Tag: Featured

  • Weekend Things at Nuraga Space

     

    Andy Citawarman aka Citarum
    Citarum

    Nuraga Space di atas Tanamera Coffee Ahmad Dahlan menyelenggarakan Weekend Things, sebuah bazaar kecil dari tanggal 1 sampai 2 Februari 2020.

    Di Minggu sore dijadwalkan tampil beberapa musisi untuk meramaikan suasana. Seperti Citarum, Sapphira Singgih dan Bin Idris. Sebelumnya ada beberapa DJ seperti XXNorm yang biasa tampil di Haro dan Arunee.

    Citarum adalah Andy Citawarman, dulu ia adalah personel dari Snowman di Australia. Telah membuat musik untuk penampilan tunggal selama beberapa tahun dan memilih nama Citarum, diambil dari nama sungai besar di kota kelahirannya di Bandung. Musiknya sendiri ia sebut sebagai folk eksperimental.

    Andy Citawarman aka Citarum
    Andy Citawarman aka Citarum

    Ia memasukkan unsur-unsur nada etnik Sunda ke musiknya yang kadang membuat vokalisasinya mirip suara karinding, alat musik tradisional Sunda. Tetapi di akhir-akhir set, lagu-lagunya menjadi lebih mirip Sufjan Stevens hanya saja tetap unsur musik Sunda cukup kuat. Andy menyebut musiknya Sufjan Sinden sambil kemudian ia tertawa.

    Ia baru saja merilis sebuah single via streaming service dan terdengar menarik untuk meramaikan berbagai panggung di Indonesia tahun ini. Semoga saja bisa, jadi musik-musik di Indonesia semakin bervariatif secara bebunyian.

    Coba saja masukkan nama Citarum di kolom pencarian berbagai streaming service.

    Andy Citawarman aka CItarum
    Andy Citawarman aka CItarum

    Sapphira Singgih adalah seorang penyanyi berbakat yang sudah saya amati sejak lama, suaranya khas dan aransemennya menyenangkan untuk dinikmati. Tapi sayang tidak banyak karyanya yang dirilis resmi sepanjang karirnya bermusik.

    Sapphira Singgih
    Sapphira Singgih

    Kabar baik datang di tahun 2019 saat ia menanda tangani kontrak dengan Berita Angkasa Records dan merilis sebuah single berjudul BM. Harapannya bisa segera mendengar lebih banyak lagu-lagunya yang dirilis resmi tahun ini.

    Di Weekend Things kemarin, ia membuka set dengan lagu Blue Monday dari New Order yang diaransemen ulang menjadi akustik. Suasananya menjadi magis karena vokalnya Sapphira Singgih yang dalam dan tebal, ditambah kenyataan kalau esok adalah hari Senin dengan prakiraan cuaca terjadi hujan di pagi hari.

    Selain Blue Monday, ia juga membawakan lagu-lagunya yang lain. Termasuk single yang akan dirilis dalam waktu dekat.

    Saphhira Singgih
    Saphhira Singgih

    Sebagai pemuncak, tampillah Bin Idris yang seperti biasa tampil berdua. Haikal Azizi dan Rajin Sihombing duduk di bangku dan memainkan repertoire yang sudah akrab dengan pendengarnya namun selalu nikmat untuk dialami lagi.

    Bin Idris
    Bin Idris
    Bin Idris
    Haikal Azizi & Rajin Sihombing

    Di ujung repertoire, seperti biasa ada medley dari Tenggelam dan Raya tapi ada lanjutan yang belum pernah didengar sebelumnya. Haikal meneriakkan bait “… Death is a Friend of Mine…” dengan suara melengkingnya yang khas.

    Rupanya lagu tersebut baru diciptakan begitu saja, karena Haikal Azizi merasa perlu menambah waktu sedikit lagi setelah Raya setelah. Luar biasa.

    Akhirnya mereka berdiri dan menyingkir dari spotlight untuk berbaur dengan teman-teman penonton. Sementara Mondo Gascaro berada di balik meja DJ dan memainkan playlist pilihannya.

     

    P1490742
    Sapphira Singgih dan Julian Aaron
    Haoritsa, Sarah dan Ajeng
    Haoritsa, Sarah dan Ajeng
    Mondo Gascaro
    Mondo Gascaro aka Gasucaro

    P1490759

     

  • Paguyuban Crowd Surf vol.03

    Poster acara Paguyuban Crowd Surf vol.03
    Poster acara Paguyuban Crowd Surf vol.03

    Pada awalnya di tahun 2015 adalah sebuah studio gigs kecil di Tebet, acara ini sangat berkesan bagi yang terlibat sehingga dibuatlah lanjutan acara ini. Kemudian pada tanggal 12 Januari 2020 dibuatlah vol.3 dengan pengisi acara serupa.

    Yang menjadi spesial adalah karena band-band yang di tahun 2015 bisa dibilang “belum dikenal”, saat ini masih aktif dan berhasil penggemar yang lebih banyak lagi. Jadi awalnya studio gigs sekarang berhasil membuat ruangan Rossi Musik Fatmawati penuh.

    Volume 3 ini dimeriahkan oleh Piston, .Feast. Tarrkam, Rekah, Dental Surf Combat, Gascoigne dan Cumloud. Yang sayangnya Gascoigne ga jadi manggung karena ada personelnya tiba-tiba terkena musibah, lalu Tarrkam sebagai band pemuncak terpaksa memotong set karena sang vokalis asmanya kambuh.

    Namun demikian, acara tetap meriah dan seru tentunya bisa menyaksikan band-band ini tumbuh membesar menjadi legenda musik Indonesia. Semoga ada volume-volume berikutnya.

     

  • Superbad vol.88 dengan Kabar Burung, Amboro, & Stars and Rabbit

    Superbad vol.88 dengan Kabar Burung, Amboro, & Stars and Rabbit

    Kabar Burung adalah band yang menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena karakter musik mereka yang unik. Saya pernah menuliskan kalau vokalis band ini falesnya sungguh tulus sampai menjadi keunikan rilisan mereka di tahun 2019.

    Maka itu hujan rintik-rintik di Minggu malam tanggal 26 Januari 2020 kemarin tidak berhasil mengurungkan niat saya bersantai saja di sekitar Kemang. Apalagi Stars and Rabbit juga akan melakukan pertunjukkan perdana bersama personil baru.

    Amboro, seorang solois melengkapi setlist malam itu. Hanya tiga penampil, artinya acara tidak akan selesai terlalu malam, tipe acara ideal saya memang.

    Superbad vol.88 di The Jaya Pub
    Keke dan Ameng membuka acara

    Seperti sebuah tradisi, acara Superbad selalu dibuka oleh Keke dan Ameng. Kecuali ada hal-hal yang membuat salah satu dari mereka berhalangan, duo ini selalu ada menjadi tuan rumah yang menyenangkan di rangkaian Superbad.

    Setelah mengumumkan urutan penampil, merekapun memperkenalkan Kabar Burung ke publik.

    Kabar Burung di Superbad vol.88
    Kabar Burung

    Band ini rupanya telah sukses membangun basis penggemar, karena lumayan banyak yang ikut menyanyi bersama mereka.

    Band ini adalah generasi terkini yang berhasil menyeruak karena konsepnya menarik. Tampaknya terinspirasi band-band indie 00’an yang terpengaruh musik lama, kemudian dipoles dengan berbagai referensi yang juga antik. Di panggung terdengar pengaruh dari era awal the Adams, Sore, WSATCC dan musik-musik lama yang mungkin hanya ada dalam format piringan hitam.

    Sungguh menyenangkan untuk dapat mengalami masa yang sama dengan aktifnya band ini. Semoga 20 tahun lagi masih bisa berinteraksi dengan musik mereka di panggung.

    Amboro di Superbad vol.88, the Jaya Pub
    Amboro

    Setelah Kabar Burung, seorang pria naik ke atas panggung; ialah Amboro. Amboro ini juga salah satu asuhan pak Dado. Drummernya the Flowers yg juga mengurus Jason Ranti. Ni orang tampil sendiri di panggung membawakan lirik-lirik dan pantun dengan bahasa tubub yang ekspresif. Albumnya sudah dirilis dan asik juga mendengarkan ia bernyanyi tentang hal-hal receh namun menarik.

    Jika musisi lain mengkritik keadaan sosial, pemerintah atau berbicara hal cinta, maka Amboro bercerita soal nonton konser atau pemuda tajir yang menjadi budak cinta. Menyenangkan, supaya hidup ga ribet-ribet amat.

    Stars and Rabbit at Superbad vol.88
    Stars and Rabbit

    Setelah Amboro, tentunya ini waktu untuk Stars and Rabbit. Bikin penasaran karena formasinya baru dan single terbarunya memiliki rasa berbeda dengan rilisan Stars and Rabbit sebelumnya.

    Beberapa rasa penasaran yang muncul misalnya:

    Kayak apa ya kalau ada gitaris seekspresif Didit?
    Bagaimana lagu-lagu baru mereka?
    Penasaran lagu-lagu lama yang banyak menonjolkan vokal Elda akan seperti apa?

    Malam itu, Stars and Rabbit memainkan set lagu baru semua. Elda menolak request lagu-lagu lama. “Liat di Youtube aja” atau “Nanti aja”

    Akhirnya memang setlist memainkan lagu baru dan tentunya berbeda dengan biasanya. Biasanya Adi santai-santai di belakang dan menghindari spotlight sementara Elda tampil begitu ekspresif, kali ini spotlight dibagi dua karena Didit juga sangat ekspresif bersama gitarnya. Saya sudah lama tidak melihat gitaris yang maen gitar sambil mangap-mangap mulutnya.

    Malah di lagu baru, Elda lebih ‘kalem’ dari biasanya. Dugaan saya karena liriknya belum hafal atau karena penonton masih menyimak dan belum menyumbang energi seperti biasa. Akhirnya di single “Little Mischievous” energi mulai terkumpul dan puncaknya di “I’ll Go Along” yang membuat saya cukup lega. Karena lagu lama jadi asik juga dibawakan formasi baru. Semoga Stars and Rabbit terus berevolusi dan menciptakan keajaiban-keajaiban baru.

  • 'Prolog' by Rayssa Dynta are now available for purchase.

    Rayssa Dynta is our darling known for her lovable and sweet upbringing; a mesmerizer with undebatable musical quality.
    (more…)