Ulasan Malam Instrumental Rock Dari Ellipsis

event musikeventsReviews

Written by:

Kuartet instrumental rock basis Bandung, Elipsis yang baru saja merilis debut mini album mereka yang bertajuk “Adversities” akhirnya menggelar showcase di Salian Art (Minggu, 20/09/2015).

Showcase ini dimulai sejak sore menjelang malam dengan penampilan pertama dari Neat, band dengan genre funk rock asal Bandung itu mencoba memperkenalkan tiga lagu mereka dan tingkah sang vokalis kadang melakukan gesture menyihir saat solo-gitar mengalun. Ditutup dengan lagu fenomenal dari Dewa 19 yaitu “Cukup Siti Nurbaya”. Suasana semakin ramai dipadati orang-orang ketika band bergenre psychedelic-rock / stoner rock asal Bandung, Kaitzr mulai naik ke panggung dan membawakan dua lagu dari EP mereka yang bertajuk “Myth and Deceit” yang masing-masing lagunya memiliki durasi lumayan panjang. Mengatur emosi kita sesuai irama yang dihasilkannya. “Fire In The Sun” single terbaru mereka yang belum rilis, ikut dimainkan juga malam itu. Semacam tidak direncanakan, semua pengisi band malam itu berkostum rapih layaknya mau ke prom nite, seperti Heals, band asli Bandung yang menghibur para penikmat musik malam itu dengan single perdana mereka “Void”. Mereka salah satu band yang paling banyak dibicarakan saat ini. Mengembalikan memorabilia untuk kalian penikmat alternative-rock/Nu Gaze. Maka tak heran kalau malam itu Heals menutup penampilannya dengan lagu milik My Bloody Valentine yang serentak membuat beberapa orang ikut juga bersenandung.

IMG_3020 copy

Akhirnya malam itu ditutup dengan penampilan yang ciamik dan menghipnotis oleh Elipsis yang bermain dengan permainan yang harmonis ritmis dan sedikit mengingatkan pendengar malam itu pada musik-musik yang diusung oleh band seperti Toe, Lite, dan the Mars Volta. Melodi-melodi emosional dikombinasikan dengan tempo yang kompleks merupakan fondasi utama aransemen musik Ellipsis. Sayangnya salah satu gitaris mereka, Elmar tidak dapat hadir karena sedang mengemban ilmu di Australia. Hampir semua nomor di Adversities dibawakan hasil rilisan label independen, Orange Cliff Records. “Tigris” menjadi lagu terakhir yang ampuh hingga memberikan standing applause oleh seluruh penonton dibumbui aksi turun panggung satu-satu hanya menyisakan Aulia Ramahan bersama gitarnya. Setidaknya showcase dari band yang terbentuk ketika masih menjadi anggota sebuah organisasi seni kampus ini dapat menciptakan sebuah reuni kecil-kecilan di akhir acara.

Photo : Glory Mardika

Teks : Raufina Zahra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: