
JK7 Cafe, Arion Swiss-Belhotel Kemang
Jl. Kemang Raya No. 7, Jakarta Selatan
Start from 7pm till drop
FREE Entry!!
Pride and Joy menghadirkan:
– Kelelawar Malam
– Vague
– Zzuf
– KIEF
– Piston
– Cum Loud
– taRRkam


Seperti beribadah untuk mendapat pencerahan, maka Superbad adalah kegiatan ibadah hari Minggu saya sebulan sekali. Sepulang gereja sore, lanjut ke kuil Jaya Pub untuk menemukan musik-musik mencerahkan hasil perburuan The Secret Agents.
Edisi telah mencapai 69, artinya sudah lima tahun lebih pasangan seniman ini mendedikasikan sebagian hidupnya untuk musik. Kali ini ada Rawabening, Zzuf, Shappira Singgih, dan Mocca.
Rawabening adalah 3 pemudi dan 1 pemuda keturunan Australia yang menetap di Jakarta, mereka memainkan musik indie/surf/pop dengan sedikit fusion nada pentatonic di beberapa bagian. Jenis musik yang cenderung ‘baru’ untuk scene Jakarta.
Zzuf yang akhirnya manggung juga dengan tebaran fuzz yang hangat. Dilanjutkan Shappira Singgih yang sedang menarik perhatian karena karakter suaranya yang khas, dan kemampuan menulis lagunya yang banyak terpengaruh psikedelika klasik.
Lalu bintang utama malam kemarin adalah Mocca. Band ini pada awal karirnya cepat melesat, sehingga selama 13 tahun karirnya, bisa dibilang tidak banyak muncul di panggung kecil. Maka set langka ini, yang mungkin sulit terulang karena Arina ‘Dede’ Ephiphania masih harus kembali ke Amerika, ada baiknya tidak dilepaskan begitu saja.
Musik mereka yang hangat, lembut, ringan, pop, dan ceria itu memang sangat cocok dibawakan di panggung-panggung yang akrab seperti kemarin.
Juga menarik adalah, sudah lama tidak melihat band ini memasang alat-alat mereka sendiri di panggung. Sayangnya saya lupa membawa batere kamera jadi sulit menangkap momen di suasana gelap, tetapi untungnya saya jadi bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk menikmati.
https://soundcloud.com/sapsing/lost-soul

Suatu hari saya melihat seseorang dengan gugup mengeluarkan pertanyaan dengan suara bergetar ” aarrrr youoou goooinggg to pllaay eagelll ooof mettttaal” pada Rivers Cuomo.
Tidak sampai semenit memang kejadian tersebut, namun disitu benang merah nama Fuzztoni menjadi terlihat. Saya sebenarnya tidak menyangka dia fans berat Weezer, berhubung belum kenal-kenal banget dan saya tahunya dia ada di The Porno dan Morfem. Keduanya tidak menunjukkan hubungan ke power pop walau Morfem akhir-akhir ini cenderung power-pop namun ‘sense of geekyness’ nya tak terasa.
Sampai ada seseorang mem-posting sesuatu pada laman Group DRS. ZZUF merilis single dan di dalam nama personelnya ada Pandu Fuzztoni. Kalau baca di line notes nya sih, ini adalah proyek impian si Pandu sejak dahulu kala. “Sebuah jawaban akan kegelisahannya ngebisingin kuping orang pakai cara dia sendiri” kata Peterlovefuzz dari Anoa Records.
Dibantu Freddy yang juga bersama-sama di Morfem, Gomien yang dulu juga pernah berada di band power pop Pink Pony Club, dan Achsan Pradiansyah. Kombinasi yang cukup meyakinkan untuk sebuah band power-pop-berdistorsi-hangat.
Buat saya lima lagu disini : Tonight, Awkward, Gone, No Problem, dan Fubar adalah geek pop yang dibutuhkan untuk meringankan hari-hari yang berat sebagai orang dewasa dan alat bantu yang tepat untuk membuat menit-menit singkat di album ini tanpa tanggung jawab. Rasa-rasanya juga cocok untuk pemuda-pemuda yang setelah mabuk, putus cinta, dan menghadapi beratnya beban dunia; untuk kemudian pulang kerumah menemukan seember air panas untuk mandi dan segelas susu panas telah disiapkan oleh ibu.
Nyaman dan hangat.