Category: News

  • Glory Satya Mengekspresikan Rasa Hari Ini Dengan Merdu

    Glory Satya, merilis single kedua yang berjudul “Rasa Hari Ini”, lagu ini ditulis dua tahun lalu oleh Glory Satya

    Melalui single Ini, Glory Satya ingin mengajak pendengarnya semua untuk berani mengekspresikan rasa. Bukan hanya perasaan bahagia saja, tapi semua perasaan yang ada. 

    Kadang manusia merasa dirinya harus kuat di depan orang lain sehingga tidak berani untuk mengungkapkan keluh kesah

    Glory Satya

    Lagu pop yang ringan dengan vokal Glory Satya yang renyah ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming.

    Glory Satya
    Glory Satya
  • Eksperimentasi Synthesis Micron yang Segar dari Pontianak.

    Eksperimentasi Synthesis Micron yang Segar dari Pontianak.

    Micron adalah band instrumental eksperimental yang asal kota Pontianak, Kalimantan Barat. Beranggotakan Dede (synthesizer), Ryan (drum), John (gitar), dan Eru (gitar), yang mencoba bereksperimen lebih dalam untuk menciptakan materi-materi baru yang menyegarkan.

    Micron akan merilis single perdana “Coming Back” pada tanggal 3 September 2021.

    “Dalam hidup ini, sejauh apapun kita pergi, kemanapun kita pergi, berada di keramaian, tertawa sebahagia apapun, pasti akhirnya kembali seperti semula, suasana hati yang sepi.”

    Saat ditanya mengenai makna lagu Coming Back.

    Coming Back ditulis oleh Micron dalam kurun waktu sekitar 4 bulan, dengan dominasi synthesizer sebagai fondasi utama lagu ini.

    Saat ini Micron sedang fokus membuat materi baru dan bereksplorasi dengan teknik bermusik baru yang diharapkan bisa segera rilis.

    micron coming back
  • Apa itu Lighting-Rock? Driven by Animals Akan Menjawabnya

    Apa itu Lighting-Rock? Driven by Animals Akan Menjawabnya

    Sepuluh tahun lalu Budi dan Dygo dari band DRIVE bersama Lulud Pambudi, Demas dan Ario The Adams membuat proyek Driven By Animals. Mereka telah merekam beberapa lagu, namun karena satu dan lain hal, DBA pun menjadi project terlantar.

    Sampai kemudian di tahun 2019, Yoni Wijoyo seorang Lighting Engineer yang juga sahabat lama Budi & Dygo, mengajak mereka untuk membuat band lagi. Di situlah tercetus ide menghidupkan kembali DBA.

    Kali ini mereka sepakat DBA harus tampil dengan kemasan musik rock dan lighting khusus yang dimainkan secara live. Konsep ini diberi nama Lighting-Rock.

    Secara musik, DBA adalah band progessive-rock dengan lirik bertema protes sosial yang membeberkan fakta kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya.

    Contohnya adalah single “Semua Boleh Jadi Presiden” yang bercerita tentang masyarakat Indonesia yang menurut mereka hobi berpendapat dan apa saja dikritik.

    ”Terlalu banyak perbedaan pendapat malah yang berlandaskan ketidak pastian akar masalah, hoax yang semakin berani, dan tidak lagi mengindahkan aturan dan etika bermasyarakat. Seakan-akan semua boleh saja jadi presiden”,

    jelas Budi tentang lagu ini.

    Lagu ini sudah bisa didengarkan dan ditonton lewat saluran Youtube Driven By Animals.

    Line-up band ini adalah Budi Rahardjo (vokal, gitar, synth) & Yoni Wijoyo (synth, lighting). Mereka berdua dibantu oleh Lulud (music producer), Dygo Pratama (bass), Riri (@ririkids, drums) dan Hansen (@gabskeeper, gitar). Juga pemain bass tamu yaitu Adhitya Pratama (@adhityapratama.s) yang mengisi rekaman lagu ini. Untuk music video dikerjakan langsung oleh Yoni Wijoyo dan tim Indonesia Lighting Project (ILP).

  • Vintage Glasses; Band Rock asal Medan merilis album Invasi Batas Utara

    Vintage Glasses; Band Rock asal Medan merilis album Invasi Batas Utara

    Vintage Glasses adalah Irhas Triputra Nugroho (Aas) dan Novriyadi Tari Fahlevi (Opi).

    Terbentuk pada tahun 2009, Vintage Glasses memulai karis bermusik sebagai band sekolahan. Mereka mulai manggung di pentas seni sekolah, kampus, dan event-event musik lainnya. Pada tahun 2015, Vintage Glasses merilis album berjudul Rock Teenagers Rebellion.

    Di tahun 2021, Vintage Glasses dan TWBW bekerja sama dengan Frogballs Records dan Selaras Project akan merilis album dan film dokumenter berjudul Invasi Batas Utara. 

    Vintage Glasses - Invasi Batas Utara
    Cover album Invasi Batas Utara oleh Vintage Glasses

    Invasi Batas Utara mulai dikerjakan dari tahun 2018, Album ini banyak bercerita tentang keseharian Aas dan Opi dalam menjalankan Vintage Glasses sebagai sebuah band rock n

    roll, dan pergerakan komunitas TWBW. 

    Mereka menggambarkan album ini sebagai 

    “Musik yang riuh, penuh distorsi, dengan lirik yang memacu adrenalin”

    Saat ini album Invasi Batas Utara sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform, sementara film Invasi Batas Utara akan segera dirilis dalam waktu dekat.

    Vintage Glasses band medan
    Vintage Glasses
  • Langit Favoritku membuka Trilogi karya Teddy Adhitya

    Langit Favoritku membuka Trilogi karya Teddy Adhitya

    Teddy Adhitya merilis single Langit Favoritku sebagai single pembuka dalam rangkaian Trilogi yang terdiri dari tiga lagu yang saling bertautan.

    Di lagu ini Teddy bercerita tentang proses untuk berdamai dengan memori dan kenangan melalui proses merayakan rasa. Kesadaran bahwa terdapat sebuah pembelajaran kehidupan di dalam setiap peristiwa yang terjadi. Dari pembelajaran tersebut kita bisa memulai merayakan rasa. Semua rasa yang kita dapatkan dari kenangan-kenangan yang kita punya. 

    Teddy Adhitya

    Proses penulisan lagu ini dimulai awal tahun 2021, saat itu Teddy menyepi selama dua bulan di Bali. Lagu ini juga menjadi karya perdananya dalam Bahasa Indonesia.

    Langit Favoritku dapat dinikmati di berbagai platform musik digital di tanggal 25 Agustus 2021. Berikutnya, dua lagu lanjutan cerita dari Trilogi secara masing-masing akan dirilis di tanggal 1 dan 8 September 2021.