Tag: Bin Idris

  • GalaGaung: Pengalaman Segar Musik

    GalaGaung: Pengalaman Segar Musik

    GalaGaung adalah intimate gigs skala menengah yang menawarkan pengalaman musik yang segar dan wadah kolaborasi bagi penggiat musik.

    Selain penampilan musisi seperti BIN IDRIS, RUB OF RUB, IRAMA PANTAI SELATAN, dan MONDO GASCARO, acara ini juga menyuguhkan beragam aktivitas pendukung seperti gelar wicara oleh Pophariini, pasar tenant yang dikuratori oleh HeyFolks!, sesi DJ Set, dan kolaborasi khusus dari Irama Pantai Selatan dan Mondo Gascaro.

    Acara ini berlangsung di hari Minggu, 30 Juli 2023, kemarin di Kandank Jurank Doank, Kompleks Alvita Blok Q No. 14, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan.

  • Weekend Things at Nuraga Space

     

    Andy Citawarman aka Citarum
    Citarum

    Nuraga Space di atas Tanamera Coffee Ahmad Dahlan menyelenggarakan Weekend Things, sebuah bazaar kecil dari tanggal 1 sampai 2 Februari 2020.

    Di Minggu sore dijadwalkan tampil beberapa musisi untuk meramaikan suasana. Seperti Citarum, Sapphira Singgih dan Bin Idris. Sebelumnya ada beberapa DJ seperti XXNorm yang biasa tampil di Haro dan Arunee.

    Citarum adalah Andy Citawarman, dulu ia adalah personel dari Snowman di Australia. Telah membuat musik untuk penampilan tunggal selama beberapa tahun dan memilih nama Citarum, diambil dari nama sungai besar di kota kelahirannya di Bandung. Musiknya sendiri ia sebut sebagai folk eksperimental.

    Andy Citawarman aka Citarum
    Andy Citawarman aka Citarum

    Ia memasukkan unsur-unsur nada etnik Sunda ke musiknya yang kadang membuat vokalisasinya mirip suara karinding, alat musik tradisional Sunda. Tetapi di akhir-akhir set, lagu-lagunya menjadi lebih mirip Sufjan Stevens hanya saja tetap unsur musik Sunda cukup kuat. Andy menyebut musiknya Sufjan Sinden sambil kemudian ia tertawa.

    Ia baru saja merilis sebuah single via streaming service dan terdengar menarik untuk meramaikan berbagai panggung di Indonesia tahun ini. Semoga saja bisa, jadi musik-musik di Indonesia semakin bervariatif secara bebunyian.

    Coba saja masukkan nama Citarum di kolom pencarian berbagai streaming service.

    Andy Citawarman aka CItarum
    Andy Citawarman aka CItarum

    Sapphira Singgih adalah seorang penyanyi berbakat yang sudah saya amati sejak lama, suaranya khas dan aransemennya menyenangkan untuk dinikmati. Tapi sayang tidak banyak karyanya yang dirilis resmi sepanjang karirnya bermusik.

    Sapphira Singgih
    Sapphira Singgih

    Kabar baik datang di tahun 2019 saat ia menanda tangani kontrak dengan Berita Angkasa Records dan merilis sebuah single berjudul BM. Harapannya bisa segera mendengar lebih banyak lagu-lagunya yang dirilis resmi tahun ini.

    Di Weekend Things kemarin, ia membuka set dengan lagu Blue Monday dari New Order yang diaransemen ulang menjadi akustik. Suasananya menjadi magis karena vokalnya Sapphira Singgih yang dalam dan tebal, ditambah kenyataan kalau esok adalah hari Senin dengan prakiraan cuaca terjadi hujan di pagi hari.

    Selain Blue Monday, ia juga membawakan lagu-lagunya yang lain. Termasuk single yang akan dirilis dalam waktu dekat.

    Saphhira Singgih
    Saphhira Singgih

    Sebagai pemuncak, tampillah Bin Idris yang seperti biasa tampil berdua. Haikal Azizi dan Rajin Sihombing duduk di bangku dan memainkan repertoire yang sudah akrab dengan pendengarnya namun selalu nikmat untuk dialami lagi.

    Bin Idris
    Bin Idris

    Bin Idris
    Haikal Azizi & Rajin Sihombing

    Di ujung repertoire, seperti biasa ada medley dari Tenggelam dan Raya tapi ada lanjutan yang belum pernah didengar sebelumnya. Haikal meneriakkan bait “… Death is a Friend of Mine…” dengan suara melengkingnya yang khas.

    Rupanya lagu tersebut baru diciptakan begitu saja, karena Haikal Azizi merasa perlu menambah waktu sedikit lagi setelah Raya setelah. Luar biasa.

    Akhirnya mereka berdiri dan menyingkir dari spotlight untuk berbaur dengan teman-teman penonton. Sementara Mondo Gascaro berada di balik meja DJ dan memainkan playlist pilihannya.

     

    P1490742
    Sapphira Singgih dan Julian Aaron

    Haoritsa, Sarah dan Ajeng
    Haoritsa, Sarah dan Ajeng

    Mondo Gascaro
    Mondo Gascaro aka Gasucaro

    P1490759

     

  • Bin Idris, Crayola Eyes, & Tomy Herseta Bereksplorasi Audio Visual di Auditorium IFI Jakarta

    Bin Idris, Crayola Eyes, & Tomy Herseta Bereksplorasi Audio Visual di Auditorium IFI Jakarta

    Bin Idris dan Crayola Eyes merilis vinyl 7″ beberapa bulan sebelumnya dan belum pernah ‘dirayakan’ dengan sebuah pertunjukkan bersama, maka mengapa kita tidak membuat sebuah pertunjukkan?

    Karena DRS juga sudah lama tidak berperan aktif dalam mengorganisir sebuah pertunjukkan musik, dengan demikian ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit pemanasan.

    Tanggal 28 Juli 2018 dengan dukungan dari Orange Cliff Records sebagai label yang menaungi para penampil, kita bisa menyaksikan Tomy Herseta, Bin Idris dan Crayola Eyes di salah satu auditorium kecil terbaik di kota ini; Auditorium IFI Jakarta.

    Acara sore itu dibuka oleh Tomy Herseta yang memainkan komposisi sepanjang 30 menit. Set ini didukung visual oleh Raven, seorang seniman visual motion yang nanti juga akan membantu Crayola Eyes. Komposisi sepanjang ini banyak mengingatkan saya pada musik latar film Blade Runner 2049 yang diaransemen oleh Trent Reznor. Mungkin memang terinspirasi atau kebetulan bikin saya ingat saja. Walaupun berisik dan sangat eksperimental namun hampir semua penonton tampak menyimak, termasuk saya.

    Setelah puas dengan eksplorasi suara bersama Tomy Herseta, panggung diambil alih oleh Crayola Eyes. Crayola Eyes lansung membuka set dengan lagu “Teaching the Truth” dan enam lagu lainnya. Selalu menarik memang menyaksikan Crayola Eyes dengan tata lampu dan visual yang disusun supaya kita semakin dalam larut dalam suasana psikedelik. Asoi.

    Tidak lama setelah Crayola Eyes membereskan panggung, Bin Idris kali ini dibantu oleh Rajin Sihombing sebagai pemain gitar dua. Mereka memainkan lagu-lagu dari rilisan mereka sebelumnya dengan sangat khusyuk, seperti ‘Temaram’, ‘ Rebahan’, dan ‘Anjing Tua’. Sebelum kemudian menutup set dengan lagu “Dalam Wangi”, sebuah lagu tentang lingkungan sekitar rumahnya.

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes

    Bin Idris
    Bin Idris

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta

    Bin Idris check sound

    Crayola Eyes
    Crayola Eyes minus minus

    Tomy Herseta
    Tomy Herseta check sound

    Bin Idris
    Bin Idris check sound

    Robonggo & Laras
    Robonggo & Laras

    Bin Idris
    Bin Idris check sound

  • Crayola Eyes, Bin Idris, & Tomy Herseta • 28 Juli • IFI Jakarta

    Crayola Eyes, Bin Idris, & Tomy Herseta • 28 Juli • IFI Jakarta

    @DEATHROCKSTAR & @ifi_indonesia Jakarta mempersembahkan pertunjukkan musik oleh

    CRAYOLA EYES (@crayolaeyes)
    BIN IDRIS (@haikal.azizi)
    & TOMY HERSETA (@tomyherseta)
    Sabtu 28 Juli 2018 di IFI Jakarta, Jl.MH. Thamrin no.20
    Pintu dibuka jam 18.00

    Harga tiket Rp.50.000,-
    Pembelian dapat dilakukan dengan mengirimkan email ke

    deathrockstar.gigs@gmail.com

    Sebutkan nama sesuai identitas dan jumlah tiket yang diinginkan.

  • Neonomora, Pandu Fuzztoni, Bin Idris, dan Sirati Dharma meng-cover Bloodsport

    Neonomora, Pandu Fuzztoni, Bin Idris, dan Sirati Dharma meng-cover Bloodsport

    Sajama Cut mengundang beberapa musisi teman mereka untuk meng-cover single pertama album Hobgoblin; “Bloodsport”.
    Masing-masing musisi memasukkan karakter mereka ke dalam single ini, dan hasilnya adalah lima track yang brilian. Mereka adalah Neonomora, Pandu Fuzztoni, Bin Idris, Sirati Dharma, Daft Punk dan the Offsprings.

    Yang kedua terakhir adalah ngibul, tetapi kamu bisa mendownload keempat track lainnya di tautan ini sambil menikmati gambar kover oleh Adithya Corsa.

    Setelah merilis Bloodsport sebagai single pertama dari album Hobgoblin, kami langsung melihat banyaknya tanggapan hangat dari kalian. Salah satunya adalah dalam bentuk cover-cover amatir yang dikirimkan ke email dan situs-situs social media kami. Ini menginspirasi kami untuk mengontak beberapa sahabat musikal SC untuk membantu proyek kecil ini – dan indahnya, mereka juga langsung merespon dengan positif. Lagu cover selalu memberikan perspektif baru tentang lagu SC sendiri yang kami kira kami “kenal”. Ini salah satu listening experience yang sangat menyenangkan – sedikit aneh, sedikit nyaman, dan sangat adventurous!

    ” – Marcel Thee

    Cover oleh Adithya Corsa
    Cover oleh Adithya Corsa