Ageless Galaxy merilis koleksi komplit setelah sebelumnya merilis berbagai kolaborasi dan koleksi mini. Menggunakan warna-warna vibrant a’la Technicolor yang mengingatkan pada kartun-kartun klasik dari era 60-an sampai 80-an.
Kali ini Ageless Galaxy merilis Kaos Rugby, Light Utility Jacket, Sweater, dan full zip fleece Track Jacket. Selain itu, mereka juga meluncurkan celana pendek katun yang warnanya cocok dengan AGLXY Utility Jackets.
Inti dari tema kali ini adalah mengenang “masa lalu yang indah” sambil terus menghadapi masa depan. Karena Ageless Galaxy ingin terus memberi dorongan untuk menjelajah atau dorongan mengatasi segala rintangan yang mungkin menghadang di masa mendatang.
Ageless Galaxy POD Collection 012 will be available starting on September 23, 2020 on the Ageless Galaxy website (www.aglxy.com) and selected retailers.
Anymo Essential Guitar ini meraih “The Most Marketable Product” di Business of Design Week 2016, Hongkong, Anymo telah mendapatkan berbagai sambutan antusias di pameran-pameran berskala Internasional, semisal: South-by-SouthWest (SXSW 2017) Austin USA, Salone Del Mobile Milano 2017 dan Casa Bravacasa 2017.
Anymo Essential Guitar merupakan gitar akustik tertipis di dunia. Meskipun memiliki badan utama yang sangat tipis; 8mm, namun gitar Anymo memiliki keistimewaan untuk menghasilkan ciri khas suara akustik yang sebelumnya hanya mungkin dihasilkan oleh desain gitar akustik tradisional dengan ruang resonansi akustik berukuran penuh. Sangat cocok untuk musisi travelling yang membutuhkan portabilitas tinggi.
Karakter kayu dan nuansa akustik yang dihasilkan oleh gitar Anymo dimungkinkan oleh desain SORA SystemTM Microchamber, sustain suara yang lebih panjang berkat kon- struksi neckthrough, dikombinasikan dengan sistem undersaddle piezo untuk performa suara terbaik tanpa noise. Dengan desain ini, suara yang dihasilkan tidak memiliki res- onansi berlebih yang sering menjadi penyebab feedback.
Anymo meleburkan batasan-batasan antara gitar tradisional dan modern, tampil seba- gai gabungan dari tampak muka dan feel yang tetap familiar bahkan bagi para gitaris akustik tradisional sekalipun. Anymo merupakan sebuah hasil karya dari pemikiran de- sain progresif yang membuatnya sangat cocok digunakan untuk tampil di panggung ataupun pada saat rekaman.
Anymo kali ini merilis 2 tipe essential guitars dengan pilihan material sebagai berikut:
✴ Sera: Rp. 4.500.000 (MSRP)
• Mahogany Solid Body & Neck
• Rosewood Fingerboard & Bridge
• Painted Finish
✴ Salamina (Mahogany): Rp. 5.500.000 (MSRP)
• SORA SystemTM MicroChamber Mahogany Body & Neck
• Rosewood Fingerboard & Bridge
• High-Grade Solid Spruce Top
✴ Salamina (Rosewood): Rp. 6.300.000 (MSRP)
• SORA SystemTM MicroChamber Rosewood Body & Neck
• Rosewood Fingerboard & Bridge
• High-Grade Solid Spruce Top
* Aksesoris tersedia: gigbag, premium Anymo leather strap, deluxe hardcase. * SORA (Sora Organic Resonance Augmentation)
Untuk info lebih lanjut:
Kontak: info@anymo.id
Website: http://anymo.id
Instagram: https://www.instagram.com/anymo.id Facebook: https://www.facebook.com/anymo.id Twitter: https://www.twitter.com/anymo_id
Pemesanan (pre-order):
order@anymo.id
CERITA DIBALIK SNEAKER CONVERSE CHUCK TAYLOR
MADE BY REKTI YOEWONO DAN POPPY SOVIA
Bulan Maret lalu, Converse telah meluncurkan global campaign terbaru ‘Made by you’, dimana Converse merayakan dan mengundang semua pengguna sneaker Converse Chuck Taylor All Star di seluruh dunia untuk share potret sneaker Converse Chuck Taylor All Star mereka masing-masing dan menceritakannya dengan singkat tentang sejarah atau cerita unik tentang sneaker tersebut.
Converse Chuck Taylor All Star adalah satu-satunya sneaker yang dapat mendefinisikan diri mereka yang memakainya dan dapat menampilkan keragaman yang luas serta ekspresi diri dari masa lalu dan sekarang bagi mereka yang memilih untuk memakai Chuck Taylor All Star – dari musisi sampai seniman, pemain skate sampai fashionista, mereka yang dikenal bahkan sampai yang tidak dikenal oleh masyarakat.
Di Indonesia, Converse memilih dua ikon yang mewakili karakter Converse yang muda, bebas, penuh kreatifitas dan tidak malu untuk mengespresikan dirinya, yaitu Rekti Yoewono dan Poppy Sovia.
The Chuck Taylor All Star
Rekti Yoewono vokalis dan gitaris dari salah satu band indie Indonesia dengan genre rock, The S.I.G.I.T. Selain bermusik, dia juga hobi bermain skate dan memiliki toko music yang merupakan bukti ekspresi dirinya yang kreatif.
Ini adalah potret sneaker milik Rekti. Sneaker ini sudah dipakainya selama bertahun-tahun, dari panggung ke panggung menemaninya dalam setiap gigs dari The S.I.G.I.T.
Kemudian Poppy Sovia yang dikenal sebagai salah satu aktris muda berprestasi, memulai debutnya pada beberapa film layar lebar seperti “Mengejar Mas – Mas” dan “Slank Gak Ada Matinya”. Selain seni peran, hobi bermusik serta melukis menjadi salah satu media untuknya berkreasi dan mengekspresikan dirinya sebagai anak muda.
Sneaker ini adalah Converse pertama yang diberikan oleh Ayahnya dan sneaker ini sudah dipakainya selama lebih dari 7 tahun. Dipakai pada beberapa iklan dan film yang dibintanginya serta pada beberapa panggung musik.
“Don’t Let Your Dreams Die” tertulis di beberapa sudut di pulau impian, sebuah kalimat sederhana namun saat benar-benar dilaksanakan akan menjadi sangat besar maknanya. Dan Heineken mampu untuk menghidupkan makna kalimat tersebut.
Baru-baru ini Heineken merilis sebuah film pendek tentang perjalanan enam konsumen yang terpilih untuk merealisasikan mimpi mereka yang terbengkalai dalam sebuah kampanye bernama Heineken Dream Island.
Salah satu konsumen dari Indonesia yang beruntung untuk mendapatkan kesempatan perjalanan ini adalah Ricky Virgana. Ricky, yang juga salah satu anggota group band White Shoes and The Couples Company, terpilih menjadi pemenang kompetisi Heineken Dream Island yang diikuti oleh konsumen dari berbagai negara. Pada masa kompetisi Januari yang lalu, Ricky bergabung dengan ribuan konsumen lainnya untuk menceritakan mimpi terbesar apa yang ingin dia capai. Melalui video singkat, Ricky bercerita bahwa mimpinya adalah untuk membawakan dan memperdengarkan musiknya di berbagai tempat di dunia.
Mimpi yang inspiratif ini membawanya manjadi satu dari enam pemenang yang mendapatkan kesempatan untuk berlibur bersama teman pilihannya di destinasi liburan impian: DREAM ISLAND.
Pada tanggal 2 Maret 2015 lalu, CONVERSE Inc mengumumkan peluncuran secara global, “Made by you” – sebuah kampanye untuk merayakan para penggemar Converse yang telah mengekspresikan diri dan kreatifitas mereka dalam sneaker Chuck Taylor All Star selama hampir 100 tahun. Untuk kampanye musim semi 2015, Converse menjelajahi dunia untuk mengumpulkan sneaker Chuck Taylor All Star milik pribadi, masing-masing menceritakan kisah transformasi dari sebuah kanvas kosong menjadi sebuah potret diri dari pemiliknya.
“’Made by you’ dimulai dari keaslian seorang manusia yang sederhana – kita semua ingin menjadi diri sendiri yang sebenarnya dan otentik di dunia ini,” kata Ian Stewart, Vice President dari Global Marketing. “Para penggemar Chuck Taylor adalah orang-orang yang telah membuat Chuck Taylor sebagai ikon dari pengekspresian diri yang kreatif. Sudah waktunya kita merayakan mereka”.
‘Made by you’ adalah perayaan secara global yang menampilkan Converse Chuck Taylor All Star, satu-satunya sneaker yang dapat mendefinisikan diri mereka yang memakainya. Converse telah mengumpulkan koleksi beberapa potret Chuck Taylor All Star, menampilkan keragaman yang luas dan ekspresi diri dari masa lalu dan sekarang bagi mereka yang memilih untuk memakai Chuck Taylor All Star – dari musisi sampai seniman, pemain skate sampai fashionista, mereka yang dikenal sampai yang tidak dikenal oleh masyarakat. Potret mereka menawarkan modernisasi kedalam sebuah dunia unik yang mereka tinggali.
Potret dikumpulkan dari beberapa ikon internasional seperti Patti Smith, Andy Warhol, Futura, Jefferson Hack, Sayo Yoshida, Kate Lanphear dan Glenn O’Brien yang akan ditampilkan bersama potret dari pengguna Chuck Taylor All Star sehari-harinya, dan digunakan dalam pameran dunia yang akan mengubah kota New York, Shanghai sampai Rio menjadi sebuah galeri seni. Selain itu, kampanye ‘Made by you’ terus berusaha untuk menampilkan semangat kreatifitas yang unik dari masyarakat lokal dan cabang kebudayaan lainnya dengan pameran potret lokal untuk merayakan ekspresi diri yang beragam di segala lingkungan dan budaya di seluruh dunia.
Di Indonesia Converse memilih dua ikon yang mewakili karakter mereka yang muda, bebas, penuh kreatifitas dan tidak malu untuk mengespresikan dirinya. Rekti Yoewono vokalis dan gitaris dari salah satu band indie Indonesia dengan genre rock, The S.I.G.I.T yang sangat berpengaruh dalam scene indie Indonesia. Selain itu, dia memiliki hobi bermain skate dan memiliki toko musik di Bandung yang merupakan bukti ekspresi dirinya yang kreatif. Kemudian Poppy Sovia yang dikenal sebagai salah satu aktris muda berprestasi, memulai debutnya pada beberapa film layar lebar seperti “Mengejar Mas – Mas” dan “Slank Gak Ada Matinya”. Selain seni peran, hobi bermusik serta melukis menjadi salah satu media untuknya berkreasi dan mengekspresikan dirinya sebagai anak muda.
‘Made by you’ adalah perayaan sejati dari setiap individu yang kreatif, cerita mereka dan sneaker mereka. Apakah itu dilukis dengan tangan, dipenuhi lumpur atau yang sudah usang dan berlubang, masing-masing potret Chuck Taylor All Star bercerita tentang pribadi yang dalam pada sebuah transformasi dari sneaker putih, hitam, merah atau biru tua menjadi bagian yang luar biasa dari seni. Bagaimanapun juga baik itu yang sudah usang, customized, dimodifikasi atau tetap dijaga dengan bersih, potret sneaker tersebut menunjukkan potensi yang luas dari sebuah kanvas kosong. “Kalau ngomongin sepatu Converse seperti reunian, balik ke era gue SD” ujar Zaky Arifin salah satu seniman yang berkontribusi karya untuk Converse.