Category: event musik

  • GalaGaung: Pengalaman Segar Musik

    GalaGaung: Pengalaman Segar Musik

    GalaGaung adalah intimate gigs skala menengah yang menawarkan pengalaman musik yang segar dan wadah kolaborasi bagi penggiat musik.

    Selain penampilan musisi seperti BIN IDRIS, RUB OF RUB, IRAMA PANTAI SELATAN, dan MONDO GASCARO, acara ini juga menyuguhkan beragam aktivitas pendukung seperti gelar wicara oleh Pophariini, pasar tenant yang dikuratori oleh HeyFolks!, sesi DJ Set, dan kolaborasi khusus dari Irama Pantai Selatan dan Mondo Gascaro.

    Acara ini berlangsung di hari Minggu, 30 Juli 2023, kemarin di Kandank Jurank Doank, Kompleks Alvita Blok Q No. 14, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan.

  • Crush Hour in Jakarta : 08 Agustus 2023

    Crush Hour in Jakarta : 08 Agustus 2023

    CRUSH, seorang penyanyi-penulis lagu dan produser asal Korea, akan mengadakan konser solo pertamanya di Jakarta sebagai bagian dari tur bertajuk CRUSH HOUR. Konser ini akan diadakan pada 8 Agustus 2023 di The Kasablanka Hall – Jakarta dan dipromotori oleh KIG Live. Konser ini sangat dinantikan karena merupakan konser solo pertama Crush di Jakarta dan juga pertunjukan pertama KIG Live di tahun ini.

    Sebagai bagian dari CRUSH HOUR Asia Tour 2023, CRUSH akan menghibur penonton dengan vokal yang memikat, groove yang menggoda, dan penampilan energik. Jakarta menjadi salah satu tujuan eksklusif tur ini, bersama dengan Tokyo, Osaka, dan Bangkok.

    Para penggemar akan merasakan pengalaman yang tak terlupakan dengan mendengarkan lagu-lagu hits Crush, termasuk lagu populer “Rush Hour” yang menampilkan J-Hope dari BTS. Konser ini akan memperlihatkan talenta dan karisma luar biasa Crush, yang akan membuat penggemar K-Hiphop dan K-R&B terkesima.

    Ini hanya awal dari deretan pertunjukan yang akan datang yang telah kami
    rencanakan bagi para penggemar musik.

    Rendra Saputra, CEO KIG Live

    Harga tiket untuk konser CRUSH HOUR dimulai dari IDR 950.000 (Silver), IDR 1.650.000 (Gold), dan IDR 2.000.000 (VIP). Pemegang tiket VIP akan mendapatkan kesempatan untuk berfoto grup khusus dengan Crush (10 orang per grup) dan sesi Send Off. Selain itu, 700 pemenang undian beruntung di antara pemegang tiket lainnya akan berkesempatan untuk mengikuti sesi Send Off dengan Crush.

    Tiket untuk konser CRUSH: CRUSH HOUR dapat dibeli secara online hanya melalui mitra tiket resmi di www.cognitix.id mulai tanggal 29 Juni 2023 pukul 11.00 WIB.


    Tentang KIG Live:
    KIG Live adalah promotor konser yang didirikan pada tahun 2023, berdedikasi untuk membawa pengalaman konser live dari berbagai genre kepada penonton Indonesia. Dengan passion dan komitmen yang mendalam untuk menciptakan pertunjukan musik live yang tak terlupakan.

  • Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu merilis e.p Angkat dan Rayakan di tahun 2021. Berisikan enam lagu yang diantaranya berkolaborasi dengan Indra Perkasa, Monita Tahalea dan Gardika Gigih.

    Angkat dan Rayakan menurut saya adalah rilisan yang menarik, karena eksperimentasi dan eksplorasi bebunyian di rilisan ini membuat lagu-lagunya jadi terasa lebih dalam dan reflektif.

    Ananda Badudu
    Ananda Badudu

    Karena menikmati rilisan ini, maka itu saya memutuskan untuk memesan paket merchandise yang lebih komplit. Berisikan t-shirt, payung dan postcard dengan ilustrasi karya Nasrul Akbar (Ganas) yang merupakan interpretasinya terhadap lagu “Angkat dan Rayakan”.

    Gambarnya Siput lagi mendorong batu ke puncak bukit, terinspirasi dari cerita Sisyphus. Dihiasi kata-kata mutiara khas Nasrul Akbar.

    Setelah paket datang, sayapun menyiapkan waktu di hari Senin untuk ke daerah Jakarta Selatan, di mana lokasi pertunjukkan rahasia ini akan berlangsung.

    Ananda Badudu live
    Set list dari show Ananda Badudu

    Turun hujan di sore hari Senin tanggal 20 Desember 2021, yang membuat payung merchandise Ananda Badudu ini jadi berguna. Lokasi pertunjukkan di Evlogia Coffee di sebelah Pasar Santa itu tidak terlalu besar, hanya bisa diisi beberapa belas penonton jika ingin menikmati set pertunjukkan Ananda Badudu dengan nyaman.

    Jam 7 malam, pas setelah saya menyelesaikan kopi dan roti untuk ganjal perut, acara dibuka oleh Indra Perkasa yang memainkan komposisi improvisasi sepanjang 15 menit. Indra Perkasa ini adalah salah satu kolaborator utama di e.p Angkat dan Rayakan. Setelah set 15 menit ini, ia juga berkolaborasi di lagi “Hiruplah Hidup”.

    Indra Perkasa & Ananda Badudu
    Indra Perkasa & Ananda Badudu di lagu Hiruplah Hidup

    Pertunjukkan malam itu dibagi menjadi dua sesi, dan Ananda memainkan 4 lagu di masing-masing sesi. Sesi satu dibuka dengan musikalisasi puisi “Rindu” karya Subagio Sastrowardoyo dan ditutup dengan “Angkat dan Rayakan” versi akustik dan vokal semua oleh Ananda Badudu tanpa duet.

    Sementara sesi dua dibuka dengan “Hiruplah Hidup” berkolaborasi dengan Indra Perkasa, dilanjutkan dengan “Sampai Jadi Debu” versi sendirian, “Yang Patah Hilang Berganti” juga versi sendirian, sementara “Kita Berangkat Saja Dulu” dibantu lagi oleh Indra Perkasa.

    Setelah selesai dua sesi, kemudian dilanjutkan dengan satu lagu encore dari Banda Neira. Malam itu kemudian ditutup dengan makan pizza traktiran Ananda Badudu dan sesi tanda tangan.

    Dengarkan e.p Angkat dan Rayakan di berbagai platform streaming.

  • Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Pop diKota adalah sebuah kompilasi berisikan 10 lagu dari 10 band/musisi terpilih. Diprakarsai oleh lima orang muda mudi asal kota Tangerang, mereka memilih Ranu Pani, Purpla, Voxxes, Bilal Indrajaya, Tanayu, Sunwich, Jazeed, Guernica Club, Groovebox Story, dan Irama Pantai Selatan.

    Kebetulan situasi pandemi sudah jauh lebih kondusif, maka dengan percaya diri mereka membuat acara peluncuran di venue Antasore, Antasari yang dibagi menjadi dua hari.

    Antasore : denisa oslo ibrahim
    Antasore, Antasari

    Antasore sendiri mulai dikenal sebagai venue musik yang asik terutama di sore hari (kalau cerah). Sebelum acara Gigs diKota, di venue juga sudah diadakan konser Sore, dan saya rasa akan masih banyak gigs lainnya diadakan di venue ini.

    Hari pertama Gigs diKota ini dibuka oleh Jazeed, kemudian dilanjutkan oleh Bilal Indrajaya sebagai penampil berikutnya.

    Jazeed
    Jazeed

    Kemudian berturut-turut tampil Voxxes, Purpla, Guernica Club dan ditutup oleh Ranu Pani. Band yang menarik perhatian dengan musik yang mengawang-ngawang psikedelik. Menyenangkan juga nonton gigs sore-sore santai dengan suasanan seperti di taman. Juga tentunya menyenangkan bertemu dengan wajah-wajah familiar konser musik setelah hampir dua tahun cuma bisa ketemu lewat social media.

    Semoga di kemudian hari semakin sering diadakan gigs yang asik dengan sound system dan tata cahaya yang lebih memadai.

    Ranu Pani
    Ranu Pani
    Sore sore di Antasore
    Sore sore di Antasore
  • Nusasonic Festival 2018

    Nusasonic Festival 2018

    Minggu pertama Nusasonic dimulai dengan penyelenggaraan sejumlah lab artistik yang disebar di pusat Yogyakarta. Merangkum lebih dari 30 seniman dan praktisi dari Indonesia, Asia Tenggara, dan Eropa, kolaborasi dalam Lab Artistik Nusasonic mengurai penemuan dan komposisi musikal baru, ekspedisi sonic wilderness, serta konstelasi dan kerjasama artistik baru yang akan terus berlanjut bahkan setelah acara ini berakhir.

    Lab artistik dimulai Selasa 2 Oktober lalu oleh MusicMakers Hacklab, dimana partisipan lokal dan internasional berkolaborasi mencari ide-ide baru dalam kreasi musik di bawah bimbingan Peter Kirn (CDM, Berlin) Andreas Siagian (Lifepatch, Yogyakarta), dan Lintang Radittya (Kenali Rangkai Pakai, Yogyakarta). Peter Kirn berujar: “Sangat menyenangkan melihat penemuan, kriya dan bermain bergabung sebagai aksi ansambel. Inilah seniman/musisi yang mengakhiri tiap malamnya dengan bermain musik bersama tapi juga saat memberikan ide mengenai ruang teatrikal, kostum, video – keseluruhan pengalaman. Yogyakarta adalah tempat yang saya impikan, karena tradisi bermain ansambel, pembuatan instrumen, dan performans multimedia berasal dari sini. Sungguh indah untuk berada di sini dan menyaksikan kelompok seniman/musisi dari berbagai negara melakukan eksperimen dalam area-area tersebut dan menghubungkannya satu sama lain.” Partisipan Hacklab kemudian mempertunjukkan karya mereka pada konser penutupan tanggal 13 Oktober di Eloprogo Art House.

    Pada hari Jumat 5 Oktober akan dimulai dua residensi singkat, menyusun ulang dua konstelasi artistik baru. Kuartet yang terdiri dari musisi perkusi ekperimental Cheryl Ong dan Riska Farasonalia, seniman bebunyian eksperimental Kok Siew-Wai, serta pianis Nadya Hatta mampu membuahkan rekaman untuk kaset 2-track yang akan dirilis oleh label Singapura Ujikaji, dari hasil sesi latihan mereka. Kok Siew-Wai menjelaskan: “Awalnya kami semua sangat ‘sopan’ dan berusaha mendukung satu sama lain, namun agak segan dalam mengekspresikan diri seutuhnya. Namun seiring berlanjutnya sesi hari berikutnya, “suara asli” masing-masing mulai muncul dan di sinilah saat musik menjadi dinamis dan menarik. Kelompok ini cenderung menyediakan basis yang suportif secara kolektif, yang memungkinkan keunikan masing-masing musisi terekspresi, dan lebih lanjut mengeksplorasi bunyi-bunyi kolektif baru. Beberapa momen yang sungguh halus memiliki kualitas feminis yang unik.”

    Untuk kolaborasinya, Erick Calilan dan Duto Hardono mengeksplorasi Eloprogo Art House, mengambil inspirasi dari jaring besi yang menyatu pada jendelanya, sebagaimana jaring-jaring indah yang dijalin oleh laba-laba Eloprogo. Performans site-spesific mereka akan diadakan dua kali selama program berlangsung di Eloprogo Art House.

    Sonic Wilderness dan proyek Kombo dimulai akhir pekan lalu. Dipimpin oleh seniman dan aktivis AGF, Sonic Wilderness mengekplorasi pendengaran dan pembuatan musik dengan alam sekitar. Kelompok musisi muda perempuan yang terlibat datang dari beragam latar belakang, membawa serta sejumlah alat musik, instrumen, elektronik dan ide ke dalam kelompok. Ekspedisi outdoor mereka mencakup sawah, sekolah lokal, kuburan tionghoa-katolik, dan lokasi lainnya di sekitar Yogyakarta. AGF bertutur: “Setiap hari, kelompok ini mengeksplorasi pendengaran dan pembuatan musik dengan lingkungan sekitar. Di sela-selanya, kami melakukan diskusi panjang dan mendalam mengenai pengalaman hidup, budaya, makanan, kewanitaan, hak perempuan, peralatan musik dan musik. Proses penciptaan musik dengan para perempuan luar biasa di tepi sawah dan ruang urban serta pembicaraan kami menginspirasi dan menjadikan saya sangat bersyukur.”

    Dibawah arahan Rully Shabara, Kombo dimulai dengan demonstrasi oleh partisipan lokal, dilanjutkan aksi improptu oleh duo, trio dan kelompok musisi dari Asia Tenggara, termasuk Yuen Chee Wai, Sudarshan, Caliph8, Kok Siew-Wai, Setya RKJ, Mahamboro dan lainnya. Pada 9 Oktober, musisi Mesir Nadah el Shazly, dan Ruben Patiño anggota duo asal Berlin, N.M.O juga bergabung. Partisipan Yuen Chee Wai menjelaskan bahwa “Suasananya sangat santai dan kasual, sehingga pemain baru berani mencoba gaya baru yang benar-benar berbeda dari yang biasa mereka mainkan. Awalnya kami kesulitan dengan bunyinya, terutama karena begitu banyak musisi yang bermain, beberapa hari yang kami lewatkan bersama merupakan waktu berbagi dan mengerti bebunyian serta pendekatan improvasi satu sama lain. Seluruh proses ini sungguh bermakna.”

    Kombo dan Sonic Wilderness kemudian mempertunjukkan pertunjukkan final pada tanggal 13 Oktober di Eloprogo Art House.

    7-8 Oktober dipenuhi oleh berbagai diskusi, di antaranya mengenai budaya membuat (maker culture), jaringan artistik perempuan, pembedahan teknologi melalui lensa (paska) kolonialisme dan lain sebagainya. Mulai 10 Oktober, Nusasonic meluncurkan rangkaian festivalnya termasuk proyek kolaborasi di atas serta beragam performans tunggal.