Tag: besok bubar

  • Besok Bubar – The Ultimate

    Besok Bubar – The Ultimate

    Album ketiga band ‘grunge’ asal Jakarta. Sebuah album rock yang penuh dengan testosterone, setiap tracknya akan membuat mu semakin gagah dalam menghadapi carut marut kehidupan di kota. Sebuah soundtrack yang pas untuk menyuarakan dengan gagah kritikan kita pada keadaan sekitar, pada para fanatis, koruptor, lalu lintas dan lain-lain.

    Tanpa perlu insekuritas mengenai stereotype “laki” yang diiklankan minuman-minuman suplemen, namun gagah dalam arti laki-laki yang tetap tegap menghadapi kerasnya hidup walau naik bajaj bukan motor gede. Karena menurut saya kegagahan tidak didefinisikan dari kepemilikan namun pada tindakan, dan album ini memperkuat keyakinan saya pada arti tersebut.

    Salah satu favorit saya adalah track “Tanpa Batas”, liriknya kuat dan menurut saya akan memberikan semangat pada generasi sekarang untuk berpikir bebas dan terus maju. Sebuah album yang berbahaya, semoga dengan mendengarkannya kamu bisa tercerahkan.


    Download album Besok Bubar di tautan berikut.

    download_besok-bubar-the-ultimate

  • NICFIT Menyambut Kebisingan di Bandung

    NICFIT Menyambut Kebisingan di Bandung

    noise-party

    Kabar gembira datang dari band idola saya Nicfit.
    Dan dibawah ini adalah press-release yang mereka sebarkan dalam rangka menyambut kebisingan pada tanggal 26 April 2015 ini.

    Bagi sebuah band, pergerakan yang sebenar-benarnya adalah dalam penciptaan karya. Semakin kuat karya yang dihasilkan oleh sebuah band maka semakin kuat pula pergerakan yang dihasilkan. Kekuatan karya inilah yang kemudian akan menjadi inspirasi dalam membangun sebuah ranah musik tertentu baik dalam hal abstrak mencakup wacana pemikiran yang direfleksikan dalam tema karya, eksplorasi musikalitas dan performa, serta spirit membangun komunitas—serta hal yang kongkrit seperti pembangunan jejaring komunitas musik dan pergelaran musik di mana terjadi pertemuan individu-individu yang menjadi aktor dan apresiasi karya serta hasil-hasil kreasi yang mengiringinya.

    Nicfit sangat menyadari hal ini. Sejak berdiri tahun 1994, walau perlahan, Nicfit terus berkarya. Setelah hadir dalam album NICFIT Vol. 1 tahun 2001 (Addiction Festival Records) dan NICFIT Vol. 2 (ROTTENTANK Records) tahun 2008, Nicfit kini kembali hadir dalam album baru NICFIT Vol. 3 (ROTTENTANK Records) tahun 2015, dan dalam album terbarunya, Nicfit hadir melalui lima lagu, “Mimpi Pergi”, “Kau”, “Penjaga Api”, “Are You With Me?”, dan “Outter Space”. Banyak perubahan konsep yang dikemas Nicfit dalam materi lagunya di album ini. Selain semakin dominan menghadirkan lirik-lirik berbahasa Indonesia, Nicfit hadir dalam komposisi kebisingan yang semakin tertata. Banyak lonjakan-lonjakan musikal dalam setiap lagu, namun ini diimbangi dengan tata suara yang semakin solid dan berkarakter. Tema lirik juga semakin menohok pada wacana-wacana yang lebih sosial ; dari refleksi dinamika musik hingga komitmen individu dan hubungannya dalam membangun kebersamaan suatu kelompok. Namun demikian, band ini tetap berada dalam satu benang merah musik rock yang mengeksplorasi kebisingan atau tepatnya noise rock. Nicfit juga tetap dengan personil lamanya Dhoni (vokal, gitar), Kimung (bass), dan Yudho (drum). Album NICFIT Vol. 3 direkam di Storn Labs oleh kawan lama, The Babams.

    Bersama ROTTENTANK Records, Nicfit merilis album Nicfit Vol. 3 pada bulan Februari 2015. Album ini rilis seiring dengan dinamika ranah musik rock/grunge yang semakin bergairah. Panggung kembali banyak digelar dan band-band muda yang mengusung hasrat musik ini lahir dan menghajar jalanan. Tentu gairah ini patut dirayakan dan tak ada yang lebih pantas untuk digelar lebih dari sebuah pesta! Bekerja sama dengan satu sel pergerakan musik noise rock Bandung, Seattle Shop, Nicfit menggelar sebuah konser bertema NOISE ROCK PARTY, NICFIT VOL 3 RELEASE. Pesta ini rencananya digelar tanggal 26 April 2015 di Chinook Cafe dan diramaikan oleh kawan-kawan dari FREAK, BESOK BUBAR, dan TOILETSOUND. Kehadiran mereka semakin menegaskan bangkitnya ranah musik noise rock di Indonesia, khususnya Bandung.

    So watcha waitin’ for?

    Lets go noise, lets go party! Lezgoww noise rock party \m/

    Regards,
    ROTTENTANK RECORDS
    NICFIT Info :
    www.twitter.com/nicfit_bdg
    www.soundcloud.com/nicfit
    Angga Badilz +6281573255498
    anggabadilz@gmail.com

  • the Datsuns live at Hard Rock Cafe Jakarta (photos)

    Selandia Baru tidak melulu soal hewan ternak, hasil panen yang melimpah, hingga hewan Kiwi yang sedang menuju kepunahan berkat deforestasi. Diluar itu, negara dengan kepadatan penduduk minim ini menyimpan daya ledak musikal yang patut diantisipasi. Daya ledak itu, salah satuhnya, bersemayam dalam tubuh para personel The Datsuns.

    The Datsuns 2011 adalah Dol de Borst (Bass/Vokal), Phil Somervell dan Christian Livingstone (Gitar), serta Ben Cole (Drum). Dengan formasi ini, The Datsuns dijadwalkan akan menggempur Jakarta secara terbuka pada event Rockvolution Festival, 23 Juli 2011. Saya sendiri menjadi saksi betapa berbahaya-nya amunisi yang mereka persiapkan saat malam tadi, saat The Datsuns berpartisipasi pada konser pemanasan Rockvolution Festival yang di gelar di Hard Rock Cafe Jakarta. Jika anda menganggap saya berlebihan dalam mengomentari aski The Datsuns malam itu hanya karena acara tersebut hanyalah konser pemanasan, maka anda salah.

    Konser pemanasan menjelang Rockvolution Festival ini menyuguhkan tiga band dengan akar yang berbeda. Harga Diri Indonesia sebagai tuan rumah terjaga dengan baik oleh aksi Besok Bubar yang pakemnya sangat kuat terkotori oleh para dedengkot Seattle sound macam Nirvana, Soundgarden hingga Pearl Jam. Cukup menarik dan memaksa saya untuk segera pergi ke toko kaset demi mendapatkan rilisan mereka demi menyimak musik mereka lebih jauh.

    Aksi selanjutnya adalah oleh Tonight Alive, unit Pop-Punk kelahiran Sidney yang bervokaliskan seorang gadis kece yang mau tidak mau akan membuat band ini selalu dibanding-bandingkan dengan Paramore. Sejumput remaja yang dari pakaiannya awalnya saya kira adalah penggemar SM*SH, langsung merangsek ke depan panggung begitu Tonight Alive naik panggung. Sejak itu pula sejumput fans tadi berheadbang histeris sepanjang Tonight Alive berdiri gagah mejajah panggung. Meski begitu, dengan berat hati saya harus berpendapat bahwa energi Tonight Alive malam itu masih kalah dengan yang biasa diberikan oleh Hayley Williams dan band (pengiring)-nya yang bernama Paramore.

    Setelah sekian lama melakukan set panggung yang hampir membuat saya mati kebosanan, The Datsuns akhirnya naik pentas juga. Tanpa perlu permisi, empat gugus rock asal Selandia Baru ini langsung saya menggenjot dada telinga penonton dengan lagu-lagu macam “Sitting Pretty”, “Maximum Heartbreak”. Saat saya mencuri pandang ke arah samping, tampak bari pria gondrong yang tersenyum bahagia bagai melihat nabi pujaan turun dari langit.

    “Girls Best Friend” serta “Hey! Paranoid People!” tidak kalah seru dan berhasil mengundang decak riuh penonton. Meski begitu, lagu-lagu lawas nyatanya masih menjadi andalan utama The Datsuns hingga saat ini, dibuktikan dengan langsung gelisahnya penonton tiap lagu-lagu The Datsuns era awal dimainkan. “Freeze Sucker” adalah salah satu lagu yang berhasil meraup sing along terpadat dari penonton. Jika ada yang bertanya pada lagu apa tititk didih konser mencapai puncak, maka saya tidak ragu untuk menunjuk “MF From Hell” sebagai jawabannya.

    Tidak dipungkiri, beberapa fans menganggap karya-karya The Datsuns tidak se-berbahaya karya-karya mereka terdahulu. Namun setidaknya buat saya, The Datsuns masih-lah beracun. Dan seperti judul lagu mereka, di atas panggung, The Datsuns masihlah bajingan neraka dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita tunggu aksi mereka di Rockvolution Festival dengan hati berdebar.

    Foto oleh Agra Suseno
    Tulisan oleh Risyad Tabattala