Category: events

  • Review Gigs : Studiorama Live #5

    Review Gigs : Studiorama Live #5

    STUDIORAMA sebuah kolektif yang berisikan anak-anak muda kreatif didasari oleh minat mereka kepada dunia seni—khususnya musik—kembali menggelar STUDIORAMA kelima. Seperti setahun sebelumnya mereka biasanya memberikan beberapa tahapan, seperti meluncurkan materi promosi STUDIORAMA Sessions lalu STUDIORAMA Returnal sebagai jembatan sebelum kita melangkah ke STUDIORAMA Live #5.

    Pun nama-nama band yang akan tampil pada STUDIORAMA LIVE #5 adalah Ramayana Soul, Voyagers of Icarie dan Future Collective. Menurut sumber yang kami terima tiga band tersebut dipilih setelah proses diskusi alot antara para pengelola STUDIORAMA, serta juga karena keragaman musikal yang masing-masing band tersebut usung; semakin menekankan bahwa pertunjukan yang digelar di Rossi Musik tak mengenal sekat berupa aliran musik. Terbukti saat tim Deathrockstar datang ke venue sekitar Fatmawati sudah ramai hardcore kids. Suatu kejadian yang sempat membingungkan, pasalnya semua band yang diundang STUDIORAMA tidak ada unsur hardcore-nya sama sekali. Menampilkan tiga penampil utama, Ramayana Soul, Future Collective, Voyagers of Icarie serta deretan DJ yang memanaskan lantai dansa balkon Rossi Musik.

    Ramayana Soul membuka wahana psikedelia. Dengan tata panggung menyerupai altar yang dibataskan oleh lilin-lilin kecil. Mereka memainkan psychedelic rock dengan nuansa Timur. Mencampurkan keyboard, sitar, tabla, dan gitar menjadikan penampilan mereka tidak membosankan. Ditambah kolaborasi ciamik dengan duo penari Aras Ratri Kara dan Aya Adhani. Tak kalah bagus selanjutnya Future Collective sebuah grup elektronik yang menghasilkan musik jenius, seraya Duto Hardono mengintepretasikan lagu mereka. Suasana kelam menyelimuti saat Voyagers of Icarie saat menjadi penampil terakhir, mereka juga berkolaborasi sengan seniman visual Isha Hening dan Endira F. Julianda.

    Menurut salah satu panitia bahwa STUDIORAMA merupakan tempat mereka tampil nyaman dan tertata. Ragam sensasi audio dan visual hadir bergantian. Jadi silakan menikmati berkas memori yang terekam dalam imaji-imaji.

    IMG_0719

    IMG_0762

  • RRRECFEST In The Valley day 3

    RRRECFEST In The Valley day 3

    Hari ketiga ini dimulai dengan makan sarapan untuk kemudian berdiskusi mengenai seni bersama Koalisi Seni Indonesia, workshop kolase bersama Cut and Rescue, dan diskusi mengenai jaringan musik di Asia Tenggara bersama saya, Bani Haykal (Singapura), dan Fikri (Malaysia).

    Diskusi berlansung seru, dan banyak masukan dari para pelaku musik yang berbagi pengalaman dan pemikiran mereka di diskusi tersebut. Salah satu ide yang akan dicoba direalisasikan adalah sebuah forum untuk komunikasi di Asia Tenggara.

    Sayang diskusi yang sedang seru-serunya harus ditutup karena jam makan siang memanggil dan Seroja akan memulai setlist nya.

    Highlight hari ketiga adalah pada Voyagers of Icarie, Seroja dari Jogjakarta, Liyana Fizi dari Malaysia dan Kazuhisa Uchihashi seniman bebunyian elektronik dari Jepang.

    Sementara White Shoes and The Couples Company tentu saja tampil memukau.

    Setelah itu sambil menunggu bis pulang, hiburan musik oleh DJ Satomata dan Davkills menambah kaya khazanah musik-musik asoi Indonesia lama.

    Sampai jumpa di RRRECFEST tahun depan.

    Jurnalis
    Jurnalis
    Liyana Fizi
    Liyana Fizi

    tanakita-camping-ground-Sukabumi

    cut_and_rescue

    pertandingan_catur

    bermain-bulu_tangkis

    diskusi-seni

    asung-kilam

    marikeke

    bermain_badminton

    kids-in-the-valley

    menang_judi_catur

    diskusi_south_east_asia_music_network

    fikri-bani-eric-felix-arif

    seroja-in_the_valley

    seroja_in_the_valley_02

    voyagers_of_icarie

    popo-azer

    liyana_fizi-in_the_valley

    monica_hapsari

    liyana_fizi-mabel

    white_shoes_and_the_couples_company-01

    white_shoes_and_the_couples_company-02

    keke_tumbuan

    saleh_husein

    poppie-madrim

    liyana_sari_monica_mela

    stu-akbar-john

    guys

    guys-and-girls

    eric_wirjanata-bani_haykal

    Kazuhisa_Uchihashi_01

    madrim_Kazuhisa_Uchihashi

    uda_sjam

    dj_satomata

    Kazuhisa_Uchihashi-Eric_wirjanata-Moch_akbar

    sari_sartje-Liyana_fizi

    Kazuhisa-Uchihashi-panca

    matajiwa

    rully_ambara-Kazuhisa_Uchihashi

  • Slank Generasi Wangi Concert (33 photos)

    Slank Generasi Wangi Concert (33 photos)

    Total 18 lagu dimainkan Slank dalam konser berjudul Revolusi Bunga: Generasi Wangi tadi malam. Sebuah gelaran musik yang didedikasikan kepada perempuan di Indonesia. Dalam kesempatan ini, mereka berkolaborasi dengan musisi-musisi perempuan berbakat yang mereka temui dalam berbagai kesempatan.

    Yang pertama adalah duo wanita Tetangga Pak Gesang dengan instrumen ukulele dan kazoo-nya saat membawakan lagu Foto Dalam Dompetmu. Dilanjutkan duet dengan Imela Kei, kemudian highlight berikutnya adalah kolaborasi dengan pemain biola bernama Mia di lagu #1 yang diselingi puisi oleh Bunda Iffet.

    “Ananda, dalam revolusimu kau dapat memberi sesuatu untuk menentukan arah… selamat berjuang Ananda, teriring doa dari bunda,”

    Kolaborator lain seperti penyanyi Oppie Andaresta, Anindya seorang pemain saxophone, dan Windy pada Akordion memberikan suasana lain dikonser ini.

    Sukses selalu untuk Slank.

    slank-bimbim-generasi_wangi

    Abdee Negara
    Abdee Negara
    Tetangga Pak Gesang
    Tetangga Pak Gesang

    imela_kei-generasi_wangi

    Anindya
    Anindya
    Anindya
    Anindya
    Kaka Slank
    Kaka Slank

    bimbim-slank

    kaka_slank-bergitar_02

    kaka_slank-bergitar_01

    kaka_slank-bergitar_00

    kaka_slank-bergitar

    Ivanka Slank
    Ivanka Slank

    kaka_ivanka

    ridho_hafiedz_03

    abdee_negara

    slank_generasi_wangi-00

    slank_generasi_wangi

    kaka_slank-ridho_hafiedz

    ridho_hafiedz

    Mia Biola
    Mia Biola
    Oppie Andaresta
    Oppie Andaresta

    kaka_slank-oppie_andaresta

    oppie-andaresta-05

    kaka-slank-04

    mia-Biola

    slank-generasi_wangi

    kaka-ridho-slank

    kaka_slank-05

    kaka_slank

    generasi_wangi

    ridho_hafiedz-ariyo_wahab

    meicy_sitorus

  • RRRECFEST In The Valley day 02

    RRRECFEST In The Valley day 02

    Ide yang sangat brilian membawa band-band asoi dari berbagai daerah di Indonesia dan mengundang musisi-musisi dan seniman asoi dari Malaysia, Singapura dan Singapura lalu membuatkan panggung di lembah yang sejuk.

    Perjalanan memakan waktu enam jam karena infrastruktur kota Sukabumi yang ngaco, jalan sekecil itu dilintasi entah berapa banyak bis dan truk. Jalur yang jika lancar-lancar saja hanya memakan waktu tiga jam. Namun tidak mengapa, semua itu terbayar lunas dengan sajian kesenian dan diskusi yang memuaskan dahaga akan bentuk kesenian kontemporer yang otentik dan bagus.

    Bis kami akhirnya tiba di venue, dan tidak lama kemudian sudah disambut dengan sajian musik ringan dari Tetangga Pak Gesang yang menemani makan siang kami semua. Duo pendongeng dengan musik folk ber-ukulele dan kazoo ini dengan solid membuat saya kembali bersemangat setelah tertekan didalam bis selama enam jam perjalanan.

    Dilanjutkan kemudian kita turun ke lembah untuk Backwood Sun yang semakin solid, lalu Bangku Taman yang konsisten keren namun sayangnya terpotong jeda karena hujan. Saya sendiri ngos-ngosan menanjak lembah untuk mengambil jas hujan hanya untuk kemudian merelakan sisa show Bangku Taman karena tidak mampu bangkit dari matras ditenda.

    Setelah beristirahat sekejap setelah hujan reda, saya turun kembali ke lembah untuk menyaksikan duo Ari Reda, dua orang yang sebenarnya sudah lama berkarya namun baru kali ini saya menyaksikan bagaimana indahnya puisi dimusikalisasi dengan sederhana. Auranya seoertinya menyaksikan Simon and Garfunkel, suasana lembah membuat pertunjukan sore itu semakin khusyuk.

    Dilanjutkan Ramayana Soul dengan sitar dan kegundahan seksualnya. Kemudian Pandai Besi yang hampir ga pernah mengecewakan untuk kemudian melanjutkan malam dengan menyaksikan kembali mistisnya Rabu.

    Cukup mengagumkan dengan konsistensi mereka tetap menyalakan kemenyan walau ditengah lembah. Malam semakin dingin, untung saja teman-teman dari Kuala Lumpur membagi beberapa teguk Jägermeister.

    Malam dilanjutkan oleh Jirapah, Matajiwa dan pertunjukkan super intim dari Pure Saturday. Sayangnya saya terjebak hujan dipuncak bukit dan tidak bisa turun untuk menyaksikan mereka. Untungnya ada David, Acum dan Ari Dagink yang menghibur dilokasi tersebut dengan diskusi dan nyanyian-nyanyian merdu.

    Kemudian saya menutup hari pertama dengan sesi karaoke intim bersama.

    …bersambung

    indra_ameng_01

    seroja

    diskusi_aneh

    jah_ipul

    kontras

    Tetangga Pak Gesang
    Tetangga Pak Gesang

    arie_dagienkz

    tetangga_pak_gesang-02

    pameran_poster

    ario_sapi

    Bandros
    Bandros
    Backwood Sun
    Backwood Sun
    The Popo & Azer
    The Popo & Azer
    Ruru Shop in the Valley
    Ruru Shop in the Valley

    yungxslaw-margalo

    rrrecfest-in-the-valley

    rrrecfest_in_the_valley-ili-john_navid

    liyana-abigail-felix-dimas

    ari_reda-01

    ari_reda-02

    reda-liyana_fizi-ari

    ari_reda-03

    ramayana_soul-01

    tenda_pengakuan_dosa

    marian

    kilam-david-marikeke

    pandai_besi-rrrecfest-01

    Rabu
    Rabu

    wahyu_acum-david_tarigan

    henry_foundation-arie_dagienkz

  • Tonstartsbandht Live In Jakarta

    Tonstartsbandht Live In Jakarta

    Sebanyak tiga penyedia keriaan ibu kota—Kaama Kaama, STUDIORAMA dan The Secret Agents—siap berkoalisi dalam menyelenggarakan konser duo indie rock asal Florida, AS bernama Tonstartssbandht di Jaya Pub, Jakarta pada 7 Desember mendatang.

    Pihak Kaama Kaama, STUDIORAMA dan The Secret Agents sepakat bahwa mendatangkan grup musik seunik Tonstartssbandht adalah pengalaman langka. “Publik yang menonton, baik yang memiliki band atau penikmat musik reguler, bisa menyerap ilmu baru dari penampilan panggung mereka,” ujar ketiganya secara kolektif.

    Media luar pun terang-terangan memuji aksi panggung vokalis sekaligus gitaris Andy White—juga memperkuat band pengiring Mac DeMarco—dan drummer Edwin Mathis White selaku personel Tonstartssbandht. Seperti yang pernah ditulis oleh situs musik beken Pitchfork: “Cara terbaik dalam menikmati Tonstartssbandht bukanlah lewat rekaman mereka yang sudah berjumlah banyak, tapi dengan mendengarkan apa yang kakak beradik itu ciptakan di atas panggung.”

    Pitchfork.com sempat mengunggah penampilan Tonstartssbandht dalam rangka pesta penutupan lokasi konser bernama 285 Kent di New York, AS. Video dahsyat tersebut bisa ditonton di sini.

    Kedatangan Tonstartssbandht ke Jakarta termasuk dalam rangkaian tur promosi album baru mereka yang bertajuk Overseas; dirilis oleh Arbutus Records yang juga menaungi Grimes, Braids dan Majical Cloudz. Album ini mendapat nilai 8.0 dari Pitchfork.

    Tonstartssbandht telah mengeluarkan lebih kurang tiga belas rilisan; dapat disimak melalui laman Bandcamp. Mereka mulai menerima perhatian berbagai kalangan pada 2009 ketika aktif pada kancah musik Montreal, Kanada.

    Ragam musik yang mereka usung tercipta dari perpaduan ketertarikan terhadap boogie, rock psikedelik dari dekade ’60-an dan pop berbasis paduan suara. Tonstartssbandht menavigasikan jiwa dan raga mereka di atas panggung; merangkul urgensi, kepedihan dan ekstasi dalam pengalaman manusia. Liar sekaligus manis.

    Maka jangan lewatkan kesempatan untuk bisa berkata, “Saya ada di sana”; bahkan sampai bertahun-tahun yang akan datang. Konser Tonstartssbandht adalah sesuatu yang layak dibicarakan dan dikenang hingga akhir zaman.

    Media independen ternama, Vice, pernah berkata: “Tonstartssbandht akan mengubah hidup Anda.” Sisihkan Rp 85 ribu untuk tiket masuk pada 7 Desember di Jaya Pub, Jakarta dan kemudian nikmati khasiatnya.

    Tonstartssbandht Jakarta - Teaser Poster