Tag: EP

  • SCENARIOS, A Short Film by Elephant Kind

    SCENARIOS, A Short Film by Elephant Kind

    Setelah mengeluarkan beberapa single, tampil di ajang festival musik bergengsi dan menjadi supporting act untuk konser CarPark North beberapa waktu lalu, Elephant Kind, band asal Jakarta yang belum genap satu tahun terbentuk dan terdiri dari Bam Mastro, Dewa Pratama, Bayu Adisapoetra dan John Paul Patton ini akan kembali unjuk gigi dengan merilis EP (Extended Play/Mini Album) perdana mereka yang berjudul “Scenarios: A Short Film by Elephant Kind” pada 26 November 2014 mendatang secara fisik dan digital.

    EP perdana ini berisikan 8 tracks dengan mengedepankan konsep sebuah film tanpa visual. Track demi track dikonsepkan menjadi suatu jalan cerita dan saling berhubungan. Mengangkat kisah tentang seorang tokoh fiksi Julian Day, yang mengakhiri hidupnya di usia muda, keseluruhan EP akan memuat prologue sebagai penjembatan antar 3 lagu utama, “Scenario I”, “Scenario II” dan “Scenario III”. Tidak berdiri sendiri, Elephant Kind mengajak rapper asal Australia Marksman Lloyd untuk berkolaborasi dalam lagu “Downhill” yang juga akan terdapat di EP “Scenarios: A Short Film by Elephant Kind” ini. Marksman Lloyd sendiri adalah rapper yang disegani di Perth, Western Australia dan pernah berbagi panggung dengan Macklemore & Ryan Lewis.

    “This EP is dedicated to those who took their own lives…” pesan Elephant Kind, menambah rasa penasaran? Anda kami undang untuk menghilangkan rasa penasaran tersebut di launching EP “Scenarios: A Short Film by Elephant Kind” pada Rabu, 26 November 2014 Pkl. 18:00 di Tokove Kemang.

    Scenarios poster event 2

  • “Surreal” EP Album Showcase From ETZA

    “Surreal” EP Album Showcase From ETZA

    ETZA adalah project personal milik Etza Meisyara, dibantu oleh Adityo Saputros mengusung electronic/ambient/experimental/shoegaze sebagai elemen-elemen utama dari musik mereka. Dara jelita yang terlebih dahulu aktif dalam kegiatan pameran seni rupa dan sound art ini telah memantapkan materi-materi lagunya ke dalam sebuah EP bertajuk ‘Surreal’.

    “Surreal sendiri merupakan keadaan yang kontradiksi antara kondisi mimpi dan realitas. Dalam terminologi di seni rupa dan bahkan musik, aliran surrealisme ini memiliki kecenderungan dalam hal-hal yang spontan, penuh improvisasi, tanpa diduga dan kadang di luar nalar” ungkap dia saat menjelaskan konsep showcase serta judul album EP-nya.

    Menurut Etza secara garis besar hubungan tema dan konsep merupakan representasi dari dunia digital yang ingin dihadirkan secara konkrit, yaitu dalam bentuk showcase dengan mencoba memadatkan dan memindahkan apresiator dari dunia maya digital menuju taman kecil dengan visual yang dapat dirasakan secara menyeluruh serta langsung. “Anggaplah dunia digital adalah sebuah hiperealitas yang maya, kemudian showcase ini merupakan representasi konkritnya. Maka dengan berada langsung, audiens dapat menyelami fantasi surreal dengan cara mendengar, melihat dan merasakan ambience secara keseluruhan, yang mungkin tidak bisa dihayati jika hanya berada di dalam dunia maya.” pungkas kembali ETZA membocorkan suasana showcase nantinya.

    Bertempat di Loubelle pada tanggal 19 September 2014. Dia pun ikut mengajak para musisi, band, sampai perupa yang aktif berkarya dalam seni rupa seperti Pemandangan, The Jakesperiment, Bottlesmoker hingga kehadiran instalasi visual pendukung ambience dari Rianti Swayastuti. Ini merupakan babak baru sebelum keberangkatan Etza Meisyara ke negara Islandia untuk program seni rupa dan sound art di akhir September.

    REVISI POSTER SURREAL EP ETZA

  • KAITZR – MYTH AND DECEIT (TEASER)

    KAITZR, terbentuk di tahun 2013 ketika Bob Edrian Triadi (vocal, guitar), Rajin Sihombing (vocal, guitar), dan Heri Mulyana (drum) memutuskan membentuk band atas kesukaan mereka terhadap musik yang diusung—psychedelic rock/ stoner rock—sewaktu sering jamming bersama di studio. Lalu masuk Paulus Sidabalok mengisi posisi bass. (more…)