Author: eric

  • Joyland Festival 2022: kesempatan yang sama untuk bersenang-senang

    Pergi ke festival musik itu ngga sekedar band apa yang menjadi penampil, tetapi juga soal suasana festival yang seharusnya menyenangkan dan nyaman. Bisa dibilang sangat jarang ada festival yang kemudian pengunjungnya berucap: seru banget ni festival sangat nyaman.

    Apalagi mulai banyak pencinta festival yang sekarang memiliki anak dan ingin mengajak anak-anaknya menikmati festival musik. Termasuk juga teman-teman yang mungkin sedang bermasalah dengan mobilitas, karena usia atau harus menggunakan kursi roda atau alat bantu lain.

    Sepanjang pengetahuan saya, belum banyak penyelenggara yang memikirkannya. Tetapi di Joyland Festival 2022, semuanya mendapat kesempatan yang sama untuk bersenang-senang, atau paling tidak itu yang diusahakan oleh penyelenggara. Dengan area khusus dekat FOH untuk kursi roda atau anak kecil yang ingin beristirahat.

    Perokok dan penghisap vape disediakan ruang sendiri dan diharapkan tidak berasap di festival. Sehingga udara di festival ini terasa lebih segar. Kecuali saat beberapa orang egois bagi-bagi asap saat sedang menonton. Mungkin di kemudian hari, bisa diingatkan kembali lewat layar di panggung atau MC.

    Karena itulah, meski artis-artis yang diundang keren-keren, saya lebih terkesan oleh cara penyelenggara memperhatikan detail-detail festival.

    Ga berambisi jadi yang terbesar.
    Ga perlu panggung-panggung berdekor mewah-mewah.
    Ga perlu “kolab-kolab” antar artis yang ga esensial.
    Tapi acara tepat waktu
    pengaturan tata suara yang bagus.
    WC relatif bersih.
    Ga pelit aer minum.
    Area penonton bebas asap rokok, supaya yang alergi atau asma bisa menikmati acara dengan nyaman.

    Semoga point-point kenyamanan pengunjung ini bisa jadi standard penyelenggara festival di Indonesia.

    Btw saya belum bahas musiknya ya? Kayaknya di media lain sudah banyak.

    Foto-foto oleh team dokumentasi Joyland Festival 2022

  • Guinness Smooth Session Festival Kolaborasi yang Nyaman Untuk Musik

    Guinness Smooth Session Festival Kolaborasi yang Nyaman Untuk Musik

    Saya pernah mengatakan kalau yang terutama dari sebuah festival musik itu adalah kenyamanan dalam menikmati musik. Karena kita datang untuk musik.

    Festival musik bertajuk “Guinness Smooth Session” yang digelar akhir Juli kemarin oleh Guinness bersama Plainsong dan didukung RUX itu mengerti akan hal ini. Pilihan kolaborasi artisnya menarik, terdiri lebih dari 20 musisi dari berbagai genre musik seperti pop, rock, juga metal.

    1500 tiket telah habis terjual jauh hari sebelumnya, dipesan oleh para penikmat musik dari Jakarta dan kota-kota lainnya. Para penikmat musik ini telah memadati Hutan Kota GBK sejak pukul 14.00 WIB dan mulai memasuki area festival setelah petugas menyatakan persyaratan kehadiran terpenuhi. Mereka yang hadir harus berusia minimal 21 tahun, telah divaksin lengkap, dan memenuhi syarat protokol kesehatan lainnya.

    Saya sangat menikmati saat Pure Saturday bergiliran mengajak Rekti, Sari dan Anggita untuk bernyanyi. Karena masing-masing kolaborator bisa memasukkan karakter masing-masing dengan smooth ke lagu-lagu Pure Saturday. Makin seru sambil menikmati Guinness Smooth in can yang praktis banget buat nemenin festivalan sore – sore kaya gini ditambah dengan design yang kece abis!

    Aksi kolaborasi adalah keunikan festival GUINNESS SMOOTH SESSION. “Kami bangga menggelar GUINNESS SMOOTH SESSION dan menyuguhkan aksi-aksi kolaborasi yang sangat dinikmati oleh para pengunjung seperti sesi kolaborasi Seringai dengan Prisa Rianzi dan Danilla juga the Adams dan Stella Gareth (Scaller).” sambut Direktur Plainsong Live, Ferry Dermawan.

    Kemudian “brand experience” di Flavour by Fire juga asik, dengan mengajak The Panturas untuk memasak menu yang diinfused dengan Guinness Smooth in a can dan dipairing dengan Guinness Stout. Malamnya dilanjutkan dengan joged bareng White Shoes & the Couples Company DJ Set yang juga sekaligus memasak menu yang diinfused dengan Guinness Smooth dan tentu saja dipairing dengan Guinness Stout bikin rasa menunya makin unik.

    Pilihan penampilnya bervariatif dan berasal dari berbagai kota selain Jakarta. Band-band keren yang tidak mudah ditemukan di acara atau festival lain. Misalnya Grrrl Gang dan Shaggy Dog dari Jogja dan Navicula dari Bali.

    Secara keseluruhan, menurut saya ambience dan excitement di festival ini sangat menyenangkan. Dimulai relatif tepat waktu, cuaca cerah, suasana terasa piknik, air minum gratis, dan WC yang relatif bersih. Bikin mood jadi happy sepanjang hari.

    Akhir kata, menurut saya festival ini benar-benar sesuai namanya “Guinness Smooth Session” karena hampir semuanya berjalan smooth. 

    Buat kamu yang belum berkesempatan nonton, atau yang mau mengenang moment-moment Guinness Smooth Session kemarin, langsung check  di Youtube Guinness Indonesia ya!

  • Disconnected kembali berdisco

    Disconnected kembali berdisco

    Disconnected band melodic/pop punk asal Bandung ini kembali merilis sesuatu setelah hampir 11 tahun sejak album self-titled dirilis.

    Kali ini mereka mengajak kembali mantan pemain synth; Grahadea yang sekarang adalah anggota Homogenic.

    Disconnected akan merilis sebuah album di tahun 2022 ini dan rencana untuk tur di tahun 2023. Band yang terdiri dari Arie Aradaz, PJ Panji, Yuda Sarjana dan Decil Christianto ini bisa dibilang pionir band pop punk dengan synth di Indonesia.

  • Pesan Positif Berbalut Modern Rock dari 3Babi

    Pesan Positif Berbalut Modern Rock dari 3Babi

    Tigababi adalah trio modern rock yang terus berupaya melawan stagnasi dengan membuat karya.

    Dibuktikan dalam empat tahun terakhir saja mereka telah menghasilkan tiga mini album, yakni; 3babi, Erection For Destruction, dan Left Your illusion. Serta beberapa single.

    Tigababi masih beranggotakan Bowo (Gitar), Ipunk (Bass), dan Iyus (Drum). Mereka menawarkan musik alternatif rock era 90-an. “Demikian karena kita tumbuh remaja di era 90-an, dan sering mendengarkan musik-musik era tersebut, jadi sedikit banyaknya berpengaruh pada musik yang kami mainkan” terang Bowo.

    Setelah melepas single “Tetap Bersama” di tahun kemarin, dengan menggandeng Ali dari band Speak Up. Baru-baru ini mereka kembali merampungkan single teranyar berjudul “Hari Ini”. 

    “Hari Ini” telah rilis pada 3 Juni 2022. 

    Pengerjaannya berlangsung di Grim Studio, yang berlokasi di Jalan Antene, Gandaria, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Selama proses recording mereka dibantu oleh Yobbie, selaku pemilik sekaligus recording engineer dua single tersebut.Bahkan mixing dan mastering juga ditangani olehnya. 

     “Hari Ini” berkisah tentang bagaimana kita mengarungi hari dan tetap berdiri. “Kita memang hendak mendeliver pesan-pesan positif lewat lirik yang kami tulis” ucap Bowo.

    Tak hanya “Hari Ini”, Tigababi juga akan menyiapkan single baru lainnya, yang akan rilis pada 3 Juli mendatang. “Pokoknya itu surprise dari kami” ujarnya.

    Melalui dua single ini Bowo berharap, musik Tigababi bisa diterima oleh pendengar yang lebih luas. 

    Rencananya dua single ini bakal digarap video klipnya, dan dimasukkan dalam album pendek keempat mereka. Untuk video klip, nantinya bisa kita nikmati melalui saluran resmi YouTube mereka.

  • Prjct Mncrgkn yang mencurigakan karena Riko Prayitno

    Prjct Mncrgkn yang mencurigakan karena Riko Prayitno

    Prjct Mncrgkn

    Prjct Mncrgkn lahir di masa pandemi, saat satu dunia sedang resah dan kita dipaksa mengubah semua kebiasaan. Hal ini memberi inspirasi bagi Riko Prayitno, yang telah dikenal sebagai gitaris Mocca, yang juga penulis lagu dan produser berbakat, untuk membuat Prjct Mncrgkn ini.

    Ia mengajak Rizky Indrayadi (Co produser, gitar), Marsya Aditya (vokal latar) , Indra Massad (drums), dan Ryan (bass) untuk memulai “perjalanan” bersama Prjct Mncrgkn ini. Perjalanan yang akan diabadikan menjadi kartu pos dengan artwork berbeda-beda, yang mana setiap kartu pos itu akan dikirimkan ke rumah si Riko sendiri sebagai kenang-kenangan akan perjalanan yang dilakukannya. Saya kurang tahu, apakah personel lain juga akan dikirimkan kartu pos atau hanya Riko saja.

    Sementara setiap kartu pos akan diberi kode prjctmncrgkn1 sampai 3, dan bisa didapatkan sebagai NFT di Teia. Mereka juga telah merekam beberapa lagu yang mencerminkan optimisme dalam balutan musik pop yang bervariasi di setiap lagunya. Ada yang terasa inspirasi dari twee-pop, Phil Spector-ish, sampai electro-pop. 

    Lagu-lagu tersebut akan dirilis dalam bentuk EP dengan tajuk Chapter 1. Perilisan ini ada kaitannya dengan karya NFT, yang bisa coba dicek di jejaring sosial punya Riko di @rikoprayitno

    Untuk saat ini, coba simak saja dulu lagu “I’ll Be Fine” yang bercerita tentang petualangan seekor kucing.