Tag: 630 recordings

  • Hauste, Murphy Radio, Eleventwelfth & For the Flames Beneath Your Bridge | 23 Desember | Guitar Freaks Fatmawati

    Hauste, Murphy Radio, Eleventwelfth & For the Flames Beneath Your Bridge | 23 Desember | Guitar Freaks Fatmawati

    Pada gig yang ke sembilan ini, Six Thirty Recordings; label rekaman asal Jakarta yang juga bergerak di bidang music promotor mendatangkan band asal Singapura ber genre math-
    rock/instrumental bernama Hauste.

    Diadakan pada tanggal 23 Desember 2018 di Guitar Freaks Fatmawati.

    Band instumental/math-rock asal singapura Hauste merilis debut album nya yang berjudul “Leavings”. Aransemen instrumental dalam album ini telah disusun agar dapat memacu suasana hati, dimana makna dalam hal yang telah hilang nilainya dapat ditemukan kembali; sesederhana seperti mainan yang pernah menjadi kesukaan, atau bahkan memori yang pernah menjadi sangat berarti. Leavings diharapkan dapat mengajak para pendengar untuk hanyut dalam narasinya, sebagai sebuah upaya dalam sepenuhnya mengalami album perdana ini.

    Selain menampilkan Hauste, acara ini juga turut di ramaikan oleh Murphy Radio, band asal Samarinda yg sedang naik daun setelah merilis album penuh dengan judul yang sama dengan nama band mereka.

    Selain itu, eleventwelfth yang baru pulang dari tour Jepang nya dan band yg sudah lama tidak
    terdengar namanya For the Flames Beneath Your Bridge akan turut serta mendukung acara ini.

    Tiket untuk menonton Hauste, Murphy Radio, eleventwelfth, dan For the Flames Beneath Your
    Bridge di bandrol dengan harga Rp70.000 dan bisa di dapatkan di tautan
    https://www.eventevent.com/event/5bebde864c3ce atau pada hari h acara berlangsung jika kuota
    masih tersedia.

    Hauste

    Murphy Radio
    Murphy Radio
    hauste
    hauste
  • Mari Merayakan Solidnya Kebisingan Marijannah & Potion di Rossi Musik

    Mari Merayakan Solidnya Kebisingan Marijannah & Potion di Rossi Musik

    Setelah sukses membawa band post-punk asal Detroit, Protomartyr di penghujung libur ramadhan, label rekaman asal Jakarta yg juga rutin menggelar acara alternatif menampilkan band-band international, Six Thirty Recordings kembali memboyong tak hanya 1 namun 2 band bergenre Doom Metal untuk tampil di Rossi Musik hari Kamis tanggal 12 July 2018 mendatang.

    Marijannah adalah band asal Singapore yang baru merilis album pertama mereka yg berjudul Till Marijannah pada bulan February lalu lewat Pink Tank Records, label rekaman asal Jerman. Album “Till Marijannah” menuai berbagai pujian dari penggemar musik Doom Metal di dunia, salah satunya berasal dari Metalsucks menyebut “Till Marijannah adalah album yang berdiri solid dengan kedua kaki nya”.

    Meskipun umur Marijannah masih tergolong ‘muda’ namun orang-orang di dalam Marijannah sudah sangat tidak asing lagi di kancah musik lokal Singapore maupun International.
    Marijannah terbentuk hasil dari inisiasi Nicholas Wong (Drum/Vocal) dari band Caulfield Cult dan Rasyid Juraimi (Guitar) yang dikenal juga sebagai salah satu personel Wormrot.

    Potion adalah trio Stoner/Doom Metal dari Sydney, Australia. Musik mereka sangat kaya dengan referensi dari berbagai sub-genre metal lainnya. Mereka telah merilis 2 single dalam bentuk kaset yg berjudul Seven Sorcerers dan Gravemaker. Meskipun hanya 2 lagu, namun kedua nya mempunyai durasi jika digabungkan selama 17 menit!

    Di akhir bulan Juni ini mereka juga baru merilis 2 single baru yg juga dalam bentuk kaset berjudul Dead Mountain dan Women of the Wand. Album ini masuk list 6 lagu yg harus di perdengarkan versi Revolver Magazine, dan juga salah satu The Best Metal di situs Bandcamp periode Juni 2018.

    Tiket untuk menyaksikan Marijannah & Potion sudah bisa di dapatkan di kanal www.frekuensiantara.com/event/marijannahpotion dan juga melalui aplikasi http://eventevent.com/event/1741?_branch_match_id=540777166399748625.

    Penampilan kedua band ini juga akan di dukung oleh 3 lokal band, Avhath dan Kief dari Jakarta, serta Fuzzy, I dari Bandung.

    Selain menyambangi ibukota, Potion dan Marijannah juga di jadwalkan untuk bertandang ke Solo, Bandung, Malaysia, dan Singapore.
    Tour mereka terselenggara atas kerja sama Six Thirty Recordings bersama ACPHC, musik promotor asal Singapura.

    Marijannah & Potion
    Marijannah & Potion South East Asia Tour 2018
    Marijannah Potion
    Marijannah & Potion Jakarta Show
  • Sewaktu Protomartyr Menyambangi Jakarta

    Sewaktu Protomartyr Menyambangi Jakarta

    Detroit tidak habisnya melahirkan band-band hebat, dari MC5 hingga The White Stripes merupakan jaminan mutu akan hasilnya. Protomartyr merupakan salah satu nama besarnya yang lahir di tahun 2010 keatas. Seperti mengawinkan Wire dengan Iceage berceloteh lirik-lirik puitis a la Nick Cave. Tentunya bukan diskusi berbobot tentang puisi senja. Unit kebanggaan Detroit ini pun diboyong oleh Winona Tapes dan 630 Recordings yang merupakan juga rangkaian tur ASIA mereka.

    Setelah Malaysia, destinasi Protomartyr selanjutnya adalah Jakarta yang sengaja dipilih sebagai penutup tur di Rossi Music Fatmawati. Sebagian banyak penonton berpakaian kemeja masuk ke dalam, bukan karena seolah-olah ini malam ‘post punk’ tapi memang hari dan jam yang ditentukan merupakan hari Kamis (21/6) dan waktu pulang kantor. Crayola Eyes didaulat sebagai pembuka pertama. Hey, apa kabar mereka? (1) setelah merilis split 7” bersama Bin Idris mereka makin mempertajam formasinya dengan Bayu dari band Napolleon di formasi gitar yang terdengar cukup intens di tatanan musik Crayola. Perubahan itu bisa didengar dari lagu terakhir “Baby May” yang terdengar lebih bagus ketimbang penampilan-penampilan sebelumnya. Reno Nismara selaku vokalis terlihat lebih dingin dari biasanya. Tidak banyak cakap, langsung pada tujuan, dan menghabiskan set malam itu dengan klimaks. Walau sering beberapa kali kerabat melempar sahutan canda “Sawiii sawiii” untuk Sawi Lieu di posisi keyboard.

    The Porno dengan formasi bertiga merupakan kejutan besar. Hey, apa kabar mereka? (2) kini personil yang tersisa ada Yanu (Bass), Ami (Gitar/Vokal) dan menambah Wing Narada (vokal/synth). Walaupun terlihat minimalis dengan format trio, tak mengurangi kagum penonton. Seperti antusiasnya di belakang saya yang berujar “Nah! Ini baru post punk!”, yang dalam hati saya merespon “uopooooo!”.  Tinggalkan angan kalian akan mendengar materi-materi Subliminal dibawakan malam itu. Nyatanya banyak nomor-nomor baru seperti single terbaru mereka “The Moon” yang rilis di bawah bendera Heaven Punks. Tapi terlebih dari semua itu, mereka membawakan “Pale Spectre” dari The Wake dengan cukup baik dengan instrumen seadanya. A+ untuk The Porno.

    Menggunakan jas, snapback (yang akhirnya dilepas), sambil menenteng bir kaleng Joe Casey berceloteh panjang lewat lirik-liriknya. Bercerita tentang kuda, kaktus yang mekar di malam hari, sampai krisis air di Flint, Michigan dan masih seputar Detroit-sentris kota asal Protomartyr. Stok bir di atas panggung tak kunjung habis. Hampir seluruh materi Relatives of Descent ia bawakan. Tak urung banyak penonton yang menikmatinya dengan penuh seksama sambil angguk-angguk kecil. Dan lagi-lagi ada yang berkomentar “liriknya berintelek banget!”. Siyaaap. Tapi yang tahu pasti di luar lirik yang katanya “intelek” mereka masuk daftar kategori band favorit saya. Sebagai encore…

     

    Eh gak ada encore, mereka menuntaskan dengan sempurna lewat lagu “Half Sister”.

    Winona Tapes dan 630 Recordings lagi-lagi menjadi dua nama penyelenggara yang sukses mendatangkan band luar negeri dengan kurasi ciamik. Mungkin ke depannya bisa mengundang Parquet Courts? Mungkin.

    Photo : Haviz Maulana