Author: eric

  • Project Bedroom Pop The Candle Light Children Merilis Single “Always U”

    Project Bedroom Pop The Candle Light Children Merilis Single “Always U”

    The Candle Light Children kembali merilis single di tahun 2002. Sebuah lagu berjudul “Always U”.

    Sebuah lagu sedih, secara tema maupun secara produksi lagu. Lebih mirip demo sketsa daripada rilisan single. Tapi bisa dipahami, karena tidak semua musisi punya kamar tidur yang bisa untuk memproduksi musik secara layak.

    Namun demikian, lagu ini sangat menarik. Dengan gaya-gaya lo-fi pop yang naik daun beberapa tahun ini dan sedikit tempelan groove gaya-gaya world music, menurut saya lagu ini sangat menarik.

    Adan, nama di balik moniker The Candle Light Children, bercerita bahwa ini merupakan lagu yang spesial untuknya dan juga karier solonya. Pasalnya, Adan menceritakan bahwa lagu ini pada awalnya merupakan lagu yang seharusnya ia buat untuk band lamanya dan akan masuk ke dalam debut album band tersebut. Namun dikarenakan ideologi bermusik yang berbeda, Adan bersama gitarisnya, Pierre, mengeluarkan lagu tersebut dari rencana album debut band mereka, dan akhirnya “always u” dimasukkan ke dalam proyek musik solo yang kita kenal dengan nama The Candle Light Children sekarang ini dan mungkin menjadi dasar dari proyek ini.

    Coba aja kamu dengarkan musik mereka di tautan di bawah ini,

    Adan

    Follow @thecandlelightchildren di Instagram

     

  • Bisinggama Bersama Daniel Mardhany

    Bisinggama Bersama Daniel Mardhany

    Bisinggama adalah judul proyek karya Daniel Mardhany yang dibuat dari permainan kata “senggama” dan “bising”. Seorang figur yang dikenal karena kepiawaian menulis lirik, kali ini membuat proyek komposisi bebunyian tanpa lirik.

    Beberapa tahun terakhir, skena bebunyian eksperimental memang sedang menggeliat dengan hasil karya yang keren-keren. Bahkan tidak sedikit yang memperoleh pengakuan skena internasional.

    Sedangkan Damag (Daniel Mardhany Gumulyo) sendiri memang telah menunjukkan minatnya di eksplorasi komposisi bebunyian sejak beberapa tahun lalu. Minatnya ini sempat disindir seorang gitaris handal yang kemudian menjadi polemik di media sosial. Tapi semua itu tidak menyurutkan niatnya dalam bersenggama dengan kebisingan.

    Setelah beberapa tahun bereksplorasi, akhirnya album “Vol.04 Logical Mystery Trip” dari Bisinggama dirilis juga dan menurut saya ini keren dan perlu diberi apresiasi.

    Bisinggama vol.04 Logical Mystery Trip

    Seorang Daniel ternyata tidak hanya piawai menulis lirik dan growling di band metal, dia juga bisa membangun cerita dari komposisi bebunyian. Ga sekedar suara bising, karena Bisinggama lebih mirip pop-industrial. Kira-kira kayak orang ngemix kumpulan sample yang telah terkubur hampir tiga dekade dari album pertama Koil, Kubik & Pretty Hate Machine terus dikomposisi sedemikian rupa untuk jadi kumpulan ‘lagu’.

    Di album ini juga terdapat beberapa nama kolaborator seperti Indra7 yang merupakan separuh dari Media Distorsi. Menyumbang suara gitar dan membantu proses mixing di track favorit saya: “D-Beat of D-Void”

    Album Bisinggama ini akan sangat menarik jika bisa dibawakan live di auditorium. Hanya saja, mungkin Daniel memerlukan tambahan personel dan tata artistik supaya semakin asoi.

    Bisinggama vol.04 Logical Mystery Trip

    Album ini sudah bisa didapatkan di toko online Disaster Records atau cari di aplikasi toko online langganan kamu.

  • Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu merilis e.p Angkat dan Rayakan di tahun 2021. Berisikan enam lagu yang diantaranya berkolaborasi dengan Indra Perkasa, Monita Tahalea dan Gardika Gigih.

    Angkat dan Rayakan menurut saya adalah rilisan yang menarik, karena eksperimentasi dan eksplorasi bebunyian di rilisan ini membuat lagu-lagunya jadi terasa lebih dalam dan reflektif.

    Ananda Badudu
    Ananda Badudu

    Karena menikmati rilisan ini, maka itu saya memutuskan untuk memesan paket merchandise yang lebih komplit. Berisikan t-shirt, payung dan postcard dengan ilustrasi karya Nasrul Akbar (Ganas) yang merupakan interpretasinya terhadap lagu “Angkat dan Rayakan”.

    Gambarnya Siput lagi mendorong batu ke puncak bukit, terinspirasi dari cerita Sisyphus. Dihiasi kata-kata mutiara khas Nasrul Akbar.

    Setelah paket datang, sayapun menyiapkan waktu di hari Senin untuk ke daerah Jakarta Selatan, di mana lokasi pertunjukkan rahasia ini akan berlangsung.

    Ananda Badudu live
    Set list dari show Ananda Badudu

    Turun hujan di sore hari Senin tanggal 20 Desember 2021, yang membuat payung merchandise Ananda Badudu ini jadi berguna. Lokasi pertunjukkan di Evlogia Coffee di sebelah Pasar Santa itu tidak terlalu besar, hanya bisa diisi beberapa belas penonton jika ingin menikmati set pertunjukkan Ananda Badudu dengan nyaman.

    Jam 7 malam, pas setelah saya menyelesaikan kopi dan roti untuk ganjal perut, acara dibuka oleh Indra Perkasa yang memainkan komposisi improvisasi sepanjang 15 menit. Indra Perkasa ini adalah salah satu kolaborator utama di e.p Angkat dan Rayakan. Setelah set 15 menit ini, ia juga berkolaborasi di lagi “Hiruplah Hidup”.

    Indra Perkasa & Ananda Badudu
    Indra Perkasa & Ananda Badudu di lagu Hiruplah Hidup

    Pertunjukkan malam itu dibagi menjadi dua sesi, dan Ananda memainkan 4 lagu di masing-masing sesi. Sesi satu dibuka dengan musikalisasi puisi “Rindu” karya Subagio Sastrowardoyo dan ditutup dengan “Angkat dan Rayakan” versi akustik dan vokal semua oleh Ananda Badudu tanpa duet.

    Sementara sesi dua dibuka dengan “Hiruplah Hidup” berkolaborasi dengan Indra Perkasa, dilanjutkan dengan “Sampai Jadi Debu” versi sendirian, “Yang Patah Hilang Berganti” juga versi sendirian, sementara “Kita Berangkat Saja Dulu” dibantu lagi oleh Indra Perkasa.

    Setelah selesai dua sesi, kemudian dilanjutkan dengan satu lagu encore dari Banda Neira. Malam itu kemudian ditutup dengan makan pizza traktiran Ananda Badudu dan sesi tanda tangan.

    Dengarkan e.p Angkat dan Rayakan di berbagai platform streaming.

  • Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Pop diKota adalah sebuah kompilasi berisikan 10 lagu dari 10 band/musisi terpilih. Diprakarsai oleh lima orang muda mudi asal kota Tangerang, mereka memilih Ranu Pani, Purpla, Voxxes, Bilal Indrajaya, Tanayu, Sunwich, Jazeed, Guernica Club, Groovebox Story, dan Irama Pantai Selatan.

    Kebetulan situasi pandemi sudah jauh lebih kondusif, maka dengan percaya diri mereka membuat acara peluncuran di venue Antasore, Antasari yang dibagi menjadi dua hari.

    Antasore : denisa oslo ibrahim
    Antasore, Antasari

    Antasore sendiri mulai dikenal sebagai venue musik yang asik terutama di sore hari (kalau cerah). Sebelum acara Gigs diKota, di venue juga sudah diadakan konser Sore, dan saya rasa akan masih banyak gigs lainnya diadakan di venue ini.

    Hari pertama Gigs diKota ini dibuka oleh Jazeed, kemudian dilanjutkan oleh Bilal Indrajaya sebagai penampil berikutnya.

    Jazeed
    Jazeed

    Kemudian berturut-turut tampil Voxxes, Purpla, Guernica Club dan ditutup oleh Ranu Pani. Band yang menarik perhatian dengan musik yang mengawang-ngawang psikedelik. Menyenangkan juga nonton gigs sore-sore santai dengan suasanan seperti di taman. Juga tentunya menyenangkan bertemu dengan wajah-wajah familiar konser musik setelah hampir dua tahun cuma bisa ketemu lewat social media.

    Semoga di kemudian hari semakin sering diadakan gigs yang asik dengan sound system dan tata cahaya yang lebih memadai.

    Ranu Pani
    Ranu Pani
    Sore sore di Antasore
    Sore sore di Antasore
  • Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan Be The Meister Collector’s Box Edition

    Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan Be The Meister Collector’s Box Edition

    Jägermeister berkolaborasi dengan Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan label khusus yang dirancang dan digambar untuk mewakili persona dari masing-masing meister. Label edisi khusus ini akan dirilis dalam jumlah terbatas mulai pertengahan Oktober ini.

    Jägermeister Danilla, Seringai, Tuan Tigabelas
    Be The Meister Collector’s Box edisi Danilla, Seringai, & Tuan Tigabelas

    “Meski berdiri pada genre yang masing-masing mereka mainkan, namun ada kesamaan dan benang merah atas apa yang mereka kerjakan selama ini. Mulai dari konsistensi dalam bermusik hingga kemampuan menjawab berbagai tantangan sambil tetap relevan dengan zamannya. Ini yang membuat ketiganya tetap memiliki pendengar yang setia dengan jumlah yang akan terus membesar,”

    Fariandi Soerja Djanegara – Brand Manager Jägermeister Indonesia.

    Proses kreatif label spesial ini melibatkan seniman lokal juga, seperti Tuan Tigabelas yang menunjuk Bujangan Urban, Danilla RIyadi mandapuk The Popo, dan sementara Arian13 mewakili bandnya sendiri untuk mendesain label koleksi Be The Meister Collector’s Box edisi Seringai.

    Koleksi Be The Meister Collector’s Box ini berisikan satu buah botol Jägermeister sebesar 700ml, selembar foto yang berisi kutipan dan tanda tangan pribadi dari masing-masing meister dan sebuah sertifikat keaslian yang mencantumkan tiap nomor urut pembelian.

    Be The Meister Collector’s Box hanya akan dijual sebanyak 300 buah untuk tiap label dan hanya bisa didapatkan secara langsung di gerai-gerai tertentu milik Red & White Shops atau pembelian daring melalui situs dan marketplace milik www.minuman.com seharga Rp 699,000,- mulai pertengahan Oktober hingga masa promosi berakhir.

    Untuk info lebih lanjut, Ikuti akun @jagermeisterindonesia di Instagram.

    Jägermeister Danilla, Seringai, Tuan Tigabelas