Tag: Ellipsis

  • Superbad! Vol.74: Edisi 3 Kota

    Superbad! Vol.74: Edisi 3 Kota

    The Secret Agents
    present

    “SUPERBAD!” Vol. 74: EDISI 3 KOTA

    Sunday, 27 March 2016
    8 pm – 1 am
    at
    The Jaya Pub,
    Gd. Jaya parking area, Jl. M.H. Thamrin Kav. 1-2,
    Jakarta Pusat (Right across Hotel Sari Pacific)

    Featuring:

    * ZOO (YK)
    Rully Shabara(vocal, synth,jembe), Bhakti Prasetyo (bass), Dimas Budi Satya (drums), Ramberto Aguzalie (drums)
    http://zoo-indonesia.blogspot.co.id/

    * MAX HAVELAAR (JKT)
    Dedidude (vocal, guitar), David Q Lintang(guitar), Muhammad Asra Noer(keyboard), Teddy Satrio(bass), Timur Segara(drum & cymbals)
    http://suaramaxhavelaar.com/

    * ELLIPSIS (BDG)
    Elmar Shidqi Sulaiman (guitar), Feisarino Abitama (drums), Aulia Lazuardi (bass), Aulia Ramadhan (guitar)

    SHOW RUNDOWN:
    20.00 – 21.00 SUPERBAD PLAYLIST
    21.00 – 21.40 ELLIPSIS
    21.55 – 22.35 MAX HAVELAAR
    22.50 – 23.35 ZOO
    23.30 – 01.00 SUPERBAD PLAYLIST

    PLEASE, PLEASE US… COME ON TIME!!

    *FDC: IDR 40K (a choice of beer or soft drinks)
    Bring extra cash to buy CDs and merchandise of the featured bands!

    *Capacity: -/+ 200

    * Photographers and video-makers are always welcomed to shoot, but please always make sure that the audience behind you can still enjoy the view of the stage, the bands playing aren’t distracted, and the operation of the venue is not disturbed.

    “SUPERBAD!” is a monthly independent live music event by The Secret Agents, held since 2008. Its venue is The Jaya Pub (the oldest music pub in town that, since 1975, has maintained a good rep for its live music performances of various genres; mainly blues, jazz, and rock). “SUPERBAD!” showcases good independent local talents; from the freshly squeezed newbies, to those already known in the local music scene; giving them space to perform in front of the hard-core lovers of music in Jakarta and the surrounding areas.

    The Secret Agents are: Indra Ameng and Keke Tumbuan
    A duo working on projects involving conceptual art, good music, and other delightful things.

    Contact info:
    T: 0821-10146685 (Keke) or 0818-817548 (Ameng)

    Terima Kasih & Thank You
    THE SECRET AGENTS
    www.the-secret-agents.weebly.com
    www.superbadgig.weebly.com
    www.instagram.com/superbadgigs/
    Twitter: @DeSikretEjents
    Facebook Group: www.facebook.com/groups/desecretagents

    zoo, max havelaar, ellipsis

  • Aliansi Musik Edisi Januari 2016

    Aliansi Musik Edisi Januari 2016

    ALIANSI MUSIK JANUARI 2016

    Hola! Setelah menghilang begitu lama akhirnya kompilasi lintas kota ini kembali ke khayalak luas. Sekian lama kita tinggalkan bukan berarti kita tidak update dengan perkembangan musik arus pinggir di kota masing-masing. Melahan kita semakin banyak menemukan musisi-musisi berpotensial mengisi nama baru di jajaran musik lokal. Untuk sekarang kita baru mengkurasi sekitar pulau Jawa dengan perwakilan pilihan kita, tapi tidak menutup kemungkinan bagi kota/daerah manapun bergabung dengan Aliansi Musik ini. Jadi, nikmati saja daftar lagu berikut;
    Unduh di tautan ini.

    Kolibri – Blank Television (Surabaya)
    Mungkin untuk sekarang yang mampu menandingi musikalitas Megatrvh dari Malang adalah Kolibri. Entah benang merah apa yang melilit mereka, namun jika didengarkan secara seksama musik mereka memiliki kemiripan. Vokal yang lebih mengarah ke puisi tanpa terkekang pada nada gitar dan tempo drum, banyak unsur kejutan materi dalam tiap lagunya, ya macam begitulah. Memang masih raw sekali untuk rekamannya ini, tapi tetap bisa diharapkan untuk lirik-lirik yang lebih puitis serta lebih teratur ke depannya. – Abraham Herdyanto

    Intenna – White Shadow (Malang)
    Kuartet shoegaze dari Malang ini telah berkarir selama hampir 5 tahun. Telah merilis satu split album, terlibat dalam kompilasi shoegaze dunia, Demo dan baru baru ini LP bertajuk Helter Skelter yang berhasil mengukuhkan posisi Intenna di blantika musik malang bahkan Internasional. Obing, Anto, Puguh dan Hendra telah memberikan sumbangsih kelas internasional ke online radio airplay di Inggris dan Kanada sehingga tak hanya kawan kawan yang ada di Indonesia saja yang bisa menikmati tapi juga publik internasional juga mengapresiasi. White Shadow ini dipilih karena karakternya yang kuat, yang tidak hanya bermain efek namun juga memilihnya dengan tepat dan mengaransemennya dengan baik. Seperti menikmati perjalanan 2 jam yang mestinya singkat tapi terasa panjang karena memang nikmat. – Akhmad Alfan

    Ellipsis – Tigris (Bandung)
    Melodi-melodi emosional dikombinasikan dengan tempo yang kompleks merupakan fondasi utama aransemen musik Ellipsis. Tak heran jika terdapat pengaruh dari The Mars Volta dan toe dalam tiap lagu. Namun, Ellipsis membuatnya lebih variatif dengan pendekatan berbeda sesuai ciri khas mereka. Bisa dibayangkan ketika post-rock dan math-rock dileburkan ke dalam nuansa instrumental yang grandeur. Perpaduan yang menarik bukan? – Gagi Aria Lembana Fatkhurahman

    taRRkam – Mahameru Selfie Destroyer (Jakarta)
    taRRkam hanya sekumpulan bocah pemuja Dead Kennedys dan segala 70’s/80’s Hardcore Punk bands sebagai konsumsi wajib untuk telinga Ape (vokal), Epan (gitar), Haryo a.k.a Oyob (Bass),dan Bagas (Drum). Banyak mengangkat tema tentang fenomena apapun yang ada dekat di sekitar mereka, salah satunya “Mahameru Selfie Destroyer” – yang ada di EP pertama taRRkam yang berjudul “Transcend Massive culture”- bercerita tentang fenomena latah trend, dimana orang­orang mendadak menjadi seorang pendaki gunung, dan sedikit banyaknya kehilangan esensi utuh dari pendakian tersebut. Telinga kita pun meradang dibuatnya dengan gitar yang ngebut sambil mendengar seruan “Mahameru Selfie, Selfish, Selfie [Destroyer!]” . Seolah menampar semua oknum pencinta alam dadakan. – Robonggo

    The Scenesters – Bad but Rules (Solo)
    Seperti kehidupan anak muda akhir baliq yang bebas, kesana kemari sesukanya sendiri sampai mereka dicap nakal menurut mata orang lain, namun masih memegang teguh spirit mandiri, dan tidak suka mengganggu orang lain. Dari segi karakter suara, jika dibandingkan dengan single pertama dulu, single yang ke-2 ini lebih kental dibalut dengan kesan ombak dan fuzz yang lebih mendominasi. Di awal tahun 2016 kemarin. – Dimas Purnomo

  • Ulasan Malam Instrumental Rock Dari Ellipsis

    Ulasan Malam Instrumental Rock Dari Ellipsis

    Kuartet instrumental rock basis Bandung, Elipsis yang baru saja merilis debut mini album mereka yang bertajuk “Adversities” akhirnya menggelar showcase di Salian Art (Minggu, 20/09/2015).

    Showcase ini dimulai sejak sore menjelang malam dengan penampilan pertama dari Neat, band dengan genre funk rock asal Bandung itu mencoba memperkenalkan tiga lagu mereka dan tingkah sang vokalis kadang melakukan gesture menyihir saat solo-gitar mengalun. Ditutup dengan lagu fenomenal dari Dewa 19 yaitu “Cukup Siti Nurbaya”. Suasana semakin ramai dipadati orang-orang ketika band bergenre psychedelic-rock / stoner rock asal Bandung, Kaitzr mulai naik ke panggung dan membawakan dua lagu dari EP mereka yang bertajuk “Myth and Deceit” yang masing-masing lagunya memiliki durasi lumayan panjang. Mengatur emosi kita sesuai irama yang dihasilkannya. “Fire In The Sun” single terbaru mereka yang belum rilis, ikut dimainkan juga malam itu. Semacam tidak direncanakan, semua pengisi band malam itu berkostum rapih layaknya mau ke prom nite, seperti Heals, band asli Bandung yang menghibur para penikmat musik malam itu dengan single perdana mereka “Void”. Mereka salah satu band yang paling banyak dibicarakan saat ini. Mengembalikan memorabilia untuk kalian penikmat alternative-rock/Nu Gaze. Maka tak heran kalau malam itu Heals menutup penampilannya dengan lagu milik My Bloody Valentine yang serentak membuat beberapa orang ikut juga bersenandung.

    IMG_3020 copy

    Akhirnya malam itu ditutup dengan penampilan yang ciamik dan menghipnotis oleh Elipsis yang bermain dengan permainan yang harmonis ritmis dan sedikit mengingatkan pendengar malam itu pada musik-musik yang diusung oleh band seperti Toe, Lite, dan the Mars Volta. Melodi-melodi emosional dikombinasikan dengan tempo yang kompleks merupakan fondasi utama aransemen musik Ellipsis. Sayangnya salah satu gitaris mereka, Elmar tidak dapat hadir karena sedang mengemban ilmu di Australia. Hampir semua nomor di Adversities dibawakan hasil rilisan label independen, Orange Cliff Records. “Tigris” menjadi lagu terakhir yang ampuh hingga memberikan standing applause oleh seluruh penonton dibumbui aksi turun panggung satu-satu hanya menyisakan Aulia Ramahan bersama gitarnya. Setidaknya showcase dari band yang terbentuk ketika masih menjadi anggota sebuah organisasi seni kampus ini dapat menciptakan sebuah reuni kecil-kecilan di akhir acara.

    Photo : Glory Mardika

    Teks : Raufina Zahra

  • Advertisies Showcase : Pesta Peluncuran EP Perdana Ellipsis

    Advertisies Showcase : Pesta Peluncuran EP Perdana Ellipsis

    Sebagai sebuah proyek band instrumental rock berbasis di Bandung yang sudah berkarir sejak tiga tahun silam yang baru saja merilis mini album berjudul Adversities EP akan menggelar showcase di Salian Art, Minggu, 20 September 2015 bersama Neat, Heals, dan KAITZR.

    “Melodi-melodi emosional dikombinasikan dengan tempo yang kompleks merupakan fondasi utama aransemen musik Ellipsis” sedikit penggalan dari rilisan pers yang kami terima menggambarkan musikalitas mereka. Terbentuk ketika masih menjadi anggota sebuah organisasi seni kampus, Elmar Shidqi Sulaiman (guitars), Feisarino Abitama (drums), Aulia Lazuardi (bass), Aulia Ramadhan (guitars) bertukar pikiran tentang musik yang ternyata memiliki visi-misi yang sama.

    Adapun Adversities EP berisikan lima lagu manis dirilis oleh label BERDIKARI, Orange Cliff Records. Jika kalian bosan dengan lirik dan hanya ingin mendengar instrumen yang emosional, mini album ini solusinya. Dan tentunya showcase minggu nanti adalah buktinya.

    11953439_725549717588537_2118438392426970542_o