Interview with The Miskins

FeaturedInterviews

Written by:

Inilah band poppunkrock Indonesia, menjadi stand out karena penampilan enerjik diatas panggung, dan lagu lagu yang mempunyai karakter, pelafalan bahasa Inggris yang bagus, sejak vokalisnya adalah Lens orang bule.. yang mungkin bisa menjadi the next big wave tanpa foto foto bokep dulu? Oleh Eric Wiryanata via e-mail

nama sebuah band biasanya menggambarkan karakter band tersebut. karakter atau image apa yang pengen dibangun The Miskins lewat nama tersebut?
Anak nakal, , brengsek, Brandalan, mati masuk surga hahaha?. Bercanda deng? sebenernya gak ada image/karakter yang aneh-aneh yang pengen dibangun lewat nama band kita, kita tidak take ourselves too seriously. Kita cuma pengen main musik dan senang-senang. Toh, nama ?The Miskins? juga Cuma dibikin asal-asalan, waktu itu kita gak punya alat apa-apa, jadi kita suka bercanda bilang band kita ?miskin?, trus dengan penambahan The dan akhiran ?S? biar agak-agak bule jadi deh nama The Miskins. Bener deh, apa yang elo ?liat? itu adalah kita yang sehari-hari. Kalo kurang oke? Ya terserah?.

pertanyaan standard. gimana cara loe deskripsikan musik The Miskins?

Campur-campur semua ada disini, tapi kebanyakan sih lagunya mengarah ke punk, karena punk maennya simple, Cuma 3 kunci beres ?? huehehehehe. Tapi kalo lagi iseng bisa nyelipin metal atau disko atau apa aja yang mungkin bisa dimainin.

suatu hari The miskins mendapat kesempatan untuk mendesain sendiri venue manggungnya. suasana seperti apa yang pengen loe bangun di venue tersebut?
Theatrikal abesshhh!!! Jadi tiap lagu punya set sendiri, misalnya:

Lagu Loner, kita desain background gedung-gedung kota yang sedang terbakar gitu terus suasananya dibikin hectic banyak orang wira wiri di atas panggung karena panik. Ada yang setengah gosong, ada yang nangis, ada yang nyolot, pokoknya macem-macem. Terus di tengah-tengah lagu backdropnya diganti ama muka orang-orang bertopeng yang merepresentasikan para teroris dan diakhiri sobeknya backdrop. Keren banget tuh?

Lagu Soap in My Eye, kita bakal taro berpuluh-puluh bath-tub di atas panggung dan di samping bath-tub2 itu ada orang-orang setengah telanjang yang lari di tempat di sepanjang lagu (kayak pake tread mill gitu) terus banyak sabun-sabun yang disemprot ke atas.

Lagu Hands Up, panggung di desain kayak suasana pinggir jalan raya yang sedikit rame dengan pintu bank di tengah-tengah. Terus ga lama ada mobil jaman dulu beserta perampoknya naek ke atas panggung terus masuk ke dalam bank, dan desainnya langsung berganti jadi suasana di dalam bank.

Pokoknya banyak deh, dan kita pengen banget maen di panggung kayak gini. Sekarang tinggal nungguin yang mau sponsorin dan diajak kerjasama ajah.. Ada ga yah?
Atau untuk versi simpelnya bisa panggungnya ditengah dengan penonton disekelilingnya. Robbi pengenya drumnya muter-muter kayak gangsing. Reno pengen maen ditengah-tengah penonton.

semua orang ingin mendapatkan yang terbaik. bagaimana cara yang paling nikmat dalam menikmati musik the miskins?
Sebenernya lagu-lagu kita bisa didenger dimana aja. Di mobil, di kamar, di puncak bukit indah berbunga, di kantor yang sialan, di sekolah, di diskotik jedung-jedung, di pantai, di belakang kuda, , tapi sejujurnya paling manteb sih didengerin diperbatasan Depok-Jakarta huahuahuauhahaha?.. dan kata robbi ?perlu dikelilingi sejumlah wanita setengah bugil yang menggeranyangi selangkangan untuk menikmati musik the miskins?.

dalam sebuah kejadian yang sangat darurat loe hanya bisa memilih lima album koleksi loe. album apa sajakah itu?
Lens: Hunky Dory – David Bowie, Urban Hymns – the Verve, The Stone Roses – The Stone Roses, Blue Lines – Massive Attack, The Best of? – Brian Ferry and Roxy Music
Bampak: …And Justice for All – Metallica, Revolver ? The Beatles, Siamese Dream ? Smashing Pumpkins, Chamber Music ? Coal Chamber, Play ? Moby.
Reno: Stoned and Dethroned ? Jesus and The Mary Chain, The Complete ? The Stone Roses, Rust In Peace ? Megadeth, Song of Faith and Devotion ? Depeche Mode, Dummy – Portishead
Robbi: Led Zeppelin, Rather be Dead ? Refused, Rust In Peace ? Megadeth, Police/Sting, Cowboys from Hell ? Pantera

oh ya… langkah-langkah apa sajakah yang dilakukan the miskins dalam menciptakan sebuah lagu?
Biasanya sih Lens bawa lagu dasar dengan gitar kopong, lalu digarap habis di studio rame-rame. Kadang-kadang direkam terus didengerin masing-masing balik ke studio lagi untuk diselesaikan. Pernah juga bikin riff dulu di studio terus dibawa pulang. Yah macem-macem deh. Gak ada yang pasti di The Miskins.

tema tema apa saja yang biasa diangkat dalam lirik lagu? kenapa?
Macem-macem, biasanya sih cuma kisah-kisah bodoh yang kadang-kadang nyangkut dikehidupan sehari-hari. Karena lens adalah seorang penghayal. Bisa cerita cewek kece, cheap traveling, makan keju di Swiss, perampokan buat seneng-seneng, ke?botal?an aka kegundulan, kisah kasih anak kost pastinya

apa sajakah yang dianggap berjasa dalam pengembangan musik The Miskins? atau dengan kata lain. “influence”
kalo untuk The Miskins sendiri mungkin gak ada tapi kalo untuk tiap-tiap personel bisa banyak banget dari Hip-hop sampe Brutal black magic death grind core sampe berdarah-darah. Hidup Soeharto!!! Oye!!!

poppunk yang menjamur dan bahkan disebut sebagai the new millenium boyband. bagaimana opini the miskins akan hal tersebut? dan dimanakah the miskins menempatkan diri diantara fenomena tersebut?
Biarin aja, kita gak begitu peduli mengenai begini-beginian. Pokoknya kita ngeband biar senang. Cuma kebetulan banyak orang yang bilang, kita ini ganteng-ganteng kayak Element dan kita gak sengaja main band, terus gimana dong??? Masa? kalo kita kece-kece begini, kita gak boleh ngeband??? Hah?? Hah?? Hah?? huahuahaauhahahahauauhaau

ceritakan tentang album kalian….
bikin Februari 2002 dirilis Januari 2004, kebayang kan? So it must be good, what more can we say??? Hehehe?.. sorry gak panjang-panjang, capek ceritanya. Pokoknya keren (a.k.a promosi!!!)

last words?
Kita berjanji untuk latian yang lebih serius lagi, karena orang-orang yang dengerin kita layak untuk mendapatkan yang terbaik. Amin.

themiskins@yahoo.com

0 Replies to “Interview with The Miskins”

  1. dia says:

    the miskins, ganti aja namanya seharusnya maluu dan tau diri akan status kalian..apakah? kalian mmbuat lirik2 lagu tentang kemiskinan? kasian simiskin namanya dijadikan objek kepopuleran doang tapi gak merubah simiskin atau menyuarakan kemiskinan!!! bullshit cinta dan senang2 dilirikmu!!! ganti aja namanya !!

  2. Dimex says:

    the miskins, mmh….MASIAWELAH!!!

  3. GigZ says:

    Gmn klo kalian mengundang KD (bukan Kang Dudung), di salah satu lagu sebagai featuring? terus model lagunya agak metal gitu….
    Asoy nggak?…

  4. adee says:

    punx is free…

Leave a Reply to dia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: