Category: Articles

  • False Print-Of Montreal

    As music spirals outwards towards infinity in a bazillion divergent directions, interesting pit stops along the way provide amazing vantage points.

    Of Montreal’s trajectory corkscrewed out from the imaginative, visionary Elephant 6 collective (responsible for Neutral Milk Hotel’s lo-fi classic In The Aeroplane Over The Sea, plus Apples In Stereo, Olivia Tremor Control, and heaps more). A bout of depression resulted in 2007’s Hissing Fauna, Are You The Destroyer?, a pop masterpiece wherein Kevin Barnes added introspective vulnerability, nihilistic rage, and hilariously frank lyrics to his fantastical glam mythology.

    This is how we arrive at a strange and awesome vantage point like False Priest. You might find the theatricality, ever-shifting genres, or Kevin’s falsetto off-putting (think Ariel Pink, a camp School House Rock, or Beck’s Midnite Vultures) but that would be a shame.

    False Priest is fun, celebratory, and expertly crafted. As Kevin’s characters and musicality get weirder and wilder, his constant return to the everyday mundane brings up the hilarity of modern life. After the overly complicated Skeletal Lamping, False Priest is a return to form.

    I was ready to adore this slut-shaming comedy in which Emma Stone fake-loses her virginity and gains a real-bad reputation stoked by fundamentalist Christian classmate Amanda Bynes. I had it pegged as ‘Smart Trash’, like Legally Blonde or Mean Girls. Instead, it’s ‘Smart Trash That Didn’t Study For The Exam And Severely Disappointed Its Favorite Teacher’.

    “Click here for more detail”

  • 2010 – 20 release pick by Eric Wirjanata

    Membuat list semacam ini sebenarnya membosankan, karena selera setiap orang berbeda-beda dan referensi yang berbeda-beda membuat semua list semacam ini menjadi sekedar pamer referensi.
    Namun saya baru saja membaca list dari beberapa majalah musik ‘terdepan’ yang memuat 20 album lokal terbaik versi mereka dan saya tidak setuju. Jadi deh 20 rilisan 2010 kesukaan saya dibawah ini.

    in no particular order

    JirapahDigital 7″ vol.01
    Sajama Cut – Manimal
    EGRV – Power On/Power Off
    VickyvetteInto the Universe
    Gunver – Wonders of Englightenment
    For the Flames Beneath Your Bridge – LXX.VII
    White Shoes & the Couples Company – Vakansi

    Silahkan lengkapi sisanya di kolom komentar biar sampai 20 🙂 jangan lupa masukan rilisan dari Holliwood Nobody, Frau, Homogenic, the Wispy Hummers dan Sarasvati

  • Bad Dads

    Rated By : Nadia Rachel

    1. Bad Dads
    “Bad Dads” is a tribute show from Spoke Art to the films of Wes Anderson (as every Wes Anderson film seems to have characters with family issues, notably father issues.) There’s not much we can say right now other than the artist list is looking amazing. Over 60 artists have confirmed for this show and they also provide a ton of affordable prints as well as some great original art available at the opening as well as online. To check out the online store, please log on to http://spokeeditions.bigcartel.com/
    For those who still have no idea who Wes is, well to be honest you got far left behind. Wesley Wales Anderson (born May 1, 1969) is an American film director, screenwriter, actor, and producer of features, short films and commercials. He was nominated for a 2001 Academy Award for Best Original Screenplay for The Royal Tenenbaums. Anderson has been called an auteur as he is involved in every aspect of his films’ production. His films employ a similar aesthetic, employing a deliberate, methodical cinematography, with mostly primary colors. His soundtracks feature early folk and rock music, in particular classic British rock. Anderson’s films combine dry humor with poignant portrayals of flawed characters – often a mix of the wealthy and the working class. He is also known for working with many of the same actors and crew on varying projects.

    To see more of Bad Dads, log on to http://www.spokeart.net/ or http://spokeblog.com/

    Click here for more detail

  • Prins Thomas-Prins Thomas (Full Pupp,2010)

    Rated By Regan

    After a number of collaborations with fellow Norwegian Hans-Peter Lindstrøm and more remixes than Alex Ferguson has trophies, Prins Thomas releases his first full-length solo album of balearic disco. All is dreamy lethargy here, bar the odd outbreak of sequenced squelching, there to remind us that this is electronic dance music and not an experimental Chris Rea side-project. Melody and groove are secondary, and as for conventional song structure – forget it, because everything gets lost in an echoey miasma. Despite all that, the compositions do retain the capacity to beguile – if you have the time to let them.

    Click here for more detail

  • Apa itu blog?

    Illustration by Eric WiryanataApa itu blog?

    Kamu sering denger kata-kata blog tapi gak tau itu apa? Kamu kepingin punya blog biar dianggep gaul dan trendy tapi gak tau itu apa? Kamu ikut-ikutan bikin blog di frenster tapi gak tau itu apa? Kamu udah punya blog tapi masih juga gak tau blog itu apa? Mari kemari, baca artikel ini biar kamu engga go-blog.

    Okey, pertama-tama saya rasa kalau kamu emang cukup niat untuk mencari tau blog itu apa mungkin sudah cari disana sini, lewat google, atau kalau kamu lebih kawakan pasti udah nyari di wikipedia. Tapi kalau kamu males baca bahasa inggris atau kamu lebih seneng ngecengin pacar kamu saat pelajaran inggris di sekolah kamu dan nilai kamu je-blog, kamu bisa baca artikel dari Enda Nasution, a.k.a bapak blog endanasution (baca: Indonesia, hehe) tentang Apa itu Blog?

    Jadi, apa itu blog? Well, untuk singkatnya, blog adalah sebuah medium untuk penyampaian informasi dengan menggunakan jaringan internet, dengan cara yang lebih egaliter dan dengan semangat globalisme, karena informasi gak cuman milik media mainstream aja, setiap individu juga bisa menyampaikan suaranya, yang sering kali lebih cepat, bebas dan variatif karena tidak berada dibawah suatu jaringan korporat. Bisa dibilang blog adalah New Media for Information and Culture. Kehadiran blog sebagai sumber informasi baru sudah mulai menunjukan signifikansinya karena para pembacanya membutuhkan informasi yang mungkin tidak terdapat di media mainstream dan untuk mendengar suara-suara yang selama ini belum terdengar tanpa kehadiran jaringan internet. Atau dalam kata lain kalo kamu kepingin mencari tau tentang sesuatu yang agak sulit di cari di media mainstream, kemungkinannya akan sangat besar kamu akan mendapatkannya lewat blog seseorang, kalo gak dapet, yah bikin sendiri aja.

    Lalu dari informasi itu apakah yang bisa disampaikan? Yang ini juga, tergantung sih sebenernya. Dari pelakunya, tujuan dia nge-blog, dan bentuk informasinya. Contoh yang paling umum bagi para blogger pemula. Kamu nulis diary atau jurnal kamu secara online, trus curhat deh sebanyak-banyaknya tentang diputusin pacar, pedekate sama orang, maki-maki orang, atau cuman nulis lirik lagu orang, masukin buletin board atau junk mail yang mengharukan, dst. dst. Tapi apakah ternyata kamu cuman sampai disitu doang? Kalo iya, berarti blog kamu adalah seperti istilah blog yang di deskripsikan oleh Roy Suryo, seorang yang katanya adalah pakar IT di Indonesia tapi bahkan terlalu malu untuk mengakui kalo dirinya gak bisa pake frenster:

    Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi.

    Atau, kamu sudah lebih maju setahap dan mengerti kalo gak semua orang mau baca curhatan kamu kecuali pacar kamu. Kamu mulai nulis secara rutin tentang ide-ide, hasil karya naratif, hal-hal yang menarik dari keseharian kamu dan lingkungan sosial, pendapat kamu tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kamu, dokumentasi, de el el. Atau juga kamu menarik link-link kepada halaman/informasi yang menurut kamu menarik untuk dibaca, dan memberitahukannya lewat blog kamu, jadi istilahnya kamu sudah mempermudah orang lain untuk mencari informasi dengan menjaringnya, atau membuat penjelasan sendiri, yah, seperti artikel ini juga hehehe. Lebih baik lagi bahkan, kalau kamu sudah bisa mempublikasikannya kepada orang lain secara global, mungkin dengan bridge-blogging, dan membuat orang lain yang nun jauh di ujung lain dunia ini tau tentang apa yang ada di sudut lain dunianya.

    Tentu saja, kita tidak bisa mengkotak-kotakkan yang ini blog yang ini bukan. Blog adalah sebuat istilah yang cair. Intinya, jika ada tulisan yang dibuat di media internet, dan disusun secara kronologis-terbalik (yang paling baru yang duluan muncul), dan di-archive, dan di update secara rutin, udah bisa disebut blog. Penulis blog pun bisa individual, group, dan korporat, tergantung dari tujuannya membuat blog. Jika yang nge-blog itu sebuah perusahaan, tentunya isi blognya adalah berita seputar pengumuman produk, servis dan aktivitas perusahaan yang dianggap perlu untuk di publikasikan. Jadi apakah portal berita seperti kompas atau cnn bisa disebut blog? Kembali lagi, istilah ini bukan digunakan untuk mengkotak-kotakkan atau mengkategorikan sesuatu, jadi selama esensi blog hadir disana, ya, situs tersebut bisa dibilang cukup blog, terlepas dari sisi mainstream atau independen.

    Kalo kamu ngaku-ngaku masih punya semangat "DIY" then go for it. Daripada DIY itu jadi sekedar jargon yang basi dan membuat kita terlena unproduktif. Cukup memprihatikan juga kalo ngeliat pengguna internet awam indonesia menguasai sebagian besar jumlah user di frenster tapi kurang melek untuk budaya internet yang baru ini. Tolong lah, internet itu bukan sekedar buka frenster doang, atau cetting, atau ngirim2 junkmail ke orang-orang tak berdosa, atau debat-debat kusir di forum.

    Akan tetapi, artikel ini enggak disusun untuk memandu kamu nge-blog atau cara bikin blog. Udah ada seribu satu panduan di blogosphere (dunia per-blog-an / internet), kalo kamu terlalu males untuk nyari tau artinya kamu emang gak niat untuk ngeblog. Mendingan cukup aja sampai disini, daripada saya menjadi berdosa untuk membuat blogger-blogger "katarsis" baru. Mendingan kamu ikutan jadi Roy Suryo aja, karena Indonesia masih membutuhkan roy suryo – roy suryo baru, untuk tetap dimaki semua orang yang demen nonton infotaintment.

    Ryan Koesuma, Oktober 2005