Tag: bali

  • Joyland Festival 2024 Menampilkan James Blake, Kings of Convenience dan Sederet Musisi Bali, Indonesia & Asia

    Joyland Festival 2024 Menampilkan James Blake, Kings of Convenience dan Sederet Musisi Bali, Indonesia & Asia

    Plainsong Live mengumumkan James Blake, penyanyi, pencipta lagu dan produser ternama asal Inggris, sebagai penampil utama di edisi ketiga Joyland Festival Bali yang akan diselenggarakan di Peninsula Island The Nusa Dua, Bali pada 1-3 Maret 2024.

    Blake, yang album terbarunya Playing Robots into Heaven meraih nominasi Album Dansa/Elektronik Terbaik di ajang Grammy Awards 2024, melengkapi nama-nama penampil yang sudah diumumkan sebelumnya, yakni Kings of Convenience, Todd Terje, Gilles Peterson, Shintaro Sakamoto, The Walters, Whitney, Vansire dan Pearl & The Oysters.

    Sementara itu, Lily Pad Stage akan menampilkan berbagai pilihan musisi elektronik seru dari Bali dan Asia yang telah dipilih oleh kurator tamu. Kasimyn dari Gabber Modus Operandi akan mempersembahkan edisi khusus inisiatif Kepus Pungsed yang menyoroti kancah musik kontemporer dan eksperimental Bali melalui penampilan oleh Gangsar, Graung, Gumatat Gumitit Gospell, Kadapat, Put Septa & Nata Swara, dan Rule Kabatram.

    “Bali itu besar sekali, dan Kepus Pungsed ini adalah usaha untuk mengumpulkan talenta eksperimental musik Bali yang liar, mandiri, mengakar, sambil berdialog dengan teknologi.” – Kasymin

    Lily Pad juga akan menghadirkan artis-artis pilihan seniman dan aktivis kultural asal Yogyakarta Wok the Rock yangtelah mengundang LnHD dari Myanmar untuk tampil back-to-back dengan rEmPiTgOd De$$ dari Malaysia, serta mengajak Mong Tong (Taiwan), PRAED (Lebanon) dan Rán Cap Duôi (Vietnam).

    Selain itu, Whiteboard Journal meneruskan program SEA Journal mereka dari Joyland Festival Jakarta dengan mengundang Lunadira (Malaysia), Mona Evie (Vietnam) dan Blush (Singapura).

    Joyland Festival Bali juga akan akan menampilkan sejumlah artis Indonesia yang baru maupun familier, yaitu Ali, BANK, Bilal Indrajaya, Dialog Dini Hari, Envy*, Hindia, Isyana Sarasvati, Mantra Vutura, Nadin Amizah, Stars and Rabbit, The Adams,The SIGIT dan White Shoes & The Couples Company.

    Di samping pertunjukan musik, panggung Shrooms Garden yang dipandu dan dikurasi oleh Soleh Solihun akan mempersembahkan aksi dari Mo Sidik, Mamat Alkatiri dan Sakdiyah Ma’ruf, serta seiumlah komika terbaik Bali seperti Bagas Sianipardan Nyoman Nanda.

    Sementara itu, outdoor cinema Cinerillaz akan menayangkan film-film pendek pilihan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), termasuk tayangan perdana di Indonesia untuk karya-karya prestisius Dear Shadow, My Old Friend (Timoteus Anggawan Kusno, 2024) yang telah menggelar world premiere di International Film Festival Rotterdam 2024; serta Of Other Tomorrows Never Known (Natasha Tontey, 2023) yang meraih penghargaan Penampilan Terbaik untuk aktor Fredy Sreudeman Wowor di kompetisi Film Pendek Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Singapore International Film Festival 2023.
    Tak ketinggalanjuga area ramah keluarga White Peacock area yang menyediakan berbagai lokakarya dan kegiatan yangmemicu kreativitas anak kecil. Lokakarya dan kegiatan ini – termasuk melukis dan prakarya dengan materi daur l a n g – dapat diakses dengan pembelian merchandise, di samping kegiatan-kegiatan bebas biaya termasuk seni dan kerajinan, mewarnai dan area halang rintang.

    Fasilitas lainnya termasuk pasar Joyland Village yang menawarkan makanan, minuman dan produk bisnis lokal yangtelah dikurasi oleh Lintang Sunarta, area khusus untuk alkohol dan rokok, area khusus untuk menyimpan kereta dorong anak dan menyusui, dan mash banyak lagi.

    Menurut Ferry Dermawan, Direktur Program Joyland Festival, “Edisi Joyland Bali ini lebih banyak musik elektronik, karena kami lihat penonton di Bali lebih suka genre itu dibanding penonton di Jakarta. Tapi bagaimana juga butuh komitmen yang tinggi untuk datang ke festival, jadi kami harus memikirkan baik-baik pengalaman festivalnya secara keseluruhan.”

    Opsi tiket yang tersedia adalah regular entry tiga hari (Rp 788.000,-) dan VIP tiga hari (Rp 1.388.000,-) yang juga memberikan bonus menarik termasuk priority entrance, akses undian untuk memenangkan kesempatan meet & greet dengan artis dan hadiah merchandise bertanda tangan, seta akses eksklusif untuk tiket pre-party dan after-party. Untuk menuniang pengalaman liburan yang istimewa, pengunjung Joyland Festival Bali dapat memesan kamar hotel dengan harga khusus di Grand Hyatt (Rp 2.250.000.-/malam) dan Meliá Bali ( Rp 2.350.000,-/malam) yang terletak berdekatan dengan lokasi festival.

  • Peluncuran Karya NFT Endah N Rhesa x Superlative Secret Society

    Peluncuran Karya NFT Endah N Rhesa x Superlative Secret Society

    Endah N Rhesa dan Superlative Secret Society berkolaborasi dalam acara “EAR Private Secret”. Acara ini akan diselenggarakan di Superlative Gallery (Kuta, Bali) pada hari Kamis, 31 Maret 2022 mendatang. Acara ini sekaligus merayakan peluncuran karya pertama NFT Endah N Rhesa x Superlative Secret Society.

    Endah N Rhesa x Superlative Secret Society

    “EAR Private Secret” terbagi dalam dua sesi yaitu gelar wicara dan pertunjukan musik. Sesi pertama adalah gelar wicara interaktif dengan topik “Music Career Talks & Discussion” yang membahas strategi dalam membangun karir di industri musik Indonesia. Sesi kedua adalah pertunjukan musik yang diselenggarakan secara hangat dan terbatas.

    “EAR Private Secret” mempunyai dua kategori tiket :

    I. All Sessions : Rp 250.000,- (gelar wicara & menikmati pertunjukan musik)

    II. Performance Only : Rp 150.000,- (pertunjukan musik)

    Tiket sudah bisa didapatkan di tinyurl.com/EARPrivateSecret dengan kuota terbatas.

    Acara gelar wicara akan dimulai pukul 14.30 WITA dan pertunjukan musik akan dimulai pukul 18.30 WITA. Superlative Gallery bertempat di Jalan Legian No.99, Kuta, Bali. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi +62 818-0554-4161.

    Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari bangkitnya gairah panggung musik di masa pandemi.

    www.endahnrhesa.com

    www.superlativesecretsociety.com

  • Rollfast dan kritik realita khayal Beach Club di Bali.

    Rollfast dan kritik realita khayal Beach Club di Bali.

    Rollfast menyebut diri mereka sebagai band eklektik rock. Berasal dari pulau Bali, tentu musik mereka akan terinspirasi dari keadaan pulau tempat tinggal mereka. Berbeda tentunya dengan band-band yang mengusung musik rock asal ibu kota yang lirik-liriknya penuh debu jalanan, Rollfast mengangkat tema kebrengsekan mahluk-mahluk serakah yang mengeksploitasi kekayaan pulau Bali.

    Tema-tema inilah yang membuat band ini menjadi unik dibandingkan band sejenis dari kota lain. Membaca lirik-lirik mereka cukup memberikan sudut pandang yang baru. Kamu bisa membaca lirik single terbaru ini via video lirik musik ‘Garatuba’ yang dibuat menggunakan visual tiga dimensi.


    Garatuba sendiri adalah gabungan kata dari Segara = Laut dan Tuba = Racun, dipadukan dengan realitas khayal tentang datang ke pesta makan besar di beach club yang palugada (apa lo mau, gua ada) Garatuba juga menjadi proyeksi dari kerasukan kami dalam berbagai aspek yang ada di sekitar, Nada-nada di lagu ini adalah persona fiksi yang dibuat berdasarkan impresi bunyi mukbang, progresi template gitar rock generik dengan balutan beat-beat electronic music yang selalu terdengar kencang di setiap sudut café dan club di Bali, menurut Bayu Krisna.

    Sedikit klise memang untuk membahas atau mencoba untuk memberontak (lagi) dengan apa yang sudah terjadi di Bali saat ini. Jadinya kita mencoba membuat suatu bentuk protes baru dengan teman-teman tongkrongan yang mempunyai semangat yang sama . Mencampur dan menabrakan semua perspektif yang ada. terlihat dalam visual video nya sendiri, kami mencoba memvisualisasikan konsep “beach club diatas beach club” yang setiap tahunnya selalu bertambah, seperti rumah susun.

    Single ini sendiri adalah perkenalan untuk album musik penuh kedua mereka yang akan dirilis oleh La Munai Records pada bulan Agustus 2020. Silahkan dinantikan.

    https://www.youtube.com/watch?v=ZuEs7Njqm7k
    https://rollfast.bandcamp.com/track/garatuba


  • Pusaka dari Harubisu

    Pusaka dari Harubisu

    HARUBISU adalah band asal Bali yang beranggotakan Satria (Vocal/Guitar), Mido (Guitar), Supernova (Guitar), Ryan Fanda (Bass) dan Coki (Drum). Tanggal 2 November 2018 ini Harubisu telah meluncurkan album EP debut mereka bertajuk “Gelap Yang Terang” yang kini sudah tersedia di Itunes, Spotify dan digital music store lainnya

    Sebuah music video untuk single pertama mereka yang berjudul “Pusaka” juga telah dirilis

    IG  : https://www.instagram.com/harubisu/

    FB : https://www.facebook.com/harubisu/

    Soundcloud : https://soundcloud.com/harubisuofficial

    Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=qIFU4ifF4ek

  • Music for a Brighter Day • Bali • 4 – 5 Oct • The Shapers, Deep Sea Explorers

    Music for a Brighter Day • Bali • 4 – 5 Oct • The Shapers, Deep Sea Explorers

    Music for Brighter Day adalah sebuah pergerakan musik mandiri yang telah konsisten selama 9 tahun menyelenggarakan Live Showcase. Digagas oleh Terbit Riansyah, tahun ini event Music for Brighter Day Live Showcase akan diadakan pada 4-5 Oktober 2018 bertempat di Twice Bar Kuta dan Gimme Shelter Canggu Bali.

    Pada gelaran kali ini Music for Brighter Day akan menghadirkan The Shapers unit punk rock asal Paris, Perancis yang sedang mengadakan tur Asia Tenggara, dan pastinya juga akan diikuti oleh band-band lokal berbahaya seperti Deep Sea Explorers (Denpasar), Rainbow Clouds (Jakarta/Bali), Hello Microphone (Jawa Barat/Bali), Matilda (Denpasar), Bundle of Dreams (Denpasar), dan Benten (Denpasar).

    Acara yang diadakan selama dua hari ini gratis atau
    tak berbayar untuk siapapun yang ingin datang untuk menghadiri dan mendukung pergerakan musik ini.

    Music event in Bali
    Music for a Brighter Day