Tag: danilla

  • Menyimak 10 Lagu Baru Danilla di Album Lintasan Waktu

    Menyimak 10 Lagu Baru Danilla di Album Lintasan Waktu

    ‘Dan, aku bakal bikin novel berdasarkan album ini’
    Saya utarakan niat it tidak lama setelah pertunjukkan berakhir.

    Sebuah topik yang baru terpikir saat Danilla menceritakan cerita di balik single “Laguland”. Entah mengapa, cerita tersebut mengingatkan saya pada sebuah kejadian beberapa tahun yang lalu.

    Saat itu saya bertemu seorang kerabat, ia berpakaian rapih dan memberi gestur akan berpamit untuk berlayar. Laut berwarna biru muda cerah sementara langit berwarna biru sedikit lebih pudar dan awan tidak terlihat, tampak beberapa burung albatros terbang. Saya tidak tahu apakah mereka berputar mencari makan atau sekedar berputar-putar saja.

    Saya kemudian terbangun dan menyadari adegan tadi adalah mimpi. Saya masih mengingat mimpi tadi bertahun kemudian sebagian besar karena saya memiliki ketertarikan tersendiri dengan laut dan dermaga. Namun kemungkinan besar mengapa saya masih mengingatnya adalah karena kerabat saya kemudian meninggal tidak lama setelah mimpi itu.

    Saya berdiri tidak jauh darinya dan menyaksikan badannya disetrum berkali-kali karena dokter mencoba membuat jantungnya berdetak. Dalam hati saya berfikir, apakah nyawanya meninggalkan tubuh saat jantung berhenti berdetak ataukah saat dikubur atau saat tubuhnya terurai?

    Apa dia merasa sakit disetrum?

    “Saya tidak takut mati, karena ga tau kapan itu akan terjadi. Tetapi saya takut kalau ternyata pas mati proses perpisahan jiwa dengan raga akan berlansung menyakitkan dan berlansung ribuan tahun”

    Setelah mendengar ucapan tadi … lagu-lagu di album ini terasa kelewat personal bagi saya dan semua lagu yang awalnya terdengar kelam menjadi romantis dan menginspirasi.

    Setelah set selesai, diluar saya sempat berbincang dengan Ario dari Anomalyst. Awalnya mendiskusikan album Anomalyst yang terasa menjadi lebih lengkap setelah disaksikan live dan mendengar cerita dibalik lagu-lagunya sampai membahas speaker-speaker murah yang saya rasa adalah penyebab mengapa band folks cenderung menjadi favorit anak-anak kost.

    Karena kalau mendengarkan album yang rumit seperti Segara nya Anomalyst atau Lintasan Waktunya Danilla menggunakan speaker handphone, laptop, desktop yang biasa-biasa saja; apalagi kalau vokalnya dibuat seimbang dengan instrument; maka lagunya jadi ga terdengar dengan baik.

    Lirik-lirik di album Lintasan Waktu ini juga dalam dan terbuka luas intrepretasinya. Akan lebih mudah untuk menikmatinya jika informasi mengenai proses penciptaan lagu dan inspirasinya, karena kita jadi memiliki awal untuk memulai petualangan seperti yang ditawarkan oleh Danilla untuk kita alami.

    Kalau saya, jadi kepikiran bikin novel atau novelette.

    Dalam sebuah kesempatan, ia juga berkata

    “lagu lagu disini adalah lagu yang saya ingin kalian dengar, bukan lagu yang kalian mau dengar”

    lalu dilanjutkan dengan kalimat kurang lebih begini

    “Terdengar egois memang, namun saya yakin kalau saya menyebarkan aura positif maka hasilnya juga akan positif”

    Ini adalah pernyataan mengenai ‘idealisme’ terbaik yang pernah saya dengar dan jauh dari kesan egois jika dibadingkan dengan proyek ‘idealisme’ seniman-seniman kebanyakan.

    Oiya, lagu favorit saya adalah “Laguland”, “Meramu”, dan “Lintasan Waktu”. Akan saya ceritakan alasannya lain kali. Kamu beli aja dulu albumnya.

    Download Lagu Baru Danilla
    Danilla sebelum showcase

    Anomalyst & Polka Wars
    Ario “Anomalyst” & Billy “Polka Wars”
    Download Lagu Baru Danilla
    Kiki Aulia Ucup
    Download Lagu Baru Danilla
    Danilla on stage
    Download Lagu Baru Danilla
    Danilla & Warhol
    Download Lagu Baru Danilla
    Danilla & Gilang Gombloh
    Download Lagu Baru Danilla
    Lafa Green
    Download Lagu Baru Danilla
    Danilla
    Download Danilla
    Danilla setelah selesaimak
  • Pop Up Gigs feat: Danilla, Endah n Rhesa, Littlelute, & Glen Waas

    Pop Up Gigs feat: Danilla, Endah n Rhesa, Littlelute, & Glen Waas

    popup-gigs-15-des-

    Pop Up Gigs feat: Danilla, Endah n Rhesa, Littlelute, & Glen Waas

  • Ngabubuzar

    Ngabubuzar

    Tanggal 4-5 Juli 2015 akan ada NGABUBUZAAR (Ngabuburit Sambil Ngebazaar) di 365 Eco Bar Kemang. Bakal ada acoustic performance dari Scaller, Puti Chitara, Danilla, Asteriska dan Blues Jamming Session bersama BREAKTIME. Ada Fun Race TAMIYA di hari Minggu, buat yang masih punya Tamiya dan pengen ikutan bisa langsung datang! Juga buat yang mau belajar Hoop dance dan Flow Art bisa ikutan kelas gratis!
    Tanggal 4-5 Juli 2015 akan ada NGABUBUZAAR (Ngabuburit Sambil Ngebazaar) di 365 Eco Bar Kemang. Bakal ada acoustic performance dari Scaller, Puti Chitara, Danilla, Asteriska dan Blues Jamming Session bersama BREAKTIME.
    Ada Fun Race TAMIYA di hari Minggu, buat yang masih punya Tamiya dan pengen ikutan bisa langsung datang! Juga buat yang mau belajar Hoop dance dan Flow Art bisa ikutan kelas gratis!
  • Frau dan Danilla di 100 Kenangan Sitor Situmorang

    Frau dan Danilla di 100 Kenangan Sitor Situmorang

    Semalam diundang Arman Dhani ke hari terakhir 100 Kenangan Sitor Situmorang. Kalau dia ngga ngiming-ngimingi akan ada Frau dan Danilla mungkin saya tidak akan datang, karena belum akrab dengan karya penyair tersebut. Malam itu adalah malam final perayaan 100 hari meninggalnya penyair Sitor Situmorang, seorang legendaris yang sempat menghabiskan waktu di penjara pada masa rezim Soeharto.

    Beruntung saya datang, karena ga menyangka “pembuka” yang banyak banget dan bikin molor berhasil membuat saya mencari tahu lebih banyak tentang Sitor Situmorang. Mereka menceritakan banyak cerita yang menarik yang dibawakan dengan karakter masing-masing yang membuat saya kagum dengan kemampuan mereka menyusun kalimat dan pembawaan panggung. Duduk bareng Gembira Putra Agam sambil ngomentarin, beberapa komentar kagum beberapa guyonin.

    Sebagian besar dari penutur cerita adalah budayawan kelas atas, yang dari mereka saya menyadari kalau kita memiliki penutur-penutur hebat yang perlu ditelusuri kisahnya.

    Malam itu juga aya menemukan puisi yang sangat menarik di sela-sela acara, saya membaca sekilas di sebuah buku yang dijual di depan dan sempat dibacakan oleh salah satu dari teman-teman Sitor Situmorang. Saya suka puisi itu dan saya beruntung karena rupa-rupanya puisi itu dipilih untuk direspon oleh Frau. Hasil responnya sangat baik dan saya merasa beruntung membawa perekam audio saya yang dengan sedikit nyali diletakkan di bibir panggung.

    Tadi malam saya mengurungkan niat mengambil video karena duduk paling depan, dan pendaran dari preview kamera akan mengganggu para penikmat acara di belakang saya. Tidak motret banyak juga karena bunyi cekrek-cekreknya bakal ganggu luar biasa di ruang berakustik sebaik Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.

    Dan tentu karena sayang sekali menyia-nyiakan kesempatan menyaksikan Danilla tampil di ruangan berakustik sangat baik dengan cekrek-cekrek dan ngeker-ngeker. Maka seperti inilah hasilnya.

    frau

    danilla-sitor

  • Sunday Market Surabaya “Once Upon A Time in China”

    Sunday Market Surabaya “Once Upon A Time in China”

    komikazer-green_sands
    Green Sands Talk Show featuring Azer

     

    Festival yang menarik di Surabaya, dimana pengusaha-pengusaha muda dengan produk-produk menarik berkumpul di Surabaya Town Square untuk kemudian dihibur dengan Wushu, Barongsai, Wayang Potehi dan musik di malam penutupannya.

    Musiknya menampilkan Danilla seorang solois yang sedang naik daun, Bottlesmoker dan Homogenic. Sementara band lokalnya tidak begitu menarik, sayang juga karena saya rasa masih ada bakat-bakat terpendam yang lebih asoi di kota itu.

    Namun begitu pagelaran Sunday Market di Surabaya ini selalu menarik bagi saya, terutama karena kali ini mereka berusaha menunjukkan beberapa sisi lain Surabaya yang sering terlewat bahkan oleh orang Surabaya sendiri. Beberapa teman saya bahkan terkagum-kagum setelah mengetahui kalau ternyata di Surabaya ada perguruan wushu Lima Naga.

    Saya sendiri, sebelum Sunday Market cuma tau Surabaya itu es krim Zangradi dan intensitas mataharinya yang berlebihan. Namun rupanya masih banyak sisi lain kota ini yang menarik untuk dialami.

    Mungkin setelah ini, saya akan mencoba mengunjunginya dalam rangka berlibur dan bukan bekerja.

    homogenic-01

    danilla

    bottlesmoker

    sunday-market-wayang-potehi

    dina-homogenic

    homogenic-2

    Preview lagu baru nya Homogenic.