Category: festival

  • Guinness Smooth Session Festival Kolaborasi yang Nyaman Untuk Musik

    Guinness Smooth Session Festival Kolaborasi yang Nyaman Untuk Musik

    Saya pernah mengatakan kalau yang terutama dari sebuah festival musik itu adalah kenyamanan dalam menikmati musik. Karena kita datang untuk musik.

    Festival musik bertajuk “Guinness Smooth Session” yang digelar akhir Juli kemarin oleh Guinness bersama Plainsong dan didukung RUX itu mengerti akan hal ini. Pilihan kolaborasi artisnya menarik, terdiri lebih dari 20 musisi dari berbagai genre musik seperti pop, rock, juga metal.

    1500 tiket telah habis terjual jauh hari sebelumnya, dipesan oleh para penikmat musik dari Jakarta dan kota-kota lainnya. Para penikmat musik ini telah memadati Hutan Kota GBK sejak pukul 14.00 WIB dan mulai memasuki area festival setelah petugas menyatakan persyaratan kehadiran terpenuhi. Mereka yang hadir harus berusia minimal 21 tahun, telah divaksin lengkap, dan memenuhi syarat protokol kesehatan lainnya.

    Saya sangat menikmati saat Pure Saturday bergiliran mengajak Rekti, Sari dan Anggita untuk bernyanyi. Karena masing-masing kolaborator bisa memasukkan karakter masing-masing dengan smooth ke lagu-lagu Pure Saturday. Makin seru sambil menikmati Guinness Smooth in can yang praktis banget buat nemenin festivalan sore – sore kaya gini ditambah dengan design yang kece abis!

    Aksi kolaborasi adalah keunikan festival GUINNESS SMOOTH SESSION. “Kami bangga menggelar GUINNESS SMOOTH SESSION dan menyuguhkan aksi-aksi kolaborasi yang sangat dinikmati oleh para pengunjung seperti sesi kolaborasi Seringai dengan Prisa Rianzi dan Danilla juga the Adams dan Stella Gareth (Scaller).” sambut Direktur Plainsong Live, Ferry Dermawan.

    Kemudian “brand experience” di Flavour by Fire juga asik, dengan mengajak The Panturas untuk memasak menu yang diinfused dengan Guinness Smooth in a can dan dipairing dengan Guinness Stout. Malamnya dilanjutkan dengan joged bareng White Shoes & the Couples Company DJ Set yang juga sekaligus memasak menu yang diinfused dengan Guinness Smooth dan tentu saja dipairing dengan Guinness Stout bikin rasa menunya makin unik.

    Pilihan penampilnya bervariatif dan berasal dari berbagai kota selain Jakarta. Band-band keren yang tidak mudah ditemukan di acara atau festival lain. Misalnya Grrrl Gang dan Shaggy Dog dari Jogja dan Navicula dari Bali.

    Secara keseluruhan, menurut saya ambience dan excitement di festival ini sangat menyenangkan. Dimulai relatif tepat waktu, cuaca cerah, suasana terasa piknik, air minum gratis, dan WC yang relatif bersih. Bikin mood jadi happy sepanjang hari.

    Akhir kata, menurut saya festival ini benar-benar sesuai namanya “Guinness Smooth Session” karena hampir semuanya berjalan smooth. 

    Buat kamu yang belum berkesempatan nonton, atau yang mau mengenang moment-moment Guinness Smooth Session kemarin, langsung check  di Youtube Guinness Indonesia ya!

  • Ornaments

    Ornaments

    Untuk pertama kalinya kolektif musik asal Jakarta, Studiorama, sukses menggelar festival perdananya Ornaments. Mengambil tempat di Kuningan City Ballroom, hari jumat kemarin. Malam itu gelaran dibagi dua, stage utama dinamakan Ruang Stage sedangkan bila mau berajojing ria bisa di Raung Stage yang diisi oleh deretan disjoki handal.

    Adapun pengisi acaranya dari dalam dan luar negeri. Seperti These New Puritans, project saudara kembar Inggris yang namanya sempat besar di era 2008 dengan album keduanya ‘Hidden’. Trio jazz-hop, BADBADNOTGOOD asal Kanada yang penampilan kemarin lumayan menghipnotis pelan-pelan dan rasanya enggan untuk beranjak dari tempat. Dan King Gizzard and The Lizard Wizard yang untuk pertama kalinya membawakan setlist terbarunya untuk SEA Tour yang membuat penonton tak kuat tahan diri untuk membuat circle pit skala kecil di tengah. Tapi, yang membuat tambah menggila justru penampilan Gabber Modus Operandi (Bali).Untuk pertama kalinya juga melihat duet Ican Harem dan Kasymin yang bersinergi maksimal walau di awal set mereka, sound sempat tidak begitu ‘nendang’. Alhasil sewaktu mengacak-ngacak lagu sakral milik Homicide – Puritan mereka seolah ‘balas dendam’ dengan menggeber Gabber tanpa ampun! Deretan DJ dari Asia Timur seperti Tsuzing, Hyph11e, Scintii, dan Meuko! Meuko! juga menjadi sorotan utama di festival ini. Dan musisi-musisi kebanggan dalam negeri, mereka punya BAP, Jacatra Audio Sistema, Horse Planet Police Department, dan False Natural.

    Keberagaman line-up Ornaments menjadi bukti konsistensi Studiorama dalam menawarkan sesuatu yang berbeda tanpa pandang bulu terhadap jenis-jenis musik yang ada; filosofi yang sudah mereka pegang teguh sejak debut Studiorama Live #1 delapan tahun silam. “Kami selalu ingin memberikan pengalaman menonton konser yang menyegarkan, dari penggemar musik untuk penggemar musik, tanpa menganakemaskan suatu jenis musik tertentu” ungkap pihak Studiorama.

    Words & Photos by Robonggo

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    The Sounds Project Series Depok telah berhasil terlaksana selama dua hari berturut-turut di

    Rooftop ITC Depok, lebih dari 20 penampil juga sukses memeriahkan perhelatan festival di hari kedua ini.

    Festival ini dibuka oleh Kunto Aji yang lagu-lagunya selalu menenangkan

    setiap jiwa yang hadir. Kesyahduan proses terapi Kunto Aji ini didukung dengan visual panggung yang sangat menyentuh dan hujan kecil.

    Kemudian dilanjutkan oleh sederet penampil favorit dalam negeri lainnya seperti, Danilla, Amigdala, Skastra, Reality Club dan The Changcuters dengan aksi panggungnya yang masih energic.

    Meskipun hujan mengguyur, namun antusias penikmat musik yang hadir tidak surut. Mereka tetap bersuka ria dan bernyanyi bersama. Kemudian penampilan musik dilanjutkan oleh Jason Ranti melalui konsep barunya yang dibalut dengan sentuhan orkes dengan berkolaborasi bersama Orkes Nunung CS yang mampu membuat penikmat musik yang hadir bernyanyi dan bergoyang bersama.

    Fourtwnty juga ikut memeriahkan The Sounds Project Series Depok bersama The Adams dan Nidji di panggung lainnya.

    The Sounds Project Series Depok semakin dibuat bergoyang oleh penampilan Feel Koplo yang turut mengajak Sintya Marisca berjoget di atas panggung, pemain FTV yang video jogednya di salah satu festival musik telah viral.

    Perhelatan The Sounds Project Series Depok akhirnya selesai dan lengkap setelah ditutup oleh penampilan dari Ucup Pop (Kiki Aulia Ucup) yang berkolaborasi dengan Babang Andika yang membawakan lagu-lagu populer tahun 2000-an dan mampu menghipnotis kaum hawa maupun adam.

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Hari pertama The Sounds Project Series Depok dibuka dengan single “Say Hello” dari Ardhito Pramono yang membuat para penikmat musik berkumpul mendekati panggung dan mulai menikmati acara The Sounds Project Series Depok.

    Kemudian dilanjutkan oleh ThePanturas, TheSIGIT, Tipe-X, The Upstairs hingga Efek Rumah Kaca yang membuat area festival Rooftop ITC Depok hari Sabtu itu menjadi sangat meriah.

    Sementara itu di MG Stage juga memiliki euphoria yang tak kalah meriah. Panggung ini dibuka oleh Payung Teduh yang menemani para pengunjung untuk menikmati senja mereka di rooftop bersama single-single milik Payung Teduh yang sudah akrab di telinga dan hati pengunjung. Acara kemudian semakin meriah bersama The Cat Police, Pamungkas, Sisitipsi dan Elephant Kind dengan energinya yang sangat menggelora.

    Festival musik yang terlaksana pada hari Sabtu, 2 November 2019 kemarin semakin lengkap dengan penampilan Club Dangdut Racun yang menutup malam minggu dengan balutan musik dangdutnya.

  • The Sounds Project Series: Bekasi.

    The Sounds Project Series: Bekasi.

    Demi menyaksikan lagu ‘Amin Paling Serius’ dan ‘Ikat Aku di Tulang Belikatmu’ dibawakan oleh Sal Priadi, maka perjalanan panjang melintasi kotapun kulalui.

    Tidak biasanya saya pergi sendiri menuju kota yang tidak terlalu saya kenal, tapi ini urusannya berbeda; demi musik. Kebetulan juga saya sudah beberapa kali menghadiri festival yang diselenggarakan dengan nama The Sounds Project dan pengalaman yang mereka berikan cukup menyenangkan.

    Saya juga jadi penasaran mengenai pengalaman apa yang akan mereka berikan lewat rangkaian The Sounds Project Series ini. Selain Sal Priadi, saya juga penasaran dengan formasi terbaru the Upstairs. Kubil dan Jimi plus kakak beradik dari Fisika Matematika, tentunya menarik.

    Sal Priadi dan Chintana Jo
    Sal Priadi dan Chintana Jo

    Sayang saya terlambat datang dan hanya sempat menyaksikan sedikit penampilan Maliq n d’Essentials yang tampil sebelum maghrib. Namun demikian, ini berarti saya masih bisa menyaksikan Sal Priadi, yang semakin menjadi bahan obrolan sejak penampilannya di WTF tahun ini.

    Memang Sal Priadi ini adalah figur yang menarik. Tidak mudah mencari padanan untuk orang yang menulis judul lagu sekuat ‘Ikat Aku di Tulang Belikatmu’ atau ‘Amin Paling Serius. Awalnya terdengar ‘cheesy’ namun setelah menyaksikan aksi panggungnya, judul-judul dan lirik-liriknya menjadi lebih relevan bagi saya.

    Selain itu, saya tidak ingat kapan terakhir kali menyaksikan bintang panggung seteatrikal ini, seseorang yang fasih berucap kata romantis dan profan sekaligus dalam satu nafas dengan elegan.

    Sungguh penampilan yang menarik.