Category: event musik

  • Thursday Noise Volume 4 : The Young Liars, Cotswolds, Morfem, Barefood, Monkey To Millionaire.

    Thursday Noise Volume 4 : The Young Liars, Cotswolds, Morfem, Barefood, Monkey To Millionaire.

    Thursday Noise yang sempat absen beberapa bulan kebelakang dari permukaan scene Independent lokal membuat kita ‘merindu’ akan kehadirannya. Pasalnya, acara rutin yang digarap Jimi Multhazam (serta kawan-kawan pendukung lainnya) ini memiliki line-up tidak biasa setiap pelaksanaanya. Pasti memiliki unsur—yang sebut saja sesuai pelafalan dasar—‘bising’. Tapi, tidak untuk kemarin malam. Thursday Noise hadir kembali yang sudah memasuki volume keempat. Disinyalir dari rilis pers, bahwa penentuan line up utama kali ini berdasarkan pengamatan sepanjang volume satu sampai tiga yang mendapat atensi begitu meriah dari pengunjung. Tak heran jika nama-nama seperti Barefood, Monkey To Millionaire dan Morfem kembali menghiasi dalam urutan Thursday Noise sekarang. Belum lagi The Young Liars dan kedatangan Cotswolds sebuah band shoegaze ‘arek Suroboyo’ yang turut berpartisipasi. 

    Logo-WasWesWos-Thursday-Noise-Vol-4

    Memasuki 365 Ecobar—setelah non-aktifnya Borneo Beerhouse sebagai tempat lahir event ini—kita langsung disuguhi penampakan poster official Thursday Noise besar, buah karya Gama Prasetya pemenang design poster contest yang lolos pengkurasian dari Jimi Multhazam terpampang mencolok di pintu masuk. Selain deretan band yang akan beraksi di malam itu, WasWesWos (sebuah radio online) yang ditunjuk sebagai MC dan DJ sedang memainkan playlist sambil menunggu para pengisi acara ‘nge-set’ alat. 

    Logo-The-Young-Liars-Thursday-Noise-Vol-4-07

    The Young Liars membuka Thursday Noise Vol: 4 secara mengagumkan. Band yang baru saja menggelar mini showcasenya awal bulan ini, membawakan “I tried and I’m Tried”. “Nothing To Lose”, “Two Wild Ones” sampai “Here Alone” yang terdapat pada materi album debut mereka yang segera rilis diberi tajuk ‘Rue Massena’. Sedikit lebih bersemangat menyematkan unsur indie-rock seperti The Rascals atau Arctic Monkeys sekalipun. Titik klimaksnya penampilan mereka adalah intro “Here Alone” bagian terakhir dimainkan se-eksperimental mungkin hingga distorsi-distorsi itu menghanyutkan Rizki Aryo Wicaksono (vokal/gitar) yang mengharuskan naik keatas drum.

    Logo-Cotswolds-Thursday-Noise-Vol-4-07

    Sejak volume pertama dan ketiga, pemilihan line-up pernah juga diambil dengan cara request lewat twitter. Bagi band yang memiliki spirit yang sama menurut followers @morfem_band akan ditampung terlebih dahulu untuk gelaran Thursday Noise selanjutnya. Seperti Costswolds yang mendapat request banyak untuk bermain di ibukota. Beda kota tak menjadi penghalang, mereka sanggupi permintaan tersebut. Tampil penuh kecanggungan sang vokalis Windrata Faizal terlihat gugup menyapa pengunjung 365 Ecobar dilanjut “European Ocean”. Mereka kental dengan irama shoegaze dalam musiknya. “Terima kasih banyak Thursday Noise yang telah mengundang kami dan juga permintaan kalian yang datang pada malam hari ini” ujar Wing Wisesa (bassist) mengambil alih mikrofon selagi menunggu Windrata memperbaiki kabel gitarnya. Tapi, trouble pada kabel tersebut menjadi peganggu dalam peforma Cotswolds sampai akhir pertunjukannya. 

    Logo-Morfem-Thursday-Noise-Vol-4-14

    Berhubung Monkey To Millionaire belum tiba di venue, maka Morfem maju menjadi penampil ketiga. Bisa dibilang mereka yang punya hajat malam hari ini. Membawakan hampir sepuluh lagu lebih termasuk memperdengarkan empat lagu teranyar (“Kubikal Rock”, “Kebiri Pedophilia”, “Tiba-Tiba Terjadi” dan satunya lagu masih untitled) yang dalam waktu dekat ini albumnya akan rampung dan segera diproduksi oleh label independent New York. Sebuah benih keberhasilan setelah meraih gelar utama Converse Get Loud. Jimi Multhazam lebih terlihat enerjik dengan rambut gondrong yang menyelimuti wajahnya. Badan bertubrukan dan semua berkeringat saat kita menyerukan “Seka Ingusmu!”, “Berlagak Gila!” atau jengah “Menjadi negara dunia ketiga!” dengan nada semangat dan riang. “Morfem datang semua senang!”. 

    Logo-Barefood-Thursday-Noise-Vol-4-07

    Namun, kesenangan malam itu tak terhenti sampai Morfem. Barefood bersama formasi lengkapnya sudah bersiap diatas panggung. Rachmat ‘Mamet’ Triyadi menggunakan kaos label rekaman kenamaan, Anoa Records, dengan manis membawakan “Teenage Day Dream” dan “Perfect Colours”. “Ini lagu yang paling ‘adaaa’ banget. Lagu baru” guyon Rachmat Triyadi sambil mendengarkan lagu yang belum diberi judul tersebut. Menjadi pemandangan menarik adalah, ketika melihat wanita—mungkin dalam keadaan ‘kurang sadar’—sedari lagu pertama berada diatas panggung dengan santainya menodongkan kamera untuk mengambil gambar muka seluruh personil. Tak etis memang, tapi disitu titik senang-senangnya versi dia. Justru wanita ini lebih menikmati acaranya dibandingkan penonton yang memangku tangan sampai Barefood membereskan setlist lagunya. 

    Logo-Monkey-To-Millionaire-Thursday-Noise-Vol-4-19

    Monkey To Millionaire melanjutkan gelaran tersebut. Mereka lebih kalem kelihatannya dan memilih “Humilation” menjadi nomor pertama menyambut penonton. Malam itu ‘Strange Is The Song In Our Conversation’ dibawakan secara pelan dan lebih mengajak karaoke di bagian reff. “Sepi Melaju” ditunjuk sebagai lagu terakhir yang ditutup oleh aksi stage diving bersama gitarnya. Menjadi suatu ciri khas dalam Thursday Noise adalah body surfing yang tak kunjung habisnya sampai akhir acara, semoga lekas bersua di Thursday Noise volume 5.


    Logo-Jimi-Multhazam-Thursday-Noise-Vol-4

    Logo-The-Young-Liars-Thursday-Noise-Vol-4-04 Logo-Crowd-Thursday-Noise-Vol-4-02 copy Logo-Crowd-Thursday-Noise-Vol-4-01 copy Logo-Crowd-Moshpit-Barefood-Thursday-Noise-Vol-4-13 copy Logo-Cotswolds-Thursday-Noise-Vol-4-13 Logo-Barefood-Thursday-Noise-Vol-4-05 Logo-Morfem-Thursday-Noise-Vol-4-06 Logo-Monkey-To-Millionaire-Thursday-Noise-Vol-4-26 Logo-Thursday-Noise-Vol-4-Neon-Box

  • Foto Mélissa Laveaux dan Sore di Taman Suropati

    Foto Mélissa Laveaux dan Sore di Taman Suropati

    sore-01-taman-suropati
    Dalam rangka perayaan musim semi maka seperti tahun-tahun sebelumnya Institut Francais Indonesia (IFI) menyelenggarakan rangkaian acara Printemps Français, salah satunya adalah konser Mélissa Laveaux ini di Taman Suropati.

    Mélissa Laveaux ini menarik karena ia membawakan musik indie rock yang terfusi dengan soul dan funk sehingga karakternya unik. Sebelum memutuskan menghampiri konser ini, saya menyempatkan diri meng-google lagu-lagunya. Musik video “Postman” dan “Pretty Girl” membuat saya memutuskan harus menyaksikan live nya.

    Ternyata mereka hanya berdua diatas panggung, dan itu membuat saya semakin penasaran dengan apa yang akan mereka tunjukan. Padahal dibeberapa tur yang saya lihat, mereka tampil dengan formasi lengkap. Tetapi terus terang saya tidak kecewa terlalu berat karena masih asoi.

    Saya tidak hafal lagu-lagu yang dibawakan tadi, kecuali ada “Postman” dan cover version “Hash Pipe” yang diubah bahasanya. Mungkin juga ada “Pretty Girls” dibawakan. Pada intinya penampilan Mélissa Laveaux malam itu menarik dan membuat saya ingin mencari lagu-lagu lainnya.

    Oiya apa saya sudah bilang mereka membawakan kover version “Hash Pipe”? saya tidak yakin itu lagu diubah jadi bahasa apa, tapi kemungkinan besar dijadikan bahasa Perancis.

    Sementara Sore sebagai pembuka, tentu saja seperti biasa tampil memukau bahkan banyak diantara yang hadir memang datang karena ingin menyaksikan Sore. Sebagian dari mereka memilih pulang setelah penampilan Sore, mereka tidak tahu saja kalau Mélissa Laveaux juga asoi.

    Dibagian akhir post ini saya akan membagi dua videoklip dari Mélissa Laveaux dan cover version Hash Pipe dikonser ini.

    melissa-laveaux-01-taman-suropati

    sore-06-taman-suropati

    sore-05-taman-suropati

    dimas-jayasrana-david-turz

    sore-04-bembi

    sore-03-ade-paloh

    sore-02-taman-suropati

    sore-01-taman-suropati

    melissa-laveaux-08

    melissa-laveaux-07

    melissa-laveaux-06

    melissa-laveaux-05-jakarta

    melissa-laveaux-04

    melissa-laveaux-03-jakarta

    melissa-laveaux-02-taman-suropati

    nastasha-abigail-taman-suropati

  • Foto-foto Rock The Vote #melawanlupa

    Foto-foto Rock The Vote #melawanlupa

    koil-01-otong-01
    Terinspirasi dari kampanye Rock the Vote dari luar negeri supaya anak muda mau memberikan suaranya dipemilu 2014 ini. Saya datang tepat sebelum Koil naik panggung, sayangnya /rif terlewatkan.

    Menyenangkan juga menyaksikan Koil lagi setelah sekian lama tidak melihat aksi-aksi dan cuap-cuap si Otong dipanggung.

    Dilanjutkan Payungteduh yang mengucapkan “jika kamu tidak memilih maka kamu tidak berhak mengeluh” saya terus terang tidak setuju dengan ucapan ini, saya memilih karena ingin memberi dukungan kesalah satu calon dan jika saya tidak memilih bukan berarti saya tidak peduli. Saya tidak memilih karena saya tidak ingin memilih ‘lesser evil’ yang artinya tetap saja iblis. Jika ia menyatakan demikian, apakah artinya jika ia memilih Jokowi lalu Prabowo yang menang maka artinya para pemilih Jokowi tidak berhak maju dan berkembang di Indonesia?.

    Saya akan memilih presiden yang mampu memberikan kesempatan pada saya dan sekeliling saya untuk berkembang. Siapa dia? saya belum tahu sebelum masuk ke bilik.

    oiya, highlight malam itu ada di Ucup yang ketiban rezeki duet bareng Olga Lidya.

    koil-02-adam-vladvamp

    koil-03-doni-otong

    koil-04-doni-otong

    koil-05-doni

    koil-06-adam

    koil-06-otong

    koil-07-rock-the-vote

    koil-07-doni

    koil-08-rock-the-vote

    adit-insomnia-intan-badut-romantis

    koil-09

    khemod

    new-rock-koil

    adit-wenz-ucup

    rock-the-vote-jakarta-01

    dochi-pwg-reno-nismara

    olga-lidya-rock-the-vote-ucup

    koil-rock-the-vote

    waluyo-jati

    parisude-amanda

    payungteduh-rock-the-vote

    rock-the-vote

    rock-the-vote-jakarta-rollingstone

    bampak

    trio-lestari-01-tompi

    trio-lestari-02-sandy-sondhoro

    trio-lestari-03-glenn-fredly

    trio-lestari