Tag: Bandung

  • Love Shout @ Lou Belle Bandung, 22 Desember

    Love Shout @ Lou Belle Bandung, 22 Desember

    LOVE SHOUT On Saturday, December 22nd 2018 at @loubelleshop
    •
    FDC only 20k (including ice chocolate from North Wood Bandung) .
    MC : @plengdajabar1 .
    Online Ticket : @kiostix (Start This Sunday)
    doors opens at 3Pm .
    .
    Bincang-bincang Pra-Cetak Proyek Buku “Bandung Pop Darlings” bersama @irfanpopish .
    .
    See ya mate!
    #LoveShoutLoubelle

    If December always gives you a romantic atmosphere with rain all day, so we think we should give you a year-end pop tunes to y’all
    •

  • Catspaw vol.02 @ Malmo Bar Cihampelas, Bandung. 16 Desember

    Catspaw vol.02 @ Malmo Bar Cihampelas, Bandung. 16 Desember

    #CATSPAWvol2
    16 des 2018
    Di malmo bar ,JL.cihampelas no.92 Bandung

    @hz_official
    @bitzmika
    @thievfox
    @_radioaktif
    @foxfortmusic

    after party (dj set)
    alfred & baldhead
    @elangeby @restuechu @bequiteandwait

    Jangan biarkan akhir tahun ini muram dengan hujan.

    support & media patner
    @malmo.bar
    @tomotorecord
    @avagoodline
    @wearelots
    @yamasurih
    @convert.id
    @qrmsn
    @kaum.kaum.kaum
    @teraskolektif
    @junksradio_
    @ruang.alt
    @thedisplaynet
    @8lightment
    @mibnet
    @sorgerecords
    @soundvisionmedia_
    @deathrockstar
    @kolektipngawur
    @papahcerewet
    @ruangtamblong
    @prawisuda_
    @roiradio

    Malmo Bar Cihampelas

  • Ride dan Diiv akan tampil di Bandung

    Ride dan Diiv akan tampil di Bandung

    FFWD Records, 3Hundred dan OZ Radio bekerjasama untuk menghadirkan Super Generation Fest 2018. Digelar di Eldorado Dome, Jl. Dr. Setiabudhi No. 438, Bandung, pada hari Sabtu, 24 November 2018, perhelatan ini merupakan yang pertama mengusung nama Super Generation Fest.

    Jika diibaratkan sebuah perjalanan, festival ini akan mengajak penggemar musik Indonesia untuk menatap ke depan, tanpa melupakan pemandangan yang membentang di belakang. Dari legenda shoegaze hingga kolektif electro rock, dari provokator dream pop hingga punggawa post-rock—deretan pengisi acara Super Generation Fest 2018 siap menjadi jembatan antar generasi berbeda yang disatukan oleh kecintaan pada musik rock berkualitas.

    Hadir sebagai headliner tahun ini adalah RIDE. Sejak terbentuk pada 1988, formasi band asal Oxford, Inggris, ini tak pernah berubah: pencabik bas Steve Queralt, penggebuk drum Laurence “Loz” Colbert, serta duo vokalis, gitaris dan penulis lagu Andy Bell dan Mark Gardener. Walau palet sonik mereka belakangan turut diwarnai oleh sentuhan psikedelik, folk dan elektronik, Ride
    terlebih dulu dikenal sebagai pengusung awal musik shoegaze.

    Mengedepankan lautan gitar terdistorsi nan melodius serta seksi ritme yang agresif, shoegaze tak bisa dipungkiri merupakan salah satu subgenre musik paling berpengaruh dalam khazanah musik rock modern. Dan dalam debut mereka Nowhere, Ride telah menyumbangkan salah satu album shoegaze
    terbaik sepanjang masa. Dirilis pada tahun 1990, Nowhere berhasil menempati posisi ke-74 dalam daftar Top 100 Albums of The 90s lansiran majalah musik terkemuka Pitchfork, posisi ke-277 dalam daftar The 300 Best Albums of The Past 30 Years keluaran majalah Spin. Majalah Rolling Stone menyebut Nowhere sebagai “sebuah mahakarya”, sementara tabloid legendaris NME menilai bahwa “vitalitas album ini melebihi label shoegaze yang menempel padanya”.

    Setelah Nowhere, Ride merilis tiga album, hingga akhirnya bubar pada tahun 1996. Selepas itu, di antara para mantan personilnya, Andy Bell merupakan satu yang paling high profile, berkat posisi pemain bas Oasis yang ia isi sejak tahun 2000, hingga bubarnya band Gallaghers bersaudara itu pada 2009.

    Namun kisah Ride tak berhenti sampai di situ. Pada 2014, Andy, Mark, Steve dan Loz mengumumkan kemunculan kembali Ride. Setelah sederet konser di penjuru dunia—termasuk dalam festival prestisius seperti Coachella, Primavera dan Melt—mereka merilis album kelima Weather Diaries pada 2017, yang memperoleh sambutan hangat dari para penggemar dan kritikus. Sebuah mini album bertajuk Tomorrow’s Shore menyusul pada awal 2018, dan Ride pun menyatakan kesiapan mereka menghibur para penggemar dalam sebuah rangkaian tur keliling dunia—termasuk ke Indonesia.

    DIIV (baca: “dive”) adalah nama panggung dari Zachary Cole Smith, musisi kelahiran New York yang mulai mengusungnya sejak 2011. Saat rekaman maupun konser, Cole turut dibantu oleh drummer Ben Newman, gitaris Andrew Bailey, serta multi-instrumentalis Colin Caufield. Walau mengambil nama DIIV dari sebuah lagu Nirvana, Cole dan kawan-kawan tak serta-merta menyuguhkan musik grunge. Pengaruh dream pop, shoegaze dan bahkan krautrock dapat kita dengar dalam karya-karya mereka—pengaruh yang selalu dibungkus dengan emosi, keindahan serta atmosfir yang kental.

    Album debut mereka, Oshin, dirilis oleh label indie terkemuka Captured Tracks pada 2012. Dianggap sebagai sebuah mahakarya mini oleh para penggemar dream pop modern, Oshin berhasil masuk dalam berbagai daftar Best of 2012, termasuk lansiran Pitchfork dan situs musik indie papan atas Stereogum. Empat tahun kemudian, DIIV merilis album kedua, Is The Is Are. Sebuah dobel album yang ambisius, Is The Is Are kembali mendapat respons yang hangat dari para penggemar dan kritikus musik, termasuk gelar Album of The Year dari tabloid NME. Setelah hampir dua tahun absen, kehadiran DIIV dalam Super Generation Fest 2018 menandai kembalinya Cole dan kawan-kawan. Apalagi, dalam festival ini mereka juga bertemu kembali dengan Ride, rekan tur mereka pada 2015.

    ROCK N ROLL MAFIA atau RNRM bukan nama yang asing lagi bagi penggemar musik indie tanah air. Sejak 2002, band yang kini terdiri dari Hendra Jaya Putra, Eky Darmawan serta Bueno Jurnalis ini telah memanjakan telinga kita dengan ramuan musik electro rock mereka yang sulit untuk ditolak. Ramuan ini hadir dalam rentetan album mereka, mulai dari Rock N Roll Mafia (2002), Outbox (2007), hingga Prodigal (2012). Sebutan “kolektif” nyatanya juga cocok disematkan pada RNRM, berkat kesediaan mereka untuk berkolaborasi dengan artis-artis lain demi menajamkan karya. Semangat kolaboratif ini juga terasa dalam rilisan terbaru mereka, Unison (2018). Kerjasama Hendra dan kawan- kawan dengan penyanyi Petra Sihombing, Danila serta Neonomora nyatanya berhasil menjadikan mini album ini semakin kuat dan unik.

    Tahun 2017 lalu, genap sepuluh tahun UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN eksis. Dan selama sepuluh tahun juga, band yang digawangi oleh Yadi Musholih, Ranyay, Yuren, Ezza Rush dan Harry Koi ini tetap setia mengusung musik post-rock instrumental. Setelah album perdana Painting of Life (2012) dan karya kedua Quintessential Turmoil (2014), pada 2018 UTBBYS merilis album ketiga mereka, Brightlight, yang kembali memperoleh sambutan hangat dari para penggemar. Band asal Bandung ini juga bukan pemain lama di sirkuit festival— penampilan mereka di OzAsia di Adelaide, Australia, tahun lalu, merupakan salah satu yang mendapat pujian dari pers dan penggemar musik lokal.
    •••
    SUPER GENERATION FEST 2018
    Sabtu, 24 November 2018
    Eldorado Dome, Jl. Dr. Setiabudhi No. 438, Bandung

    Confirmed!

    Ride & Dive will be headlining Super Generation Fest 2018.

    We know y’all thrilled. And so do we! Keep your eyes peeled, ticket info to be shared real soon!

    follow @supergeneration_ind on Instagram to stay updated.

  • Katzenmeister Menolak Untuk Bertekuk Lutut Pada Otoritas

    Katzenmeister Menolak Untuk Bertekuk Lutut Pada Otoritas

    Katzenmeister adalah kolektif hard-rock yang beranggotakan lima orang yang dibentuk pada tahun 2017. Anggota-anggotanya bukan orang baru lagi di skena musik independen di Bandung, mereka berasal dari band-band yang sudah sempat dikenal sebelumnya seperti Vincent Vega, Baby Eats Crackers, Sarasvati, These R Fake, Ellipsis, Sweetyard, dan
    DFFC.

    Secara musik, Katzenmeister menggabungkan unsur hard-rock dengan progressive-rock dan eksperimental yang terinspirasi dari band-band seperti A Perfect Circle, Tool, Baroness, dan The Mars Volta.

    Dengan mengambil referensi tadi, band yang beranggotakan Alexandra Regina (vocal), Aryo Bangundityo (bass), Arya Pratama (guitar), Sheryta Arsallia (drum), dan Aulia Lazuardi (guitar) ini sedang mempersiapkan debut album mereka di tahun 2018 ini.

    Sebagai perkenalan dan supaya album mereka nanti diantisipasi penggemar musik di Indonesia, sebuah single berjudul “Bend The Knee” diluncurkan di semua platform musik digital, seperti misalnya Spotify.

    Lagu yang dibuka dengan nada instrumentalisasi yang berat dan progresif ini, merupakan single perdana dari Katzenmeister untuk memperkenalkan musiknya kepada khalayak.

    Menceritakan tentang karakter yang dipaksa menyerah pada otoritas dan bagaimana mereka menghadapinya.

    Setelah “Bend The Knee”, Katzenmeister akan merilis dua single lagi dalam waktu dekat.

    Single Katzenmeister berjudul “Bend The Knees” bisa didengarkan di bawah ini:

    Katzenmeister
    Katzenmeister

  • Guilty Pleasure • 8 Juli • Halfway Bar, Bandung • The Upstairs, 90 Degrees, Midnight Runners, & more

    Guilty Pleasure • 8 Juli • Halfway Bar, Bandung • The Upstairs, 90 Degrees, Midnight Runners, & more

    @kaum.ini X @bujangrimba_ presents
    “Guilty Pleasure”

    music that can pull back the old memories together to the present.

    With exciting ambience curated by @kaum.ini

    performance by
    the Upstairs
    90 Degrees

    Midnight Runners
    A.J
    Rayka

    sunday,July 8th 2018
    at @barhalfway .
    see you real soon!