Category: News

  • Band Bedroom Pop; Lunar Blessing  merilis ‘Last Train’

    Band Bedroom Pop; Lunar Blessing merilis ‘Last Train’

    Lunar Blessing adalah grup musik bedroom pop yang berbasis di Yogyakarta.

    Beranggotakan Fathi Mujadidi (Jadid) & Akhe Salsabila (Akhe) sebagai vokalis, Wihandono Putro (Handop) sebagai gitaris, dan Fransiskus Denny (Denny) sebagai bassis.

    Kali ini mereka merilis single terbaru, “Last Train”, lewat single ini Lunar Blessing mengajak kamu untuk melakukan perjalanan menyusuri jalan kenangan.

    Apa yang lebih menyakitkan dari perasaan yang tak terbalas? Seperti ngajak gebetan untuk mabar Genshin Impact tapi dia ga mau, “Last Train” akan menghibur kamu dengan nada yang berusaha bahagia dan pesan mengenai penyesalan pasti datang terlambat.

    Lagu ini ditulis oleh Fathi Mujadidi & Akhe Salsabila dan diproduksi secara independen oleh Fransiskus Denny di Slo Records, dengan bantuan dari Laurentius Jodi dan Maria Michelle sebagai vokal tambahan untuk coda dan bantuan Widya R. Salsabila untuk memvisualisasikan trek menjadi karya seni yang indah.

    Kamu bisa menangis bersama Lunar Blessing sambil mendengarkan single “Last Train”

    melalui berbagai platform.

    Mainkan lagu ini untuk mengenang rasa sakitmu dan mudah-mudahan, kamu ga akan ketinggalan kereta terakhir. Atau apakah sudah?

    Lunar Blessing
    Lunar Blessing

  • Ngopi Dululah Sebelum Menaklukan Dunia, Sebuah Lagu Baru dari Heruwa

    Ngopi Dululah Sebelum Menaklukan Dunia, Sebuah Lagu Baru dari Heruwa

    Lagu sederhana bernuansa Reggae-akustik-Dub ini terinspirasi dari ritual ngopi yang dijalani sehari-hari oleh Heruwa. Ngopi adalah layaknya seperti ritual awal dan akhir dari sebuah hari, pagi dan sore. Kopi adalah bahan bakar para pekerja dan pemikir.

    Seperti apapun kondisi sebuah negara atau masyarakat, semua diakhiri dan diawali dengan segelas kopi.

    Bila sudah duduk satu meja, ngopi tidak mengenal kasta, derajat atau kelas. Secangkir kopi bisa menjadi ‘sarana komunikasi’ pemersatu bangsa

    Heruwa

    Lagu ini telah dirilis via Soundcloud bit.ly/ngopidululah bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2021 oleh DoggyHouse Records @doggyhouserecs

    Semoga kopi yang kita teguk, menjadi cahaya bagi penglihatan, badan, pikiran dan menjadi penawar hati. 

    “…Ngopi dulu lah, sebelum menaklukan dunia…”

    Heruwa – Ngopi Dululah
  • Toiletsounds Rilis Karya Kolaborasi Bareng Steven Coconuttreez

    Toiletsounds Rilis Karya Kolaborasi Bareng Steven Coconuttreez

    Grup indie-rock grunge senior asal Jakarta, Toiletsounds, kembali dengan single berjudul “Gak Jelas” di berbagai platform digital.

    Single ini menampilkan suara mendiang Steven Kaligis alias Steven Coconuttreez.

    “Steven adalah seorang sahabat, kami berangkat dari kancah musik yang sama. Kolaborasi ini ternyata jadi ajang nongkrong kami yang terakhir,” ujar Petrus Saiya, pemuka grup yang terbentuk sejak tahun 1994 tersebut.

    “Gak Jelas” adalah versi baru dari trek berjudul “Ngga’ Jelas (Nol)” yang dikenal sebagai anthem klasik Toiletsounds dari album debut Minim (1998).

    Selain Steven, versi ini juga menampilkan Tege, gitaris Coconuttreez, dan Bayu Rootz pada instrumen gamelan, saron, di akhir lagu.

    Versi mutakhir lagu “Gak Jelas” ini dirilis sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang Steven Kaligis.

    “Seratus persen pendapatan yang diperoleh dari rekaman lagu tersebut akan diberikan kepada keluarga almarhum,” jelas Irsya Wahyudi, sang penabuh drums yang juga menjadi produser kreatif rekaman.

    Lagu ini akan menjadi jembatan untuk materi-materi baru Toiletsounds yang akan rilis dalam waktu dekat.

    “Kami sudah menyiapkan materi baru, tentunya dengan sound dan sikap yang lebih segar. Sudah siap untuk satu album, tinggal tunggu tanggal mainnya,” tambah Irsya

    Toiletsounds - Gak Jelas (feat Steven Coconuttreez)
    Toiletsounds
    Toiletsounds - Gak Jelas (feat Steven Coconuttreez)
    Toiletsounds – Gak Jelas (feat Steven Coconuttreez)

    @toiletsounds_official

  • The Sugar Spun merilis double single

    The Sugar Spun merilis double single

    The Sugar Spun, trio Indie Rock asal Bandung, kembali hadir dengan double single “Sugar Snap” dan “Can’t You See Mama” yang hari ini dirilis di berbagai musik platform digital.

    Double single ini adalah rangkaian dari album pertama mereka yang bertajuk “A Thousand Tiny Thoughts” yang akan rilis 15 Oktober mendatang dibawah naungan Orange Cliff Records. Sebuah album yang akan berisikan lagu-lagu dalam berbagai mood dan warna.

    Single “Sugarsnap” menceritakan tentang ketakutan kehilangan orang-orang terdekat tanpa kita sadari, yang bisa saja berdampak atau disebabkan oleh isolasi mandiri.

    Sedangkan “Can’t You See Mama” menceritakan cara The Sugar Spun melihat hal-hal buruk yang terjadi di 2020 dan harapan mereka untuk melihat dunia lebih baik kedepannya. Video untuk kedua single ini akan rilis pada tanggal 25 Agustus nanti via youtube.

    The Sugar Spun download
    The Sugar Spun
    cover double single

  • Mari Menikmati Eulogi dari Semiotika

    Mari Menikmati Eulogi dari Semiotika

    Semiotika, trio post rock asal Kota Jambi, merilis album kedua pada tanggal 31 juli 2021 kemarin yang diluncurkan di Duniawi Coffee and Records Jambi.

    Proses pembuatan album ini memakan waktu 1 bulan, Riri – Bass, Gembol – Drum, dan Bibing – Gitaris menulis 9 lagu yang beberapa di antaranya berkolaborasi dengan beberapa teman.

    Tema album adalah kebebasan sebagai individu yang di hidup dengan esensi dan peran masing-masing.

    Tiap lagu di album Eulogi menggambarkan menjadi manusia dengan ikhtiar, tujuan dan rehat sejenak ketika lelah. Memanusiakan manusia juga jadi tema di dalam album ini melalui menyayangi serta mengapresiasi diri sendiri maupun orang lain.

    Menurut Semiotika, album ini merupakan bentuk terima kasih kepada semua yang mendukung baik secara moril maupun materiel.

    “Secara tidak sadar, kami lupa bahwa ada orang2 di luar sana yang menunggu Semiotika untuk terus hidup. Album inilah yang menjadi ungkapan terima kasih kami untuk mereka.” Ucap Bibing.

    Eulogi merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan jalan hidup dan hubungan sosial yang diwakili dua aspek sebagai jawaban. Koeksistensi dan rasa syukur.

    Album ini dirilis dalam format compact disc (CD) melalui Duniawi Records dan distribusikan oleh demajors.

    Semiotika