut memeriahkan The Sounds Project Series Depok bersama The Adams dan Nidji di panggung lainnya.

    The Sounds Project Series Depok semakin dibuat bergoyang oleh penampilan Feel Koplo yang turut mengajak Sintya Marisca berjoget di atas panggung, pemain FTV yang video jogednya di salah satu festival musik telah viral.

    Perhelatan The Sounds Project Series Depok akhirnya selesai dan lengkap setelah ditutup oleh penampilan dari Ucup Pop (Kiki Aulia Ucup) yang berkolaborasi dengan Babang Andika yang membawakan lagu-lagu populer tahun 2000-an dan mampu menghipnotis kaum hawa maupun adam.

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Hari pertama The Sounds Project Series Depok dibuka dengan single “Say Hello” dari Ardhito Pramono yang membuat para penikmat musik berkumpul mendekati panggung dan mulai menikmati acara The Sounds Project Series Depok.

    Kemudian dilanjutkan oleh ThePanturas, TheSIGIT, Tipe-X, The Upstairs hingga Efek Rumah Kaca yang membuat area festival Rooftop ITC Depok hari Sabtu itu menjadi sangat meriah.

    Sementara itu di MG Stage juga memiliki euphoria yang tak kalah meriah. Panggung ini dibuka oleh Payung Teduh yang menemani para pengunjung untuk menikmati senja mereka di rooftop bersama single-single milik Payung Teduh yang sudah akrab di telinga dan hati pengunjung. Acara kemudian semakin meriah bersama The Cat Police, Pamungkas, Sisitipsi dan Elephant Kind dengan energinya yang sangat menggelora.

    Festival musik yang terlaksana pada hari Sabtu, 2 November 2019 kemarin semakin lengkap dengan penampilan Club Dangdut Racun yang menutup malam minggu dengan balutan musik dangdutnya.

  • The Sounds Project Series: Bekasi.

    The Sounds Project Series: Bekasi.

    Demi menyaksikan lagu ‘Amin Paling Serius’ dan ‘Ikat Aku di Tulang Belikatmu’ dibawakan oleh Sal Priadi, maka perjalanan panjang melintasi kotapun kulalui.

    Tidak biasanya saya pergi sendiri menuju kota yang tidak terlalu saya kenal, tapi ini urusannya berbeda; demi musik. Kebetulan juga saya sudah beberapa kali menghadiri festival yang diselenggarakan dengan nama The Sounds Project dan pengalaman yang mereka berikan cukup menyenangkan.

    Saya juga jadi penasaran mengenai pengalaman apa yang akan mereka berikan lewat rangkaian The Sounds Project Series ini. Selain Sal Priadi, saya juga penasaran dengan formasi terbaru the Upstairs. Kubil dan Jimi plus kakak beradik dari Fisika Matematika, tentunya menarik.

    Sal Priadi dan Chintana Jo
    Sal Priadi dan Chintana Jo

    Sayang saya terlambat datang dan hanya sempat menyaksikan sedikit penampilan Maliq n d’Essentials yang tampil sebelum maghrib. Namun demikian, ini berarti saya masih bisa menyaksikan Sal Priadi, yang semakin menjadi bahan obrolan sejak penampilannya di WTF tahun ini.

    Memang Sal Priadi ini adalah figur yang menarik. Tidak mudah mencari padanan untuk orang yang menulis judul lagu sekuat ‘Ikat Aku di Tulang Belikatmu’ atau ‘Amin Paling Serius. Awalnya terdengar ‘cheesy’ namun setelah menyaksikan aksi panggungnya, judul-judul dan lirik-liriknya menjadi lebih relevan bagi saya.

    Selain itu, saya tidak ingat kapan terakhir kali menyaksikan bintang panggung seteatrikal ini, seseorang yang fasih berucap kata romantis dan profan sekaligus dalam satu nafas dengan elegan.

    Sungguh penampilan yang menarik.

  • The Sounds Project Vol. 4 “Festival dari Generasi Muda, dan untuk Generasi Muda”

    The Sounds Project Vol. 4 “Festival dari Generasi Muda, dan untuk Generasi Muda”

    Festival musik The Sounds Project Vol. 4 sukses menghibur sekitar 12.000 penikmat musik untuk berpesta dua hari dua malam pada hari Jumat, 22 Maret dan Sabtu, 23 Maret 2019.

    Hari pertama perhelatan The Sounds Project Vol. 4 dibuka oleh Adhitia Sofyan di panggung The Sounds Project X Authenticity di P6. Selain Adhitia Sofyan, beberapa musisi lintas genre juga ikut meramaikan panggung P6 seperti Kurosuke, Bam Mastro, Mocca, Reality Club, dan grup soulful jazz asal Taiwan; Sunset Rollercoaster, kemudian ditutup dengan set manis oleh duo DJ pelestari music dansa Indonesia Diskoria Selekta. Mereka semua berhasil menggetarkan panggung P6, Area Parkir yang disulap menjadi area konser menambah panasnya suasana (dalam arti sebenarnya dan figuratif), jarak antara penonton dan musisi yang tidak terpisah barikade membuat atmosfer keintiman begitu terasa.

    Stage utama The Sounds Project Stage yang berada di P7 sudah padat sejak sore hari karena ada quartet idola remaja ibukota HIVI! yang didaulat sebagai pembuka, dilanjut oleh solois muda baru nan-jenius Pamungkas, lalu ada unit pop White Shoes and The Couples Company, disambung oleh penampil-penampil yang namanya sangat melekat di lifestyle festival ibukota yaitu Kunto Aji dan Maliq & D’essentials. Setalah maliq, penonton terbukti sangat bernostalgia dalam set Project Pop, yang setelahnya ditutup dengan sangat manis oleh penampilan Fourtwnty. Menyaksikan band yang tampil di stage utama The Sounds Project adalah mimpi indah yang menjadi nyata untuk sebagian besar penikmat musik yang hadir.

    Berlanjut ke hari kedua pagelaran The Sounds Project Vol. 4 yang sama padatnya dengan hari pertama. Hari yang indah ini dibuka oleh wanita cantik bersuara emas, Danilla sukses mengundang para audience yang didominasi kaum adam untuk memenuhi area stage P6. Kemudian dilanjutkan oleh unit rock asal tangerang dan yogyakarta The Cat Police & Grrrl Gang. .Feast sebagai nama yang sedang panas-panas nya dikalangan anak muda saat ini berhasil “membakar” stage The Sounds Project saat itu, mereka yang dengan spesialnya mengajak Fauzan Lubis (Vokalis Sisitipsi) untuk tampil bersama. Seakan sedikit diistirahatkan, tempo dilambatkan oleh “dakwah” dari musisi folk Jakarta Jason Ranti. The Upstairs tak mau kalah dengan kejutannya yang membawa David Bayu (Vokalis Naif) naik ke atas panggung untuk menyanyikan tembang sidestream legendaris “Matraman”, lalu ada Naif dengan repertoar hitsnya yang tak lekang oleh waktu, dan ditutup dengan band dirty jazz asal Jakarta, Sisitipsi. dengan tembang rakyat andalan mereka, Alkohol.

    Beralih ke panggung P7, The Sounds Project dibuka dengan musik magis yang sukses menyihir para audience dari Stars & Rabbit. Kemudian disambung oleh unit hard rock asal bandung The SIGIT, lalu Barasuara memberikan penampilan special berkolaborasi dengan seniman visual ternama Indonesia, Isha Hening, audience dimanjakan oleh pengalaman audio dan visual yang luar biasa di set Barasuara.

    The Adams menggeber crowd dengan tembang-tembang andalan mereka dari album teranyar Agterplaas. Belum selesai sampai disitu saja Summer Salt sebagai salah satu penampil internasional yang cukup spesial, berhasil memberikan usa-beach-summer-vibes untuk para audience mereka di Indonesia. Nostalgia dibawakan pada set Jamrud, ballroom dan stage bergetar, pecah haru dan tangis juga terjadi saat mereka membawakan tembang legendaris “Pelangi Di Matamu”. Setelah itu joget-massal yang dilakukan audience saat set penutup dari NDX AKA seakan-akan membuktikan bahwa dangdut adalah musik yang bisa diterima seluruh lapisan masyarakat.

    Melalui Program Music Talks audience bisa menambah ilmu mengenai industri dan dunia permusikan, Music Talks selama 2 hari dimoderatori dengan cerdas oleh Aldila Karina dari Demajors & Synchronize Festival, beberapa pembicara yang silih-berganti memberikan suplai edukasi kepada audience adalah nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi di telinga para pelaku industri musik seperti Davian Akbar (Fotografer Barasuara), Melina Anggraini (Fotografer .Feast), Gerhana Banyubiru (The Sounds Project), Novaldi Alghani (Magical Feeeling), Argia Adhindhanendra (Noisewhore), Kenneth Ibrahim (9th Music Gallery), Xandega Tahajuansya (Studiorama), Grrrl Gang, The Cat Police , Baskara Putra (.Feast), dan Fauzan Lubis (Sisitipsi). Setelah sesi Music Talks, tempat tersebut disulap menjadi tempat Movie Screening. Para audience yang hadir dapat menikmati film-film pop-culture sekaligus rehat sejenak jika lelah karena memburu penampilan dari musisi-musisi favorit.

    Tidak jauh dari area Music Talks dan Movie Screening, kita bisa melihat banyak orang yang bergoyang dan memadati Joget Stage. Stage tambahan yang memang didesain untuk mereka yang gila-dansa ini menampilkan para pemandu lagu-pemantik pesta dari beragam genre dan sub-kultur di Jakarta, mereka adalah Dizkorea dan Feel Koplo pada hari Jumat serta Soyokaze, Muda Mudi, dan Mr. Nostalgila pada hari Sabtu. Para audience mendapatkan experience yang tidak terlupakan di Joget Stage, selain berjoget hingga lepas-kontrol, view Jakarta-city-lights menemani dan menciptakan atmosfer urban yang indah.

    Selain konten musik, banyak sekali ambience & activity lain yang bisa kita temui di acara The Sounds Project Vol. 4 ini, mulai dari UV Room tempat para music spectators menuliskan wishlist lineup mereka serta berfoto-foto ria, Music Market sampai Karaoke Box yang selalu dipadati pengunjung. Berbagai stand tenant food and beverages, tenant merchandise maupun aktivitas di booth yang disediakan oleh sponsor juga tidak pernah sepi pengunjung.

    The Sounds Project terbukti sukses memberikan hiburan kepada ribuan pengunjung yang didominasi oleh para generasi millenials pada dua hari penyelenggaraannya, di tengah maraknya beragam festival sekarang, The Sounds Project bisa menjadi salah satu benchmark dan referensi untuk para generasi muda agar lebih berani berkarya, dan bisa menjadi trigger untuk munculnya festival-festival baru. Mengutip perkataan dari Project Director The Sounds Project – Gerhana Banyubiru “Kita ingin setelah ini lebih banyak lagi festival yg dibikin sama anak muda selain thesoundsproject, gak harus dari kalangan professional, kita cuma ingin lebih banyak lagi anak muda yang berani bikin festival dan berani create something, gak cuma sekedar jadi penonton aja.”

    *Foto dan tulisan oleh team The Sounds Project 4.