Author: eric

  • Pee Wee Gaskins – Ad Astra Per Aspera

    Jika dialbum sebelumnya mereka terdengar seperti remaja tanggung berusaha mencari perhatian dengan suara merengek dan baru punya synthetizer yang dibunyikan keras-keras setiap ada kesempatan. Maka dialbum ini perhatian sudah mereka dapatkan dan berhasil menciptakan berbagai anthem mulai dari yang nasionalis seperti “Dari Mata Sang Garuda” sampai bertema memberi semangat “Melihat Ke Depan”, juga anthem sakit hati karena kecengannya memilih orang laen “Sarkas Satir”. Dan yang terpenting, aransemen mereka sudah mulai tertata dengan lebih baik.

    Melalui album ini PWG benar-benar menyuarakan kisah ABG-ABG masa kini yang sedang labil dan butuh sesuatu untuk menyuarakan hati mereka yang galau, sementara band-band cinta mainstream tidak keren. Meskipun bukan contoh yang baik dengan memajang illustrasi sambil merokok, tetapi album ini suka ga suka adalah milestone diribuan anak ABG Indonesia. Karena anthemic, berkarakter juga tema nya pas untuk mereka.

    Cuma kalo gue rada bosen aja kalo didengerin berturut-turut beberapa kali, mungkin karena sudah lewat masa nya.

    [download id=”277″]

  • a song for a departure | road to rockin’ the region

    Tiga Band asal Indonesia akan bermain di Panggung Mancanegara awal bulan April mendatang. Themilo dari Bandung, Leonardo dan juga L’alphalpha dari Jakarta, akan meramaikan panggung Rockin’ the Region di outdoor theatre Esplanade, Singapore, pada tanggal 1-3 April 2011.

    Sebelum berangkat, mereka bersama-sama bermain di acara ‘a song for a departure’ | road to rockin’ the region, sebuah gigs pemanasan sekaligus sebagai ajang menjual merchandise dan cd untuk tambahan dana mereka disana. support mereka dan datang ke acaranya :

    a song for a departure | road to rockin’ the region

    themilo | leonardo | l’alphalpha

    Sabtu, 26 Maret 2011 di Heyfolks!
    Jam 14.00 – 16.00 WIB
    Jl. bumi 17 mayestik
    kebayoran baru jakarta selatan
    FREE!

    rundown acara nya adalah :

    14.00 – 14.30 l’alphalpha
    14.45 – 15.15 leonardo
    15.30 – 16.00 themilo

    bawa uang lebih yaa untuk membeli merchandise eksklusif dan juga cd mereka. sampai jumpa disana folks!

    —————————————————————————————-

    Rockin’ the Region: Indonesia
    April 1-3, 2011
    Outdoor Theatre, Esplanade – Singapore.

    Rockin’ the Region: Indonesia is showcasing new good tunes from Indonesia. Three acts billed together to perform their original music for the very first time in Singapore public. These artists are known widely in Indonesia for their constant creative works that have been making Indonesian youth impressed for some time. Book your time and see the magic.

    Performer:
    1. Themilo
    2. L’alphalpha
    3. Leonardo

    Schedule:

    Friday, April 1, 2011
    7.30 – 8.15pm : L’alphalpha
    8.45 – 9.30pm : Themilo
    10.00 – 10.30pm: Leonardo

    Saturday, April 2, 2011
    7.30 – 8.15pm : L’alphalpha
    8.45 – 9.30pm : Leonardo
    10.00 – 10.30pm: Themilo

    Sunday, April 3, 2011
    7.30 – 8.15pm: L’alphalpha
    8.45 – 9.30pm: Leonardo

    Short Biography

    Themilo
    2011 marks the comeback of legendary Indonesian shoegaze band, Themilo. With the same line up, they just released sophomore album, Photograph which fans have been waiting for ages. The members of the band are growing older but their music still can fly across all age’s boundaries. Picture the galore of Sarah Records galore and you might find yurself on a light low, fantasizing and volume high condition. That’s the best part to describe Themilo’s music. When a legendary band is around, there’s no reason to hide away.
    www.themiloband.com

    L’alphalpha
    The band was formed few years ago and has just released their massive debut album, When We Awake, All Dreams Are Gone. So far, the band has tipped as the best Sigur Ros-esque performer in Indonesia, having the ability to bring you to the wildest part of dreams. The sextet is also know for the very impressive stage act, putting anything available on stage as a single instruments that can make their performance richer.
    www.lalphalpha.tk

    Leonardo
    Leonardo Ringo, the guitarist of Jakarta’s own independent outfit, Zeke and the Popo, has decided to go solo. He recorded his own song with different approach comparing to his old shoes. The sound he produced is witty, compiling serenade from each life’s part that he has been walking. He will perform with seven men band; putting up brass section and his long time served backup band altogether. Imagine good and classy pop songs with good tunes on the fundament.
    www.leonardoringo.com

  • Lull – death (i) Questions For the Millions

    Jika saat ini saya masih berusia dibawah 20 tahun di tahun 1999 maka album ini akan menjadi harta karun, kalau perlu saya beli tiga, satu untuk didengar, satu disimpan di lemari besi supaya ga ilang, satu lagi untuk cadangan.
    Mengapa? karena hampir semua elemen dialbum ini mencerminkan apa yang sedang (dan masih saya sukai) dari tahun 1990-an, agresifitas a’la Smashing Pumpkins, dandynya Placebo, sedikit ekletik nya the Pixies dan banyak campuran sound-sound lo-fi, hi-fi, kasar, halus yang begitu kaya dan terekam dengan baik.

    Kekurangan album ini yang tidak bisa membuat nya menjadi favorit saya tahun ini adalah vokalisnya yang terdengar terlalu berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Atau bahasa singkatnya adalah maksa, dengan penekanan pada tenggorokan yang berlebihan, seperti seseorang dengan yang baru berlatih fitness dan berjalan dengan dada membusung memamerkan hasil steroidnya, sesuatu yang tidak nyaman.

    Dan kalau kamu tidak merasakan itu, ada kemungkinan kamu adalah fans nya Nickelback atau Alterbridge, dan senang jalan-jalan pake baju ketat, plus tato tribal atau orang yang ingin bisa berjalan pakai kaus ketat pamer otot dan bertato tribal.

    Diluar itu, album ini asoi.