Tag: Yogyakarta

  • Record Store Day 2015 Yogyakarta

    Record Store Day 2015 Yogyakarta

    record-store-day-yogya

    Perayaan Records Store Day 2015 Yogyakarta akan diselenggarakan di halaman Bentara Budaya pada tanggal 18 April 2015, jam 3 – 10 malam.

    Adapun di perayaan Records Store Day 2015 chapter Yogyakarta nanti akan diramaikan oleh 23 stand Records label dan Records shop dari Yogyakarta dan Solo, yaitu:
    Alpha Omega Records (Solo)
    Unleash Recs (Solo)
    Solonesia (Solo)
    Doggyhouse Records
    Samstrong Records
    Demajors D.I.Y
    Relamati Records
    Jesuiscidal Records
    Roots Music
    Yogya Music Store
    Hellhouse Records
    Evil Prevail Productions
    YES NO SHOP
    Thief Shop
    Well Antique & Classic
    Nugroho Vinyl & Gramaphone
    Icemen
    Anthem Merch Store
    Sunday Morning Family Recs
    Conspirasi
    Mantra Shop
    Warhead

    Ada juga diskusi bersama musisi dan penggerak musik di Yogyakarta juga sesi akustikan dengan Summer In Vienna, Sabarbar dan Sulfur. Di Records Store Day 2015 chapter Yogyakarta ini beberapa Records label merilis spesial album semisal DoggyHouse Records merilis kaset Summer In Vienna “Shallow Lagoon Holidays”, Relamati Records merilis split To Die dengan Nahash (China) serta Jesuiscidal Records merilis kaset Realino Resort.

  • Sungai – Kelabu

    Sungai – Kelabu


    Sungai adalah band Jogja-Indonesia yang terbentuk pada tahun 2014 oleh Anggito Rahman (voc/guitar), Mawar Rengga (voc), Selvie Angelita (voc), dan Dimas Budi Satya (percussion). Tampaknya mereka penggemar Fleet Foxes dan band-band folk yang bermunculan di akhir 2000-an sampai awal dekade ini.

    Masih kasar namun punya potensi cukup besar.

    Enjoy

    sungai-kelabu

  • Vialka & Senyawa – Kereta Malam

    Vialka & Senyawa – Kereta Malam


    Senyawa unit noise asal Yogyakarta berjumpa Vialka duo dari Kanada, kemudian mereka merekam ulang hits dangdut “Kereta Malam”.

    Hasilnya menjadi lebih bermakna spiritual.

  • Summer In Vienna merilis ulang EP di Record Store Day 2015

    Summer In Vienna merilis ulang EP di Record Store Day 2015

    Record Store Day 2015 kali ini benar-benar mengembalikan kenangan saat Record Store diterjemahkan menjadi Toko Kaset, karena bertambah satu lagi kabar perilisan kaset di Record Store Day 2015.

    Band indie pop lawas asal Yogyakarta ini berkolaborasi dengan Doggy House Records untuk merilis ulang EP “Shallow Lagoon Holidays” dalam format kaset.

    perilisan kaset EP Summer In Vienna “Shallow Lagoon Holidays” ini dijadwalkan bertepatan dengan perayaan Records Store Day 2015. Di Yogyakarta sendiri perayaan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 April 2015 di halaman Bentara Budaya, Yogyakarta. Selain bazaar rilisan dan diskusi mengenai vinyl dan records label, perayaan Records Store Day di Yogyakarta ini akan diramaikan dengan launching kaset dan penampilan akustik dari Summer In Vienna dan beberapa band lokal lainnya.

    Kaset EP Summer In Vienna “Shallow Lagoon Holidays” ini dirilis sebanyak 100 kopi dan dijual seharga Rp.35.000. Adapun pemesanan sebelum hari perilisan bisa melalui email dengan mencantumkan nama, nomer hp dan alamat lengkap ke: doggyhouserecs@gmail.com

    Summer In Vienna menanda tangani kontrak dengan Doggy House Records
    Summer In Vienna menanda tangani kontrak dengan Doggy House Records
  • Aliansi Musik Agustus 2014

    Aliansi Musik Agustus 2014

    Tracklist :

    01. Pribumi – Rokokku (Yogyakarta)
    02. OK Karaoke – Departed (Semarang)
    03. Soloensis – Tak Lagi Sejati (Solo)
    04. Young Savage – Night Fall  (Malang)
    05. Heavy Monster – Maaf (Surabaya)
    06. Pancasuara – Kamu (Bandung)
    07. Elephant Kind – We All Lose (Holy Sh*t) (Jakarta)

    Secara material, musik adalah asupan wajib setiap harinya untuk terapi telinga kita. Daftar lagu pun kadang diatur ‘ngacak’ dalam ipod, Mp3 player, atau komputer sesuai mood kalian. Tapi, biasanya playlist akan terdengar membosankan kalau referensi musik terbatas. Apalagi kalau yang dibicarakan disini musik Indonesia yang variatif hingga ke pelosok kota. Itulah salah satu alasan Aliansi Musik dibentuk, kita pun memberi solusi rutin setiap bulannya. Daftar musisi yang disediakan mempunyai nafas-nafas kesegaran. Cukup ‘klik’ download dengan tanpa rasa takut berurusan masalah dosa atau nggak. Tenang! Semua lagu yang tersedia disini legal karena sudah dapat kesepakatan dari pihak terkait. Sebarkan! Dan selamat mendengarkan kompilasi Aliansi Musik bulan Agustus 2014.

    01. Pribumi – Rokokku (Yogyakarta)

    “Mungkin masih banyak yang asing dengan nama Handoyo Puwowijoyo. Sosok yang lebih banyak “dibalik layar” saat Seek Six Sick pentas karena (mungkin) lebih dikenalnya sosok seorang Bofag sebagai sang vokalis utama. Handoyo sebenarnya adalah seorang sosok vokalis yang cukup berpengaruh dalam perkembangan band-band eksperimental di Jogja pada awal era 2000-an.

    Pribumi adalah proyek bermusik dari Handoyo Puwowijoyo, Soni Irawan pada gitar dan Aan pada drum. Cukup menarik karena dapat dibilang ini adalah proyek bermusik dari personel Seek Six Sick, meskipun Handoyo terlihat lebih dominan daripada Soni Irawan yang biasanya mengokupasi performa panggung dengan karakter sound noisenya. Lirik-lirik puitis dari Handoyo sukses membentuk karakter tersendiri dari band ini terlepas dari band asal mereka.”—Komang Adhyatma (www.kanaltigapuluh.info/)

    02. OK Karaoke – Departed (Semarang)

    “Lagu yang sebelumnya pernah masuk di album kompilasi Atlas City Movement di tahun 2012 ini ternyata disertakan ke dalam album penuh perdana veteran indie pop kota Semarang, OK Karaoke, bertajuk Sinusoid, bersama dengan 8 track lainnya. Sinusoid sendiri telah dirilis akhir bulan Juli 2014 kemarin, dan banyak yang cemas apakah Sinusoid akan menjadi album penuh pertama sekaligus “perpisahan” dari OK Karaoke, dikarenakan kesibukan masing-masing personel sehingga nama mereka hampir tak pernah terlibat di poster-poster gig lokal. Kami harap tidak, karena lagu ini adalah salah satu alasannya.”—Andi Fitriono (www.houtskools.com/)

    03. Soloensis – Tak Lagi Sejati (Solo)

    “Gairah muda yang dinamis dan meledak-ledak membuat musik rock tidak hanya sekedar musik keras yang memanaskan amplifier. Bertalenta, panas, ganas, dan liar membuat Soloensis patut untuk diperdengarkan. Semoga album mereka segera rilis.”—Ekawan Raharja

    04. Young Savage – Night Fall  (Malang)

    “Young Savages, sebuah generasi baru band indierock yang terbentuk di bulan November tahun 2013. Asal nama Young Savages berasal dari kebiasaan mereka yang sering menghadiri pesta di sebuah beerhouse Houtenhand di Kota Malang, tanpa memikirkan apakah hari esok akan datang lagi. Banyak di antara lirik lagu mereka bertemakan bagaimana melangsungkan hidup dengan semangat anak muda dan pertemanan yang sangat berpengaruh juga dalam kehidupan mereka sehari – harinya. Young Savages di awal terbentuknya beranggotakan Bintang (gitar), Adin (vokal), Raditya(drum), Rendy(bass) dan Eric(gitar), selang beberapa waktu Eric di gantikan oleh Rian asu. Untuk para pecinta sound british indie rock, seperti Tribes, The Twangs dan All the Young, this is Young Savages from malang.” Akhmad Alfan (malangsubpop.wordpress.com/)

    05. Heavy Monster – Maaf (Surabaya)

    “Setelah album repackaged “One Message One Love” pada 2009 silam, Heavy Monster belum sekalipun merilis album lagi. Pasca lebaran kemarin menjadi momen Heavy Monster untuk merilis single terbaru bertajuk ‘Maaf’, yang bercerita tentang seorang laki-laki tidak lagi nyaman dengan kekasihnya, dia ingin bebas dan lepas dari aturan-aturan percintaan yang terlalu memberatkan dirinya– bukankah cinta itu tanpa syarat– akhirnya hubungan cintah harus diakhiri dengan merdeka. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, karena akhir dari sebuah cinta tidak harus berujung pada tangisan. Single ‘Maaf’ ini merupakan bagian dari album terbaru Heavy Monster yang bakalan dirilis dalam waktu dekat.”—Emirul “Otis” Fahmi Fanshuri (www.praotozine.wordpress.com)

    06. Pancasuara – Kamu (Bandung)

    “Kali ini saya temukan Band Bandung yang menawarkan warna-warna musik etnis dipadu dengan musik modern. Mereka masih muda dan ingin membawa musik etnis untuk bisa didengar oleh segala kalangan. Mari kita simak!”—Gagi Aria Alembana

    07. Elephant Kind – We All Lose (Holy Sh*t) (Jakarta)

    “Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ucup (Demajors) telah menyelenggarakan acara musik rutin seminggu sekali yang bernama Pop Up. Dengan adanya gig tersebut saya berhasil dipertemukan dengan Elephant Kind. Kwartet indie-rock yang memberi nuansa baru dalam scene musik lokal. Atau kata paling tepatnya “refreshing”. Terdiri dari Bam Mastro (Songwriter / Vocal / Guitar), John Paul Patton ( Bass / Synth Bass / Vocal ), Dewa Pratama ( Synths / Multi-Instrumentalist ) dan Bayu Adisapoetra ( Drums & Percussion ).

    Adapun single kedua dari mereka yang diberi judul “We All Lose (Holy Sh*t)” paling berbeda. Disini sedikit diracik irama RnB kekinian. Tak heran kalau musik yang mereka suguhkan itu berkualitas export. Dengarkan sendiri kalau tidak percaya.”—Robby “Robonggo” Wahyudi Onggo (Jakarta,www.deathrocktar.club)