Tag: semiotika

  • Mari Menikmati Eulogi dari Semiotika

    Mari Menikmati Eulogi dari Semiotika

    Semiotika, trio post rock asal Kota Jambi, merilis album kedua pada tanggal 31 juli 2021 kemarin yang diluncurkan di Duniawi Coffee and Records Jambi.

    Proses pembuatan album ini memakan waktu 1 bulan, Riri – Bass, Gembol – Drum, dan Bibing – Gitaris menulis 9 lagu yang beberapa di antaranya berkolaborasi dengan beberapa teman.

    Tema album adalah kebebasan sebagai individu yang di hidup dengan esensi dan peran masing-masing.

    Tiap lagu di album Eulogi menggambarkan menjadi manusia dengan ikhtiar, tujuan dan rehat sejenak ketika lelah. Memanusiakan manusia juga jadi tema di dalam album ini melalui menyayangi serta mengapresiasi diri sendiri maupun orang lain.

    Menurut Semiotika, album ini merupakan bentuk terima kasih kepada semua yang mendukung baik secara moril maupun materiel.

    “Secara tidak sadar, kami lupa bahwa ada orang2 di luar sana yang menunggu Semiotika untuk terus hidup. Album inilah yang menjadi ungkapan terima kasih kami untuk mereka.” Ucap Bibing.

    Eulogi merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan jalan hidup dan hubungan sosial yang diwakili dua aspek sebagai jawaban. Koeksistensi dan rasa syukur.

    Album ini dirilis dalam format compact disc (CD) melalui Duniawi Records dan distribusikan oleh demajors.

    Semiotika
  • Gelombang Darat oleh Semiotika telah rilis.

    Gelombang Darat oleh Semiotika telah rilis.

    Setelah album perdana yang bertajuk “Ruang” pada tahun 2015, di tahun 2018 ini bertepatan dengan Record Store Day 2018 kemarin, grup post-rock Semiotika kembali hadir dengan merilis rilisan sophomore berupa mini album dengan tajuk “Gelombang Darat” yang dirilis oleh Semiotika secara mandiri dan Rimauman Music, label independen asal Palembang.

    Proses rekaman mini album ini dikerjakan secara mandiri seperti hal nya debut album mereka “Ruang”. Direkam di RAW Studio yang kemudian di Mixing dan Mastering sendiri oleh Billy Maulana (Gitar). Dalam urusan artwork, pengerjaan dibantu oleh Ikmal Febriansyah

    Mini album ini terinspirasi dan tercipta dari cerita-cerita yang mereka dapatkan dari perjalanan tur panjang Jawa – Bali – Sumatera yang mereka lakukan di tahun 2015 lalu dalam rangka mempromosikan debut album “Ruang”. Lagu “Gelombang Darat” misalnya, adalah nama dari tur yang mereka jalani dimana tur ini mereka merasakan lingkaran sosial pertemanan yang luar biasa efeknya. Sedangkan lagu “Meniti Masa” merupakan cerita tentang fase-fase kehidupan yang tanpa disadari mau tidak mau harus kita lewati. Lagu “Delusi” merupakan ekspresi bantahan terhadap pakem kehidupan yang sering orang-orang paksakan.

    Mini album “Gelombang Darat” EP dikemas dalam bentuk boxset terbatas yang berisi rekaman musik dalam format kaset pita, t-shirt, gantungan kunci kulit, poster, stiker, dan pin akrilik.Dalam kemasan boxset inipun mereka bekerjasama dengan industri kreatif lokal (Ulsayco, Telulas Handmade, Panji Cumik) di Jambi. Pendistribusian boxset ini pun dilakukan secara mandiri melalui akun jejaring media sosial Semiotika.

    Dalam kemasan boxset inipun mereka bekerjasama dengan industri kreatif lokal (Ulsayco, Telulas Handmade, Panji Cumik) di Jambi. Pendistribusian boxset ini pun dilakukan secara mandiri melalui akun jejaring media sosial Semiotika.

    Stream/download lagu “Gelombang Darat” dari album Gelombang Darat EP

    http://soundcloud.com/rimaumanmusic/discoshit-tikam

    SEMIOTIKA adalah:

    Riri – Bass

    Bibing – Guitar

    Gembol – Drums

    Diskografi

    Ruang (Full Length, Self Released, 2015)

    Gelombang Darat EP (Rimauman Music, 2018)

    Semiotika musik
    Semiotika

    Music semiotika

  • Kimokal to SXSW 2018

    Kimokal to SXSW 2018

    Kimokal akan berangkat ke South By South West 2018 di Austin, Texas. Didukung oleh sebuah perusahaan rokok, mereka diminta berkolaborasi saat tampil nanti dengan pemenang kontes yang diselenggarakan perusahaan rokok tersebut.

    Beruntung kontes ini dikelola oleh orang-orang berselera bagus sehingga hasilnya adalah sebuah kolaborasi musik dan visual yang menurut saya cukup solid.

    Kimokal yang memainkan musik elektronika akan berkolaborasi di 3 lagu dengan Wake Up Iris (band folk asal Malang) dan Semiotika (band postrock asal Jambi). Selain berkolaborasi dengan musisi, mereka juga mempersiapkan kokaborasi dengan Gilang ‘Orcy World’ Anom dan Yahya Dwi Kurniawan untuk visual.

    Kimokal dijadwalkan tampil di Russian House pada 17 Maret 2018. SXSW sendiri digelar pada 9-18 Maret 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat.

    Semoga mereka bisa meninggalkan dampak di belahan dunia sebelah sana. Minimal follower instagram atau pendengar dari belahan dunia lain bertambah.

    Gilang Anom Orcy World
    Orcy World

    Kimokal
    Kimo dan Kallula

    Wake Up Iris
    Wake Up Iris

    Kimokal
    Kimokal