Category: events

  • Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu Secret Intimate Show

    Ananda Badudu merilis e.p Angkat dan Rayakan di tahun 2021. Berisikan enam lagu yang diantaranya berkolaborasi dengan Indra Perkasa, Monita Tahalea dan Gardika Gigih.

    Angkat dan Rayakan menurut saya adalah rilisan yang menarik, karena eksperimentasi dan eksplorasi bebunyian di rilisan ini membuat lagu-lagunya jadi terasa lebih dalam dan reflektif.

    Ananda Badudu
    Ananda Badudu

    Karena menikmati rilisan ini, maka itu saya memutuskan untuk memesan paket merchandise yang lebih komplit. Berisikan t-shirt, payung dan postcard dengan ilustrasi karya Nasrul Akbar (Ganas) yang merupakan interpretasinya terhadap lagu “Angkat dan Rayakan”.

    Gambarnya Siput lagi mendorong batu ke puncak bukit, terinspirasi dari cerita Sisyphus. Dihiasi kata-kata mutiara khas Nasrul Akbar.

    Setelah paket datang, sayapun menyiapkan waktu di hari Senin untuk ke daerah Jakarta Selatan, di mana lokasi pertunjukkan rahasia ini akan berlangsung.

    Ananda Badudu live
    Set list dari show Ananda Badudu

    Turun hujan di sore hari Senin tanggal 20 Desember 2021, yang membuat payung merchandise Ananda Badudu ini jadi berguna. Lokasi pertunjukkan di Evlogia Coffee di sebelah Pasar Santa itu tidak terlalu besar, hanya bisa diisi beberapa belas penonton jika ingin menikmati set pertunjukkan Ananda Badudu dengan nyaman.

    Jam 7 malam, pas setelah saya menyelesaikan kopi dan roti untuk ganjal perut, acara dibuka oleh Indra Perkasa yang memainkan komposisi improvisasi sepanjang 15 menit. Indra Perkasa ini adalah salah satu kolaborator utama di e.p Angkat dan Rayakan. Setelah set 15 menit ini, ia juga berkolaborasi di lagi “Hiruplah Hidup”.

    Indra Perkasa & Ananda Badudu
    Indra Perkasa & Ananda Badudu di lagu Hiruplah Hidup

    Pertunjukkan malam itu dibagi menjadi dua sesi, dan Ananda memainkan 4 lagu di masing-masing sesi. Sesi satu dibuka dengan musikalisasi puisi “Rindu” karya Subagio Sastrowardoyo dan ditutup dengan “Angkat dan Rayakan” versi akustik dan vokal semua oleh Ananda Badudu tanpa duet.

    Sementara sesi dua dibuka dengan “Hiruplah Hidup” berkolaborasi dengan Indra Perkasa, dilanjutkan dengan “Sampai Jadi Debu” versi sendirian, “Yang Patah Hilang Berganti” juga versi sendirian, sementara “Kita Berangkat Saja Dulu” dibantu lagi oleh Indra Perkasa.

    Setelah selesai dua sesi, kemudian dilanjutkan dengan satu lagu encore dari Banda Neira. Malam itu kemudian ditutup dengan makan pizza traktiran Ananda Badudu dan sesi tanda tangan.

    Dengarkan e.p Angkat dan Rayakan di berbagai platform streaming.

  • Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Hari Pertama Peluncuran Pop di Kota, Antasore

    Pop diKota adalah sebuah kompilasi berisikan 10 lagu dari 10 band/musisi terpilih. Diprakarsai oleh lima orang muda mudi asal kota Tangerang, mereka memilih Ranu Pani, Purpla, Voxxes, Bilal Indrajaya, Tanayu, Sunwich, Jazeed, Guernica Club, Groovebox Story, dan Irama Pantai Selatan.

    Kebetulan situasi pandemi sudah jauh lebih kondusif, maka dengan percaya diri mereka membuat acara peluncuran di venue Antasore, Antasari yang dibagi menjadi dua hari.

    Antasore : denisa oslo ibrahim
    Antasore, Antasari

    Antasore sendiri mulai dikenal sebagai venue musik yang asik terutama di sore hari (kalau cerah). Sebelum acara Gigs diKota, di venue juga sudah diadakan konser Sore, dan saya rasa akan masih banyak gigs lainnya diadakan di venue ini.

    Hari pertama Gigs diKota ini dibuka oleh Jazeed, kemudian dilanjutkan oleh Bilal Indrajaya sebagai penampil berikutnya.

    Jazeed
    Jazeed

    Kemudian berturut-turut tampil Voxxes, Purpla, Guernica Club dan ditutup oleh Ranu Pani. Band yang menarik perhatian dengan musik yang mengawang-ngawang psikedelik. Menyenangkan juga nonton gigs sore-sore santai dengan suasanan seperti di taman. Juga tentunya menyenangkan bertemu dengan wajah-wajah familiar konser musik setelah hampir dua tahun cuma bisa ketemu lewat social media.

    Semoga di kemudian hari semakin sering diadakan gigs yang asik dengan sound system dan tata cahaya yang lebih memadai.

    Ranu Pani
    Ranu Pani
    Sore sore di Antasore
    Sore sore di Antasore
  • Ornaments

    Ornaments

    Untuk pertama kalinya kolektif musik asal Jakarta, Studiorama, sukses menggelar festival perdananya Ornaments. Mengambil tempat di Kuningan City Ballroom, hari jumat kemarin. Malam itu gelaran dibagi dua, stage utama dinamakan Ruang Stage sedangkan bila mau berajojing ria bisa di Raung Stage yang diisi oleh deretan disjoki handal.

    Adapun pengisi acaranya dari dalam dan luar negeri. Seperti These New Puritans, project saudara kembar Inggris yang namanya sempat besar di era 2008 dengan album keduanya ‘Hidden’. Trio jazz-hop, BADBADNOTGOOD asal Kanada yang penampilan kemarin lumayan menghipnotis pelan-pelan dan rasanya enggan untuk beranjak dari tempat. Dan King Gizzard and The Lizard Wizard yang untuk pertama kalinya membawakan setlist terbarunya untuk SEA Tour yang membuat penonton tak kuat tahan diri untuk membuat circle pit skala kecil di tengah. Tapi, yang membuat tambah menggila justru penampilan Gabber Modus Operandi (Bali).Untuk pertama kalinya juga melihat duet Ican Harem dan Kasymin yang bersinergi maksimal walau di awal set mereka, sound sempat tidak begitu ‘nendang’. Alhasil sewaktu mengacak-ngacak lagu sakral milik Homicide – Puritan mereka seolah ‘balas dendam’ dengan menggeber Gabber tanpa ampun! Deretan DJ dari Asia Timur seperti Tsuzing, Hyph11e, Scintii, dan Meuko! Meuko! juga menjadi sorotan utama di festival ini. Dan musisi-musisi kebanggan dalam negeri, mereka punya BAP, Jacatra Audio Sistema, Horse Planet Police Department, dan False Natural.

    Keberagaman line-up Ornaments menjadi bukti konsistensi Studiorama dalam menawarkan sesuatu yang berbeda tanpa pandang bulu terhadap jenis-jenis musik yang ada; filosofi yang sudah mereka pegang teguh sejak debut Studiorama Live #1 delapan tahun silam. “Kami selalu ingin memberikan pengalaman menonton konser yang menyegarkan, dari penggemar musik untuk penggemar musik, tanpa menganakemaskan suatu jenis musik tertentu” ungkap pihak Studiorama.

    Words & Photos by Robonggo

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok, hari kedua.

    The Sounds Project Series Depok telah berhasil terlaksana selama dua hari berturut-turut di

    Rooftop ITC Depok, lebih dari 20 penampil juga sukses memeriahkan perhelatan festival di hari kedua ini.

    Festival ini dibuka oleh Kunto Aji yang lagu-lagunya selalu menenangkan

    setiap jiwa yang hadir. Kesyahduan proses terapi Kunto Aji ini didukung dengan visual panggung yang sangat menyentuh dan hujan kecil.

    Kemudian dilanjutkan oleh sederet penampil favorit dalam negeri lainnya seperti, Danilla, Amigdala, Skastra, Reality Club dan The Changcuters dengan aksi panggungnya yang masih energic.

    Meskipun hujan mengguyur, namun antusias penikmat musik yang hadir tidak surut. Mereka tetap bersuka ria dan bernyanyi bersama. Kemudian penampilan musik dilanjutkan oleh Jason Ranti melalui konsep barunya yang dibalut dengan sentuhan orkes dengan berkolaborasi bersama Orkes Nunung CS yang mampu membuat penikmat musik yang hadir bernyanyi dan bergoyang bersama.

    Fourtwnty juga ikut memeriahkan The Sounds Project Series Depok bersama The Adams dan Nidji di panggung lainnya.

    The Sounds Project Series Depok semakin dibuat bergoyang oleh penampilan Feel Koplo yang turut mengajak Sintya Marisca berjoget di atas panggung, pemain FTV yang video jogednya di salah satu festival musik telah viral.

    Perhelatan The Sounds Project Series Depok akhirnya selesai dan lengkap setelah ditutup oleh penampilan dari Ucup Pop (Kiki Aulia Ucup) yang berkolaborasi dengan Babang Andika yang membawakan lagu-lagu populer tahun 2000-an dan mampu menghipnotis kaum hawa maupun adam.

  • Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Foto-foto dari The Sounds Project Series Depok.

    Hari pertama The Sounds Project Series Depok dibuka dengan single “Say Hello” dari Ardhito Pramono yang membuat para penikmat musik berkumpul mendekati panggung dan mulai menikmati acara The Sounds Project Series Depok.

    Kemudian dilanjutkan oleh ThePanturas, TheSIGIT, Tipe-X, The Upstairs hingga Efek Rumah Kaca yang membuat area festival Rooftop ITC Depok hari Sabtu itu menjadi sangat meriah.

    Sementara itu di MG Stage juga memiliki euphoria yang tak kalah meriah. Panggung ini dibuka oleh Payung Teduh yang menemani para pengunjung untuk menikmati senja mereka di rooftop bersama single-single milik Payung Teduh yang sudah akrab di telinga dan hati pengunjung. Acara kemudian semakin meriah bersama The Cat Police, Pamungkas, Sisitipsi dan Elephant Kind dengan energinya yang sangat menggelora.

    Festival musik yang terlaksana pada hari Sabtu, 2 November 2019 kemarin semakin lengkap dengan penampilan Club Dangdut Racun yang menutup malam minggu dengan balutan musik dangdutnya.