Pada awalnya di tahun 2015 adalah sebuah studio gigs kecil di Tebet, acara ini sangat berkesan bagi yang terlibat sehingga dibuatlah lanjutan acara ini. Kemudian pada tanggal 12 Januari 2020 dibuatlah vol.3 dengan pengisi acara serupa.
Yang menjadi spesial adalah karena band-band yang di tahun 2015 bisa dibilang “belum dikenal”, saat ini masih aktif dan berhasil penggemar yang lebih banyak lagi. Jadi awalnya studio gigs sekarang berhasil membuat ruangan Rossi Musik Fatmawati penuh.
Volume 3 ini dimeriahkan oleh Piston, .Feast. Tarrkam, Rekah, Dental Surf Combat, Gascoigne dan Cumloud. Yang sayangnya Gascoigne ga jadi manggung karena ada personelnya tiba-tiba terkena musibah, lalu Tarrkam sebagai band pemuncak terpaksa memotong set karena sang vokalis asmanya kambuh.
Namun demikian, acara tetap meriah dan seru tentunya bisa menyaksikan band-band ini tumbuh membesar menjadi legenda musik Indonesia. Semoga ada volume-volume berikutnya.
Seongok badan tiba-tiba terlempar melintas di depan kepala saya, tidak lama setelah memesan minuman di pintu masuk. Tidak lama kemudian ada lelaki berbadan tinggi, berwajah mirip juara dunia tinju asal Filipina tergeletak di lantai.
Rupanya ia baru saja terpeleset karena pogo sambil berteriak di mic mengurangi kewaspadaan akan lantai licin. Ia adalah Sida dari Dental Surf Combat yang sedang membangun badai kecil pogo di 365 Ecobar kemarin malam walau sambil kepleset-kepleset.
Tetapi wajah mirip dengan juara dunia tidak hanya sekedar mirip, karena ia selalu berhasil bangkit lagi dan lagi. luar biasa.
•
Tidak lama setelah itu, semakin banyak tubuh terlempar dan sound system terdorong. Wajah siaga terlihat jelas di raut Ucup, wakil dari deMajors dalam menyelenggarakan Pop Up Gigs. Manusia-manusia yang masih waras, dengan sigap memperbaiki posisi sound system dan mengamankan teman-temannya. Tentu tidak ada yang ingin membuat kasus dengan pemilik acara ini, karena urusannya panjang dan mempersulit kesempatan berpogo di tempat yang nyaman dan berpenyejuk ruangan.
•
Setelah Dental Surf Combat memutuskan untuk menutup setnya karena memang sudah waktunya berhenti, maka giliran Tarrkam. Band hardcore yang meneriakkan tema-tema keseharian dan kritik pada kejadian sehari-hari di kehidupan bermasyarakat sub-urban dengan bahasa yang mampu meremas testikel lelaki dewasa berpendidikan namun brengsek.
•
Di penghujung acara, Petaka mengambil alih panggung. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan Petaka tanpa almarhum Rully. Terasa berbeda memang, namun beliau saat ini telah beristirahat dengan tenang dan mungkin sedang membahas musik bersama Lemmy Killmister, David Bowie atau Denny Sakrie di alam sana. Maka mari kita ber-hardcore akhir pekan (di hari Selasa) bersama Petaka formasi terbaru.
Band ini adalah titisan dari kaset-kaset Charles Bronson, Spazz atau Los Crudos yang singkat-singkat namun berbekas.
Set mereka cocok untuk pencinta hardcore yang mulai berumur, karena tetap cepat, keras, bertenaga namun enak juga dinikmatin sambil goyang-goyang santai tanpa moshing yang bisa menambah resiko keseleo untuk manusia-manusia moshing menjelang umur 40 tahun.
•
Kemudian tidak lama setelah Petaka menyelesaikan set, saya pulang.
Line Up Malam SelasaPetaka HardcoreTarrkamDental Surf Combat
Selasa malam di Kemang sudah beberapa Minggu ini lebih hidup, terutama sejak acara reguler Pop Up mendapatkan sponsor. Pilihan band-bandnya jadi lebih menarik, jadi perjalanan jauh menuju Kemang bisa lebih berarti.
Seperti malam kemarin, tiga band ‘punk’ yang sedang hangat-hangatnya tampil. Dental Surf Combat, Vague dan The Kuda. Acara seperti ini memang selalu menarik, karena selain band-band nya asoi, kegiatan ngobrol dengan banyak teman juga menyenangkan.
Maaf, kalau foto-fotonya gelap dan banyak buremnya. Blitz nya mokat kemarin.
Jaga daganganAgus Warung Musik/Majemuk RecordsGary Hostage dan Ken JenieDia bercahaya.Yudh dan fotograferJan dan YudhBetmen, Rio dan UcupHarga jual merchandise kemaren.Kendra dan bayangan.Anthono yang sedang mempersiapkan masa depan.Dia berpendar.The KudaThe Kuda yg punya acara malam kemaren.Nama : Marcel. Cita-cita : Ninja Bayangan Merah. Nama : Dion Cita-cita : gue cuma pengen ngisep Vape aja dulu.DuckfaceBisaan nih si Malau.Unbound dkkthe Sajama Cult GankJonsi Malaw dan Anggun Priambodo
Tiga band asoi; Dental Surf Combat, Piston dan Petaka. Malam itu semua penampil tidak ada yang berada di panggung lebih dari tiga puluh menit. Dua gelas bir dan satu gelas orange juice tepat habis setelah ketiganya selesai.
Malam belum terlalu larut untuk pulang sambil terkantuk-kantuk. Apalagi ketiga band tadi semuanya menyegarkan. Sebuah anthem baru muncul, setidaknya bagi saya; hardcore akhir pekan. Sebuah karya dari band bernama Petaka yang cocok banget untuk kegiatan saya beberapa tahun terakhir, walau tidak banyak yang benar-benar dihabiskan untuk menonton band hardcore. Tetapi cocoklah.