Tag: danilla

  • Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan Be The Meister Collector’s Box Edition

    Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan Be The Meister Collector’s Box Edition

    Jägermeister berkolaborasi dengan Danilla Riyadi, Seringai dan Tuan Tigabelas meluncurkan label khusus yang dirancang dan digambar untuk mewakili persona dari masing-masing meister. Label edisi khusus ini akan dirilis dalam jumlah terbatas mulai pertengahan Oktober ini.

    Jägermeister Danilla, Seringai, Tuan Tigabelas
    Be The Meister Collector’s Box edisi Danilla, Seringai, & Tuan Tigabelas

    “Meski berdiri pada genre yang masing-masing mereka mainkan, namun ada kesamaan dan benang merah atas apa yang mereka kerjakan selama ini. Mulai dari konsistensi dalam bermusik hingga kemampuan menjawab berbagai tantangan sambil tetap relevan dengan zamannya. Ini yang membuat ketiganya tetap memiliki pendengar yang setia dengan jumlah yang akan terus membesar,”

    Fariandi Soerja Djanegara – Brand Manager Jägermeister Indonesia.

    Proses kreatif label spesial ini melibatkan seniman lokal juga, seperti Tuan Tigabelas yang menunjuk Bujangan Urban, Danilla RIyadi mandapuk The Popo, dan sementara Arian13 mewakili bandnya sendiri untuk mendesain label koleksi Be The Meister Collector’s Box edisi Seringai.

    Koleksi Be The Meister Collector’s Box ini berisikan satu buah botol Jägermeister sebesar 700ml, selembar foto yang berisi kutipan dan tanda tangan pribadi dari masing-masing meister dan sebuah sertifikat keaslian yang mencantumkan tiap nomor urut pembelian.

    Be The Meister Collector’s Box hanya akan dijual sebanyak 300 buah untuk tiap label dan hanya bisa didapatkan secara langsung di gerai-gerai tertentu milik Red & White Shops atau pembelian daring melalui situs dan marketplace milik www.minuman.com seharga Rp 699,000,- mulai pertengahan Oktober hingga masa promosi berakhir.

    Untuk info lebih lanjut, Ikuti akun @jagermeisterindonesia di Instagram.

    Jägermeister Danilla, Seringai, Tuan Tigabelas
  • Danilla Menyanyikan Fingers di Duck Down Bar

    Danilla Menyanyikan Fingers di Duck Down Bar

    Danilla baru saja merilis EP berjudul Fingers yang musiknya sangat menarik bagi saya. Karena selain memang kebetulan sesuai dengan selera saya, konsep EP ini memiliki banyak sisi untuk dibahas.

    Seperti misalnya yang paling jelas terlihat adalah judul-judul lagu menggunakan nama-nama jari dan memiliki keterkaitan tema. Kemudian saya mendengar hasil telisik Reno Nismara mengenai instrumen-instrumen yang direkam di EP ini semuanya menggunakan alat yang langsung bersentuhan dengan jari.

    Bahkan tidak ada suara drum. Mungkin karena drum itu dibunyikan dengan perantara stik dan tidak langsung disentuh jari-jari kata Reno.

    Kecuali saat dibawakan live, jadi ada drumnya. Seperti waktu acara peluncurannya di Duck Down Bar hari Minggu tanggal 10 November 2019 kemarin.


    Sungguh jarang kesempatan bisa mengalami penampilan Danilla di panggung seintim ini.

    Danilla meminta seluruh undangan dan pengunjung untuk mengenakan pakaian kondangan. Yang laki-laki menggunakan kemeja putih dan jas hitam sementara yang perempuan menggunakan gaun putih; sungguh seru saat mengetahui 99% yang datang kemarin itu mematuhi dresscode ini.


    Mondo dan Sarah mengenakan dresscode.
    Mondo dan Sarah mengenakan dresscode.

    Acara kemarin dibuka oleh KRLY yang baru saja merilis single via berbagai saluran. Bisa dicoba dengarkan via Youtube atau Spotify.

    Atau versi livenya bisa dilihat di Youtube
    https://www.youtube.com/watch?v=4OTM4zePju4



    Selamat datang di acara pernikahan saya dengan diri saya sendiri.

    “…Selamat datang di acara pernikahan saya dengan diri saya sendiri…” kata Danilla saat menyambut tamu-tamu undangannya. Saya belum sempat menanyakan mengapa ia menggunakan konsep pernikahan, tapi kalau dari kata-kata yang dikeluarkan sepanjang set; saya rasa konsepnya cukup kompleks.

    Salah satunya adalah kritik pada stereotype konsep pernikahan itu sendiri, misalnya memaksakan diri menikah muda karena tekanan dari lingkungan.

    Tetapi kalau saya sendiri melihatnya karena secara musik Danilla sering digambarkan ‘kawin’ dengan Lafa Pratomo. Sementara EP ini dia kerjakan sendiri, jadi ga salah kalau si Danilla bisa dibilang menikahi diri sendiri.

    Tapi kamu bisa mendengarkannya sendiri via video ini.

    Danilla hanya membawakan lima lagu dari EP Fingers di showcase kemarin. Dan kelima lagu ini juga pembawaannya jadi sedikit berbeda dibanding rekaman aslinya.

    Karena ada drum dan selipan-selipan soundscape a’la-a’la shoegaze/postrock yang suara mengawang-ngawangnya itu sungguh nikmat.

    Showcase ditutup dengan Pinky dan Thumb, yang awalnya adalah satu lagu tapi dipisahkan supaya lengkap jari jemarinya.

    Setelah showcase, ada Ucup Pop alias Ucup yang mencoba peruntungan sebagai DJ Karaoke lagu-lagu guilty pleasure nusantara.

    footages
  • THE SOUNDS PROJECT VOL. 4 “Music Over Matter”  

    THE SOUNDS PROJECT VOL. 4 “Music Over Matter” 

    Menghadirkan 27 musisi tanah air dan 2 musisi mancanegara,
    Sunset Rollercoaster (Taiwan) dan Summer Salt (USA).
    Bertempat di Kuningan City, Jakarta Selatan, 22-23 Maret 2019.
    Jakarta, 1 Maret 2019 – Festival musik alternatif yang diselenggarakan setiap tahun secara rutin oleh para generasi muda kini kembali hadir!

    The Sounds Project 2019
    The Sounds Project 2019

    Di tahun keempat ini, The Sounds Project melakukan ekspansi menjadi 2 hari yaitu pada Jumat dan Sabtu, 22 dan 23 Maret 2019, dengan berbagai jajaran musisi berkualitas dari dalam dan luar negeri.

    Pada hari pertama, Jumat, 22 Maret 2019 :
    Adhitia Sofyan, Bam Mastro, Diskoria, Fourtwnty, HIVI!, Kunto Aji,, Kurosuke, Maliq & D’Essentials, Mocca, Pamungkas, Project Pop, Reality Club, Sunset Rollercoaster, serta White Shoes & The Couples Company

    Hari kedua Sabtu, 23 Maret 2019,
    Barasuara yang melakukan kolaborasi visual spesial dengan Isha Hening, Naif, Danilla, .Feast, G r r r l G a n g , Jamrud, Jason Ranti, NDX AKA, Sisitipsi, Stars and Rabbit, Summer Salt,
    The Cat Police, The Adams, The S.I.G.I.T, hingga The Upstairs.

    Selain penampilan musik, The Sounds Project Vol. 4 juga akan memberikan berbagai aktivitas serta edukasi di area festival. Pengunjung dapat menyimak berbagai ilmu dalam program Music Talks bersama pelaku aktif di industri music sidestream ataupun
    mainstream sekarang.
    Program ini kemudian akan terbagi ke dalam dua sesi di hari pertama dan dua sesi di hari kedua.
    The Sounds Project vol. 4 juga akan menghibur dan memanjakan pengunjung yang hadir dengan berbagai instalasi seni dari mulai mural,UV Room experience sampai visual mapping yang dapat digunakan untuk ber-swafoto, Karaoke Box untuk melepas lelah sejenak sambil menunggu penampil kesayangan, serta berbagai aktivitas lainnya seperti Music Market dan Movie Area yang dapat menambah pengalaman seru berkunjung ke festival ini.

    Pembelian tiket dapat melalui website http://www.thesoundsproject.com/

    Tiket
    yang saat ini masih tersedia adalah kategori Regular dengan harga Rp 400.000,- untuk tiket 2 Days
    Pass dan Rp 230.000,- untuk tiket Daily Pass. Tiket dengan kategori Daily Early Entry juga
    tersedia dengan harga Rp 150.000,- melalui kedua cara pembelian di atas.

    Website : www.thesoundsproject.com Instagram : @thesoundsproject Twitter : @soundsproject_

  • Superbad Vol.86

    Superbad Vol.86

    Tradisi bulanan ini telah mencapai edisi 86, yang artinya jika dihitung secara kasar sudah berlansung lebih dari 7 tahun. Nyatanya Superbad pertama berlansung di tahun 2008, walaupun ada bolong-bolong yang disebabkan berbagai hal, Superbad bisa dibilang sebagai serial acara yang menampilkan musik independen paling konsisten di Jakarta.

    Dan di edisi ke 86 ini mereka menampilkan Margie Segers & Tjut Nyak Deviana, Danilla, & Jeslla.

    Line up lintas generasi yang betul-betul menarik, tidak mudah mendapatkan pertunjukkan semacam ini di panggung yang intim seperti di Jaya Pub tempat dimana perhelatan Superbad selama ini berlansung.

    Tidak menyangka saya bisa menyaksikan Margie Segers berkolaborasi dengan Tjut Nyak Deviana di tempat saya biasa menonton band-band kegemaran saya. Ternyata ya namanya musik yang bagus, akan selalu relevan jika dibawakan oleh individu-individu yang berbakat seperti Margie Segers dan Prof. Tjut Nyak Deviana ini.

    Semoga bertahun mendatang, kita semua dapat menjadi tua bersama dan tetap relevan dengan jaman saat di pertunjukkan musik.

    Danilla – Entah Ingin Kemana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Download Danilla
    Danilla
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Stanley Widianto & Raka Ibrahim
    Stanley Widianto & Raka Ibrahim
    Indra Ameng
    Indra Ameng
  • Road to Soundrenaline • Seringai, Scaller x Iga Massardi, Muchos Libres, Payung Teduh • 5 Agustus • Prabuwangi Park, Bandung

    Road to Soundrenaline • Seringai, Scaller x Iga Massardi, Muchos Libres, Payung Teduh • 5 Agustus • Prabuwangi Park, Bandung

    Hari Minggu jangan di bawa sendu,
    Ada #RoadtoSoundrealine, pasti seru!
    Bawa teman-teman kamu, karena kita bakal ngerasain tropical vibes di Bandung~
    .

    Hari Minggu, tanggal 5 Agustus 2018 di Prabuwangi Park, Arcamanik, Bandung
    .
    Bakal ada:
    @mustacheandbeardofficial
    @seringai_official
    @scaller_id x @igamassardi
    @tigapagimusic
    @danillariyadi
    @payungteduhofficial
    @utbbys
    @hi_inimusikkami
    @muchos_libre
    @swastamitamusik
    .
    FREE ENTRY & 18+
    Tiada kesan tanpa kehadiranmu dan jangan lupa bawa extra cash… uwuwu~
    #rtsbdg2018
    #nantijugalopahamekspresigue